
Eve memandang dirinya di depan cermin kamar hotel yang ditempatinya selama bulan madu setelah mendengar perintah dari suaminya Nabastala untuk segera bersiap-siap pergi ke pesta karena ada undangan dari rekan bisnis Nabastala. Sebuah gaun dengan warna biru goa dengan aksen renda di bawah lutut dan memperlihatkan pinggang ramping Eve penampilan Eve sangat terlihat sempurna apalagi parasnya yang sangat memukau dan proposional tubuhnya bak supermodel.
Akhirnya Eve bisa bernafas dengan menghirup udara luar walaupun mereka hanya pergi ke sebuah pesta. Di dalam mobil seperti biasa tidak ada yang memulai pembicaraan hingga Eve dengan bebas melamun memikirkan nasibnya yang akan datang. Menghela nafasnya dengan panjang dan perlahan agar tidak mengganggu orang yang sedang duduk di sampingnya sambil melihat foto istri pertamanya.
“Tuan kita sudah sampai.” Ucap sang sopir yang mengantar Nabastala dan Eve ke pesta rekan bisnis Nabastala yang diadakan di hotel termegah di negara S tersebut.
Tala turun dari mobil begitu juga dengan Eve, mata Eve melihat sekeliling yang penuh dengan nuansa kemegahan di dalamnya. Sungguh sebenarnya ini adalah pertama kalinya Eve datang ke acara pesta seperti ini setelah kedua orangtua angkatnya meninggal. Dan Eve selalu merasakan adanya ketidaknyamanan yang didapatkannya setiap dirinya datang karena kenangan yang penuh ejekan dan penolakan yang Eve dapatkan dari semua orang. Eve hanya berjalan sedikit di belakang Tala agar semua orang tidak berprasangka buruk terhadap dirinya dan Nabastala walaupun Eve tidak tau apakah mereka mengetahui dirinya adalah seorang istri dari Nabastala Affandra Werawan tepatnya istri kedua dan sementara.
Pandangan mata semua orang tertuju ke arah sepasang laki-laki dan wanita yang sedang memasuki ballroom ruangan. Banyak sepasang mata wanita menatap takjub dengan paras memikat yang dimiliki seorang Nabastala. Sedangkan Eve hanya bisa diam karena sudah menduganya dan Eve memaklumi hal itu. Siapa sih yang tidak mengagumi paras pria yang sudah menikahinya itu.
“Jangan menunduk dan jangan memperlihatkan kepada semua orang bahwa aku terlihat jahat di sini.” Ucap Nabastala sambil menggandeng tangan Eve dengan paksa hingga membuat Eve hanya diam dan pasrah.
Ke mana pun Tala pergi pasti ada Eve yang selalu mengikuti karena Eve tangan Eve yang di pegang Tala membuat Eve tidak mengeluarkan banyak protes. Aroma alkohol membuat Eve merasa sangat tidak nyaman namun Eve berusaha membiasakan dirinya di pesta seperti ini mungkin ini untuk pertama dan terakhir kalinya bagi Eve jadi Eve berusaha menikmati dan mensyukurinya.
“Oh, apakah itu dia bro.” Ucap seorang pria yang Eve tidak tau siapa namanya namun pria ini terlihat sangat akrab dengan Tala. Sementara Tala hanya menatap tajam ke arah pria tersebut hingga membuat pria tersebut terkekeh melihatnya. “Dia sangat cantik ternyata pantas saja membuatmu tergila-gila dan…”
“Jangan banyak berbicara.” Potong Tala untuk menghentikan pembicaraan dari sahabat sekaligus rekan bisnisnya tersebut. Sementara Eve tidak ambil pusing dengan perkataan pria tersebut mengenai dirinya karena sebenarnya itu bukanlah dirinya itu adalah Adya sang istri pertama.
