
Malam harinya Orion tidak mau lepas dari Tala sehingga membuat Tala memang benar harus menginap di sini.
Eve sudah berusaha untuk membujuk anaknya itu namun semuanya sia-sia begitu juga dengan Joha.
Sementara Jackson yang melihatnya dengan sigap menyuruh orang suruhannya untuk membawa pakaian Tala ke rumah Eve.
"Semuanya sudah siap barang-barang mu sudah ada di sini semua!"
Eve, "..."
'Dasar tidak sopan'
Joha memijat pelipisnya pusing, "aku tidak apa-apa kak lagian kan ada Cici dan ada Orion. Nanti setelah Orion tidur aku akan menyuruhnya untuk tidur di sofa."
Joha tadi membawa Eve untuk berbicara berdua. Joha tidak tau kenapa adiknya terlihat sangat santai sekali.
"Kalau dia menyakitimu atau melakukan hal yang kurang ajar segera telepon kakak oke." Ucap Joha dan Eve menganggukkan kepalanya menatap ke arah Joha sembari tersenyum.
Joha melirik ke arah Tala dengan tatapan tajamnya sementara Tala hanya memasang ekspresi datarnya.
'Dasar tidak sopan kepada kakak ipar'
Kini di dalam ruang tamu itu hanya ada Eve, Tala dan Orion yang sedang bermain mobil-mobilan dengan ditemani Tala.
Bahkan semenjak ada Tala Orion seolah melupakan dirinya.
Apakah Orion begitu sangat merindukan ayah kandungnya atau sebegitu mudahnya kah dirinya digantikan di hati anaknya itu.
Sebuah tangan besar menghapus air mata Eve yang menetes di pipinya. Tatapan kedua orang itu sama-sama nanar.
"To-tolong ja-jangan menangis." Ujar Tala dengan lirih.
Eve melepaskan kedua tangan Tala yang ada di pipinya lalu menoleh ke anaknya yang sedang menatap ke arah dirinya dan Tala.
"Orion melihatnya." Ujar Eve dengan datar. Eve tidak ingin mengotori mata anaknya yang masih sangat polos dan lugu melihat apa yang dilakukan oleh Tala kepadanya.
Tala memandang ke arah Orion yang sedang memandang keduanya dengan polos.
Tala mengambil Orion dan di dudukkan di pangkuannya. "Apa dia sangat merepotkan?" Tanya Tala sembari memegang kedua tangan Orion dengan gemas dan menepuknya sesekali mencium tangan mungil yang berisi itu.
"Tidak. Sama sekali tidak pernah bahkan dari dalam kandungan dia sama sekali tidak pernah merepotkan dia selalu tenang dan selalu mengerti namun sedikit usil dengan Jean."
"Aku rasa sifat tenangnya dan pengertiannya menurun dari ibunya." Ujar Tala dengan tulus memandang ke arah Eve sembari menyunggingkan senyumnya.
Eve, "..."
__ADS_1
Mendapat balasan datar dari Eve membuat Tala murung sembari menguatkan di dalam hatinya untuk lebih kuat lagi.
"Sepertinya Orion sudah sangat mengantuk." Ujar Tala saat melihat mata anaknya yang mulai sayu.
"Bu-bu-bu mi-mi-mi..." Ujar Orion sembari mengarahkan tangannya ke arah Eve.
Akhirnya Orion membutuhkannya rasanya sangat hampa saat anak tidak membutuhkan atau menginginkan kita.
Mungkin semua ibu juga merasakan hal yang sama sepertinya atau hanya dirinya saja yang terlalu sayang atau terlalu lebay.
Eve mengambil Orion dari Tala namun tangan Orion memegang tangan Tala seolah takut bahwa Tala akan pergi jauh darinya.
Eve kaget tentu saja bagaimana dirinya harus menyusui Orion jika seperti ini.
Biasanya Orion akan menyusu langsung darinya tanpa botol.
Eve melepaskan tangan Orion dari Tala namun Orion malah merengek dan meronta-ronta sembari mengambil tangan Tala.
Tala yang melihatnya memberikan tangannya kepada Orion.
"Sayang bagaimana bunda bisa menyusui mu jika kamu memegang tangan ayah seperti ini." Ujar Eve dengan lembut.
Tala yang mendengar bahwa Eve memanggilnya ayah hatinya bergetar terasa ada kupu-kupu terbang di dalam perutnya bahkan saat ini telinga Tala memerah karenanya.
"No no no no ya ya ya...ni ni ni ni..." Eve bingung dengan tingkah putranya saat ini.
