
Di dalam pesta Airen terlihat sangat gelisah dan Daisy menyadari hal itu.
"Tenanglah kak Eve pasti akan kembali dan baik-baik saja." Ujar Daisy walau di dalam hatinya juga sangat khawatir.
Joha saat ini sedang berbicara dengan kolega bisnisnya jadi tidak tau Eve sudah lama pergi dari tempat duduk bersama istrinya.
Jackson berjalan menghampiri meja istrinya dan juga meja kolega bisnisnya itu.
"Tala tadi menelpon ku bahwa Eve saat ini sedang bersamanya di kamar hotel ini."
Lalu Jackson memandang ke arah Airen, "dan meminta Orion untuk pergi ke kamar di mana Tala dan Eve berada."
"Apakah Eve baik-baik saja?" Raut wajah khawatir nampak di wajah Airen.
"Sepertinya tidak...karena tidak mungkin Eve menuruti Tala dengan mudah untuk ke kamar hotel jika tidak kenapa-napa."
Airen menghela nafasnya dengan berat anaknya Jean saat ini juga sudah mulai mengantuk namun acara pesta ini masih belum selesai.
"Cici kamu bisa tolong anterin Orion ke kamarnya mereka." Ujar Airen kepada Cici.
Asisten Joha yang sedari tadi memantau keadaan Airen, Eve, serta anak dan keponakannya dengan sigap menghampiri.
"Nyonya saya sudah memesan kamar hotel yang berada di samping kamar Tuan Nabastala. " Ujar sang asisten tersebut lalu menyerahkan kartu akses masuk ke Airen dan juga kepada Cici.
"Saya akan memberitahu Tuan jangan khawatir Tuan sudah mewanti-wanti saya untuk menyiapkan kamar hotel di sini Nyonya. Jadi, Nyonya bisa pergi membawa Nona muda Jean dan segera berisitirahat."
Sesuai dengan apa yang dipesankan Joha kepada sang asisten semua dilaksanakan dengan baik dan dikerjakan dengan cepat sehingga tidak menunggu waktu lama.
"Sayang kamu mau menginap di hotel atau kita pulang saja?" Tanya Jackson kepada Daisy.
"Apakah masih sangat lama...?" Daisy tidak masalah jika hanya ada dirinya dan Jackson namun di sini ada Jean anak mereka yang tentunya punya jadwal tidur.
"Kalau mau pulang ayok tapi kalau kamu menginap di hotel juga ayok." Ujar Jackson.
"Kita pulang saja lagipula mom and dad pasti sedih jika kita menginap di hotel." Jackson menganggukkan kepalanya.
Di dalam kamar hotel yang dipesan Tala. Tala melepas sepatu yang terpasang di kaki Eve tanpa melepaskan pelukan Eve.
Eve saat ini sedang duduk di atas pangkuan Tala dan masih bersembunyi di dada Tala.
Eve sama sekali tidak berbau membuka matanya karena merasa takut dan terbayang-bayang.
Ingatan yang menyakitkan itu datang menghampirinya begitu saja seperti kaset rusak.
__ADS_1
Tala menepuk punggung Eve agar Eve bisa tenang nafas Eve dapat Tala rasakan bahwa istrinya itu memang benar-benar ketakutan karena nafasnya sangat cepat.
Beruntung Tala sempat mengabari sahabatnya Jackson dan memberitahukan mengenai apa yang terjadi sehingga tidak membuat kakak iparnya Joha khawatir tentang adiknya.
Tidak ada yang bersuara Tala sama sekali tidak berbicara karena pasti yang dibutuhkan Eve adalah ketenangan saat ini serta pelukannya.
Nafas Eve sudah mulai tenang kembali tidak memburu seperti tadi Eve mulai berani membuka matanya namun tetap bersembunyi di depan dada Tala.
"Apakah sudah sedikit membaik..!?" Tanya Tala dengan hati-hati.
Eve sama sekali tidak bersuara walaupun matanya sudah terbuka namun tetap saja pandangannya gelap karena kepalanya menghadap ke arah dada Tala.
Sangat nyaman itulah yang dirasakan Eve dan sangat menenangkan.
"Orion akan dibawa Cici ke sini sebentar lagi aku sudah kasih tau Jackson. Jangan khawatir kamu tidak mengacaukan acara dan semua tidak ada yang tau."
Tak lama setelah mengatakan itu terdengar suara bel dari pintu kamar Tala.
Tala bisa menebak bahwa itu adalah Cici. "Kamu tunggu di sini biar aku yang mengambil Orion." Tala menaruh Eve di atas tempat tidur sementara Eve hanya diam saja hal itu membuat Tala merasa sakit melihat Eve seperti ini. Pandangan Eve sangat kosong.
Tala membawa Orion setelah sebelumnya sempat mengobrol sebentar dengan Airen mengenai keadaan Eve.
Tala menjelaskan apa yang terjadi tanpa ditutupi karena ia tau bahwa sebagai ipar wajib tau mengenai keadaan adik iparnya dan juga agar Joha tidak merasa khawatir.
