Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 188. Anggota Baru


__ADS_3

Dua tahun kemudian Gulzar dengan raut wajah khawatirnya menatap ke arah Ayanna yang sedang kesakitan di ranjang pasiennya sembari merintih kesakitan berlari ke ruang bersalin.


Satu tahun lebih yang lalu Ayanna dan Gulzar melangsungkan pernikahan mereka dengan meriah tentunya hal itu diprivasi hanya orang-orang tertentu saja yang diundang.


Kini Ayanna dan Gulzar sedang menantikan calon buah hati pertama mereka.


Ibu Dhara dan ayah Davka sudah sampai di rumah sakit untuk membantu dan menemani Gulzar dan Ayanna.


"Tenanglah Zee Ayanna pasti akan baik-baik saja begitu juga dengan anak kalian." Ucap ayah Davka yang melihat Gulzar berjalan mondar-mandir.


"Paman rasanya sangat tidak menentu." Ungkap Gulzar. Ayah Davka bisa melihat wajah kekhawatiran dan ketakutan di wajah Gulzar dan dia memakluminya.


"Istrimu masih diperiksa tenanglah nanti damoingilah istrimu melahirkan." Ucap ibu Dhara dengan lembut. Gulzar menganggukkan kepalanya.


Dua jam kemudian dengan susah payah akhirnya Ayanna melahirkan seorang bayi laki-laki secara normal. Gulzar merasa badannya sangat lemas melihat perjuangan istrinya itu dan Gulzar mengingat ibunya di dalam penjara. Nanti dia akan ke penjara untuk memberitahukan berita bahagia ini.


Walaupun kedua orangtuanya hidup di dalam penjara namun Gulzar dan Ayanna selalu datang untuk berkunjung rutin ke penjara menemui ibu, ayah dan adik dari suaminya itu.


"Selamat Tuan dan Nyonya atas kehadiran anak pertama kalian. Jenis kelaminnya adalah laki-laki."


Gulzar terus mencium kening dan seluruh wajah Ayanna untuk mengungkapkan rasa bahagianya dan mengeluarkan kata-kata cinta untuk Ayanna.


Ayanna yang lemas hanya mampu bisa tersenyum karena tenaganya terkuras habis.


Kini Ayanna sudah dipindahkan ke dalam ruang bersalin dan bayi mereka sudah selesai dibersihkan sekarang sedang berada di ranjang tidurnya yang sudah ditutupi oleh kaca agar tidak ada serangga yang masuk dan mengganggu tidurnya.


"Selamat Ayanna dan Zee. Bayi kalian sangat tampan." Puji ayah Davka.


"Ayah cucu kita bertambah dan laki-laki lagi. Sepertinya ayah harus membuat lapangan sepak bola, badminton, dan berkuda untuk cucu-cucu kita." Ujar ibu Dhara membuat mereka semua tertawa.


Suara pintu dibuka dengan cepat dan terdengar keras membuat bayi yang sedang tertidur nyenyak itu kaget alhasil dia menangis.


"Kevin O'Leary." Geram ibu Dhara menatap tajam ke arah sang pelaku.


Kevin menggaruk kan kepalanya yang tidak gatal menatap tatapan tajam dari semua orang terutama ibu Dhara.


Kevin cengengesan lalu meminta maaf dan menghampiri kakaknya itu dan menyingkirkan Gulzar yang berada di samping kakaknya hal itu membuat Gulzar mendengus. Untung adik ipar.


"Kakak." Ucap Kevin lalu memeluk Ayanna dengan sayang. "Terimakasih sudah selamat dan tetap sehat. Kakak harus mendengarkan kak Zee, apa kakak tau betapa bahayanya berjalan sendiri di dalam kamar mandi." Ayanna mendapat omelan dari Kevin.


Ayanna sebelum harus melahirkan dia terjatuh di dalam kamar mandi karena terpeleset hal itu membuat Gulzar yang berada di dalam kamar yang senantiasa menjaga Ayanna langsung berlari dan membopong Ayanna ke rumah sakit.


Awalnya Gulzar sangat panik melihat Ayanna yang kesakitan dan takut terjadi hal apa-apa pada kedua Ayanna dan bayinya. Tadi, memang dia meminta agar dia saja yang menemani Ayanna ke dalam kamar mandi namun Ayanna bersikeras tidak mau dan mengatakan bahwa dia bisa.


"Apa kakak tau betapa aku sangat cemas dengan kakak. Beruntung kak Zee masih waras jalan pikirannya melihat keadaan kakak seperti itu sehingga bisa mengabari bibi Dhara dan paman Davka serta aku yang sedang pulang dari luar kota. Kakak jangan membuat orang khawatir. Apa kakak mengerti."


"Jangan memarahi kakakmu semuanya sudah berlalu." Ujar Gulzar merasa tidak suka jika Kevin mengomeli istrinya itu.

