
Tala terbaring lemas di atas kasur wajahnya begitu pucat sembari menatap anak dan istrinya.
Eve yang sedang memakaikan pakaian untuk Orion yang baru saja selesai dimandikan dengan telaten melakukan pekerjaannya yang dilakukan sehari-hari.
Orion yang sudah selesai perlahan mendekat ke arah Tala dan berbaring di dada bidang Tala yang menjadi tempat favoritnya.
Melihat ayahnya yang lemas membuat Orion ingin memeluknya.
Tala yang diperlakukan seperti itu tersenyum oleh anaknya.
Satu minggu lagi Orion akan berusia dua tahun dan mereka sekarang sudah mendapatkan karunia yang diberikan Tuhan yaitu malaikat kecil di perut Eve.
Tala bukan sakit melainkan dia mengalami sindrom simpatik.
Kandungan Eve baru berusia dua Minggu kemarin mereka baru selesai memeriksa setelah Eve memaksa Tala untuk segera ke rumah sakit atau tidak dia tidak mau tidur bersama dengan Tala.
Tala yang merasa frustrasi dan tidak mau pisah dari Eve akhirnya terpaksa.
Sangat susah sekali membawa Tala ke rumah sakit. Eve merasa kesal melihat Tala yang terus muntah-muntah dan mengeluh pusing kepala selama satu minggu namun tidak mau diperiksa oleh dokter.
Sekarang mereka tau kenapa Tala seperti itu. Laki-laki menjadi banyak berdiam diri di kasur.
Eve bahkan selama dia hamil merasa sikap Tala semakin menjadi melebihi Orion.
Minta dimandikan lah, minta dipakai minyak telon lah sesuai dengan apa yang dia lakukan kepada Orion.
"Sayang nanti kamu punya teman bermain." Ujar Tala yang selalu memberitahu Orion bahwa sebentar lagi dia akan mempunyai adik.
Setelah hampir 7 bulan lamanya mereka kembali akhirnya keinginannya untuk menambah anak terkabul.
Bukan main senangnya Tala saat ia mendengar bahwa Eve sedang mengandung begitu juga dengan ibu Dhara dan ayah Davka.
Tala merasa sengsara rasanya saat kakak iparnya Johanes memamerkan pada dirinya bahwa Airen sedang hamil.
Tala tidak ingin kalah dari Johanes kakak iparnya mereka berdua terlihat seperti anak kecil yang merengek kepada istri mereka.
Selama 7 bulan berlalu begitu banyak hal yang terjadi termasuk Geya dan Axel yang saat ini sudah menikah dan mereka sedang berbulan madu.
Asisten Kaivan kembali bekerja dan sekretaris Diego sudah menjadi ayah karena anaknya sudah lahir.
Kesibukan Tala di kantor semakin sibuk mengingat bahwa sekretaris Diego masih cuti dan Geya yang sedang berbulan madu.
Di kantor hanya ada dirinya dan asisten Kaivan serta sekretaris baru untuk mengganti sekretaris Diego sementara waktu.
__ADS_1
Sekretaris Wendy yang bekerja untuknya sudah tidak diperbolehkan sekretaris Diego bekerja lagi.
Tala saat ini juga pusing karena cepat atau lambat asisten Kaivan akan mengurus perusahaan keluarga istrinya mengingat bahwa Yasmin adalah anak tunggal kaya raya.
"Cepatlah bersiap-siap jangan malas ayah." Ucap Eve sembari menyiapkan pakaian Tala.
Tala hanya mengenakan selembar handuk yang melilit di pinggangnya dan Orion yang berbaring nyaman di atas dadanya sembari meminum susunya.
"Lihat dia masih asyik minum susunya bunda sayang." Tunjuk Tala kepada Orion.
Padahal bisa saja dia memindahkan Orion di sampingnya namun seperti biasa itu adalah akal-akalan Tala sendiri.
Eve dengan sabar menanti dia harus menambah kesabarannya menghadapi suaminya yang terkadang sangat menyebalkan itu.
Orion selesai dengan minum susunya lalu mendudukkannya di atas dada bidang ayahnya.
"Sepertinya kita harus konsultasi mengenai perkembangan Orion di usianya seperti ini apa tidak menjadi masalah dia belum bisa berbicara." Ujar Tala yang merasa khawatir dengan putranya itu.
Keponakannya Jean sudah sangat pandai berbicara sedang Orion masih belum.
"Yah setiap anak berbeda jangan terlalu cemas nanti kita konsultasi bagaimana harus mengajar Orion berbicara."
Eve lebih tenang dari Tala jika itu menyangkut tentang anak.
Bukan berarti Eve sama sekali tidak khawatir hanya saja jika khawatir dan panik lalu stres maka akan menambah masalah sedangkan untuk menghadapi sebuah permasalahan harus tenang agar bisa berpikir jernih dan bertindak dengan tepat.
Tala mengerucutkan bibirnya mendengar Eve yang sedang mengomelinya dan tidak memanggilnya dengan sebutan ayah.
"Bunda nanti akan ayah hukum. Senangnya dalam hati jika bunda membuat kesalahan." Ujar Tala tidak jauh-jauh pikirannya pasti melakukan hal yang disukainya yaitu meminta Eve untuk menciumnya atau lebih dari itu ujungnya.
Wajahnya dan perkataannya memang tidak sejalan.
Eve mengambil Orion dari atas dada suaminya itu agar bisa segera bersiap-siap.
"Mau ke mana? Bunda harus menyiapkan ayah juga sama seperti Orion " Lihat kelakuannya bagaimana Eve tidak pusing.
