Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 87. Kekacauan


__ADS_3

Geya berjalan mendekat dan mengusap bahu Tala sedangkan Tala hanya diam.


"Kakak benar-benar yakin untuk bercerai dengan kak Eve?" Tanya Geya entah kenapa Geya merasa tidak rela rasanya.


Geya merasa hanya Eve yang cocok dengan Tala kakak sepupunya.


Geya sudah memperhatikan Eve selama ini dan selama itu juga Geya melihat bahwa tidak ada celah dari Eve. Cantik wajah dan juga cantik hatinya.


Bagaimana nanti jika Harsha yang akan menjadi istri kakak sepupunya itu. Mengingat bahwa Harsha sangat menyukai sepupunya ini.


"Ini tidak boleh terjadi." Gumam Geya dengan lirih. Entah kenapa akhir-akhir ini Harsha terlihat mencurigakan Geya tau bahwa Harsha itu sangat jahat sama seperti dirinya.


"Kak, jangan sampai Harsha tau mengenai perceraian ini." Ucap Geya membuat Tala menatap ke arah Geya.


"Sekarang kamu mengetahui bahwa dia tidak baik." Ujar Tala dengan datar membuat Geya menelan saliva-nya.


"Sekarang kita pikirkan bagaimana membuat drama ini jika kak Eve benar-benar pergi."


Tala menatap ke arah Geya, "aku serius bahwa aku ingin menjadi lebih baik." Ucap Geya meyakinkan Tala.


"Sayang apa yang kalian berdua lakukan di sini kenapa belum turun di mana Eve?" Tanya ibu Dhara.


Geya serasa gelagapan melihat ibu Dhara namun Tala tetap tenang. "Bibi." Panggil Geya.


Geya berjalan mendekat ke arah ibu Dhara lalu membawa ibu Dhara untuk duduk di atas tempat tidur di mana Tala hanya diam dan menatap melihat tingkah laku sepupunya itu.


Geya kembali ke pintu keluar dan melihat samping kiri dan kanan lalu mengunci pintu itu.


"Bibi ini akan sangat mengejutkan, aku dan kak Tala tidak menemukan keberadaan kak Eve."


Ibu Dhara terdiam lalu memandang anaknya yang hanya diam. "Ke mana Eve pergi?"


Geya menggelengkan kepalanya, "tidak tau bibi tapi kak Eve tidak ada di mansion."


"Kita harus bilang paman mu." Ujar ibu Dhara hendak bangkit namun ditahan oleh Geya.


"Kita akan bilang ke paman. Bibi nanti yang bilang di kamar paman dan bibi."


"Geya nggak bermaksud apa-apa hanya saja suasana sedang tidak kondusif bibi." Lanjut Geya.


"Apakah Eve pergi ke pemakaman Adya?" Tanya ibu Dhara membuat Geya menepuk dahinya baru terpikirkan.


"Geya akan menyuruh pengawal yang menjaga kak Eve untuk mencari di sana. Bibi jangan khawatir. Sekarang kita buat drama bahwa kak Eve tidak bisa turun karena sedang sakit jadi kak Eve makannya di dalam kamar." Ujar Geya.


"Kak Tala juga akan makan di dalam kamar. Bibi harus tetap tenang kita tidak tau bahwa di sini bisa saja ada musuh di dalam selimut bisa saja kak Eve diculik." Lanjut Geya.


Ibu Dhara menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang direncanakan Geya.


"Sebaiknya bibi kembali ke bawah nanti Geya akan menyusul." Ucap Geya.


Setelah melihat kepergian ibu Dhara, Geya menatap ke arah sepupunya itu. "Aku tau bahwa kak Tala sudah jatuh cinta dengan kak Eve."


"Geya akan membawa kak Eve kembali ke mansion." Ujar Geya sementara Tala tidak menjawab apa pun perkataan sepupunya itu.


"Aku harap setelah ketemu dengan kak Eve, kak Tala bisa berbicara berdua dengan nyaman dengan kak Eve. Geya tidak mau melihat bibi dan paman sedih jika harus kehilangan menantu keduanya."