“Halo Nona perkenalkan nama aku Jackson. Senang bertemu dan berkenalan dengan Nona yang cantik ini.” Ucap pria yang bernama Jackson tersebut sambil menggoda melihat hal itu membuat Tala sangat malas dan menatap tajam ke arah sahabatnya yang suka sekali menggoda wanita ini. “Come on man, jangan cemburu.” Ucap Jackson yang melihat tatapan tidak bersahabat dari sang sahabat. Sementara Eve hanya diam saja karena dirinya sudah terbiasa digoda seperti itu. “Oh, sepertinya pujian ku sangat tidak berguna untukmu Nona. Pasti Nona sudah sering dipuji oleh laki-laki dan digoda wajar saja sih kalau aku melihat Nona mungkin aku akan mendekati Nona. Memang ya reaksi wanita cantik akan sangat berbeda jika dipuji.” Imbuh Jackson hal itu membuat Tala yang menggenggam tangan Eve dengan erat sehingga membuat Eve harus menahan ringisan-nya dan menggigit bibir dalamnya atas apa yang dilakukan Tala kepadanya.
“Menyingkirlah dari sini.” Ucap Tala dengan dingin kepada Jackson tapi Eve yang mendengarnya bahwa kalimat itu ditujukan kepadanya hingga Eve mencoba melepaskan tangannya yang digenggam Tala dengan erat hingga membuat Tala menatap dingin ke arah Eve. Eve yang ditatap seperti itu merasa bingung, “apa yang sedang kamu lakukan.” Geram Tala dengan dinginnya dan bisik-nya di telinga Eve. “Sudah aku bilang jangan bersikap kurang sopan dan mempermalukan ku di depan umum. Ingat kamu di sini membawa nama keluarga besar ku.” Jackson yang melihatnya tersenyum melihat Tala yang sangat posesif kepada Eve. Mungkin bukan hanya Jackson yang memikirkan hal itu tapi semua orang yang di pesta akan berpikir seperti itu mengenai Tala dan Eve.
“Mereka terlihat sangat romantis.” Bisik-bisik wanita di sekitar Eve dan Tala. Eve yang mendengarnya hanya diam saja kalau Tala jangan di tanyakan pria tersebut sedang asyik berbincang dengan rekan bisnisnya.
__ADS_1
“Cih, aku dengar bahwa wanita itu adalah anak pungut yang diadopsi oleh keluarga Adwitiya. Pasti dia bermain kotor untuk masuk ke keluarga Werawan.” Eve yang mendengarnya hanya diam dan berusaha menguatkan dirinya sambil meremas tas selempang yang dikenakannya dengan menatap makanan yang di depannya. Sementara Tala terlihat tidak peduli sama orang-orang yang membisikkan hal buruk mengenai Eve.
“Dasar wanita murahan. Mungkin orang tua kandungnya dulu juga melakukan hal yang buruk dan tidak senonoh hingga melahirkannya dan dibuang ke panti asuhan dan akhirnya diadopsi deh oleh keluarga Adwitiya. Mungkin dia juga melakukan hal yang sama kotornya dengan orang tua kandungnya.”
“Benarkah. Sungguh menjijikkan sekali. Bagaimana bisa seorang Nabastala Affandra Werawan bisa terjebak dengan wanita seperti itu dasar wanita ular.” Eve berusaha untuk menutup kedua telinganya dengan hinaan dan ejekan mengenai statusnya yang tidak jelas.
“Walaupun aku berusaha bersikap biasa-biasa saja dan sudah biasa mendengarnya kenapa masih sangat sakit. Kenapa semua orang dengan bebasnya mengecap orang tanpa melihat dan mencari tau kebenarannya. Apa benar apa yang dikatakan orang-orang di sekitar bahwa aku ini adalah anak yang dilahirkan dari hubungan yang tidak senonoh.” Ucap Eve dalam benaknya mata Eve sudah berkaca-kaca tapi dirinya harus kuat apalagi sekarang berada di tempat umum dan ada Tala.
“Kamu tau dia wanita itu menjual dirinya kepada keluarga Werawan agar perusahaan keluarga Adwitiya tidak mengalami kebangkrutan. Kebangkrutan tersebut karena dia yang selalu berfoya-foya tanpa memikirkan keluarga Adwitiya yang lain. Karena Adwitiya mengalami kebangkrutan aku dengar dia sampai melakukan hal kotor untuk mendapatkan Nabastala.” Eve mendengar fitnah tersebut hanya menggigit bibir dalamnya dengan kuat. Sungguh hal ini lah yang membuat Eve merasa tidak betah dan tidak nyaman berada di sebuah pesta mana pun. Semua yang dikatakan semua orang itu hanyalah fitnah dan semua orang yang mendengarnya percaya dan menjauhi dirinya.
