Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 121. Kedatangan Dokter Raka


__ADS_3

Tala kembali ke kamar karena Orion saat ini sedang buang air besar dan diapernya harus diganti. Sementara ketika Tala sedang masuk ke kamar saat itu juga Eve keluar dari ruang kerja Joha.


“Apakah sudah selesai?” Tanya Tala dengan senyuman, “Orion sedang buang air besar jadi ayah harus mengganti diapersnya.” Ucap Tala.


Perkataan Tala didengar oleh Joha yang sedang berdiri di ambang pintu kerjanya. Selama Joha mengamati adik iparnya memang terlihat sangat cekatan dalam mengurus Orion.


‘Apa ini pendekatan yang dimaksud Tala agar Lizzy bisa terbuka dengannya? Apa itu tadi ayah jadi nama panggilan mereka ayah bunda cih menggelikan.’


Joha seperti tidak bercermin dengan dirinya saja terkadang dia lebih kekanakan dan manja kepada Airen.


Eve hanya diam menganggukkan kepalanya dan mengikuti Tala yang masuk ke dalam kamar. “Aku berencana ingin mengajak kalian berjalan-jalan di sekitar taman kompleks atau taman kota apa kamu tidak keberatan untuk ikut?”


Eve bisa merasakan bahwa Tala lebih aktif bertanya dan lebih agresif dalam bertindak, “hari ini aku ada tamu.” Jawab Eve membuat pergerakan tangan Tala terhenti dan menoleh ke arah Eve yang sedang berdiri mendapat ke arahnya yang sedang memakai diaper baru Orion setelah selesai dibersihkan.


“Siapa?” Tanya Tala dengan penasaran jangan sampai jika tamu itu adalah laki-laki Tala tiba-tiba teringat dengan perkataan Eve waktu mereka bertemu untuk pertama kalinya setelah Eve pergi dan menghilang darinya. Jangan-jangan dia adalah pria yang dicintai Eve.


“Kak Raka.” Jawab Eve dengan santai sembari menyisir rambutnya yang sudah duduk di meja riasya.


Tala yang mendengar nama itu keluar dari mulut Eve menegang. Tentu saja nama itu sangat tabu untuk didengar olehnya jika Eve yang berucap.


“Apa Raka yang bunda maksud adalah Carakan Arkatama rekan kerja bunda waktu bekerja di rumah sakit dulu?” Tanya Tala memastikan.


Eve menganggukkan kepalanya, “bunda tidak boleh bertemu dengannya.” Ujar Tala dengan posesif tatapannya sangat tajam.


Bagaimana Tala bisa lupa bahwa dokter Raka yang mengatakan langsung kepadanya bahwa dia akan merebut Eve jika dirinya menyia-nyiakan atau bertemu dengan Eve.

__ADS_1


Dada Tala kembang kempis mengingat setiap perkataan dari dokter Raka yang juga mengatakan bahwa dokter Raka sangat mencintai istrinya ini.


Tala melihat wajah Eve yang hanya memasang wajah lempengnya saja, “bunda tidak bisa mengundang sembarang orang untuk datang ke mansion Abraham bukankah kak Joha sangat ketat setiap orang yang keluar dan masuk ke dalam mansion ini!” Ucap Tala berusaha untuk memberikan alasan selogika mungkin.


“Jika itu yang kamu khawatirkan maka kamu tidak perlu khawatir karena kak Joha sendiri yang telah memberikan kartu akses maksud ke dalam mansion ini sebelum kamu masuk ke sini jadi kak Raka bisa bebas masuk ke mansion ini jika dia ingin berkunjung.” Sakit saat mendengar perkataan dari Eve itu artinya kakak iparnya masih belum memberikan kepercayaan sepenuhnya.


Dia pikir ketika kakak iparnya menanyakan kepadanya tentang dirinya yang tidak bekerja alias pengangguran bahwa kakak iparnya sudah akan merestui dirinya dan sudah percaya dengan dirinya. Tala bahkan lupa dengan peraturan yang telah dibuatnya ketika mendengar nama dokter Raka.


Eve tersenyum di dalam hatinya melihat ekspresi wajah Tala yang terlihat murung dan menahan amarah di dalamnya. “Bagaimana jika ayah melarang bunda untuk bertemu dengannya?” Tanya Tala menahan emosinya.


“Kenapa aku harus dilarang untuk bertemu dengan kak Raka lagipula kak Raka datang untuk bersilaturahmi dan kak Raka juga mengatakan bahwa dia juga sangat merindukan Orion dan ingin mengajak Orion pergi jalan.”


