Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 178. Ungkapan Hati dan Pikiran


__ADS_3

"Apa yang sedang kalian bicarakan sepertinya sangat seru." Ujar Wendy dengan senyumannya yang manis menatap ke arah Gulzar dan Ayanna.


Ayanna melihat ke arah Wendy yang datang sembari membawakan potongan kue buat Ayanna dan Gulzar. Sementara Gulzar sama sekali tidak merespon dan sibuk dengan daging panggangannya.


"Ayanna apa kamu sedang diet, aku membawakan kue buatan kami kalah kamu mau dan sedang tidak diet?" Tanya Wendy.


Ia tau selebritis seperti Ayanna sangat memperhatikan pola makan mereka dana pa yang masuk ke dalam tubuh mereka supaya tubuh mereka lebih fresh dan berbentuk ideal. Tidak ada lemak yang muncul.


"Tidak jangan khawatir. Sebanyak apa pun aku makan bentuk tubuhku tidak akan berubah lagipula aku berolahraga setiap hari." Ucap Ayanna dengan senyuman.


"Dengan kamu kak Zee apa kak Zee sedang menghindari makanan-makanan manis seperti ini agar otot kak Zee tetap ada dan tidak terganggu." Pemilihan kata Wendy saat berucap kepada Gulzar sangat aneh di telinga Ayanna.


"Letakkan saja di sana." Singkat jelas dan padat. Wendy tersenyum karena ia sudah bisa bahwa Gulzar Adwitya memang sangat dingin. Lagipula dia dulu kan adalah mantan sekretarisnya, jadi Wendy tau bagaimana Gulzar. Walaupun Gulzar kurnag menyukai makanan yang manis namun jika ada yang memberinya seperti yang dilakukannya ini maka Gulzar akan memakannya walaupun tidak mengatakan secara langsung contohnya seperti tadi. Wendy memang sekarang sudah memanggil Gulzar dengan sebutan kak Zee seperti yang Eve lakukan tidak hanya dirinya Yasmin dan Daisy juga begitu. Lagipula dirinya sudah tidak bekerja lagi dan Gulzar sering berkumpul bersama mereka lebih tepatnya dengan para pria Manula.


Wendy tersenyum manis ke arah Ayanna yang menatap kesal ke arah Gulzar. "Tadi, apa yang sedang kalian bicarakan sepertinya sangat seru?"


"Tidak ada apa-apa hanya mengobrol bagaimana cara mengupas paprika dan memotongnya."


"Jari tanganmu terluka apakah sudah tidak sakit atau tidak masalah nanti? Kamu kan hanya libur satu hari."


"Tidak apa-apa lagian ini hanya luka kecil dan sudah diobati tinggal kasih salep rutin saja sudah sembuh dan tidak terlihat juga nantinya jika dibuka."


......***......


Geya mendengar suara ketukan pintu dari luar kamar langsung berjalan untuk membuka pintu dan melihat siapa yang mengetuk pintu ternyata itu adalah mamanya Axel.


"Mama."

__ADS_1


"Sayang mama membawakan mu minuman herbal dan makanan. Kamu tidak boleh stres, tadi mama memasak kue kering juga namun masih di dalam oven." Ucap mama Axel sembari meletakkan nampan yang dibawanya di atas meja.


"Wajahmu pucat apa kamu sakit?" Tanya mama Axel perhatian sembari menempelkan tangannya di kening Geya.


Geya memegang tangan mama Axel lalu menempelkannya di pipi. "Geya tidak apa-apa ma, mungkin ini efek karena Geya sedang come moon." Ucap Geya dengan bercanda.


"Pasti membuat kamu tidak nyaman. Pantas saja kamu di kamar dan tidak keluar. Baiklah kamu harus beristirahat agar tubuhmu kembali fit. Mama keluar dulu."


"Mama." Panggil Geya di belakang mama Axel yang hendak membukakan pintu kamarnya lalu membalikkan badannya menghadap ke arah Geya lagi.


Geya menggigit bibir dalamnya untuk berbicara. "Geya dan Axel akan bercerai." Mama Axel terdiam untuk beberapa saat sembari menatap ke dalam bola mata Geya.


Mama Axel berjalan mendekat lalu mengajak Geya untuk duduk di sofa. "Kenapa? Apa kamu merasa tidak nyaman dengan Axel? Apa sikap Axel keterlaluan atau dia menyakitimu! Atau ini karena mama kamu merasa tertekan karena hidup bersama dalam satu rumah dengan mama?"


Geya menggelengkan kepalanya dan menggenggam kedua tangan mama Axel.


