Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 134. Kembali Ke Negara K


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu kini keluarga kecil Eve dan Tala beserta ibu Dhara dan ayah Davka dan Joha serta Airen menginjak kaki mereka di negara K.


“Lizzy kakak, Airen dan Jean akan berpisah di sini nanti kami akan berkunjung ke tempat mu.” Ucap Joha yang merasa berat meninggalkan adiknya itu.


Eve memeluk Joha dengan erat dia tau bahwa kakaknya sangat sedih karena harus berpisah dengan dirinya begitu juga dengan dirinya.


“Kenapa kalian tidak tinggal saja di mansion kami.” Keluh ibu Dhara berulang kali sembari menggendong Jean, “lihat Jean sepertinya ingin tinggal bersama dengan grannynya.”


“Ibu jangan membuat drama telenovela.” Ucap Tala membuat ibu Dhara merasa kesal, “jangan memaksa mereka lagipula mereka bisa datang kapan saja ke mansion.”


“Kamu ini ikut aja pembicaraan.”


“Ibu apa yang dikatakan oleh Tala ada benarnya pasti mereka punya tujuan lain untuk dilakukan.” Ucap ayah Davka dengan lembut.


“Baiklah terserah kalian, tapi kalian harus datang setiap hari ibu akan memasakkan makanan buat kalian.” Airen dan Joha mengangguk setuju dan tersenyum.


“Ingat jangan biarkan wanita tua ini menderita karena menunggu dan kesepian.” Joha mengangguk dan memeluk ibu Dhara begitu juga dengan Airen.


“Iya ibu kami akan datang ke sana setiap hari jika tidak ada kegiatan yang sangat penting.”


“Pokoknya harus.” Memaksa wahai permisa.


Eve merasa senang bahwa kedua mertuanya menerima dengan baik keluarganya bahwa kedua mertuanya juga menganggap kakak dan kakak iparnya sebagai anak dan menantu mereka sendiri. Tidak pernah Eve melihat dan merasakan bahwa kedua mertuanya itu membedakan mereka.


“Paman, bibi, kak Tala.” Panggil seorang wanita muda dengan setelan kerjanya berlari dengan semangat bahkan wanita muda itu melepaskan genggaman tangan dari sang kekasih.


Geya wanita muda itu memeluk ayah Davka dengan erat ayah Davka yang melihat keponakannya sangat manja kepadanya sangat senang. “Geya sangat merindukan paman.”


Geya melepaskan pelukannya lalu beralih memeluk ibu Dhara, “Geya juga sangat merindukan bibi, Geya rindu masakan bibi asal bibi tau satu hari berasa satu tahun.” Tala memutar bola matanya malas. Teman ibunya membuat drama adalah Geya sepupunya sendiri.


Geya datang memeluk Tala dan mencium pipi Tala dengan gemas membuat Tala berusaha menghindar namun sayang gerakan Geya lebih cepat.


Lihat pasti bekas lipstik milik Geya bersemayam di kedua pipinya. Tangan Orion mencolek badan Geya dengan kesal karena dia melihat bahwa Geya memeluk dan mencium ayah, granny, dan grandpanya.

__ADS_1


“Ohhh siapa pria tampan dan menggemaskan ini apakah dia keponakan ku.” Ujar Geya dengan kedua tangannya diletakkan di pipi karena merasa gemas. “Dia sangat tampan sekali.”


Axel Barata yang baru datang hanya bisa tersenyum melihat apa yang dilakukan kekasihnya itu, “lihat begitu mudah dia melupakan aku saking bahagianya aku seperti diduakan.” Satu lagi yang suka membuat drama menemani ibu Dhara dan Geya yaitu Axel Barata.


“Sepertinya kalian sangat cocok memenangkan piala Oscar.” Ucap Tala dengan malas sembari merangkul pinggang Eve.


Geya menatap ke arah Eve begitu juga sebaliknya. Geya tersenyum canggung, “Maafkan aku kak Eve.” Ucap Geya dengan tulus membuat Eve merasa tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


Eve menatap ke arah Tala dan Tala menganggukkan kepalanya sembari tersenyum, “dia sudah berubah dari Mimi peri menjadi Power rangers.”


Geya yang mendengarnya mengerucutkan bibirnya kesal bagaimana bisa dia yang cantik jelita dan mempesona ini dikatai Mimi peri dan apa itu tadi Power Rangers.


