Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 116. Risih dan Geli


__ADS_3

Ibu Dhara, “…”


Anaknya Nabastala memang benar-benar keterlaluan karena mengatakan padanya tentang kulitnya yang akan keriput jika marah-marah.


“Sebut saja bahwa kamu tidak mu diomeli ibu.” Ujar ibu Dhara membuat Tala tersenyum mendengarnya walaupun ibu Dhara tidak bisa melihatnya.


“Ibu sudah tau itu lagian siapa yang mau diomeli ibu. Ibu juga pasti tidak mau bukan!?” Ibu Dhara yang mendengarnya kembang kempis hidungnya dan dadanya naik turun.


“Berikan ponsel mu ke putri ibu, ibu tidak mau berbicara dengan mu.” Ujar Ibu Dhara merasa kesal dengan sikap ketengilan anaknya itu namun tidak bisa dipungkiri bahwa anaknya sudah kembali seperti dulu.


Selama kurang lebih tiga tahun ini anaknya tidak pernah bercanda seperti ini lagi kepadanya hanya ada wajah datar dan kesedihan di matanya.


“Baiklah tapi ingat ibu jangan berbicara keras-keras karena saat ini Eve sedang tidak baik-baik saja jangan mengomelinya cucu ibu saat ini baru saja tertidur karena dia sedang demam.”


“Apa kamu pikir ibu akan mengomeli putri ibu karena dia memilih pergi dari mu huh kamu sungguh tidak tau malu malah ibu akan menyuruh Eve untuk jangan menerima mu.” Lihat jika sudah bersangkutan dengan Eve maka dia akan dianak tirikan.


Namun, Tala merasa senang bahwa rasa kasih sayang ibunya ke Eve sangat besar sehingga membuat Eve merasa nyaman begitu juga dengan ayah Davka.


Ibu dan ayahnya adalah yang terbaik dan tidak tergantikan mereka adalah panutan bagi dirinya.


“Ibu lain kali aja ini sudah malam nanti kasihan kalau cucu ibu terbangun mendengar suara cempreng milik ibu yang ada nanti cucu ibu takut apakah itu suara nenek Lampir atau bukan.” Tala memang sudah keterlaluan.


Ibu Dhara, “…”


‘Ap-apa nenek Lampir…!”


Ingin sekali rasanya ibu Dhara memukul anaknya itu jika berada di dekatnya berani-beraninya Tala mengatakan hal itu kepadanya.


“Cepat berikan ponselnya ke putri ibu, ibu ingin berbicara dengan putri ibu bukan kamu!” Tala menghela nafasnya dengan sabar. Memang kesalahan dirinya karena tidak memberi kabar mengenai keadaan dirinya dan juga mengenai keberadaan Eve dan Orion.


Eve keluar dari kamar membuat Tala menoleh ke arah Eve dan Eve bisa melihat bahwa Tala bernafas dengan lega melihatnya yang keluar dari kamar.


“Bunda, ibu ingin berbicara dengan mu. Tadi, ayah dimarahi oleh ibu…!” Adu Tala ke arah Eve sedangkan di seberang sana ibu Dhara melongo tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh putranya itu. Entah kenapa melihat Tala yang bersikap seperti membuat ibu Dhara merasa geli.

__ADS_1


Sementara ayah Davka mengerjapkan kedua matanya menatap tidak percaya melihat anaknya yang memanggil menantunya dengan sebutan ‘bunda’ apalagi dengan sikap manjanya.


Eve, “…”


‘Dia sedang kemasukan roh halus ya kenapa sih jadi aneh…!?


Jika asisten Kaivan dan sekretaris Diego mendengar Tala berbicara dengan nada seperti itu maka mereka juga akan ikutan geli dan merasa merinding.


Ibu Dhara dan ayah Davka diam selama hampir satu menit setelah mendengar perkataan Tala kepada Eve mereka penasaran dengan reaksi Eve apakah menantu mereka itu bersikap seperti dulu ke Tala baik, sopan, anggun, dan penurut.


“Sepertinya kamu harus mandi kembang tujuh rupa untuk menghilangkan roh halus yang masuk ke badan kamu.” Tanpa sengaja Eve membuat kesalahan Eve segera menutup mulutnya ketika dia sadar bahwa dia telah membuat kesalahan dan sementara Tala sudah memasang wajah tersenyumnya.


“Ayah senang jika bunda sering membuat kesalahan dengan memanggil ayah seperti itu. Itu artinya bunda suka dan ingin ayah cium.” Ibu Dhara dan ayah Davka menatap satu sama lain mendengar perkataan putra mereka. Apalagi setelah sekian lama mereka baru bisa mendengar suara menantu mereka nadanya tidak seramah dulu malah terkesan datar tanpa emosi.


“Enyahlah dari sini.” Ujar Eve setelah mengambil ponsel dari tangan Tala dan meletakkan ke telinganya. Sekilas mata Eve melihat bahwa sambungan telepon itu sudah dikeraskan sehingga membuat Eve menatap horor ke arah Tala wajah Eve sudah memerah karena memikirkan tentang perkataan Tala kepadanya barusan yang pasti sudah didengar oleh ibu Dhara dan ayah Davka.


“Ha-halo ibu, ayah.” Sapa Eve dengan gugup dan melipat bibirnya ke dalam lalu menggigit-nya dengan pelan.