"Lalu kenapa kamu bilang bahwa kamu dan Axel akan bercerai jika bukan karena mama dan Axel. Kamu tau kan mama sangat menyayangimu dan senang kamu menjadi menantu mama."


Geya menundukkan kepalanya merasa perasaan bersalah. Mama Axel mengangkat wajah Geya dan menatapnya dengan lembut Geya tidak bisa melihat tatapan mama mertuanya itu karena rasa bersalahnya semakin menjadi.


"Apa ini karena anak?" Tanya mama Axel kepada Geya.


Geya menatap ke dalam bola mata mamanya Axel. Mama Axel tersenyum lalu memeluk Geya dengan erat. "Apa Axel menekanmu karena ingin cepat mempunyai anak?" Tanya mama Axel kembali.


Geya menggelengkan kepalanya dalam pelukan mama Axel. Mama Axel mengelus lembut rambut Geya.


"Seharusnya aku mengatakan di awal tentang perihal ini kepada mama sebelum Aku dan Axel menikah." Mama Axel dengan senantiasa mendengar curhatan hati menantunya itu.

__ADS_1


"Aku didiagnosis akan sulit mempunyai keturunan. Ada masalah dalam diri aku makanya aku tidak hamil-hamil sampai sekarang." Ucap Geya dengan Isak tangis.


"Apa ini penyebab kalian berdua hampir membatalkan pernikahan kalian dulu?" Geya menganggukkan kepalanya.


"Tidak apa-apa untuk bersedih dan tidak apa-apa untuk menangis. Pasti kamu sangat tertekan. Anak mama. Mama selalu sayang kamu Geya." Hibur mama Axel dan mengungkapkan kasih sayangnya kepada Geya.


"Tapi...aku tidak bisa memberikan mama cucu...ditambah kedua orangtua ku bersikap kurang baik pada mama dan Axel."


Mama Axel melepaskan pelukannya dari Geya lalu menatap ke arah Geya yang menangis. Mama Axel mengusap air mata yang jatuh ke pipi Geya.


"Kamu merasa sangat bersalah dengan itu?" Geya menganggukkan kepalanya.


"Kalau kamu merasa bersalah jangan tinggalkan Axel dan juga mama. Tetaplah menjadi istri Axel dan menantu mama."


"Mama tidak marah karena aku tidak jujur di awal mengenai kesuburanku dan kedua orang tuaku?" Mama Axel menggelengkan kepalanya dan tersenyum lembut ke arah Geya untuk menenangkan Geya.


"Manusia tidak ada yang sempurna." Ucap mama Axel dan merapikan rambut Geya yang berantakan.


"Axel bahagia saat bersama mu, Axel sangat mencintaimu. Kebahagiaan mama ialah Axel dan melihat rumah tangganya baik-baik saja. Melihat kalian berdua akur mama sudah senang. Mama juga senang mempunyai menantu yang baik dan cantik seperti kamu. Tidak apa-apa mama belum memiliki cucu lagian kan banyak cucu mama dapatkan dari para ibu muda. Usia kalian masih sangat muda nikmatilah waktu berdua kalian sebaik mungkin nanti kalau sudah punya anak akan susah menikmati waktu berdua."


"Jangan stres nanti tidak baik buat kesehatanmu. Nikmati dan santai saja. Mama tidak akan menuntut cucu darimu begitu juga dengan Axel. Mama yakin Axel juga tidak menuntut anak darimu. Walaupun mama ingin memiliki cucu sendiri yang berasal dari kalian berdua namun jika Tuhan berkehendak kita sebagai manusia bisa apa selain pasrah, berusaha dan menerima."


"Jangan memikirkan pendapat orang lain. Yang menjalankan pernikahan adalah kalian berdua. Kalian harus saling mendukung satu sama lain agar pernikahan kalian berjalan dengan baik walaupun ada masalah yang menimpa. Rumah tangga tidak akan berjalan mulus selalu saja ada kerikil ataupun jurang yang akan dihadapi. Kuncinya ada pada kalian berdua. Sekarang berisitirahat lah pasti lelah karena sudah menangis. Jangan sampai nanti Axel melihat wajahmu menangis dan sembab seperti ini." Ucap mama Axel dan mencium kening Geya.


"Pasti tidak mudah namun jika dilewati bersama akan terasa mudah. Fokuslah kepada apa yang membuat kalian senang dan bahagia. Kalian harus saling nyaman satu sama lain."


'Lihat Geya betapa beruntungnya kamu mendapatkan mertua seperti mama Axel dan suami seperti Axel. Seharusnya kamu menikmati saja dan tidak stres karena akan berdampak pada kesehatanmu'.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2