Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 198. Habis Drama


__ADS_3

Tala menatap ke arah Eve yang kini sudah terlelap di dalam tidurnya.


Tidak habis pikir rasanya kenapa Eve seperti ini. Hormon kehamilan Eve pastinya yang menjadi penyebab.


Tala ingin mempunyai bayi lagi tapi dia merasa lemah saat melihat orang di sekitarnya kesakitan karenanya terlebih hal itu adalah Eve istrinya.


Alasan Tala karena tidak mau Eve sakit.


Tidak ada manusia yang sempurna begitu juga dengan Tala kelemahannya jika ada musuh mau menyerangnya adalah keluarganya terutama Eve belahan jiwanya.


Tangan Tala mengusap perut Eve dibalik baju tidur yang dipakaikannya kepada Eve tadi.


Untung tidak ada yang tau saat ini mengenai permasalahan rumah tangganya. Kalau tidak sudah pasti...


Drrt drrt


"Bagaimana Nabastala apakah Elizabeth sudah ketemu?"


Baru saja dipikirkan oleh Tala sudah ada yang menelpon dengan nada yang tidak ramah dan protektif tentunya siapa lagi kalau bukan..


"Iya kak Joha, dia sekarang ada di villa dan sedang tidur." Jawab Tala dengan pelan agar tidak membangunkan Eve.


Ia tau aktivitas yang dilakukan mereka tadi pasti membuat Eve kelelahan. Belum lagi pasti Eve menangis dan stres.


"Bagaimana dengan Galaksi dan Orion?" Tanya Tala.


"Mereka akan menginap di sini bersama dengan ibu dan ayah. Jangan khawatirkan apa pun fokus pada Elizabeth dulu."


Jika Johanness Abraham sudah menyebut nama lengkap Eve yang diberikan oleh orang tua mereka maka Johannes masih dalam keseriusan dan keprotektifannya.


"Jika kamu membuatnya tiba-tiba seperti ini lagi maka aku akan menutup akses bagimu."


Lihatkan nadanya terdengar sangat mengancam Tala hanya bisa mengiyakan.


Eve terlalu banyak berpikir yang tidak-tidak. Tala tau dia juga salah karena berbicara seperti itu pada Eve kemarin malam saat Eve memberitahukan kehamilannya.


Namun, itu semua membuat Tala syok dia bahagia namun ketakutan itu mengalahkan kebahagiaannya saat mendengar ada janin di dalam perut Eve.


Mengenai Tala yang melarang Eve untuk ikut ibu Dhara pergi berbelanja beli bahan-bahan buat acara rutin itu Tala tidak mau Eve kelelahan sehingga menyebabkan kesehatan Eve menurun walaupun Eve tidak mengalami mual-mual.

__ADS_1


Bukan yang ada di dalam pikiran Eve bahwa dia menjauhkan keluarganya darinya.


Apalagi saat Eve mendengar pembicaraan dirinya dengan kedua putra mereka. Tala ingin memberikan pengertian dan pemahaman kepada Orion dan Gala sebelum mereka tau bahwa di dalam perut bunda mereka ada adik namun kedua putra mereka malah bertengkar dan berdebat satu sama lain.


Tala ingin berbicara namun melihat Eve yang menjadi diam dan merasa bahwa Eve masih marah menurut Tala membuat Tala berpikir berulang kali untuk mendekat ke arah Eve. Tala tidak mau Eve merasa terganggu dan lagi Tala ingin memberikan waktu bagi Eve.


Masalah menjadi semakin pelik saat Gala meminta untuk di gendong oleh Eve dan dirinya yang mengambil alih.


Sudah dikatakan bahwa Tala sudah cinta mati dan sudah menjadi budak cinta Eve. Bahasa cinta yang ditunjukkan Tala menjadi salah diartikan dalam benak Eve.


Tala tidak mau membuat Eve dan bayi yang berada di dalam perut Eve berada dalam bahaya.


Galaksi sudah berusia tiga tahun dan berat badannya tidaklah ringan. Jika Eve menggendongnya maka akan sangat berbahaya bagi kehamilannya.


Tala tidak mau terjadi kenapa-napa hanya itu.


"Bagaimana bisa kamu berpikir bahwa aku ingin menjauhkan mu dari ibu dan ayah terlebih dari Orion dan Gala."


"Kamu tau mereka selalu menjadi orang terdepan untuk membela dan melindungi mu dan mereka selalu menempel lekat padamu hingga terkadang aku frustrasi bagaimana caranya ingin menikmati waktu berdua dengan mu."