“Kak, bisakah aku izin ke toilet sebentar.” Ucap Eve meminta izin kepada Tala yang sejak tadi diam dan mendengarkan rekan bisnisnya yang berbicara.
“Terserah.” Ucap Tala tanpa melihat ke arah Eve hal itu sudah biasa jadi Eve sudah memaklumi sikap dingin Tala kepadanya. Eve segera melangkahkan kakinya ke toilet dan wanita yang mengejeknya mengikuti Eve dari belakang tanpa sepengetahuan Eve agar memberikan pelajaran kepada Eve.
Eve duduk di atas kolset sambil berusaha menenangkan dirinya yang sedang merasa emosinya yang tidak baik. Eve takut nanti dirinya emosional mendengar perkataan yang menyakitkan hatinya tersebut dan tidak ingin terlihat lemah di depan Tala. Di dalam toilet Eve harus mendengar kembali ejekan dan hinaan yang dilontarkan
Setelah menunggu waktu yang cukup lama Eve akhirnya keluar setelah mendengar tidak ada lagi suara di luar namun saat Eve hendak keluar dari toilet tersebut semua lampu yang ada di dalam toilet padam dan pintu luar toilet di kunci dari luar hingga membuat Eve ketakutan dan berteriak meminta tolong namun sayang tidak ada yang mendengarnya. Akan tetapi Eve tidak menyerah Eve berusaha berteriak dan menggedor pintu hingga lima belas menit lamanya seorang pria yang mendengar ada suara di toilet wanita yang sedang berteriak meminta tolong segera menolong Eve yang terjebak di dalam toilet.
“Kamu tidak apa-apa?” Tanya pria tersebut khawatir melihat wajah Eve yang pucat dan penuh ketakutan. Eve yang melihatnya mendongakkan kepalanya kepada pria yang sudah menolongnya.
“Te-terimakasih Tuan karena sudah menolong saya.” Ucap Eve yang telah berhasil menetralkan perasaannya yang ketakutan. Sementara pria asing tersebut yang melihat bola mata Eve terhipnotis ditambah lagi dengan wajah Eve yang sangat memikat.
“Sama-sama Nona.” Ucap pria asing tersebut dengan senyumannya hingga membuat Eve tersenyum sebagai bentuk formalitas saja.
__ADS_1
“Tuan silahkan melanjutkan kegiatan Tuan yang tertunda. Maafkan saya.” Ucap Eve lalu kembali masuk ke dalam toilet untuk merapikan riasannya dan bajunya yang sedikit berantakan. Namun saat Eve keluar dari dalam toilet wanita Eve masih melihat pria asing yang menolongnya tadi masih menunggunya. Sementara pria asing tersebut menatap Eve dengan senyum manis dan lesung pipi di wajahnya.
“Saya sengaja menunggu Nona supaya tidak ada lagi kejadian yang seperti tadi.” Ucap pria asing tersebut menjelaskan apa yang dilakukannya kepada Eve. Mendengar alasan logis dari pria asing tersebut membuat Eve tersenyum mendengarnya. Dan memikirkan Tala bagaimana jika Tala yang melakukan hal itu kepadanya pasti Eve akan merasa sangat senang dan menjadi wanita yang paling beruntung dan bahagia mendapat perhatian seorang Nabastala.
“Perkenalkan Nona nama saya…” Ucap pria asing tersebut mengulurkan tangannya namun di tepis oleh pria yang tak lain adalah Nabastala. Eve yang melihat Tala tiba-tiba datang tertegun, Eve melihat sekilas tatapan asing yang di tunjukkan Tala kepadanya. Sementara pria asing tersebut menatap bingung ke arah pria yang menepis tangannya dan memeluk perempuan yang ditolongnya dari samping.