__ADS_1


"Nah, selalu saja. Kak Zee terlalu tunduk dan lemah pada kak Ayanna. Untung tidak terjadi kenapa-napa. Sekarang siapa nama keponakanku?"


Ayah Davka dan ibu Dhara sudah menantikan siapa nama cucu baru mereka sedari tadi namun karena adanya Kevin mereka tidak sempat menanyakannya.


"Agam Oliver Adwitya." Ucap Gulzar dan Ayanna tersenyum menatap ke arah suaminya itu.


"Dia sangat tampan. Aku kira dia akan baby girl seperti Jean, Lily, dan Chealsea (anak kedua Daisy dan Jackson." Ujar Kevin dengan gemas dan berbinar. "Apa aku boleh memeluknya?"


"Tidak boleh." Ucap Gulzar dengan posesif dan protektif. "Kamu habis dari luar dan kamu belum mandi. Kamu sangat kotor dan bau." Tanpa perasaan Gulzar mengatakannya.


Kevin tidak bisa protes dan melemaskan kedua bahunya. "Nama panggilannya siapa?" Tanya Kevin dengan lemas.


"Oliver." Jawab Gulzar lagi. "Sekarang kamu pulanglah. Bagaimana wanita tertarik denganmu jika penampilan mu seperti gembel ini. Oliver akan malu melihat pamannya seperti ini." Ujar Gulzar lalu mendorong Kevin untuk keluar hal itu membuat ibu Dhara dan ayah Davka tertawa kecil dibuatnya.


Kevin tentu saja protes dan keduanya berdebat di depan ruangan Ayanna.


"Mereka tidak pernah tidak berdebat. Setiap hari selalu saja ada yang diperdebatkan." Ujar Ayanna dengan menggelengkan kepalanya.


Namun Ayanna tau dibalik sikap Gulzar yang menyebalkan bagi Kevin itu bahwa suaminya itu menunjukkan perhatiannya. Dan ia tidak pernah protes. Gulzar memang unik menunjukkan kasih sayang dan perhatiannya. Adiknya Kevin juga senang karena dia mempunyai teman untuk berbicara sejenis kelamin dengannya dan mengajak berdebat karena adiknya memang suka sekali berbicara.


Geya dan Axel menatap ke arah kedua pria yang sedang berdebat di ruangan itu memutar bola matanya malas.


"Menyingkirkan kalian berdua sangat mengganggu sekali. Apa kalian berdua tidak menyadari bahwa sedang berada di rumah sakit." Kini keduanya mendapatkan Omelan dari Geya. Axel hanya diam saja sembari memasukkan kedua tangannya di dalam saku.


"Kak Ayanna selamat atas kelahirannya. Oh dia laki-laki atau perempuan." Sapa Geya dengan ceria.


Ayah Davka dan ibu Dhara tersenyum ke arah wajah cerita Geya dan merasa sangat sedih. Geya dan Axel sampai saat ini belum mempunyai keturunan pasti keponakannya mereka itu merasa tertekan. Beruntung Axel selalu mendukung dan bersabar dalam menemani Geya.


"Apa aku boleh menggendongnya?" Pinta Geya dengan berharap. "Tentu saja aku sudah steril tadi aku sudah mensemprotkan badan dengan desinfektan dan aku juga membawa selimut kecil untuk melapisi baju aku."


"Tentu saja." Jawab Ayanna lalu menyerahkan Oliver kepada Geya yang baru saja dia susui itu.


"Dia sangat tampan sekali. Siapa namanya?"


"Tentu saja dia sangat tampan karena aku adalah ayahnya. Namanya Agam Oliver Adwitya nama panggilannya Oliver."


Geya memutar bola matanya malas mendengar ucapan Gulzar. "Kenapa tidak Agam saja sih. Pokoknya harus Agam tidak Oliver nanti jadi ayam olive lagi." Ujar Geya.


Semua orang tertawa kecil kecuali Gulzar yang hanya menggelengkan kepalanya. Tapi dia menuruti ucapan Geya.


Berbicara tentang kehamilan dan anak menjadi hal tabu bagi mereka jika ada Geya. Mereka tidak mau membuat Geya semakin tertekan. Apalagi akhir-akhir ini Geya juga jarang berkumpul dan lebih memilih di rumah saja melakukan hobinya yang memasak dan berkebun.


Yasmin dan Kaivan sudah mempunyai dua anak dan semuanya laki-laki begitu juga dengan Eve dan Tala. Airen dan Joha mempunyai dua orang anak dan sepasang. Daisy dan Jackson sedang menantikan kelahiran buah hati ketiga mereka. Wendy dan dan Diego sudah mempunyai anak tiga dan semuanya laki-laki. Anak kedua mereka bernama Alexi Giovani Yudhistira dan anak ketiga mereka yang seumuran dengan Agam Oliver Adwitya bernama Kyler Ivander Yudhistira.


