Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 119. Cemburu dan Iri dengan Ipar!


__ADS_3

Airen berjalan ke bawah untuk menyiapkan sarapan namun saat sampai di dapur Airen melihat bahwa ada seorang pria yang dengan asyik dan cekatannya memasak.


“Tala!” Panggil Airen membuat Tala membalikkan badannya ke belakang untuk melihat Airen yang memanggilnya.


“Apa yang sedang kamu lakukan?” Airen tidak percaya bahwa Tala memasak sarapan pagi ini.


“Tentu saja memasak kakak ipar.” Ujar Tala dengan memberikan senyumannya kepada Airen.


Airen mengerjapkan kedua matanya, “kakak ipar sedang apa di sini? Untuk memasak hari ini biarkan saja Tala dan seterusnya.” Tala berujar dengan penuh semangat.


“Tapi…”


“Aku ingin memasak makanan buat anggota keluarga di mansion ini kakak ipar tenang saja walaupun dulu aku sempat tidak pandai memasak namun sekarang aku sudah pandai dan kursus selama hampir 3 tahun.”


“Bukan begitu maksudnya, tapi…” Airen merasa tidak nyaman melihat adik iparnya yang ia kenal dulu sebagai seorang direktur harus terjun ke meja dapur untuk memasak makanan.


“Jangan merasakan tidak nyaman kakak ipar, aku senang melakukannya lagipula tadi aku sudah memberitahukan Eve dan Orion bahwa aku akan memasak sarapan buat mereka dan kalian. Aku jamin kalian akan suka termasuk Jean.”


“Lebih baik kakak duduk saja atau kakak ipar pergi ke kamar untuk membantu dan menemani kak Joha.”


Airen menghela nafasnya merasa tidak enak dengan Tala yang memasak, “lain kali aku akan bangun lebih pagi lagi.”


Tala kembali menolehkan kepalanya ke arah Airen, Tala mengira bahwa Airen kembali ke kamar setelah mendengar apa yang dikatakannya ternyata Airen sedang duduk di pantri dapur.


“Kakak ipar tidak perlu bangun terlalu pagi mulai sekarang selama aku di sini aku akan memasak makanan buat kalian. Lagipula sepertinya kak Joha memerlukan banyak perhatian kakak ipar.”


“Ada apa ini!?” Tanya Joha yang datang dengan Jean yang berada di dalam gendongannya. Joha saat ini menggunakan piyama tidurnya begitu pula dengan Jean.


“Sayang kenapa dia yang memasak?” Tanya Joha melihat Tala yang asyik memasak sembari tersenyum ke arahnya.


“Tidak apa-apa jangan khawatir Tala sangat pandai memasak bahkan mempunyai legalitas mengenai keterampilan memasaknya.” Ujar Airen melebih-lebihkan agar suaminya itu cepat luluh dengan perjuangan yang dilakukan Tala.

__ADS_1


Sementara Tala yang mendengarnya tersenyum padahal dirinya tidak mengatakan bahwa dirinya mempunyai legalitas keterampilan memasak seperti yang dikatakan kakak iparnya itu walaupun kenyataan sebenarnya memang dirinya punya.


Sepertinya kakak iparnya itu mendukung dirinya dan sudah menerima dirinya dengan baik. Tinggal kakak dari istrinya itu.


“Apakah kamu mau merubah posisi menjadi ayah berumah tangga!” Ujar Joha dengan sinis, Airen menghela nafasnya mendengar perkataan suaminya.


“Sebaiknya kamu segera mandi dan harus berangkat bekerja.” Ujar Airen untuk memotong pembicaraan panjang dan alot nantinya.


Airen langsung menggandeng tangan Joha yang masih menggendong Jean yang betah menempel kepalanya di pundak meninggalkan Tala sendirian di dapur.


Airen melihat ke belakang dan tersenyum ke arah Tala yang juga menatap dirinya seolah mengatakan ucapan permintaan maaf atas perkataan dari Joha tadi.


“Sepertinya aku punya pendukung selain Orion.” Ujar Tala dengan tersenyum di sela-sela memasaknya.


Pelayan di mansion Abraham tidak akan mengganggu Tuan rumah jika berkaitan dengan makanan mereka akan menjauh untuk memberikan ruang bagi anggota keluarga Abraham namun masih bisa dijangkau jika anggota keluarga Abraham memerlukan mereka.


“Kenapa kamu terlihat seperti mendukungnya!” Protes Joha ketika sudah sampai di dalam kamar.


“Sayangggggggg…”Rengek Joha kepada Airen.


“Lihat Jean mami seperti mempunyai bayi besar yaitu papi mu.” Ujar Airen sembari mencium pipi putrinya itu dengan gemas.


“Aku sangat cemburu melihat kamu tersenyum dan menatap dia.” Ujar Joha dengan wajahnya yang cemberut. Pasti suaminya itu melihat CCTV yang dipasangnya di dapur untuk melihat aktivitasnya di bawah.