“Perempuan ini adalah perempuan yang sudah bersuami jaga batasan Anda Tuan.” Ucap Tala dengan dingin. Eve yang mendengarnya berpikir bahwa itu hanyalah formalitas dan akting seorang Nabastala agar orang di sekitar mereka tidak merasa curiga mengingat betapa berhati-hatinya Tala setiap melakukan tindakan namun Eve tetap merasa senang walaupun Tala tidak menjelaskannya dirinya secara langsung.
Pria asing tersebut menatap kepergian Tala dan Eve dengan wajah bingungnya namun pria asing tersebut tersenyum saat melihat paras Eve yang sangat memikat di matanya. Sementara itu Tala menyeret Eve dengan tergesa-gesa hingga membuat Eve kewalahan untuk mengikuti langkah besar Tala apalagi dengan tangannya yang diremas kuat oleh Tala namun Eve tidak banyak protes.
“Apa kamu ingin menjual dirimu.” Ucap Tala dengan nadanya yang sarkas kepada Eve setelah sampai di dalam kamar hotel yang mereka tempati. Eve yang mendengarnya terkejut dengan ucapan yang dilontarkan Tala kepadanya. “Sudah aku bilang jangan membuat diriku dan keluargaku malu. Kamu harus mengingat batasan mu saat ini kamu istri dari seorang pria bernama Nabastala Affandra Werawan. Jaga sikapmu. Jika kamu ingin menjual dirimu itu setelah kamu resmi bercerai denganku dua tahun lagi.” Ucap Tala lalu meninggalkan Eve yang mendengarnya terdiam dengan pikirannya yang kosong.
POV ON (EVE)
Aku yang mendengar perkataan Tala yang sangat tajam kepadaku membuatku merasa sangat hati dada ini terasa sesak. Bahkan dia sama sekali tidak menanyakan bagaimana keadaanku dan apa yang terjadi sehingga aku lama di toilet. Huh mana mungkin Eve seorang Nabastala Affandra Werawan mempedulikan mu yang pria itu peduli hanyalah nama baiknya dan keluarganya dan yang pria itu cintai hanyalah Adya Parabawa. Kamu jangan melunjak di sini kamu hanyalah alat bisnis untuk menunjang perekonomian keluarga Adwitiya.
Belum sakit luka hatiku saat mendengar hinaan yang dilontarkan di pesta kini aku harus mendengar hinaan lagi dari suamiku. Apakah belum cukup membuktikan bahwa saat dia menyentuhku bahwa aku masih perawan dan menjaga kesucian ku dengan dia yang merupakan suami sementara aku. Apakah dengan pengorbanan yang aku lakukan dan berikan tidak membuat semua orang puas. Aku harus apa agar mereka bisa puas dan menerima diriku di sini. Memang benar aku sudah menjual diriku jauh sebelum dia mengatakan hal itu kepadaku karena memang aku alat dan boneka bagi keluarga Adwitiya untuk memuaskan hasrat mereka dengan menikahkan ku dengannya. Huh lalu buat apa aku merasa sangat sakit hati jika itu adalah kebenaran.
Sadarlah Eve kamu hanyalah boneka dan tidak berbuat apa-apa di sini kamu harus kuat kamu bisa dan kamu hebat. Dua tahun tidak akan lama itu hanyalah sebentar dengan penderitaan yang telah aku lewati sebelumnya. Lebih baik aku berpikir bagaimana setelah dua tahun ini aku akan bebas dengan semua orang ini dengan nama belakang besar yang tersemat dan status pernikahan sementara ini.
Tapi, apa ada orang yang menerima diriku yang tidak jelas asal usul ini dan lagi aku sudah tidak suci serta menyandang status baru sebagai janda setelah perceraian. Sadarlah Eve jangan berpikir negatif semua akan baik-baik saja. Yang harus dilakukan saat ini hanya diam dan diam Eve bersabarlah.
“Aku bisa, aku kuat dan aku hebat. Semangat Elakshi Feshika.” Ucapku sambil mengepalkan kedua tanganku ke udara setelah sebelumnya aku mengusap air mataku yang keluar.
__ADS_1
POV OFF
*Bersambung*