Eve menggaruk alisnya yang tidak gatal sungguh saat ini dirinya sangat malu apalagi Tala yang memerhatikan Orion yang mendusel-dusel dengannya dan tangan Orion yang menarik baju-bajunya.
"Okay baiklah kita ke kamar dan tidur di kamar ya bersama bunda. Kamu tunggu di sini dulu." Ujar Eve kepada Tala.
Namun bagaimana bisa Eve membawa Orion ke kamar sementara Orion terus meronta dan ingin ada Tala di sampingnya.
"Ekhm sepertinya aku harus ikut lagipula kita suami istri." Ujar Tala sembari menahan perasaan senang di dalam hatinya.
'Kenapa jadi begini sih'
Eve melangkahkan kakinya dan Tala berjalan sejajar dengan Eve karena anaknya itu memegang tangannya.
Sesampainya di kamar Eve segera merebahkan tubuh Orion dan juga dirinya namun tangan Orion tidak mau lepas dari Tala.
"Jangan melihat ke sini awas jika kamu lihat ke sini." Ujar Eve melihat Orion yang tidak mau lepas dari Tala.
Tala, "..."
'Sejak kapan dia mulai mengancam seperti ini. Semakin terlihat dewasa dia semakin berani'
__ADS_1
"Apa yang kamu pikirkan cepat segera alihkan pandangan mu jangan mengintip nanti mata mu bintitan."
Tala, "..."
Ingin sekali protes mendengar ucapan dari Eve yang masih menjadi istrinya namun saat melihat Orion yang sudah berair matanya dan sudah tidak sabar namun Orion masih belum nangis.
Suara kecap dari mulut Orion membuat Tala panas dingin mendengarnya.
Saat ini posisi Tala sedang duduk di punggung Eve yang membelakanginya karena menyusui Orion anak mereka.
Andai saja semua tidak menjadi rumit seperti ini dirinya bisa bebas melihat hal itu bahkan merasakan dan menyentuhnya.
Oh tidak pikiran Tala berkelana ke mana-mana. Benda yang berada di bawahnya sudah mulai terasa sesak.
'Sadarlah Tala bukan untuk saat seperti ini. Itu masih jauh'
Mata Orion sudah mulai terpejam dan pegangan tangannya dari Tala mulai melemah.
Terkadang kecepatan Orion menyusu sangat cepat apalagi gigi Orion sudah tumbuh beberapa batang terkadang anaknya itu menggigit ujung buah miliknya sehingga membuat Eve meringis.
"Shhh." Eve mendesis saat merasakan bahwa anaknya itu menggigit ujung buahnya.
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Tala dengan nada khawatir sembari tetap menatap ke arah depan dan tidak berani untuk menolehkan kepalanya ke belakang mengikuti apa yang dikatakan oleh Eve tadi.
"Ssssst!" Pertanyaan khawatir Tala malah membuat mata Orion kembali terbuka dan pegangan Orion di tangan Tala kembali kuat.
Tala merasa bersalah karena pertanyaannya dan perasaan khawatirnya ketika mendengar suara Eve yang mendesis seperti menahan sakit membangunkan anaknya yang mulai tertidur.
Orion melepaskan mulutnya dari buah milik Eve lalu bangkit dengan menampilkan senyumnya membuat Eve menghela nafasnya melihat anaknya yang tidak jadi tidur itu padahal tadi matanya sudah mengantuk.
Orion berdiri dan memegang pundak Tala membuat Tala menolehkan kepalanya menatap ke arah anaknya.
Sementara Eve segera mengambil bantal yang berada di sampingnya untuk menutupi buah miliknya yang menggantung karena belum dikancingi.
"Sudah aku bilang jangan menolehkan kepala mu ke belakang." Eve merasa geram rasanya apalagi Orion terbangun.
Jika begini akan sudah untuk menidurkan Orion kembali.
Tala menggaruk kepalanya gatal merasa bingung dengan Eve bukankah dirinya sudah melihat semuanya dan menyentuhnya serta merasakannya namun kenapa Eve melarangnya apalagi mereka sepasang suami istri.
"Bukankah ada Orion karena ada kontribusi adanya aku."
Eve, "..."
'Ingin sekali aku sumpal mulutnya dengan sambal balado'
__ADS_1
"Jangan berbicara yang tidak-tidak ada Orion!" Ujar Eve dengan geram dan suara rendahnya menahan intonasi nadanya agar anaknya tidak merasa terkejut dan terganggu psikisnya.