Setelah mengatakan itu Geya pergi dari kamarnya Tala. Ini sudah lebih dari satu jam Geya meninggalkan Harsha.


Geya turun ke bawah dan melihat Harsha yang sedang duduk di kursi makan menatap dirinya.


"Maaf aku lama." Ucap Geya tersenyum canggung dan menatap ke arah ibu Dhara yang juga sedang menatap ke arahnya.


"Kepala pelayan bisa tolong antar kan makanan ke kamar kak Tala dan kak Eve. Kak Eve tidak bisa turun karena masih sakit dan kak Tala sedang menemani kak Eve." Ujar Geya lalu menatap ke arah ibu Dhara.


Asisten Kaivan, sekretaris Diego, kepala pelayan dan Harsha menatap tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Geya.


Geya mengucapkan tolong kepada orang itu adalah hal yang mencengangkan melihat bahwa Geya sangatlah sombong.


Sementara ayah Davka menatap tersenyum ke arah keponakannya itu merasa bangga bahwa Geya benar-benar sudah berubah.


Ayah Davka masih belum tau dengan tidak adanya Eve di mansion.


Selama makan siang asisten Kaivan menatap ke arah Geya yang terlihat tegang dengan sesekali melihat ke arah ibu Dhara yang juga sangat gelisah.


"Sepertinya ada yang tidak beres." Insting asisten Kaivan sangatlah tajam itulah kenapa dia menjadi salah satu orang kepercayaan Tala.


Sore harinya Geya mengajak Harsha untuk pulang Harsha sebenarnya tidak mau DNA meminta Geya untuk menginap saja namun Geya bilang bahwa di sini tidak aman karena ada asisten Kaivan dan sekretaris Diego yang akan mengamati mereka.

__ADS_1


Geya sengaja menjauhkan Harsha dari mansion karena Geya tau sahabatnya ini sangatlah licik sama sepertinya.


Setidaknya sejauh ini berjalan dengan lancar walaupun Geya tidak tau apa yang akan terjadi ke depannya.


Ibu Dhara mengajak ayah Davka untuk ke kamar karena ingin membicarakan sesuatu.


"Ada apa ibu?" Tanya ayah dengan lembut melihat istrinya itu setelah sampai di dalam kamar memeluknya erat.


"Ayah Eve tidak ada di mansion." Ujar ibu Dhara membuat ayah Davka menatap ke arah istrinya itu.


"Eve tidak ada di mansion ayah, tolong Carikan menantu kita tadi Geya sudah menyuruh pengawal Ai untuk mencari Eve di pemakaman Adya." Ucap ibu Dhara histeris.


Ayah Davka melepaskan pelukannya dan berjalan keluar dengan diikuti oleh ibu Dhara.


"Periksa CCTV cepat." Perintah ayah Davka ketika sampai di ruang CCTV mansion.


Para pengawal yang melihat Tuan besar tidak ada raut wajah ramahnya segera melakukannya dengan takut-takut.


"Carikan menantu kedua ku." Lanjut ayah Davka sementara ibu Dhara merasa gelisah. Apakah Eve diculik atau dia pergi sendiri.


Tapi, bagaimana bisa dengan mudahnya Eve pergi tanpa ada yang tau.


"Nona muda Eve pergi setelah Tuan besar dan Nyonya besar pergi ke pemakaman."


"Kenapa Eve membawa koper ayah?" Tanya ibu Dhara dengan gelisah.


Ibu Dhara tidak bisa menerima jika apa yang dipikirkan Eve pergi dari mansion ya karena Tala sangat dingin kepadanya.


Ibu Dhara teringat sesuatu, "iya." Ucap ibu Dhara dengan cepat lalu segera pergi dan membuat ayah Davka penasaran dengan istrinya itu.


"Kumpulkan semua para pengawal dan para pelayan cepat." Perintah ayah Davka dan dengan segera diangguki.


Ibu Dhara membuka pintu kamarnya dan mengambil surat yang belum sempat dibacanya surat itu dari Eve.


Ibu Dhara segera membuka surat itu dengan tangannya yang gemetar.