Anak laki-lakinya Orion sangat senang saat berada di dalam pelukan Tala. "Apa jagoan ayah sesenang ini...ibu sedang tidak baik-baik saja sayang jadi jagoan ayah harus sedikit lebih baik dari sebelumnya tapi jagoan ayah selalu baik apa Orion mengerti."
Tala terkekeh melihat putranya itu lalu membawa Orion ke kamar di mana Eve berada.
Kamar hotel yang dipesan oleh Tala memiliki fasilitas yang lengkap ada ruang tamu dan dapur bukan hanya kamar saja.
Eve yang semula berbaring mendudukkan tubuhnya saat melihat Orion.
Tala memberikan Orion kepada Eve dan Eve memeluk Orion dengan erat sembari mencium Orion bertubi-tubi.
Wangi tubuh Orion membaut Eve juga merasa tenang dan nyaman.
Orion meronta-ronta karena tidak mau dipeluk dan Tala melihatnya hanya tertawa.
"Ibu sangat merindukan mu jagoan apa ayah juga harus memeluk kamu dan ibu mu?" Sebenarnya itu hanya alibi Tala saja agar bisa memeluk Eve lagi.
Eve melepaskan pelukannya dari Orion, "tidak ada piyama untuk baju tidur mu sebaiknya kita pulang ke mansion sayang." Eve berbicara dengan Orion.
Tala merasa senang akhirnya Eve mulai berbicara walaupun tidak dengannya.
__ADS_1
"Aku sudah memesan pakaian ganti buat malam ini dan besok serta peralatan yang dibutuhkan kamu dan juga Orion sesuai dengan apa yang kalian pakai sehari-hari. Jadi, jangan khawatir." Ujar Tala.
"Sementara kita menginap saja di hotel ini lagipula kak Joha dan kak Airen menginap di hotel juga."
Walaupun Tala memanggil Joha dengan sebutan kakak bukan berarti bahwa Joha akan luluh begitu saja ke Tala. Serta walaupun Tala harus menginap di mansion Abraham karena keponakannya Orion tidak mau jika ditinggalkan dan ingin tidur di atas dadanya Tala di malam hari dengan berpindah sendiri bukan berarti juga bahwa Joha sudah menerima Tala dengan baik sebagai iparnya.
Joha ingin melihat kesungguhan Tala untuk memperjuangkan adiknya itu.
Kalau misalnya Tala merasa lelah dan capek maka akan ada banyak pria yang mengantri ingin dekat dengan Eve.
"Kamu akan menjalani pengobatan ke psikiater ini rujukan dari teman psikiater mu." Ujar Tala ke Eve saat mereka semua sudah selesai bebersih dengan Eve yang menyusui Tala.
Sementara Tala seperti biasa dia akan disuruh oleh Eve untuk jangan menoleh ke arah dirinya yang sedang menyusui Orion.
Padahal mereka suami istri namun Eve tetap sangat malu lagipula sudahlah Eve masih ingin melihat kesungguhan Tala untuk memperjuangkan pernikahan ini.
"Apa kamu harus mengambil keputusan tanpa melibatkan aku dan memberitahu ku." Ujar Eve datar.
Eve sangat tidak suka jika ada yang mengambil keputusan tanpa melibatkan dirinya jika ada dirinya di dalamnya.
Jika orang melakukan itu kepadanya Eve merasakan terasing.
"Bukan begitu kami perlu menjalani pengobatan Eve...lebih cepat lebih baik ini semua demi kebaikan mu dan juga Orion tolong mengertilah." Ujar Tala dengan lembut.
"Aku sudah banyak mengerti dan aku tidak mau mengerti." Lihat Eve kerasa kepala sekali sekarang.
"Baiklah kalau begitu pahami ini demi kesehatan mental mu dan juga demi Orion."
"Aku baik-baik saja."
Tala mengambil nafasnya agar tidak tersulut emosi karena frustasi dengan Eve yang selalu ada jawaban dalam setiap apa yang dikatakannya.
"Kamu memang baik-baik saja secara fisik itu benar tapi secara mental tidak Eve. Lagipula ini demi kebaikan bukan demi kejahatan. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati itu salah satu slogan kesehatan bukan!?"
"Apa kamu berpikir bahwa aku gila lalu kamu mengambil Orion dari ku atau menjauhkan ku dari Orion kemudian kamu menanamkan di pikiran Orion bahwa ibunya gila sekarang!?"
Orion sudah tertidur dan sama sekali tidak terusik dengan percakapan kedua orang tuanya Tala juga sudah berpindah di sebelah Orion. Orion berada di tengah-tengah di antara Eve dan Tala.
Tala sangat syok dengan apa yang diucapkan oleh Eve bagaimana bisa Eve bisa berpikir begitu.
"Sama sekali tidak lagipula bagaimana bisa aku menjauhkan mu dari Orion sementara kamu adalah ibunya. Bukankah kamu bilang bahwa kita harus bersama-sama merawat Orion."
Eve, "..."
__ADS_1
"Okay tenangkan dirimu saat ini kita sedang bersama Orion jangan sampai karena perdebatan ini mengganggu psikis Orion. Aku melakukan ini demi kebaikan mu dan dan kebaikan bersama beristirahatlah selamat malam."
*Bersambung*