
Axel hanya meringis menatap ngeri ke arah ibu muda di dekatnya itu. Tangan Axel mengotak-ngatik.
Grup Pria Manula
Suara notifikasi dari ponsel asisten Kaivan muncul hal itu membuat asisten Kaivan mengernyitkan dahinya bingung saat membaca nama grup.
Axel Tengil menambahkan Anda
Notifikasi lainnya juga di dapatkan oleh sekretaris Diego dan Jackson. Tak lupa Axel menambahkan Joha dan Tala di dalam sana.
Pesan chat
"Kenapa grup ini dibuat?"- Sekretaris Diego
"2" - Asisten Kaivan
"3" -Jackson
"Dan kenapa namanya grup pria manula kami masih muda Axel tengil" - Asisten Kaivan
"Wahai para bapak-bapa yang ternistakan saya masukkan Anda ke grup ini karena merasa prihatin dengan keadaan kalian." - Axel
Asisten Kaivan yang membacanya ingin mengumpat rasanya dan menenggelamkan Axel di dasar laut dalam.
"Grup Pria Manula (Manusia Pelupa) wkwkwkw." - Axel
Jackson menatap tidak percaya dengan nama grupnya itu begitu juga dengan sekretaris Diego.
"Anak tengil ini!!!"
"Axel kamu tertawa kenapa?" Tanya Geya yang melihat Axel tertawa sembari melihat ponselnya.
"Nanti aku beritahu...cup." Ucap Axel sembari berbisik di telinga Geya dan mencium pipi Geya sekilas.
Yasmin, Wendy, dan Daisy menatap ke arah Axel dengan tajam dan malas karena Axel mengumbar kemesraan di depan mereka.
"Berapa lama lagi kita harus menunguuuuuuu." Rengek Yasmin sembari menyenderkan kepalanya di samping tangan sofa.
"Sabarlah kak mungkin kak Lizzy belum melahirkan atau masih di dalam ruang bersalin atau mungkin mereka masih pada sibuk atau---" Ucapan Geya terhenti.
"---banyaklah atau kau Geya." Potong Yasmin membuat Geya menyengir.
Drrt drrt
Suara telepon kembali berdering kali ini telepon Daisy lagi.
"Siapa pula yang menelpon! Kenapa lama sekali. Menunggu itu memang menyebalkan." Keluh Yasmin yang sudah tidak bersemangat membaut Airen dan mama Axel tertawa melihat Yasmin yang kelihatan lucu nada bicaranya.
"Ini ayah mertuaku." Ucap Daisy menatap sedih ke arah layar telepon.
"Halo papi ada apa?" Tanya Daisy.
"Menantuku apa kamu sudah mendengar kabar bahwa Lizzy akan melahirkan?" Tanya Richard Harrison.
Daisy menganggukkan kepalanya lemah, "iya papi aku sekarang berada di mansion ayah Davka dan ibu Dhara." Ucap Daisy dengan lemas tak berdaya menerima telepon dari ayah mertuanya itu.
"Kenapa nada kamu murung sekali? Apa Jackson membuat kamu sedih atau kalian berdua sedang bertengkar?"
"Tidak papi. Tapi, kami...sudahlah. Papi nanti lagi ya teleponnya Daisy bersama dengan para ibu muda. Dadah papi love you."
Tut Tut
__ADS_1
Richard Harrison, "..."
'Ada apa dengan menantuku? Apa Jackson membuat ulah? Awas saja kamu Jackson jika aku kehilangan menantuku yang cantik.'
......***......
Dua jam kemudian
"Berapa lama lagi kita harus menunggu, kenapa mereka tidak mengabari kita. Lebih baik kita pulang saja aku duduk diam begini saja sudah lelah menunggu." Ujar Yasmin.
Axel melihat para ibu muda tersebut yang sedari tadi ada saja kelakuannya. Apalagi mendengar perkataan Yasmin yang katanya ia lelah menunggu dengan duduk diam.
Sedari tadi mata Axel memandang para ibu muda itu tidak bisa diam.
Bercerita sampai heboh dengan mempraktikkannya, tertawa.
Perubahan suasana hati para ibu muda itu cepat sekali.
Airen menatap ke arah ponselnya dan mengetik sesuatu. Berharap bahwa suaminya dengan cepat membalasnya.
Joha melihat ke arah ponselnya yang bergetar di dalam saku jasnya. Dia lupa bahwa harus mengabari sang istri karena saking bahagianya melihat Lizzy melahirkan dengan selamat dan bayinya yang sehat.
My Heart Queen
'Sayang apakah Lizzy masih belum lahiran?'
Joha pamit keluar dari ruangan untuk menelpon istrinya itu.
Drrt drrt
Suara Telepon milik Airen berdering namun karena semua orang sudah lemas dan tidak bersemangat lagi karena sudah berapa kali harapan mereka terputus sudah karena telepon dari para suami mereka dan ayah mertua Daisy.
"Tunggu dulu ini Joha." Ucap Airen dengan semangat membuat para ibu muda tersebut menegakkan badan mereka sembari mendekati Airen untuk mendengar lebih jelas.
'Bukan perempuan kalau nggak ribet namanya'
"Halo sayang maaf aku lupa membalas pesan mu." Sapa Joha dengan suara lembut membuat para ibu muda tersebut menahan nafas.
Axel tidak bisa berkata apa-apa melihat reaksi para ibu muda yang sungguh bikin pusing kepala.
"Ha---halo sayang." Sapa Airen balik sembari meneguk ludahnya. "Bagaimana keadaan Lizzy? Apakah Lizzy sudah melahirkan? Apakah semuanya baik-baik saja?"
Runtutan pertanyaan dari Airen membuat Joha terkekeh. "Lizzy baik-baik saja dia sudah melahirkan tapi..."
