
Tiga hari sebelum hari perayaan ulang tahun Orion yang kedua tahun Geya dan Axel baru saja pulang dari acara bulan madu mereka.
"Ratuku pelan-pelan jalannya." Ucap Axel dengan sedikit menambah volume suaranya.
Dari dalam ruang keluarga Tala yang mendengar suara keributan dari arah pintu mansion menolehkan kepalanya sembari menyuapkan cemilan buahan buat Orion.
Dahi Tala berkerut mendengar nama panggilan 'ratuku'.
"Orion kesayangannya aunty syalalalaaaaa." Panggil Geya ketika melihat Orion yang sedang berdiri menatap ke arahnya.
Geya merentangkan kedua tangannya ingin memeluk Orion.
Namun dengan cepat Tala menghalangi Orion dan Geya yang akan berpelukan.
"Sayang aunty habis dari luar masih bau ikan terasi. Jadi, nanti saja acara Teletubbies-nya ya." Terang Tala kepada Orion sembari mengusap rambut Orion yang terlihat ada keringatan.
Geya mengembungkan pipinya kesal mendengar peringatan berupa nada ejekan kepadanya itu.
Menghentakkan kakinya kesal lalu memukul punggung Tala untuk meluapkan emosinya.
Tala melototkan kedua matanya ke arah Geya yang memukulnya.
Axel baru saja sampai di depan kedua sepupu itu. "Ratuku kamu harus hati-hati nanti bagaimana kalau kamu jatuh." Ujar Axel dengan raut khawatirnya sembari memegang kedua pipi Geya.
Tala yang melihat pasangan pengantin baru itu melongo tak percaya dan merasa geli.
"Entahlah kalian berdua jika ingin bermesraan." Sungut Tala kesal kepada Geya dan Axel.
Axel tertawa kecil mendengar kekesalan dari Tala. Axel tau apa yang membuat kakak iparnya itu seperti itu siapa lagi yang membuat Nabastala sensitif jika tidak berkaitan dengan istrinya.
"Ouw aku dengar dari Axel bahwa kak Lizzy sedang tidak ingin berdekatan dengan kak Tala makanya kak Tala irikan. Iya kan iya kan." Ucap Geya dengan nada bicara serta mimik wajah yang terlihat menyebalkan.
Geya merasa puas hati melihat kali ini dia bisa mengejek Tala.
Tala memandang tajam ke arah Axel sementara Axel hanya menyengir saja. "Maafkan aku kakak ipar ratuku memaksa ingin tau. Lagipula di antara suami istri tidak boleh ada rahasia." Kilah Axel.
Tala mendengus mendengarnya bagaimana bisa dia punya ipar tengil seperti Axel.
"Kesayangan aunty syalalalaaaaa tunggu ya aunty mau bersih-bersih dulu sekalian kita main dengan hadiah yang dibeli aunty."
Geya meninggalkan Axel, Tala dan Orion. Axel hanya menggelengkan kepalanya karena ditinggal oleh Geya dua kali.
Tala menatap ke arah Geya yang terlihat sangat ceria dan merasa lega.
Lalu mata Tala memandang ke arah Axel yang sama sekali tidak pernah melepaskan pandangannya dari Geya walaupun Geya sudah berjalan jauh di anak tangga menuju kamarnya.
Tala memutar bola matanya malas karena merasa kesal melihat Axel dan Geya yang bisa romantis sedangkan dirinya harus bersabar karena Eve tidak mau dekat dengannya karena Eve sedang merasa malas melihatnya.
"Kakak ipar aku naik ke atas dulu menyusul ratuku. Dan untuk keponakan tampan uncle ke atas dulu ya baby boy." Beruntungnya Orion tidak merengek seperti biasa setiap bertemu dengan Geya dan Axel jika tidak Tala tidak akan tau bagaimana memisahkan putranya itu dengan sepupunya.
Tala kembali menurunkan Orion namun Orion tidak mau dilepaskan alhasil Orion sedang duduk di atas pangkuannya.
__ADS_1
Eve dan ibu Dhara sedang pergi ke salon dan spa bersama dengan Yasmin dan Daisy. Jackson dan Daisy memilih menetap di negara K karena Lily putri mereka juga tidak bisa jauh dengannya.
Geya dengan cepat menuruni tangga karena sudah tidak bisa untuk menahan rasa rindunya kepada Orion.
Sementara Axel sedang membersihkan diri di dalam kamar mandi. Jika Axel yang melihat Geya berlari seperti itu maka akan sangat cerewetnya Axel mengomeli Geya.
'Apa dia pikir sedang bermain film Vrindavan?'
"Kenapa kamu semakin bar-bar semenjak menikah." Ujar Tala tidak habis pikir dengan Geya.
Orion sudah dipeluk Geya dan dicium Geya untuk meluapkan rasa rindunya.
"Berhentilah menciumnya." Ujar Tala kesal melihat Geya yang tidak berhenti mencium Orion. Jujur Tala merasa iri dan cemburu.
Entah kenapa semenjak Eve hamil Tala sangat sensitif sikap cemburu dan posesifnya berkali-kali lipat menyebalkan bagi Eve.
Geya melepaskan Orion dan membiarkan Orion duduk di atas karpet. Geya tertawa kecil ketika melihat pipi Orion yang memerah karena ulahnya.
"Kenapa apa kakak ingin aku cium juga?" Tanya Geya yang sudah siap ingin menerjang Tala untuk menciumnya.
"Jangan macam-macam kamu sudah menikah Geya bukan anak kecil lagi."
"Ya udah jangan komentar aku yang sedang meluapkan rasa rindu aku ke Orion."
'Kebapa dia semakin terlihat menyebalkan'
"Ayo kesayangan aunty kita pergi ke kamar aunty meninggalkan ayah mu itu." Geya langsung menggendong Orion dan meninggalkan Tala seorang diri di ruang keluarga.
