
"Beristirahat lah ayah dan Orion akan turun ke bawah untuk bergabung kembali bersama mereka. Jika ada yang dibutuhkan telepon saja ayah cup." Ucap Tala dengan tidak lupa mencium kening Eve.
"Olion mau Olion mau." Pinta Orion dengan tidak sabar ingin mencium Eve, Tala mendekatkannya ke arah wajah Eve.
"Orion mau mencium didi?" Orion menggelengkan kepalanya.
"Kita turun ke bawah bermain sama Jeje Lily, Jean, Kafin, Ryder, dan Kala ya sayang." Orion menganggukkan kepalanya.
"Buna?" Tanyanya dengan polos saat melihat Eve sama sekali tidak beranjak.
"Bunda sama didi Galaksi tidak ikut mereka harus beristirahat. Apa Orion tidak apa?"
Orion hanya tersenyum saja dan menempelkan kepalanya di dada Tala.
Di lantai bawah Joha baru datang dan menanyakan keberadaan Eve begitu mendengarnya Joha menganggukkan kepalanya.
Tala dan Orion berjalan mendekat ke arah ruang keluarga bersamaan dengan Gulzar yang membawa banyak hadiah.
"Itu paman Zee." Tunjuk Tala ke arah Gulzar.
Orion dengan semangat menolehkan kepalanya ke arah Gulzar dan tersenyum senang.
Orion meronta minta diturunkan sehingga membuat Tala menurunkan Orion.
Setelah telapak kakinya menyentuh lantai Orion berlari menghambur ke dalam pelukan Gulzar.
Beruntungnya Gulzar dengan sigap menurunkan hadiah yang dibawanya dan segera memposisikan untuk menyambut Orion.
"Aduh keponakan paman sudah besar tidak boleh berlari ya lututnya masih terluka." Ingat Gulzar.
"Kenapa banyak sekali hadiah?" Tanya Tala semua orang juga menatap bingung kenapa Gulzar membawa banyak hadiah apa itu semua untuk anak-anak mereka juga.
"Ini semua hadiah untuk Orion dari aku dari paman dan bibi juga. Kemarin mereka hendak mencari hadiah buat Orion jadi aku menawarkan diri untuk membelinya. Supaya tidak ada kecemburuan."
Axel yang mendengarnya terdiam dan menggenggam tangan Geya dengan erat.
__ADS_1
Geya tersenyum keduanya saling berpandangan hal itu Gulzar lihat dengan jelas walaupun hanya sekilas.
Suasana di mansion Werawan milik ayah Davka dan ibu Dhara sangat ramai apalagi ditambah dengan keseruan dari Kevin O'Leary yang suka bercanda. Dia adalah orang terakhir datang yang diundang.
Tidak hanya itu keseruan terjadi melihat Kevin membawa seorang wanita setelah minta izin tentunya kepada ayah Davka dan ibu Dhara.
Tentu saja ibu Dhara sangat antusias apalagi itu adalah seorang selebritis. Mereka tidak menyangka bahwa Kevin mempunyai kakak perempuan seorang selebritis.
Para ibu muda sangat heboh menyambut kedatangan selebritis wanita itu.
Ibu Dhara dan mama Axel banyak bercerita dan mengobrol dengan selebritis wanita itu.
"Kenapa paman datang ke sini? Apa paman terabaikan karena Ayanna." Ujar Jackson sembari menyengir melihat ayah Davka mendengus.
Nama selebritis wanita itu adalah Ayanna Talia dia adalah sepupu dari Kevin O'Leary.
Bahkan para ibu muda yang mengenal Ayanna itu meminta tanda tangan dan memasukkan Ayanna ke dalam grup para ibu muda. Bumada ibu muda jiwa perkasa itu adalah nama grup mereka tidak kalah keren dengan nama grup Pria Manula yang dibuat Axel.
Ayanna Talia merasa senang karena dia disambut dengan baik dan bergabung dengan mereka tidak salah tadi dia mengikuti Kevin. Ayanna memang suka sekali mengintil Kevin karena hanya Kevin lah satu-satunya keluarga yang dimiliki Ayanna. Mereka adalah adik kakak. Kedua orang tua mereka sudah meninggal tentunya banyak hal pahit yang telah keduanya lalui selama ini.
Jika bukan karena Ayanna mungkin Kevin tidak akan bisa menjadi seorang sekretaris di perusahaan besar seperti sekarang ini.
Ayanna bahkan putus sekolah demi menghidupi mereka dan menyekolahkannya.
Jenjang pendidikan Ayanna yang putus sekolah sudah menjadi rahasia umum dan Ayanna tidak mau toh walaupun dia bukan seorang bergelar sarjana dia sukses dengan menjadi aktris.