Eve tentu saja tidak mendengar karena ia sangat nyenyak tidurnya.


Tentu saja sebelum itu Tala menarik selimut Eve lebih ke atas lagi agar Eve dan bayi mereka tidak kedinginan dan mencium pipi dan kening Eve.


"Baiklah Nabastala sekarang kamu harus siap menjadi suami siaga berkali-kali lipat karena sekarang ada nyawa yang bersarang selama beberapa bulan ke depan di dalam istrimu yang cantik seperti bidadari itu namun terlihat sangat sensi." Gumaman Tala sembari fokus dengan pekerjaan memasaknya.


Tala selesai dengan pekerjaan memasaknya dan naik ke lantai dua untuk melihat bagaimana keadaan istrinya itu.


Eve duduk termenung di dalam kamar yang gelap menghadap ke arah gorden yang tertutup.


Sepertinya Eve baru saja bangun atau dia sudah lama bangun dan sedang melamun sekarang.


Eve sama sekali tidak menoleh saat mendengar suara pintu yang dibuka dari arah luar itu.


Ia tau bahwa itu adalah Nabastala.


"Sudah bangun hmmm." Ucap Tala dengan lembut sembari melingkarkan tangannya di perut Eve dan bersandar di bahu Eve yang terbuka.


"Kamu tidak dingin?" Namun tidak ada jawaban. Tala mengusap perut Eve membuat Eve memberikan respon dengan menunduk menatap tangan kekar itu mengusap perutnya.

__ADS_1


"Bunda masih marah, maafkan ayah." Eve hanya diam saja lalu Tala membuat Eve bersandar di dada bidangnya yang tidak memakai atasan itu.


"Ini sudah malam bunda harus makan. Ayah sudah menyiapkan makanan kesukaan bunda dan ayah sendiri yang masak."


"Tidak mau." Akhirnya ada jawaban.


"Kenapa? Bunda harus makan apa bunda tidak berselera atau bunda mau makan sesuatu katakanlah."


"Pasti ada racunnya."


Tanpa sadar Tala merenggangkan pelukannya dan menegakkan tubuhnya tanpa melepaskan pelukan Tala itu.


Eve melepaskan pelukan Tala dan berdiri menatap ke arah Tala yang terdiam.


"Aku tidak mau memakan masakanmu pasti ada racunnya."


Tala mendekat ke arah Eve, "sepertinya bunda masih marah. Maafkan ayah hmm." Tidak ada nada yang dingin dan kemarahan di sana. Wajah dan nada Tala berbicara sangat lembut Eve bisa merasakannya namun ia berpikir bahwa Tala pasti memberikan sesuatu ke dalam masakannya.


"Ayah menerima bayi di dalam kandungan bunda. Bunda tau bukan ayah sangat takut kehilangan bunda. Waktu bunda melahirkan Gala ayah takut...ayah takut dan merasa tidak berdaya melihat bunda harus merasakan kesakitan seperti itu..." Tala sudah memasang wajah memelas-nya.


"Bagaimana bisa bunda..." Ujar Tala melemah. "Itu darah daging ayah sendiri bagaimana bisa ayah membuat dia hilang di dalam diri bunda jika bunda sudah sayang dan merasa bahagia dengannya."


"Kebahagiaan bunda adalah kebahagiaan ayah juga. Di sini ayah yang salah karena merasa lemah dan takut bunda merasakan kesakitan lagi seharusnya ayah yang kuat untuk mengontrol rasa itu tapi...ayah malah berpikir berlebihan takut...takut jika bunda sewaktu-waktu meninggalkan ayah."


Eve masih diam Tala menarik tangan Eve dan membuat Eve duduk di pangkuan Tala.


"Ayah sangat mencintai bunda, bunda adalah segalanya bagi ayah setelah anak-anak. Maafkan ayah karena bersikap dingin kemarin-kemarin. Ayah memerlukan waktu seharusnya ayah tidak seperti itu maka semuanya tidak akan jadi seperti ini."


"Ayah tidak termasuk menjauhkan bunda dari semua orang yang di sekitar bunda hanya ayah ingin melindungi bunda dan bayi ini..."


Tala berbicara lembut sembari mengusap perut Eve.


Eve langsung memeluk Tala dan hal itu membuat Tala tersenyum senang.


"Sekarang kita makan ayah akan menggendong bunda."


Lihat Tala memperlakukan Eve sebagai seorang ratu. Eve tentu saja merasa beruntung.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2