“Apa bunda tidak tau bahwa bunda sekarang sudah menjadi seorang bunda dan seorang istri dan ayah adalah suami bunda!” Ujar Tala dengan nada lembutnya. Tala tidak boleh bersikap gegabah hanya karena merasa cemburu terhadap dokter Raka dirinya lupa bahwa saat ini Eve bukanlah orang normal karena gangguan jiwa PTSD yang dideritanya. Jangan sampai karena perasaan cemburunya membuat Eve merasa tidak nyaman dan semakin jauh darinya atau malah memperparah PTSD istrinya itu.


Tala berusaha mengambil nafasnya dengan dalam untuk menyetok kesabarannya ingin sekali rasanya dirinya menghajar dinding atau mengurung Eve di kamar dan bahkan tidak akan Tala biarkan Eve turun dari tempat tidur namun saat ini ada Orion.


Sepertinya dia harus membuat Eve kembali hamil lagi agar Eve tidak bisa berpaling ke hati dengan mudah darinya atau agar Eve berpikir berkali-kali untuk berpisah dengannya karena dia hamili. Tapi, bagaimana dengan PTSD Eve, sepertinya dirinya harus berkonsultasi dengan psikiater dan psikolog Eve.


“Apa bunda senang akan bertemu dengan dokter itu?” Tanya Tala yang melihat Eve sedang merapikan penampilannya dan sedikit merias wajahnya itu sembari menemani Orion menonton kartun kesukaannya.


“Namanya Caraka Arkatama kenapa kamu harus memanggilnya dokter itu!” Ujar Eve memanas-manasi Tala.


Tala mengepalkan kedua tangannya untuk meredam emosinya, “apa pun namanya ayah akan tetap memanggilnya seperti itu.”


“Memang apa tujuannya sih datang ke mansion.” Gerutu Tala dengan kesal.

__ADS_1


“Membahas soal pernikahan.” Membuat Tala melototkan matanya tajam ke arah Eve sementara Eve sudah berada di ambang pintu kamar bahkan Eve hendak menutup pintu kamar tersebut dengan cepat Tala menyusul Eve.


‘Ap-apa pernikahan! Ini tidak bisa dibiarkan.’


Sementara Eve yang berjalan di depan tersenyum dia tau saat ini bahwa Tala pasti sangat marah dan murka mendengar perkataannya itu Eve sengaja mengatakan itu.


“Kak Raka sudah sampai.” Ucap Eve dengan lembut saat melihat dokter Raka sedang duduk menemani Jean bermain bersama dengan Airen dan Joha.


Tala yang melihat dari belakang bahwa Eve sedang tersenyum mukanya semakin merah menahan kekesalan dan kemarahan. “Iya baru saja Lizzy, di mana pangeran kecil kita Orion.” Ucap dokter Raka.


Tadi dokter Raka sudah diberitahu oleh Joha bahwa di dalam mansion ada Tala yang waktu Tala berada di dalam kamar mengganti popoknya Orion. Joha memberitahukan bahwa agar dokter Raka berakting untuk melihat ketulusan dan kecintaan Tala kepada Lizzy dan Orion.


“Dia sedang bersama ayahnya di belakang.” Ujar Eve tanpa menutupi mendengar Eve yang berkata seperti itu membuat Tala merasa senang dan dengan percaya dirinya Tala merangkul pundak Eve dari belakang.


Eve melihat tangan Tala yang merangkulnya dengan erat seolah takut merasa kehilangan sementara tatapan tajam Tala berikan ke arah dokter Raka. Di sini Tala mengeluarkan tanduknya dan tatapannya yang sengit namun berbeda dengan dokter Raka yang memasang wajah tersenyumnya dan malah tidka peduli dengan apa yang dilakukan Tala kepada Eve.


“Hai Orion sini bersama dengan daddy.” Ucap dokter Raka sembari menjulurkan tangannya mendekat ke arah Tala yang saat ini sedang menggendong Orion.


Tala melihat ke arah Orion dan Orion dengan mudahnya mengulur tangannya ke arah dokter Raka. “Daddy sangat merindukan mu pangeran kecil.” Ungkap dokter Raka sama halnya dengan dokter Raka Orion menempelkan kepalanya di pundak dokter Raka seolah mengatakan bahwa dirinya juga sangat merindukan dokter Raka.


‘Apa daddy, bahkan dia sudah menyematkan nama panggilan daddy untuk putraku Orion. Berani sekali dia!’


Airen yang melihat drama yang sengaja dibuat oleh suaminya dengan bantuan dokter Raka hanya menggelengkan kepalanya dan menatap ke arah Tala dengan iba.


“Sebaiknya kalian duduk terlebih dahulu agar pembicaraan lancar.” Ujar Airen menghentikan aksi tatapan sengit yang diberikan Tala kepada dokter Raka.

__ADS_1


 


*Bersambung*


__ADS_2