Ibu Dhara menegakkan tubuhnya mendengar suara Eve yang menyapa dirinya sementara ayah Davka mendekatkan badannya ke arah ibu Dhara untuk mendengar percakapan lebih leluasa. “Ayah ih kenapa sih jangan dekat-dekat deh panas tau.” Keluh ibu Dhara.


Lihat sekarang mereka jadi berdebat setelah mendengar sapaan dari Eve Tala yang mendengarnya menyandarkan badannya ke dinding dan memutar bola matanya dengan malas.


Sebenarnya ingin sekali Tala mematikan sambungan telepon tersebut karena sudah tidak sabar memberikan hukuman kepada Eve yang akan sangat menguntungkan dirinya tentunya. Apalagi ibu Dhara dan ayah Davka sedang berdebat di seberang sana.


Tala segera mengambil ponsel miliknya dan mendekatkan badannya ke arah Eve padahal berbicara dengan posisinya yang seperti tadi tidak jadi masalah dasar Tala saja suka mengambil kesempatan dalam kesempitan.


‘Kenapa lagi sih menempel begini padahal kan bisa berbicara di tempat yang tadi…!’


“Jika ibu dan ayah masih berdebat maka akan Tala matikan.”


Eve sungguh risih melihat Tala yang menempelkan badannya ke arah dirinya. Tala melihat ada sofa di depan dan dengan segera Tala menggendong Eve beruntung Eve tidak memekik kaget melihat apa yang dilakukan Tala kepadanya.


Tala menggendong Eve seperti koala dan Eve yang reflek melingkarkan kakinya ke pinggang Tala dan memegang ponsel yang diberikan Tala kepadanya.

__ADS_1


Tala mendudukkan Eve di atas sandaran sofa sehingga membuat posisi keduanya sangat intim dengan Tala yang berdiri menghadap ke arah Eve dan Eve yang duduk.


Ibu Dhara dan ayah Davka terdiam mendengar perkataan anaknya itu ingin sekali rasanya ibu Dhara menjambak rambut Tala dan mengacaknya lalu mencubit pinggang atau lengan Tala sampai Tala memekik kesakitan dibuatnya. Namun, ibu Dhara harus menahannya karena saat ini berbicara dengan menantunya lebih penting daripada meladeni anaknya yang mulai tengil.


“Jangan.” Pekik ibu Dhara membuat Eve sedikit menjauhkan telinganya dari ponsel. Tala menggelengkan kepalanya belum cukup keterkejutan Eve melihat apa yang dilakukan Tala kini Eve harus dibuat terkejut dengan pekikan dari ibu Dhara.


“Menjauhlah!” Usir Eve membuat ibu Dhara salah sangka.


“E-Eve.” Ucap ibu Dhara dengan lirih membuat Eve dengan cepat meluruskan kesalahpahaman.


‘Kenapa jadi begini, ini apa tangannya jangan melingkar seperti ini’


“Ibu maksud Eve bukan ibu heheh tapi ibu tau sendiri lah…” Ujar Eve dan memasang wajah datarnya ke arah Tala apalagi dengan posisi mereka saat ini. Jika orang melihatnya akan salah paham. “Bagaimana kabar ibu dan ayah?” Tanya Eve dengan lembut sementara Tala tetap mengukung Eve dan menatap Eve yang sedang berbicara dengan ibu Dhara dan ayah Davka.


Sebenarnya dengan posisi seperti ini membuat Eve sangat risih apalagi dengan Tala yang tersenyum manis ke arahnya dan matanya yang menatapnya penuh kedambaan apalagi saat ini tangan Tala terulur merapikan rambutnya dengan menyelipkannya di belakang daun telinganya.


Eve mendengar ibu Dhara bercerita sembari menatap tajam ke arah Tala yang mengucapkan kata ‘cantik’ kepadanya membuat pipi Eve memerah saat melihat bibir itu berucap.


“Jadi, Eve putri ibu dan ayah kamu jangan mudah menerima Tala kembali dan---“ Tala langsung merebut ponsel di tangan Eve dan mematikannya.


“Ibu belum selesai berbicara tidak sopan seperti itu!” Ujar Eve yang masih sangat ingin berbicara dengan ibu Dhara dan ayah Davka.


Di seberang sana ibu Dhara sudah mencak-mencak karena merasa kesal sambungan telepon itu diputus bahkan Tala sudah menonaktifkan datanya. Ayah Davka hanya pasrah menjadi sasaran dari istrinya itu yang merasa gemas dan kesal di waktu bersamaan menerima pukulan kekesalan dari istrinya terhadap anaknya itu.


“Ini pasti ulah Tala! Anak itu memang benar-benar…iiiihhhhhh awas aja jika dia sudah kembali maka akan ibu sunat-kan dua kali.”


*Bersambung*


Untuk saat ini Lunar update 1 aja ya karena kesibukan di dunia nyata lumayan apalagi Lunar harus mengejar sidang di bulan puasa dan mau melaunching story' baru dan ikut lomba di NT "WANITA MANDIRI" lagi.


Tapi, tenang saja Lunar akan update banyak setiap harinya belum untuk tanggal awal aja.


Selamat menjalankan ibadah puasa bagi menjalankan. Semoga berkah dan diberi nikmat sehat, ketenangan dan kedamaian aamiin.

__ADS_1


Mohon maaf lahir dan batin🙏🙏🙏apabila ada banyak kesalahan baik yang disengaja maupun tidak.


__ADS_2