Selalu bilang untuk menambah anak tapi tidak mau berbagi dirinya dengan anaknya. Bahkan Tala menganggap Orion adalah rivalnya dalam merebut perhatian Eve.
Sangat posesif
"Tidak ayah harus belajar bersiap-siap sendiri karena sebentar lagi ayah akan mempunyai anak. Bukankah ayah selalu senang untuk menambahkan anak bahkan minimalnya empat."
Tala mendengus mendengarnya, "tapi bunda adalah milik ayah selamanya sedangkan mereka nanti akan mempunyai pasangan sendiri. Jadi, ayah sudah berbesar hati membiarkan waktu bunda yang tersita demi ayah untuk mereka."
__ADS_1
"Ayah ingin seperti Orion."
Tidak ada gunanya mengatakan dan mengingatkan kembali kepada pria yang sudah berkepala tiga itu dia akan tetap kekeh dengan keinginannya sendiri.
"Aku berasa mempunyai bayi besar. Bahkan bayi besar melebih bayi kecilku."
Tala hanya tersenyum senang mendengarnya. Istrinya itu memang selalu penurut dan patuh walaupun diawalnya akan mengomel dulu dan akhirnya akan mau menuruti keinginannya.
"Sebentar lagi dia akan belajar tidur sendirian di kamarnya sendiri." Ujar Tala sembari memperhatikan anaknya yang sedang sibuk menonton TV di pagi hari dengan mainan legonya di tangannya.
"Aku sudah mempersiapkan acara ulang tahun yang spesial buat Orion. Dia pasti senang." Ujar Tala.
"Tidak usah membelinya banyak mainan.", Ingat Eve, suaminya itu memang terkadang terlalu memanjakan putra mereka. "Mainan mu di etalase kamar sudah cukup buat Orion bahkan jika anak ini lahir atau kita dikarunia Tuhan anak lagi itu tidak akan berkurang."
"Ayah dak mau itu adalah iron man milik ayah dan mainan bebek dan ayam milik ayah. Ayah tidak mau memberi Orion memainkannya atau anak kita ini. Dia pasti baby girl jadi tidak mungkin memainkan mainan laki-laki."
Lihat suaminya ini berbagi mainan dengan anaknya saja dia tidak mau.
Menurut Tala sesuatu yang sudah menjadi miliknya atau diberikan kepadanya tidak mau dibagi-bagi dia sangat menjaga.
Lebih baik Tala membelikan yang baru jika Orion menginginkannya daripada mainannya menjadi korbannya.
"Tidak. Pokoknya mainan itu harus dimainkan Orion jangan terlalu membuang uang untuk hal yang tidak perlu."
"Saayangggghggggg." Rengek Tala, "ayah sayang dengan mainan ituuuuuuuu."
"Tidak ada ayah Tala, lebih baik berbagi mainan dengan Orion atau bunda akan lebih memilih waktu lebih banyak bersama dengan Orion."
Tala menjadi lesu mendengarnya laku memeluk istrinya itu dengan erat. "Bunda memang pandai menyerang kelemahan ayah."
Eve tersenyum mendengarnya itu artinya suaminya sudah rela bahwa mainan di etalase yang sangat penuh itu dengan tertata rapi akhirnya berguna juga.
"Terimakasih sudah membiarkan Orion memainkannya. Jangan terlalu pelit sama anak sendiri. Ayah memang mampu membeli apa pun untuk bunda dan Orion namun ayah harus ingat bahwa Orion mempunyai adik sebentar lagi Orion perlu belajar bagaimana caranya berbagi dengan apa yang dimilikinya."
"Orion nantinya akan menjadi seorang kakak tentu saja dia harus belajar dari sekarang terkait hal apa pun yang awalnya hanya dimilikinya sendiri seperti perhatian kita. Jangan sampai Orion merasa cemburu dan menjauh dari kita."
"Hanya untuk berjaga-jaga, bukankah ayah ingin menjadi ayah yang sempurna buat anak-anak maka ayah harus mengorbankan sedikit hobi ayah mengoleksi mainan seperti iron man, bebek karet, dan anak ayam karet itu. Ayah sudah dewasa jadi tidak cocok lagi jika bermain dengan itu kecuali kalau ayah menemani anak-anak bermain dengan mainan itu."
Eve mengerti mungkin karena Tala adalah anak tunggal dan semua yang dimilikinya terkabul begitu mudah jika dia menginginkannya sehingga jika ada yang membuat Tala merasa tersaingi suaminya itu akan mengibarkan bendera perang untuk mempertahankan miliknya.
"Ayah tau kasus-kasus anak pertama yang awalnya hanya sendiri terus tiba-tiba dia akan mempunyai adik tidak sedikit anak yang tidak cemburu dengan adiknya. Rata-rata mereka akan cemburu dan perilakunya bisa menjadi buruk jika tidak dari sekarang untuk mengajarinya. Walaupun tidak menutup kemungkinan kalau kita sudah menyiapkannya dan mengajarinya dia akan ada rasa cemburunya suatu waktu namun bisa dikontrol karena dia bisa mengerti dan memahami."
"Jadi orangtua itu tidaklah mudah. Bunda setuju-setuju saja jika ayah ingin mempunyai banyak anak namun ingat ayah harus memikirkan bagaimana ke depannya. Seperti apa ayah sanggup nantinya berbagi kasih sayang dan perhatian bunda ke anak-anak. Sedangkan ayah satu saja sudah seperti ini dan ini belum lahir ayah sudah seperti bayi besar yang melebihi Orion."
__ADS_1
"Baiklah baiklah bunda memang selalu menang dan selalu benar ayah kalah."
*Bersambung*