Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 185. Meyakinkan Ayanna Kembali


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu bahkan sudah satu minggu sejak kejadian itu. Ayanna hanya berdiam diri di dalam apartemen dan kamarnya.


Hari itu Ayanna memarahi Kevin karena memberi tahukan password apartemen kepada Gulzar hingga membuat Gulzar masuk ke dalam apartemen mereka.


Ayanna mencak-mencak karena sangat kesal membuat Kevin berpikir tidak mudah untuk meluluhkan hati kakaknya itu.


Kevin tidak tau kenapa Ayanna sangat marah dan kesal serta uring-uringan. Yang tau apa yang mereka lakukan hanyalah dirinya dan pria itu yang mendeklarasikan bahwa dia adalah kekasihnya.


Ayanna mematikan sambungan teleponnya yang Ayanna lakukan hanya rebahan dan menonton kartun untuk menghibur suasana hatinya yang tidak menentu itu.


Manajer Ayanna tadi datang ke apartemen sebelum Kevin berangkat dan mengatakan bahwa hari ini dia harus siap-siap untuk konferensi pers namun Ayanna menolaknya dan tidak mau pergi. Ayanna tidak memberikan jawaban iya maupun tidak terkait berita yang beredar hal itu membuat manajer Ayanna frustrasi dibuatnya.


Ayanna sengaja mendiamkan ponselnya dan mematikan ponselnya itu karena tidak mau melihat isi pesan dari Gulzar apalagi pria itu memberi nama di ponselnya...


'Kekasihku yang paling tampan❤️❤️❤️'


Ayanna malu sendiri melihatnya alhasil Ayanna mematikan ponselnya itu.


Ayanna duduk termenung dengan apa yang terjadi padanya. Gulzar sangat laki mengutarakan perasaannya dan mengajaknya langsung untuk menikah dalam waktu dekat.


Semenjak kemarin Ayanna yang cerewet hanya bisa diam.


"Kenapa tidak membalas pesan ku selama seminggu ini?" Tanya Gulzar yang sudah berdiri di depan pintu kamar Ayanna dan menatap Ayanna yang sedang memandang keluar dimana langit cerah berada.


Ayanna menolehkan kepalanya dan sedikit terkejut kemarin dia dengan cepat mengganti password apartemennya setelah Gulzar pergi dari apartemennya pasti ini ulah Kevin yang memberitahu.


"Sudah aku bilang jangan masuk sembarangan." Ujar Ayanna dengan malas lalu merebahkan tubuhnya dengan terlentang.


Ayanna masih sama dengan pakaian tidurnya dia tidak menantang Gulzar untuk mendekat kepadanya hanya saja dia malas meladeni Gulzar.


Menurut Ayanna Gulzar hanya main-main dengannya dan ia tidak percaya dengan pria itu.


Gulzar berjalan mendekat ke arah Ayanna yang sedang rebahan itu. Gulzar merapikan rambut Ayanna.


Cinta membuatnya bisa gila dan bertingkat di luar kendali itulah yang Gulzar rasakan.


"Kamu mengabaikan semua orang termasuk aku." Ucap Gulzar merapikan anak rambut Ayanna.

__ADS_1


Ayanna sama sekali tidak memberontak dia hanya memandang langit-langit kamarnya.


"Kita harus mengadakan konferensi pers hari ini dan mengatakan langsung bahwa kita akan segera menikah. Aku sudah melihat kontrak kerjamu dengan pihak agensi kamu tidak ada syuting drama maupun film serta pihak-pihak yang menjadikan mu brand ambassador masih berjalan hanya itu kesibukanmu. Tapi kenapa susah sekali untuk mengirimkan pesan dan menelpon kekasihku ini. Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Gulzar dengan lembut.


"Kau." Jawab Ayanna dan menatap manik dalam mata Gulzar yang menatapnya dengan lembut.


"Kenapa aku?"


"Kenapa kamu bersikap seperti ini padaku? Setiap kali kita bertemu selalu saja bertengkar. Kenapa kamu melakukan ini? Apa rencana terselubung mu?"


Gulzar tidak mengambil hati mengenai perkataan dari Ayanna malah Gulzar tertawa kecil dan mengecup kening Ayanna sehingga membuat Ayanna memejamkan matanya sebagai bentuk respons.


Ayanna tidak suka dengan dirinya yang mudah sekali terbuai saat bersama dengan Gulzar.


"Aku juga bertanya kenapa aku bersikap begini kepadamu. Hanya kamu bukan kepada wanita lain. Saat aku bersama mu aku melakukan hal yang tidak wajar aku menyadarinya dengan sangat. Aku sangat tau kesenjangan di antara kita sangat jauh hidupmu yang penuh dengan keramaian manusia dan hidupku yang jauh dari keramaian manusia. Itu merupakan suatu perbandingan yang mutlak di antara kita."


"Tapi, kenapa hanya padamu aku bersikap berbeda. Semua perubahan-perubahan yang aku rasakan hanya ada saat aku bersama mu. Kamu mengusik ketenangan dan kedamaian dalam diri aku. Kamu selalu menghantui pikiran aku dan membuat aku tanpa sadar bersikap jauh dari keseharian ku." Terang Gulzar.


"Pertemuan pertama kita di Mall dengan kamu yang menabrakku serta mengatakan bahwa aku harus hati-hati lalu aku melihatmu sampai kamu hilang dari pandanganku. Saat itu penampilan mu dengan rambut mu yang mencolok berwarna pink dengan kaca mata hitam milikmu lalu aku menemukan KTP milikmu setelahnya kita bertemu lagi esok harinya. Aku berpikir mungkinkan ini takdir namun aku menepisnya."