Jika tidak ada Orion bersamanya dia harus bersama siapa. Eve tidak mau dekat dengannya dan sedang pergi keluar sementara Jean masih belum datang.
"Kenapa wajah mu kusut sekali?" Tanya Eve sembari menggendong Jean.
"Sayang." Panggil Tala dengan sumringah lalu mendekat untuk mengambil Jean dari gendongan istrinya itu.
"Di mana Orion?" Tanya Eve, "kata pengawal Bee tadi Geya dan Axel sudah kembali ke mana mereka?"
"Apa Orion tidur?"
"Dia tidur di mana di kamarnya atau kamar kita?"
"Sayang, bagaimana bisa aku menjawab pertanyaan mu jika kamu terus bertanya." Ucap Tala dengan lembut sembari menuntun Eve untuk ikut duduk di sofa.
Airen dan ibu Dhara sudah duduk sembari menggelengkan kepalanya.
Memang benar menurut ibu Dhara selama hamil Eve sangat cerewet dan dia meyakinkan bahwa janin yang ada di dalam kandungan Eve adalah perempuan. Jika dia laki-laki nanti maka Tala akan kerepotan setelah lahir saking cerewetnya.
"Geya dan Axel ada di kamar mereka. Baru saja Geya membawa Orion ke kamar mereka."
"Kenapa kamu membiarkan Orion bersama dengan Geya dan Axel. Mereka pasti kelelahan selama perjalanan. Kenapa kamu tidak peka sekali." Tala melongo tak percaya bahwa dia sedang diomeli oleh istrinya itu.
Ingin sekali Tala mencium bibir yang terus berbicara mengomelinya itu. Pasti akan sangat manis dan membahagiakan.
__ADS_1
Jean yang sedang ada di pangku Tala yang sedang bermain dengan mainannya mengangkat mainannya hingga tak sengaja memukul mulut Tala.
"Hahahaha makanya tutup mulutnya." Ucap Eve yang malah terlihat suka melihat suaminya itu terkenal pukulan mainan Jean walaupun Jean tidak sengaja.
Axel keluar dari dalam kamar mandi dan sudah melihat bahwa istrinya itu sedang bermain bersama dengan Orion di atas kasur mereka.
Awalnya setelah pulang dari bulan madu Axel ingin mengajak Geya untuk langsung pulang ke rumahnya. Namun, melihat Geya yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Orion akhirnya berpindah haluan mereka akan menginap di mansion ini sampai acara ulang tahun Orion selesai nanti.
Axel berjalan ke sisi ranjang dengan tidak memakai baju hanya dengan celana training yang dikenakannya.
"Kamu menculiknya." Ujar Axel tertawa kecil ia tau pasti tadi ada perdebatan di antara Tala dan Geya.
"Habisnya dia sangat menggemaskan." Celetuk Geya yang merasa suka sekali berada dekat dengan Orion apalagi wangi tubuh Orion membuat Geya merasa senang.
"Kamu mau mempunyai anak berapa?" Tanya Axel sembari menyangga kepalanya dengan tangan sebelah menatap ke arah Geya dan Orion.
"Sekasihnya Tuhan." Jawab Geya santai.
"Tapi, bagaimana nanti jika kita tidak dikasih anak?" Tanya Geya yang merasa khawatir.
Axel mengelus kepala Geya dengan lembut saat melihat mata sendu milik istrinya.
"Jangan berpikir berlebihan terhadap hal yang belum terjadi." Ucap Axel menenangkan. "Yang penting sekarang kita nikmati saja waktu berdua dan berusaha pastinya."
Geya mengigit bibir dalamnya merasa cemas. "Seharusnya kamu tidak usah menikahi aku."
Inilah akhir-akhir ini yang Axel kurang sukai dari Geya. Istrinya selalu pesimis perihal anak hanya karena pemeriksaan kesehatan mereka sebelum mereka menikah.
Karena pemeriksaan kesehatan sebelum menikah hampir saja dirinya gagal menikahi Geya.
"Sayang kita sudah membahasnya. Apa pun yang terjadi ke depannya kamu akan tetap menjadi istriku dan aku tidak akan meninggalkanmu. Aku menikahi mu dan mencintai mu dengan tulus. Aku menerima kamu apa adanya segala kekurangan mu dan kelebihan mu."
"Tapi, bagaimana dengan ibu. Ibu pasti ingin mempunyai cucu segera."
"Ibu pasti akan mengerti dan memahami lagipula kita baru saja menikah jadi jangan berpikir berlebihan hingga membuat kamu stres dan malah membuat kesehatan mu memburuk."
"Ini karena mulutku yang jahat ketika mengatai kak Adya mandul waktu dia masih hidup."
Geya sedang diliputi rasa bersalah dalam dirinya dan merasakan bahwa ia sedang mendapatkan karma karena mulutnya dulu.
Axel memeluk Geya dengan erat dan mengelus rambut Geya.
"Jangan bersedih melihat mu sedih maka aku ikut sedih dan merasa tak berguna. Sekarang dunia sudah modern dan dengan kecanggihan teknologinya. Jika kita diberi ujian susah mendapatkan anak maka kita akan berusaha bersama-sama."
"Sudah ya jangan berpikir berlebihan. Aku tidak suka melihat mu sedih hati ku sakit."
"Sebaiknya kita turun ke bawah jika kamu tidak lelah. Pasti bibi, paman dan kak Lizzy sedang menunggu kita."
Geya menganggukkan kepalanya, "Orion biarkan aku saja yang menggendongnya." Ucap Axel sembari tangan sebelahnya menggenggam tangan Geya.
*Bersambung*
__ADS_1