
"Aku dengar perut mu tadi kram Geya! Kenapa?" Tanya Eve.
"Karena kebanyakan tertawa melihat kacang hitam malika dan albino yang seperti tuyul." Eve menganga mendengar Geya menyebut Kala sebagai kacang hitam malika dan Gala sebagai albino.
Tidak salah sih, tapi kan...
"Apa kamu bilang!" Seru seorang pria dengan wajahnya yang menatap tajam ke arah Geya.
"Itu adalah fakta kak Joha." Ujar Geya dengan senyuman manisnya membuat Johannes mendesis melihatnya.
"Suami istri memang tidak ada akhlak." Desis Johannes.
"Makanya kami menikah dan cocok hahahahahahha...." Geya dengan suara tawa membahananya.
"Kak Joha kenapa sensitif sekali? Nanti kalau aku punya anak jangan salahkan mereka memanggil kak Joha dengan sebutan buyut karena wajah kak Joha yang keriput."
Geya masih sangat kesal akibat Axel yang menceritakan dirinya kepada si Kala dan Gala. Jadi, Geya melampiaskannya kepada Joha.
Johannes memijat kepalanya pusing melihat kelakukan Geya. Darahnya rasa mendidih ada apa dengan Geya kenapa dia...
"Geya kamu sedang come moon."
Pertanyaan Eve membuat Johannes menutup mulutnya kembali.
Geya terdiam sesaat lalu mengedikkan bahunya. "Tidak, come moon memang sering tidak lancar dan sering telat. Jangan tanya telatnya berapa hari, berapa minggu, berapa bulan, berapa tahun, berapa abad karena aku tidak mengingatnya."
Eve, "..."
Terkadang Geya memang suka melebih-lebihkan
"Itu karena perkembangan otakmu sudah menurun lalu menjadi pikun." Celetuk Joha kesal dan merasa puas melihat Geya menatapnya tajam dan juga kesal kepadanya.
Memangnya dia saja yang bisa membuat orang kesal ujar Joha membatin.
"Sayang sudahlah kamu ini kenapa sih?" Ujar Airen membuat Joha memelas menatap ke arah Airen.
Ini semua gara-gara Geya dia dimarahin sama Airen
__ADS_1
"Kak Airen come moon juga?"
Airen mengangkat alisnya sebelah dan terdiam sembari berpikir. "Tidak, siklusku juga tidak teratur karena meminum pil kontrasepsi." Joha menganggukkan kepalanya mengakui. Apalagi semalam kan mereka habis melakukannya.
"Kenapa kak Eve bertanya tentang siklus wanita?" Tanya Geya sembari rebahan.
Orion, Lily dan Jean sedang bermain di ruang bermain mereka. Tapi tidak untuk Kala dan Gala sehabis mandi dan mereka selesai makan siang jadwal keduanya adalah tidur siang.
"Tidak hanya bertanya saja."
"Apa kamu merindukan bekerja?" Tanya Joha dengan lembut sembari mengelus kepala adik kesayangannya itu.
Selama Eve kembali dengan Tala, Eve hanya di rumah saja dan menjadi ibu rumah tangga.
"Tentu saja aku merindukannya " Ujar Eve dengan mendesah.
"Kalau mau bekerja, bekerjalah kembali. Tala tidak melarangmu kan?" Selidik Joha.
Flashback on
Tala dan Eve saat ini sedang berpelukan nafas keduanya terngah-engah mereka baru saja menyelesaikan olahraga yang berbentuk ibadah itu.
Tala merasa bersalah karena kurang peka dengan ini. "Memangnya boleh?" Tanya Eve. Eve adalah tipe orang yang kalau tidak ditanya maka dia tidak akan menceritakan atau mengungkapkan. Tala masih menyesuaikan diri saat ini mungkin selamanya.
"Kalau bunda mau bunda boleh bekerja. Ayah tidak akan melarang. Bunda sudah bersusah payah belajar untuk mendapatkan itu. Ayah tidak mau mengekang bunda. Lagipula Orion dan Gala sudah besar sekarang. Ibu dan ayah akan menjaga saat bunda bekerja atau ayah juga. Tapi, jadwal bunda tidak akan sepadat dulu."
Eve terdiam ada sesuatu yang dia inginkan di dalam hatinya dan dia tidak mau mengatakannya itu lebih tepatnya dia tidak berani.