"Lalu pertemuan-pertemuan selanjutnya kamu datang seolah menghantuiku dan kita selalu terlibat perdebatan yang tidak unfaedah sama sekali padahal aku tidak menyukai berbicara panjang lebar kepada orang apalagi jika itu adalah perempuan. Kamu tau aku menutup diri dengan perempuan tapi saat bersama mu aku bisa bebas bereskrepsi. Melihat wajahmu saat sedang kesal dan uring-uringan tidak jelas aku merasa terhibur hingga saat mengingatkanya aku senyum-senyum sendiri seperti orang gila. Kamu sudah meracuni pikiran ku Ayanna."


"Aku serius dengan ucapan ku." Ucap Gulzar lalu merebahkan tubuhnya ikut bersama dengan Ayanna.


Gulzar memeluk Ayanna dan Ayanna sama sekali tidak protes akan hal itu. Keadaan mereka saat ini membuat satu sama lainnya merasa nyaman.


"Apakah begini seorang pria melamar seorang wanita." Ujar Ayanna setelah sekian lama.


"Kamu tau pria kaku dan dingin seperti aku sama sekali tidak romantis. Jika kamu menginginkan keromantisan aku akan belajar dari Axel dan drama serta film." Ucap Gulzar sembari mengecup rambut Ayanna yang berada di dalam pelukannya.


"Tidak ada cincin dan tidak ada kejutan?" Tanya Ayanna kembali.


Gulzar tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya. "Aku ingin kita memilih cincinnya bersama karena aku masih perlu banyak mengenalmu begitu juga sebaliknya. Aku ingin tau seleramu. Apa yang tidak kamu suka dan apa yang kamu sukai."


"Aku tidak suka kau." Ucap Ayanna dengan datar.


Mendengar perkataan Ayanna kembali membuat Gulzar tertawa kecil. "Benarkah? Kalau begitu mau aku buktikan sekali lagi?" Tanya Gulzar dengan menggoda menatap Ayanna dengan tangan kanan yang menyangga kepalanya.

__ADS_1


"Kenapa setiap aku ke sini aku selalu melihatmu memakai piyama. Apa jika tidak ada pekerjaan kamu akan leha-leha seperti ini?"


"Kenapa? Kamu tidak suka?" Tanya Ayanna dengan datar sembari melipatkan kedua tangannya di depan dada karena merasa kesal.


"Apa yang ada dalam dirimu semuanya aku suka." Ucap Gulzar dengan lembut membuat Ayanna meleleh dibuatnya.


Ayanna membenarkan logikanya mungkin ini adalah laki-laki yang dikirimkan Tuhan untuk menjadi pendamping hidupnya yang penuh dengan kemewahan dan kemeriahan nyatanya ia sangat kesepian karena merasa bahwa orang-orang yang mendekatinya tidak ada yang tulus. Mereka akan mencari dan menarik perhatian Ayanna baik berteman atau pun mau mengajak Ayanna untuk menjadi kekasih mereka. Kepopuleran dirinya membuat Ayanna merasakan sangat kesepian walaupun ia terus memamerkan senyumannya.


CUP


Ayanna mengecup bibir Gulzar sekilas membuat Gulzar terkejut ini adalah pertama kalinya Ayanna melakukannya biasanya dia yang suka menyosor bibir ranum milik Ayanna.


Gulzar tersenyum mendapatkan hal itu dan Ayanna merasa malu dengan dirinya sendiri.


"Cepatlah bersiap tidak perlu berpenampilan cantik kamu sudah sangat cantik." Ujar Gulzar semakin membuat pipi Ayanna memerah dibuatnya.


"Keluarlah dulu." Ucap Ayanna, Gulzar menggelengkan kepalanya. "Keluar aku mau mandi, mengganti baju, dan bersiap-siap."


"Berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk semua itu?" Tanya Gulzar.


"Sekitar 1 jam."


"Apa imbalan ku jika menunggumu selama 1 jam itu?"


"Kamu tidak ikhlas." Pekik Ayanna dengan kesal.


"Jangan memasang wajahmu seperti itu melihat mu seperti ini ingin sekali aku mencium bibir mu. Kamu tau aku sangat menahannya sekarang." Pipi Ayanna bersemu merah dibuatnya.


Bisa-bisa pipinya akan menjadi stroberi jika terus seperti ini. "Keluarlah. Kamu yang akan membuatnya lama." Tarik Ayanna namun Gulzar sama sekali tidak beranjak.


Ayanna kesal dan melepaskan tangan Gulzar namun dengan cepat Gulzar menarik tangan Ayanna sehingga Ayanna jatuh terjerembab di atas tubuhnya.


Karena sudah tidak tahan Gulzar mencium bibir ranum yang sekarang bisa ia nikmati yang hanya akan menjadi miliknya.


Lama keduanya bergelut dalam ciuman sampai Ayanna harus mendesah dibuatnya karena Gulzar yang memberikan tanda di dadanya kembali. "Jangan memakai pakaian yang terbuka." Ucap Gulzar lalu beranjak dari dalam kamar Ayanna dan menutup pintu.


Gulzar sengaja membuat tanda kepemilikan itu supaya Ayanna tidak memperlihatkan bahu mulusnya dan tulang selangkanya. Gulzar harus membuat Ayanna memakai pakaian yang tertutup tubuh Ayanna menjadi miliknya.

__ADS_1


Ayanna mendesah melihat tanda kepemilikan itu ada kembali baru saja beberapa hari yang lalu hilang kini ada lagi. Tidak bisa Ayanna bayangkan jika mereka menikah nanti mungkin tubuhnya seperti macan tutul dibuatnya.


*Bersambung*


__ADS_2