Mata para ibu memandang satu sama lain dan semakin memasang kedua telinga mereka dengan baik untuk mendengar apa yang hendak dikatakan Joha dengan terjeda.
"Tapi...?" Tanya Airen menunggu dengan sabar.
"Tapi aku yang tidak baik-baik saja." Jawab Joha.
"Kamu kenapa?" Tanya Airen yang khawatir.
Yasmin, Wendy, dan Daisy masih bersabar menunggu jawaban. Mama Axel menahan tawa melihat reaksi mereka dan Geya hanya diam sembari menunggu namun ada kegelisahan di dalam hatinya. Hanya Axel yang tenang.
"Karena aku sangat merindukan mu hati dan pikiranku terus memikirkan mu." Gombal Joha.
Hilang sudah kesabaran Yasmin apalagi mendengar gombalan Joha ke Airen.
"Enyahlah ku Fergusoooooooooo." Teriak Yasmin dengan melengking membuat semua orang menutup telinga mereka.
Yasmin menengadahkan tangannya ke arah Airen dan Airen yang memerah wajahnya karena gombalan Joha memberikannya kepada Yasmin.
__ADS_1
Yasmin mengambil nafasnya dalam untuk menyetok kesabarannya. "Tolong ingat umur ya kak Joha karena Anda bukan lagi anak remaja yang sedang jatuh cinta. Anda sudah mempunyai istri dan buntut dua. Sepasang lagi."
"Bagaimana keadaan Lizzy okay tadi sudah dijawab bahwa Lizzy baik-baik saja. Lalu bagaimana keadaan bayinya apakah baik-baik saja terus jenis kelaminnya laki-laki atau perempuan? Apa kak Joha tau kami sudah setengah mati karena penasaran ingin mendengar kabar Lizzy dan bayinya. Jangan berbicara lain."
Yasmin menyelesaikan bicaranya dengan terengah-engah. Axel tentu saja memvideokan para ibu muda itu diam-diam untuk dikirim di grup Pria Manula agar mereka harus berhati-hati dengan para ibu muda.
Joha meringis mendengar serentetan kalimat panjang dari Yasmin.
'Bagaimana bisa Kaivan bisa tahan dengan istrinya? Bagaimana Kaivan bisa bertemu dengan istrinya yang sangat langka ini?'
"Ekhmmm, keadaan bayinya baik-baik saja tidak ada masalah. Dan jenis kelaminnya...?"
Lagi lagi Joha menjeda bicaranya hal itu semakin menambah rasa penasaran para ibu muda itu berkali-kali lipat.
"Bayi Nyonya Lizzy dan Tuan Tala laki-laki Nyonya. Namanya Regulus Galaksi Werawan nama panggilannya Gala." Bukan Joha yang menjawab melainkan Juan Manuel yang baru tiba di mansion untuk memberitahukan kepada para ibu muda yang sudah menunggu.
Dia Juan ditugaskan oleh ibu Dhara untuk mengabari beritanya karena tau bagaimana para ibu muda tersebut yang sudah tidak tahan.
Yasmin dengan cepat mematikan sambungan teleponnya dan memberikannya kepada Airen kembali.
Tut Tut
Joha, "..."
'Kenapa dimatikan? Padahal aku belum selesai bicara.'
"Darimana kamu tau Juan?" Tanya Yasmin dengan selidik sembari berjalan mendekat ke arah Juan dengan mata yang memandang tajam.
"Nyonya besar tadi memberitahu saya Nyonya dan saya menyampaikan pesan dari Nyonya. Maaf membuat Nyonya menunggu lama."
"Iya." Pekik Yasmin kesal, "Saaaaaanggggaaaaat lamaaaaaaaaaa." Ucap Yasmin dengan kesal membuat Juan hanya meringis mendengar Yasmin yang berbicara dengan penuh kekesalan.
Airen dan Daisy merasa senang karena tebakannya benar.
"Kenapa tidak menelpon saja? Apa kamu tau kami sudah sedari tadi menunggu bahkan mungkin jika sebentar lagi akan keluar dari bawah badan kami saking lamanya." Terang Yasmin dengan berlebih-lebihan.
"Maafkan saya Nyonya." Hanya itu yang bisa Juan katakan kepada Yasmin.
"Sudahlah." Ujar Yasmin yang mulai tenang lalu, "lama-lama bisa darah tinggi."
Lalu mata Yasmin menatap ke arah para ibu muda tersebut kemudian memekik kegirangan. "Anaknya Lizzy laki-laki Yeay." Sorak Lizzy.
"Yang kalah akan mentraktir kami yuhuuuuu." Ucap Daisy mengingatkan sembari menggoda sang sahabat.
"Ya ya ya tenang saja aku tidak akan lupa. Kalian mau beli apa Gussi, Doir, Helmes, Love, Celain, atau apa aku akan mentraktir kalian. Satu orang satu." Ujar Yasmin.
"Aku akan mentraktir kalian makanan." Ucap Geya, "kalau kamu kak?" Tanya Geya ke Wendy.
"Aku akan mentraktir kalian ke karaokeeeeeee." Ucap Wendy dengan heboh sembari bergaya.
Axel memijat pelipisnya pelan setelah selesai dengan mengirimkan video kerandoman dan kehebohan para ibu muda ke grup Pria Manula.
...Grup Pria Manula...
Axel mengirimkan video
'Siap-siaplah uang kalian akan habis' - Axel
'Mereka menebak jenis kelamin anak kak Lizzy dan kak Tala.' - Axel
Istri @Sekretaris Diego, istri @Asisten Kaivan, dan istriku sendiri kalah menebak.' - Axel
__ADS_1
*Bersambung*