Axel tertawa mendengar perkataan Tala begitu juga dengan ayah Davka dan ibu Dhara. Mereka saat ini sedang melepas rindu di bandara sembari menunggu barang-barang mereka dibawakan oleh para pengawal.


Joha merasa sangat senang bahwa kini Eve sudah diterima dengan baik Joha tau betapa bencinya Geya dulu kepada Eve karena Geya yang cemburu akan perhatian dari Tala kepada Eve sedangkan kepada Geya sangat cuek dan dingin.


“Iya.” Jawab Eve seadanya.


“Lihat dia bahkan tidak mau disentuh oleh mu karena penampilan mu seperti nenek sihir.” Celetuk Tala membuat Geya menghentakkan kakinya karena merasa kesal.


“Kakak ipar kenapa kamu berbicara seperti itu kepada pujaan hati ku dia sangat cantik seperti bidadari.” Ujar Axel membela kekasihnya itu.


“Diam kau bocah tengil.” Ujar Tala.


“Namanya Sky Orion.” Jawab Eve dengan lembut.


“Jangan lupa tambahkan Werawan bunda sayang.”


“Aduh siapa gadis kecil yang sangat cantik ini?” Tanya Geya lagi melihat anak kecil membuat kesenangan sendiri bagi Geya hal itu membuat Axel jatuh dalam pesona Geya berkali-kali lipat tidak salah dia memilih Geya dan membuat Geya menerima cintanya.


“Halo nama ku Jean Aurora Abraham onty.” Airen memperkenalkan Jean kepada Geya dengan suara bayinya.


“Kamu pasti sepupunya Sky Orion ya.” Ujar Geya namun sama halnya dengan Orion, Jean tidak mau dipegang oleh Geya karena mengantuk.

__ADS_1


“Maafkan dia Nona, dia sedang mengantuk.” Ujar Airen saat melihat wajah Geya murung.


“Sayang jika kamu mau maka kita akan membuatnya.” Celetuk Axel dan mendapatkan jeweran di telinganya dari ibu Dhara.


“Harus menikah dulu bocah nakal.”


“Iya bibi, iya.” Jawab Axel meringis kesakitan.


Dari jauh Gulzar Adwitya berjalan mendekat sehingga membuat Eve menatap sepupu angkatnya itu, “kak Zee.” Ucap Eve dengan lirih.


“Halo Eve bukan Lizzy selamat datang.” Ucap Gulzar dengan nada yang datar dan senyum yang canggung.


“Halo Tuan Adwitya saya Johannes Abraham kakak kandung dari Lizzy.” Joha sedari tadi sudah menunggu kedatangan keluarga angkat adiknya itu.


Kedua pria itu berjabat tangan, sementara Geya menepi dan merapatkan tubuhnya ke Axel dan Axel tersenyum ke arah kekasihnya itu sembari menggenggam tangannya dengan erat.


“Baiklah acara penyambutan ini sebaiknya dilanjutkan di mansion saja karena semuanya sudah selesai dan siap.” Ujar ayah Davka.


“Kami pamit dulu ayah ibu, Lizzy.” Ujar Joha. Lizzy memandang sedih ke arah kakaknya itu.


Gulzar yang melihatnya ada tatapan terluka.


‘Pilihan mu sudah benar Geya.’ Ucap Geya dalam hatinya saat melihat pandangan Gulzar yang menatap Eve dengan terluka dan penuh kerinduan itu.


“Saya juga tidak ikut Tuan Davka dan Nyonya karena saya ada urusan setelah ini. Eve bukan Lizzy bisakah aku memeluk mu?” Pinta Gulzar.


Eve menatap ke arah Tala untuk meminta persetujuan, “tidak boleh karena kalian bukanlah saudara kandung.” Ujar Tala dengan tegas membuat Gulzar menatap sedih namun berusaha untuk tersenyum.


“Tapi, kamu boleh berkunjung kapan pun kamu mau jika merindukannya asal tidak berdua.” Bukan karena apa Tala ingin menjaga istrinya dengan baik termasuk bersentuhan dengan laki-laki lain yang bukan muhrimnya.


Gulzar mengangguk mengerti dan menatap ke arah Geya dan Axel yang saling berpegangan tangan dengan erat tersebut. Hatinya tentu saja tersayat melihatnya apalagi tadi dari jauh melihat Geya dan Axel yang menempel bagaikan perangko. Sementara Geya sengaja menyandarkan kepalanya di lengan kekar Axel dan menghindar dari tatapan Gulzar yang mengarah ke arahnya.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2