Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 114. Nama Panggilan Sayang


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah sakit Eve merasa lebih baik itu yang dirasakan oleh Tala mungkin setelah konseling dan bertemu dengan sahabat satu-satunya membuat suasana hati Eve membaik.


Tala menyetir sembari tangan sebelah kirinya menggenggam dan sedikit mengelus tangan Eve.


Tala berpikir jika Eve dalam kondisi yang baik apa Eve akan menolak atau menerima seperti ini?


"Apa kamu tidak ingin sesuatu?" Tanya Tala ke Eve yang sejak tadi hanya diam namun bibirnya terus tersenyum memandang ke sekitar.


Eve menolehkan kepalanya dahinya berkerut mendengar pertanyaan Tala.


"Jangan mengerutkan dahi mu seperti itu nanti cepat keriput." Canda Tala namun Eve sama sekali tidak tertawa.


"Ekhm kamu tidak ingin membeli sesuatu atau mau pergi ke mana?" Tanya Tala kembali.


Eve menggelengkan kepalanya, "aku sangat merindukan Orion."


Tala tersenyum mendengar ucapan kerinduan Eve kepada putra mereka.


Dirinya juga sama sangat merindukan Orion ternyata mereka sehati.


"Frozen kamu menginginkan punya anak berapa?" Tanya Tala.


Eve, "..."


"Siapa Frozen?"


"Kenapa tidak menjawab?"


"Kamu menanyakan Frozen bukan Lizzy." Ya Eve sekarang sudah tidak mau lagi dipanggil Eve atau Elakshi Feshika Eve ingin dipanggil dengan nama pemberian dari orangtuanya yang sudah meninggal.


Tala menatap tersenyum, "kamu adalah Frozen dulu aku memanggil mu seperti itu apa kamu lupa?" Tanya Tala.


"Apakah kita seakrab itu!?"


Tala tetap tersenyum mendengarnya Tala memahami dengan baik apa yang sebenarnya terjadi.


Walaupun Eve sama sekali tidak mengalami benturan namun gangguan jiwa yang diderita Eve menolak untuk mengingat masa lalunya yang menyakitkan dan kelam.


Termasuk kenangan mereka saat berpacaran dulu.


"Iya kita sangat akrab makanya kita menikah dan kamu telah membuat aku terperangkap dalam pesona mu." Gombal Tala.


Wajah Eve memerah mendengarnya Eve merasa geli namun kenapa reaksi tubuhnya malah terlihat sangat menyukainya.


"Lihat pipi mu merah apa kamu sangat menyukainya?" Goda Tala.


Eve, "..."


'Aku tidak akan menjawabnya'


"Emmm kira-kira kita harus memanggil satu sama lain sebagai apa?" Tanya Tala.


Eve menatap ke arah Tala dengan matanya yang mengerjap lucu menurut Tala. "Berhentilah bersikap menggemaskan jika tidak..." Tala menaikkan turun alisnya ke arah Eve sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Lihat ke depan kalau mau mati jangan mengajak aku. Aku ingin hidup bersama Orion." Ujar Eve dengan datar.


Tala menghela nafasnya candaannya malah ditanggap dingin oleh Eve.


"Kamu belum menjawab pertanyaan ku."

__ADS_1


"Lizzy itu adalah nama ku."


"Bukan begitu ck." Kenapa dia tidak peka sekali. "Maksud aku panggilan sayang buat kita berdua."


"Panggilan sayang!?"


Tala menganggukkan kepalanya dengan selamat. "Kenapa harus ada panggilan sayang?!"


"Karena kita suami istri gemes deh." Ujar Tala.


"Tapi kita kan mau bercerai sebentar lagi." Tala dengan cepat menepikan mobilnya beruntung jalan sepi.


Eve kebingungan kenapa Tala memberhentikan mobilnya. "Kenapa ber---".


Cup


Tala mencium bibir Eve sehingga membuat Eve terdiam. "Jika kamu berbicara tentang perceraian lagi maka aku akan memberikan mu hukuman seperti ini atau lebih. Atau kamu mau kita langsung buat adik untuk Orion aku sih tidak masalah."


Eve mendorong Tala dengan kuat sehingga membuat Tala tidak siap dan kaget. "Aku tidak bisa bernafas kenapa berbicara harus dekat-dekat."


"Mesum." Ujar Eve dengan lirih seperti bisikan namun Tala masih bisa mendengarnya.


Tala kembali mendekatkan wajahnya ke arah Eve sehingga membuat Eve menatap ke arah Tala dengan datar.


Eve sama sekali tidak bergerak layaknya patung walaupun wajah Tala sudah sangat dekat dengannya bahkan hidung mancung keduanya sudah bertemu.


"Mesum sama istri sendiri tidak masalah bukan." Bisik Tala dengan suara seraknya.


Eve kembali mendorong Tala namun kali ini Tala sudah bersiap sehingga saat ini tangan Eve di genggam oleh Tala.


"Lepaskan tangan ku." Ujar Eve.


Tala menggelengkan kepalanya sat ini pikirannya ke mana-mana. "Lepaskan kalau tidak---."


Tak lama kemudian terdengar suara ringisan dari Tala karena mendapatkan cubitan kecil dan kuat dari Eve. Apalagi kuku Eve sedikit tajam.