“Dia adik ipar mu perlu kamu tau papi Jean.” Ucap Airen dengan lembut. Airen merasa senang bahwa dia dicemburui dan diperlakukan posesif oleh suaminya karena Airen merasa bahwa dia dibutuhkan dan dihargai. Apakah semua para istri juga seperti dirinya entahlah.


“Lagipula kami membicarakan hal yang wajar. Sampai kapan kamu akan menerima Tala sebagai adik ipar mu. Ingat Tala juga mempunyai tanggungjawab yang besar sama seperti diri mu terhadap perusahaannya. Cepat atau lambat Tala akan kembali ke negara K dan membawa Lizzy dan Orion.”


“Kamu tidak mempunyai hak untuk melarang Tala membawa Lizzy dan Orion ikut bersamanya karena sekarang tanggungjawab mereka ada pada Tala suaminya begitu juga dengan aku.” Airen mengelus tangan suaminya dan menatap dalam mata suaminya.


“Aku tidak siap jika Lizzy dan Orion harus pergi dari ku.” Ungkap Joha memberitahukan kegelisahannya.

__ADS_1


“Kita bisa datang kapan saja ke negara K jika Tala membawa mereka atau kita akan menetap di negara K jika kamu mau. Lagipula kita tidak kekurangan uang untuk membeli tiket pesawat bahkan kita mempunyai jet yang bisa membawa kita kapan pun kita mau.”


“Apakah aku sudah keterlaluan?” Tanya Joha kepada istrinya itu.


Airen menggelengkan kepalanya dan tersenyum, “sama sekali tidak sebagai kakak wajar kamu bersikap seperti ini untuk melindungi dan menjaga Lizzy apalagi kamu baru bertemu dengan Lizzy tiga tahun lalu setelah hampir separuh hidup mu mencarinya.”


“Lizzy sudah lebih dari cukup dengan perhatian mu dan kamu tetap akan menjadi kakak yang terbaik untuknya dan juga menjadi papi yang baik untuk Orion dan putri kita Jean.”


“Lizzy sudah mempunyai keluarga kecilnya sendiri, dalam rumah tangga tidak boleh ada dua raja dan dua ratu.”


“Tenanglah Lizzy akan sangat bahagia bersama dengan Tala kamu juga sudah mencari tau dan sudah mengetahui segalanya. Tidak ada pria yang cocok selain Tala untuk mendampingi Lizzy, tidak ada pria yang baik untuk menjadi ayah Orion selain Tala.”


...***...


Suasana di meja makan sudah terisi penuh dengan anggota keluarga, Orion dan Jean dengan kursinya masing-masing.


Sedari tadi senyum di wajah Tala tidak pernah surut karena merasa senang dengan hasil masakannya untuk soal rasa tidak perlu diragukan lagi karena sudah terverifikasi oleh yang ahli.


“Masakan mu sangat enak.” Puji Airen dengan tulus, “lihat Jean sepertinya sangat menyukai masakan ayah Tala.” Jean dan Orion memakan makanan mereka dengan belepotan.


“Terimakasih kakak ipar.”


“Kapan kamu akan kembali bekerja apa sekarang kamu ingin menjadi pengangguran. Jika kamu ingin menjadi pengangguran menjauhlah dari Lizzy dan Orion.” Mulut pedas Joha mengeluarkan larvanya apalagi tadi Airen memuji masakan Tala.


Hal yang paling tidak bisa dilakukan Joha ada memasak namun saat melihat dan merasakan masakan dari Tala membuat jiwa kompetitif Joha meningkat lihat saja dirinya akan melebihi Tala sehingga istrinya tidak akan memuji masakan dari adik iparnya.


“Tentu saja kakak ipar aku tidak berniat untuk menjadi pengangguran. Tapi, sebelum aku kembali bekerja aku harus mendapatkan restu dari kakak ipar terlebih dahulu untuk membawa istri dan anakku untuk kembali ke negara K dan harus mendapatkan kepercayaan kakak ipar bahwa tidak ada yang lebih baik selain aku untuk menjadi suami Lizzy dan ayah untuk Orion.”


Joha yang mendengarnya menjadi tegang Eve melihat ekspresi wajah dari kakaknya itu. Eve juga berada di dalam posisi bingung karena ia tau kakaknya ini masih ingin hidup dekat dengannya dan ingin memberikan perhatian yang tidak dirasakannya terlebih dahulu karena merasa bersalah tidak menemukan dirinya dengan cepat.


“Jika kakak ipar ingin kami tinggal dekat bersama kalian itu bukanlah hal yang susah selagi Eve menginginkannya.” Ujar Tala dengan santai selagi itu ada Eve dan apa pun yang diinginkan Eve akan dituruti oleh Tala selain perceraian atau pun perpisahan maka Tala akan menolak dengan keras.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2