^^^*Dear ibu, ayah^^^


Maafkan Eve karena tidak pamit dan pergi dari mansion.


Maafkan Eve atas segala hal yang dilakukan Eve yang tanpa sengaja membuat ibu ayah bersedih, terluka, ataupun lainnya.


Terimakasih atas segalanya, maafkan Eve yang tidak bisa bersama ibu dan ayah.


Eve akan pergi jauh dari ibu, ayah, dan kak Tala.


Selamanya.


Jangan carikan Eve.


Tapi, jangan khawatir Eve akan selalu mendoakan kebahagiaan ayah dan ibu serta kak Tala.


Eve akan menjaga diri Eve dengan baik dan...maafkan Eve yang tidak mengatakannya secara langsung.


Tolong jangan carikan Eve, Eve akan baik-baik


saja.


Eve terlahir karena pembuat masalah dan membuat orang di sekitar Eve menderita


Tapi, jangan khawatir dengan Eve, Eve akan baik-baik saja.


Maaf Eve tidak bisa memberikan cucu kepada ayah dan ibu.


Eve dan kak Tala akan bercerai, Eve sudah menandatangi surat perceraian itu.


Maafkan Eve


Tolong jangan carikan Eve


Selamat tinggal ayah ibu


Aku mencintai kalian*


Ibu Dhara menangis membaca surat dari Eve kepada dirinya dan juga suami.


Ayah Davka mengambil surat dari tangan istrinya dan membacanya.

__ADS_1


Ayah Davka menatap ke arah istrinya yang terlihat sangat sedih atas kepergian menantunya.


"Ayah tolong carikan Eve." Ucap ibu Dhara dengan menangis lalu pingsan membaut ayah Davka segera menangkap istrinya itu.


"Ibu, ibu bangunlah. Jangan membuat ayah khawatir ibu." Ucap ayah Davka menepuk pipi istrinya.


Ayah Davka menggendong istrinya untuk diletakkan di atas tempat tidur.


Ayah Davka menelpon dokter pribadi keluarga Werawan untuk memeriksa keadaan istrinya.


Asisten Kaivan dan sekretaris Diego yang masih di mansion menatap ke arah dokter pribadi keluarga Werawan itu.


"Dokter ada apa?" Tanya asisten Kaivan kepada dokter tersebut.


"Tuan besar menelpon saya dan mengatakan bahwa Nyonya besar tiba-tiba tidak sadarkan diri." Ucap dokter tersebut lalu segera pergi dari hadapan asisten Kaivan dan sekretaris Diego.


"Beritahu Tala." Ucap asisten Kaivan kepada sekretaris Diego.


Sekretaris Diego menatap ke arah asisten Kaivan mengernyitkan dahinya namun tetap menuruti perintah asisten Kaivan.


"Apakah masih marah dengan Tala?" Tanya sekretaris Diego.


Di antara ketiganya memang dirinya yang paling tua dari asisten Kaivan dan Tala dua tahun.


Asisten Kaivan tidak menjawab dan hanya menghela nafasnya.


Lalu keduanya menatap ke arah pengawal Ai dan pengawal Bee yang berjalan tergesa.


"Sekretaris Diego, asisten Kaivan Nona muda pergi dari mansion. Saya sudah mencari ke pemakaman Nona muda Adya dan juga rumah sakit namun kami tidak menemukan keberadaan Nona Eve." Ucap pengawal Ai.


Asisten Kaivan merasa pusing memikirkannya. "Apa karena ini yang membuat Nyonya besar tidak sadarkan diri." Ucap asisten Kaivan dengan suara tertahannya.


"Kami menemukan ini di meja atas meja Nona muda dan juga ponsel Nona muda yang sudah retak di bawah meja sofa ruang kerja Nona muda." Ucap pengawal Bee menyerahkan barang-barang Eve di sana.


Asisten Kaivan menerima dua surat yang satu adalah surat pengunduran diri dan satunya adalah surat yang menyatakan bahwa saat ini Eve sedang mengandung dua bulan.