"Aku sudah memperingatkan mu." Ujar Eve tanpa peduli dengan Tala yang menggosok dadanya akibat cubitannya.


Eve mengambil botol minuman di belakang Tala yang melihat apa yang dilakukan oleh Eve bingung.


'Apa dia haus, kenapa dia tidak memberitahu kalau dia haus dan malah mencubit aku sakit sekali cubitannya.'


Eve memberikan botol minuman ke Tala hal itu membuat Tala awalnya bingung namun mengerti bahwa mungkin Eve sedang manja kepadanya dan meminta dirinya untuk membuka botol minuman.


Rasanya sangat menyenangkan jika Eve bersikap manja seperti ini kepadanya.


"Aku sangat suka jika kamu bersikap manja seperti ini. Aku merasa dibutuhkan." Ujar Tala membuka tutup botol minuman Eve sama sekali tidak peduli dan merespon yang dikatakan Tala.


"Ini minumlah." Serah Tala ke Eve namun Eve hanya menatap saja.


"Minuman itu untuk mu karena aku mendengar suara mu serak tadi."


Tala menatap tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Eve. Kapan suaranya menjadi serak oh tidak mungkin saat hidung mereka saling bersentuhan sama lain.


'Apa dia pikir suara serak aku karena aku kehausan? Padahal sudah punya anak kenapa dia masih sangat polos sekali?'


"Terimakasih." Ujar Tala memaksakan senyumannya ke arah Eve.


Tala sudah selesai dengan minumannya namun Tala belum menjalankan mobilnya membuat Eve merasa heran.

__ADS_1


"Kenapa tidak dikendarai mobilnya?" Tanya Eve.


Tala bersedekap dada dan menatap ke arah Eve. Tala sengaja mengulur waktu untuk berdua bersama Eve sebelum mereka sampai di mansion Abraham.


Katanya tadi sangat merindukan Orion!?"


"Dada aku yang kamu cubit masih sakit sepertinya kulitnya terkelupas dan perlu diobati kalau tidak dia akan membiru."


Sungguh Tala sangat lebay, manja dan drama sekali hanya dicubit saja sudah banyak keluhannya.


"Aku tidak mencubitnya dengan keras."


"Aku yang merasakannya."


Eve, "..."


'Dia kenapa sih sikapnya melebihi Orion!'


"Apakah kamu tetap tidak mau menyetir dengan keluhan mu itu?" Tanya Eve dan Tala mengangguk dengan cepat.


Eve dengan cepat bergerak lalu membuka kan pintu mobil hal itu membuat Tala syok dan bingung. Mungkin Eve ingin menggantikan posisinya untuk menyetir.


Tapi dugaan Tala salah Eve malah berjalan ke depan sembari memainkan ponselnya lalu hendak berbicara dengan orang.


"Bisa gawat jika dia memanggil orang rumah untuk menjemputnya aku akan dipecat menjadi ipar."


Tala keluar dan menghampiri Eve namun Eve sama sekali tidak merespons.


"Bundanya Orion ayo masuk kembali ayah akan menggendong jika menolak atau tidak sanggup berjalan." Ujar Tala.


Eve, "..."


Karena tak mendapatkan respon dari Eve Tala langsung menggendong Eve membuat Eve memekik karena syok dan tangan Eve melingkar di leher Tala.


"Okay sekarang kita jalan jadi bunda jangan ngambek lagi ya." Bujuk Tala dengan lembut.


'Dia sangat menyeramkan' Ujar Tala di dalam hatinya.


Padahal Eve sama sekali tidak ngambek atau pun marah. Eve berpikir mungkin Tala perlu istirahat lebih lama karena cubitan yang diberikannya tadi.


Padahal Tala hanya ingin Eve memberikan perhatian kepadanya dengan memeriksa bekas cubitannya namun Eve menanggapinya dengan salah.


"Baiklah jadi istriku yang sangat cantik harus memanggil suaminya yang tampan ini ayah begitu juga dengan ayah akan memanggil bunda Orion bunda seperti Orion. Karena kenapa karena sekarang kita sudah punya Orion lagipula Orion sedang belajar berbicara."


"Tidak ada protes ya bunda milik ayah bukan milik Orion. Kalau bunda salah memanggil ayah seperti kamu atau lainnya maka bunda akan diberi hukuman seperti tadi." Ujar Tala mengerlingkan matanya ke arah Eve dengan genit.


"Ayah sih tidak masalah malah ayah berharap bahwa bunda sering membuat kesalahan dengan nama panggilan ini. Siapa tau kita bisa memberikan adik buat Orion."


Eve, ".."


"Ayah pengen punya anak 4. Tiga pangeran dan satu putri."


"Atau bunda mau lebih dari 4 ayah tidak masalah lagipula membuatkannya sangat menyenangkan bunda juga pasti sangat menikmatinya. Orion pasti senang karena mempunyai banyak teman."


Eve, "..."


'Apakah dia pikir aku kucing dan melahirkan itu tidak sakit.'


"Bunda diam berarti mengiyakan hurrah." Tala terkekeh dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


Tala berusaha untuk mendekat dengan Eve dan Tala memulainya dengan bercanda seperti ini agar Eve bisa terbuka dengannya. Walaupun candaannya sering dibalas dengan ekspresi datar Eve dan tidak direspon karena Eve sibuk dengan pemikirannya.


*Bersambung*


__ADS_2