"Ayah lebih suka bunda bekerja atau di rumah?" Tanya Eve untuk mengenyahkan keinginannya itu. Ada alasan kenapa Eve tidak berpikir untuk bekerja kembali sebagai dokter.
"Jika tanya seperti itu tentu saja apa pun kebahagiaan bunda maka ayah akan senang. Bahagia bunda adalah bahagia ayah." Eve mendesah mendengar jawabannya. Memangnya bakalan seperti apa jawaban yang diinginkannya Tala kan memang sebucin itu padanya.
"Kenapa mendesah dengan berat apa bunda mau lagi?" Tanya Tala dengan menggoda.
Eve memukul dada suaminya dengan pelan membuat Tala tertawa kecil lalu mengecup rambut Eve yang berada di dalam pelukannya itu.
"Bagaimana kalau kita program hamil untuk anak perempuan." Tala melepaskan pelukannya dan mendadak diam.
__ADS_1
Melihat reaksi Tala membuat Eve juga ikut terdiam sebagai bentuk responnya ia mengigit bibir dalamnya.
Tala berusaha untuk mengontrol sesuatu yang bergejolak di dalam dirinya jangan sampai gara-gara ini mereka bertengkar. Baru saja kemarin Eve marah dengannya karena dirinya yang suka menjahili Orion dan Gala alhasil kedua anak laki-lakinya itu menangis dan mengadu kepadanya.
"Orion dan Gala sudah cukup tidak ada lagi untuk yang lain. Cah, sekarang kita harus tidur ini sudah malam." Ujar Tala.
Jika mereka membicarakan anak lagi selalu saja seperti ini Tala akan terus menghindar.
"Bagaimana kalau jika dia sudah ada?" Tanya Eve membuat Tala membuka kembali matanya.
"Itu tidak akan bunda kan rutin meminum pil kontrasepsi dan ayah juga sering menggunakan pengaman." Ujar Tala.
"Apa kamu tidak suka jika aku hamil lagi?" Tanya Eve dengan dingin.
Lihat Eve sekarang sudah berbicara dingin kepadanya Tala sangat tidak menyukainya. "Ayah tidak mau melihat bunda kesakitan. Lagipula Orion dan Gala juga tidak mau mempunyai adik lagi. Tolong mengertilah."
Flashback off
"Tidak, Tala tidak melarangnya." Jawab Eve.
"Mana mungkin kak Tala melarang apa yang disukai kak Eve. Kak Tala kan bucin tingkat planet Neptunus pada kak Eve." Ujar Geya.
"Jadi, kamu ingin fokus sama Orion dan Gala dulu?" Tanya Airen dan Eve menganggukkan kepalanya sembari membatin di dalam hatinya.
"Apa kak Joha dan kak Airen ingin menambah anak lagi?" Tanya Eve membuat Geya juga penasaran.
"Sangat mau tentu saja iya kan sayang?" Airen menganggukkan kepalanya dengan tersenyum.
"Tapi, Kala tidak mau katanya tadi jika dia ada adik." Ujar Geya.
"Dia tidak mau kalau seperti kakaknya Jean." Ujar Airen tertawa kecil mengingat protesan dari Kala karena Jean suka sekali mendandaninya namun dia tetap menurut saja.
"Iya benar juga. Bahkan tadi waktu aku tanya kalau bunda dan mami hamil gimana. Kakak tau apa jawaban si kacang malika dan albino!" Seru Geya membuat ketiga manusia dewasa itu penasaran dan Joha tidak bisa menyembunyikan kekesalannya ketika Geya menyebut Kala dan Gala seperti itu.
"Mereka akan memindahkannya ke dalam perut ku. Mereka juga katanya berdoa sebelum tidur agar Tuhan memberikan aku anak di dalam perut ku. Aku hampir saja menangis bawang bombai karena terharu." Ujar Geya dengan tertawa kecil melihat kegemasan Kala dan Gala.
"Si albino katanya lelah harus menjaga kak Eve agar tidak dicium dan ditempelin oleh kak Tala dan Orion. Apalagi jika Orion dan kak Tala merebut perhatian kak Eve. Si albino memang suka protektif dan pencemburu seperti kak Tala. Tidak hanya albino tapi pada singa (Orion) juga."
__ADS_1
Semakin hari semakin ada saja sebutan Geya pada anak-anak para ibu muda itu. Geya suka jahil dan usil.
*Bersambung*