Kepala asisten Kaivan rasanya mendidih karena memikirkannya. "Jangan beritahu Nabastala biarkan saja dia tau sendiri dan menyesal sendiri." Ucap asisten Kaivan dengan tajam lalu segera pergi ke kamar ayah Davka dan ibu Dhara untuk memberitahukan sesuatu yang penting.


"Ikuti saja apa yang dikatakan oleh asisten Kaivan. Kita harus membuat Tala sangat menyesal." Ucap sekretaris Diego membuat pengawal Ai dan pengawal Bee menganggukkan kepalanya.


"Kamu akan benar-benar menyesal Nabastala." Ucap asisten Kaivan dengan geram.


Asisten Kaivan mengetuk pintu kamar ayah Davka dan ibu Dhara dan dibuka oleh ayah Davka.


"Ada apa Kaivan?" Tanya ayah Davka.


Asisten Kaivan melihat ke arah tempat tidur di mana ibu Dhara sudah sadar.


"Paman apakah saya boleh masuk saya ingin membicarakan sesuatu." Ujar asisten Kaivan membuat ayah Davka mempersilahkannya.


"Keadaan Nyonya besar saat ini sudah baik-baik saja semuanya normal. Nyonya besar hanya kelelahan dan sangat terkejut." Ucap sang dokter pribadi.


"Kaivan kamu di sini." Ucap ibu Dhara dengan lirih.


"Paman, bibi Kaivan ingin memberitahukan sesuatu yang penting." Ucap asisten Kaivan.


"Kalau begitu saya pamit undur diri Tuan besar, Nyonya besar dan asisten Kaivan."


"Tidak usah dokter." Ucap asisten Kaivan. Lalu asisten Kaivan berjalan ke arah ibu Dhara dan menyerahkan surat keterangan bahwa Eve saat ini sedang hamil dua bulan.


"Nona muda Elakshi Feshika saat ini sedang mengandung. Usia kandungannya dua bulan, tapi Kaivan tidak tau apakah kandungannya kuat atau tidak mengingat bahwa mental Nona muda saat ini sedang tidak baik-baik dengan meninggalnya Nona muda Adya."


Ibu Dhara menatap hasil tes kehamilan tersebut beserta foto bayi di dalam kandungan Eve yang masih sangat kecil itu.


"Ayah, kita punya cucu." Ucap ibu Dhara menatap tidak percaya ada rasa bahagia yang menyeruak namun sangat sedih karena saat ini menantunya itu memilih pergi dari mansion dan bercerai dengan Tala.


"Saya meminta tolong kepada ayah dan ibu untuk merahasiakan kehamilan Nona muda dari Tuan muda. Tuan muda harus mengetahui dengan sendirinya sehingga membuatnya menyesal dengan apa yang dilakukannya." Ucap asisten Kaivan yang berbicara formal.


"Saya akan berusaha untuk mencari Nona muda dan akan memastikan bahwa Nona muda nyaman tinggal ditempatnya. Nyonya dan Tuan besar bisa melihat menantu dan cucu kalian. Saya akan berusaha mencarinya tapi tolong jangan kasih tau apa pun sampai sebelum kita melihat bahwa Tuan muda benar-benar menyesal."


"Maafkan saya jika saya lancang tapi ini demi kebaikan buat keduanya. Jika Tuan muda sudah menyesali segala apa yang dilakukannya itu semua tergantung dengan Nona muda mau hidup kembali atau tidak. Tapi, saya berharap tolong jangan paksakan Nona muda jika Nona muda sudah ketemu nanti."


Ayah Davka dan ibu Dhara menganggukkan kepalanya dan mereka setuju dengan rencana apa yang dikatakan oleh asisten anaknya itu.


"Saya akan membuat berita bahwa Nona muda menghilang karena diculik dan tidak ada berita perceraian antara Tuan muda dan Nona muda." Setelah mengatakan itu asisten Kaivan pamit mengundurkan dirinya.


"Aku akan membuat kamu sangat menyesal Nabastala kamu sudah keterlaluan dengan Eve." Geram asisten Kaivan.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2