"Aku tidak menyangka Kevin mempunyai kakak dan itu adalah kamu selebritis kelas A dan aktris papan atas." Ucap Yasmin yang selalu heboh.
Mereka semua sangat takjub dengan penampilan Ayanna yang sangat berkelas, elegan dan sangat cantik tentunya. "Woah kamu memang benar-benar sangat cantik." Puji Wendy hal itu membuat Ayanna entah kenapa tersipu padahal ia sudah biasa mendengarnya namun tidak pernah sampai tersipu seperti ini.
"Umurmu sudah 29 tahun apa kamu berencana untuk menikah atau jangan-jangan kamu sudah ada calon ya." Ucap Daisy.
Ayanna hanya tersenyum, "untuk menikah entahlah pekerjaan menyita waktu."
"Sering-seringlah main ke sini dan ikut kami nimbrung." Ucap Yasmin Ayanna menganggukkan kepalanya dengan senang hati.
__ADS_1
Kevin yang melihat dari jauh kakaknya bisa berbaur dengan nyaman tersenyum tidak sia-sia juga dia meminta kakaknya untuk ikut bersamanya. Ayanna sedang libur karena syuting filmnya sudah selesai dan sangat laris di pasaran global.
"Aku mau mengecat rambutku sama kayak kamu ah." Ucap Yasmin yang merasa suka sekali melihat rambut Ayanna yang dicat berwarna pink.
Ayanna tertawa canggung, "aku mengecatnya agar orang tidak tau bahwa itu adalah aku. Kadang kala aku suka pergi sendiri di pusat keramaian dengan menyamar." Ucap Ayanna membuat para ibu muda, ibu Dhara dan mama Axel berteriak heboh.
Kembali ke para pria yang sibuk mengipasi dan memanggang daging untuk para wanita yang sedang merumput. Para pria juga harus memantau anak-anak mereka yang sedang bermain.
Tidak muda menjadi suami dari para ibu muda itu. Juan dan Kevin hanya menatap prihatin dengan ikut membantu saja.
Di sudut lain Gulzar yang sedang sibuk menelpon melihat ke arah Ayanna. Lama dia terdiam dan memandang kemudian dia mengeluarkan sesuatu di dalam saku celananya.
"Nama kalian berbeda kamu agak ke barat-baratan dan kak Ayanna namanya oriental" Ujar Juan, Kevin pun menganggukkan kepalanya. "Ayanna Talia woah kamu sangat beruntung mempunyai kakak seorang selebritis papan atas kelas A lagi."
Gulzar menghela nafasnya apa yang dilihatnya sekarang sangat berbeda dengan apa yang terjadi padanya saat wanita itu menabraknya di Mall kemarin.
KTP yang terjatuh dalam milik Ayanna Talia dan Gulzar sudah memastikan dari nama dan wajahnya yang hampir mirip walaupun di dalam foto terlihat masih polos.
Karena kemarin dia langsung pulang setelah membelikan hadiah buat Orion dan hari ini dia sibuk dengan pekerjaan kantornya yang menumpuk membuat Gulzar lupa untuk memberikan KTP ini kepada sekretarisnya agar bisa ketemu pemiliknya pasti pemiliknya merasa khawatir.
Tala tanpa sengaja melihat ke arah Gulzar yang menatap lama ke arah Ayanna hal itu membuat Tala tersenyum kecil namun tidak ada yang mengetahuinya. Sepertinya Tala salah paham dengan pandangan Gulzar atau Tala tidak salah lihat.
Gulzar melihat Ayanna yang masuk ke dalam mansion sepertinya wanita itu pamit untuk pergi ke kamar mandi.
Gulzar pamit untuk mengambil minuman sekalian ingin memberikan KTP milik Ayanna yang terjatuh kemarin.
"Nona Ayanna Talia." Panggil Gulzar datar membuat Ayanna menolehkan kepalanya dan tersenyum manis ke arah Gulzar namun senyuman itu perlahan hilang saat melihat Gulzar sama sekali tidak membalasnya bukan karena ia merasa tersinggung tidak hanya saja merasa canggung saja.
Gulzar mendekat lalu menyodorkan sesuatu ke arah Ayanna yaitu KTP wanita itu. "Lain kali berhati-hatilah Nona."
Ayanna yang mendengarnya menegang lalu membalikkan badannya menatap punggung Gulzar yang berjalan menuju ke arah dapur.
Tala yang merasa penasaran melihat hal itu dan tersenyum dugaan Tala menjadi bertambah melihat Gulzar yang diperkirakan Tala memberikan kartu pengenal.
'Sepertinya hal ini aku akan kasih tau sama Lizzy.'
__ADS_1
*Bersambung*