Hanya Geya dan Axel yang belum dikaruniai anak.


......***......

__ADS_1


Keesokan harinya Jackson sedang menemani Daisy melahirkan anak ketiga mereka.


Chealsea Harrison dan Lilyana Harrison mereka titipkan di rumah Geya karena hanya Geya yang tidak mempunyai anak dan agar Geya tidak merasa sedih dengan hak itu.


Para ibu muda mengatakan bahwa Geya boleh menganggap anak mereka sebagai anaknya sendiri bahkan jika Geya dan Axel ingin anak mereka menginap di rumah mereka maka mereka akan mempersilahkan.


Lilyana dan Orion serta Jean yang lebih besar mereka semakin sibuk dengan sekolahnya mereka jika hari-hari biasa namun di hari libur mereka biasanya akan meminta untuk menginap di rumah bibi mereka Geya.


Sedangkan di hari biasa Galaksi dan Kalandra dengan Chelsea juga yang sering menemani Geya tatkala juga datang Barra Alsaki Dirgantara (anak kedua Yasmin dan Kaivan) dan Alexi (anak Wendy dan Diego).


"Sayang bagaimana kalau dia perempuan lagi?" Tanya Daisy kepada Jackson. Karena ini sudah anak ketiga pasangan itu santai menghadapai kehamilannya dan lebih tenang dari sebelumnya.


"Tidak apa-apa. Aku seorang diri yang raja. Kalau perempuan lagi kita masih punya kesempatan untuk mendapatkan laki-laki. Kalau pun keempatnya adalah perempuan semua juga tidak apa-apa yang penting jangan berhenti prosesnya." Ucap Jackson dengan mata yang menggoda membuat Daisy malas namun ia tertawa. Pasangan ini memang sangat receh.


Sampai mereka mempunyai anak ketiga mereka tidak ingin melihat jenis kelamin anak mereka. Mereka sangat konsisten. "Kamu tidak apa-apa memang jika ingin hamil lagi?" Tanya Jackson dengan hati-hati.


"Tidak apa-apa aku senang mempunyai banyak anak."


"Kamu juga senang melihat aku dan Lily berebutan perhatian mu." Ujar Jackson membuat Daisy tertawa. "Beruntung Chelsea yang selalu ada apa-apa ke aku. Dia anak daddy sekali dan Lily ajak mommy sekali." Daisy menganggukkan kepalanya.


Kontraksi yang dirasakan oleh Daisy semakin terasa dan Jackson hanya bisa menenangkan Daisy.


Beberapa jam kemudian akhirnya lahirlah anak ketiga mereka yang berjenis kelamin perempuan.


Jackson tertawa kecil melihatnya di dalam ruang bayi itu tertera nama Mirabella Harrison. "Sayang daddy harap kamu sama seperti kakakmu Chelsea. Jangan terlalu ke mommy. Daddy sudah kesusahan merebut perhatian mommy dengan kakak mu Lily."


Tala memutar bola matanya malas saat ini dia memang ada kunjungan ke rumah sakit selain menjenguk Ayanna dan Gulzar tentunya.


"Sudah punya anak tiga masih suka cemburu sama anak." Gerutu Tala.


"Ck kamu tidak menyadarinya ya Tuan muda Nabastala anak tunggal kaya raya dan mempunyai buntut dua. Kamu sama saja seperti aku." Cibir Jackson.


"Bahkan kamu lebih parah. Aku kasihan deh Orion dan Galaksi kan suka berebutan dengan Lizzy ditambah lagi kamu. Aku kasihan dengan Lizzy yang mempunyai suami seperti bayi besar."


Tala memukul lengan Jackson karena dia tidak bisa protes kedua putranya itu memang menjadi saingannya jika sudah berhadapan dengan ratu di dalam keluarga mereka.


"Kalau salah satu anakku nanti menjadi jodoh anakmu. Tidak bisa aku bayangkan mempunyai besan seperti dirimu." Ucap Tala.


"Emangnya kamu pikir aku mau berbesan denganmu tidak." Dua orang pria yang sedang berdebat itu seperti anak kecil saja.


"Kalian berdua tidak malu ya berdebat seperti anak kecil di depan para bayi." Ujar seorang wanita yang tak lain adalah Yasmin dan di belakangnya adalah Kaivan.


Mereka baru saja selesai posyandu dan ingin mampir sebentar untuk melihat anak Ayanna dan Daisy.


"Minggir."


Kedua pria itu berjalan mundur dan menatap ke arah Kaivan yang sedang menggendong Barra yang sedang meminum susunya itu.

__ADS_1


"Dia semakin menyebalkan." Bisik Jackson di telinga Kaivan dan mampu didengar oleh Tala dan ketiga pria itu menganggukkan kepalanya menatap ke arah wanita yang asyik memotret anak Jackson bernama Mirabella.


*Bersambung*


__ADS_2