Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 122. Menjadi Kompor!


__ADS_3

Tala duduk di sebelah Eve dan menempel dengan Eve bahkan tangannya melingkar di pinggang ramping Eve seolah menunjukkan kepada dokter Raka bahwa Eve adalah miliknya tidak akan Tala biarkan seseorang memiliki Eve selain dirinya.


Eve menatap ke arah Tala yang dengan memegang erat pinggangnya dahinya mengernyit dengan apa yang dilakukan Tala. Sementara Tala memberikan senyumannya kepada Eve yang kini menatapnya lalu menatap tajam ke arah dokter Raka.


Dokter Raka melihat semua apa yang dilakukan oleh Tala dia tau bahwa Tala saat ini sedang cemburu dengannya.


“Jadi, kapan akan fitting baju?” Tanya Joha membuat Airen menahan nafasnya dan menatap ke arah Tala yang terlihat sangat tidak suka memandang ke arah dokter Raka.


Suaminya ini memang benar-benar suka sekali mencari gara-gara.


“Besok bagaimana Eve kamu bisa kan lagian mami aku sudah sangat ingin bertemu dengan mu katanya rindu apalagi dengan Orion.” Ucap dokter Raka sembari menahan tawanya dan mencium pipi Orion dengan gemas.


“Jangan mencium anakku kamu hanyalah orang asing.” Ucap Tala dengan tegas dan sangat tidak suka. Eve melirik ke arah Tala sembari menggelengkan kepalanya.


“Dia sudah aku anggap sebagai anakku lagipula Orion terlihat sangat nyaman dan Lizzy juga tidak masalah.” Ujar dokter Raka dengan tersenyum. “Aku kan daddy-nya.” Wajah tengil dokter Raka tampakkan ke Tala.


Tala mencengkram erat pinggang Eve sehingga membuat Eve meringis, “bunda kenapa?” Tanya Tala dengan wajah paniknya saat mendengar Eve meringis.


“Jangan mencengkram erat pinggangku.” Bisik Eve di telinga Tala orang-orang yang melihat keduanya menatap dengan pandangan yang berbeda.


“Maafkan ayah.” Ujar Tala dengan memasang wajah memelasnya.


“Oh iya Lizzy tadi aku baru dapat pesan teks dari mami bahwa dia ingin bertemu dengan mu hari ini dan juga Orion kamu tidak ada kesibukan kan?” Tanya dokter Raka sembari memasukkan ponsel di dalam sakunya.


“Tidak.”


“Ada.”


Eve dan Tala menjawab berbeda Tala melihat ke arah Eve yang menjawab tidak, “apa yang kalian maksud dengan pernikahan?” Tanya Tala dengan tajam sudah cukup dirinya bersabar kali ini.

__ADS_1


“Tentu saja pernikahan ku Tuan Nabastala.” Jawab dokter Raka dengan enteng, “memangnya pernikahan siapa lagi!”


“Atau jangan-jangan Tuan Nabastala ini berpikir bahwa yang akan menikah adalah Lizzy? Bukankah jika orang saling cinta dan menikah harus ada kepercayaan di antara satu sama lain?” Dokter Raka sengaja memanas-manasi Tala.


Tala yang mendengarnya terdiam namun pandangannya sangat tajam ke arah dokter Raka. “Tentu saja aku percaya dengan istriku namun aku tidak percaya dengan orang lain.”


Airen mengerjapkan kedua matanya mendengar situasi yang semakin memanas, “kalau begitu berarti aku boleh membawa istri Anda dan anak Anda untuk menemui mamiku?” Tanya dokter Raka.


Dokter Raka sudah tau jawaban yang akan dikeluarkan oleh Tala pasti tidak namun dirinya ingin bermain-main dengan Tala lagipula dia sudah mendapatkan izin dari Joha untuk berakting.


Joha terlihat sangat puas dengan wajah memerah yang ditampakkan Tala. “Benar apa yang dikatakan Raka kalau kamu percaya dengan Lizzy maka kamu akan membiarkan Lizzy dan Orion untuk ikut pergi bersama Raka untuk menemui mami-nya Raka.”


“Kalau begitu aku akan menanyakan balik kepada kak Joha jika kak Airen bertemu dengan mantan suaminya dan mantan suaminya mengejar kak Airen serta meminta kak Airen untuk ikut dan kembali kepadanya apakah kak Joha akan tinggal diam saja?


“Atau jika di sini yang datang adalah mantan suami kak Airen dan keluarga dari suaminya ingin meminta maaf dan ibunya mantan suami kak Airen sedang sakit lalu meminta kak Airen untuk kembali dengan anaknya apakah kak Joha akan melepaskannya begitu saja setelah susah payah mendapatkan kak Airen?”


Tala menatap ke arah kakak iparnya itu dengan tegas dan Joha hanya mampu terdiam dengan pertanyaan Tala. Tidak salah perusahaan milik keluarga Werawan berkembang pesat dan maju melihat direkturnya yang pandai dan jenius.


Dalam situasi seperti ini Tala masih menggunakan akalnya dengan baik tanpa mengikuti emosi yang memuncak di dalam dirinya dengan membalikkan keadaan begitu mudah hanya dengan kata-katanya.


Airen mengulum senyumnya mendengar pertanyaan provokatif dari Tala yang dilayangkannya kepada suaminya itu. “Jika dokter Raka ingin mengajak istriku dan anakku untuk datang menemui maminya maka aku harus ikut. Lagipula di sini aku adalah suami dari Lizzy siapa pun tidak berhak ikut campur atas perizinan yang aku berikan.”


“Bagaimana bunda apa bunda mau ikut pergi jika ada ayah yang menemani. Jika bunda tidak mau berarti ayah tidak mengizinkan bunda ikut dengan dokter Raka apalagi harus membawa Orion.” Saat Tala berbicara dengan Eve nadanya kembali melembut dan menatap ke arah Eve dengan pandangan sayangnya.


“Kenapa bertanya kepadaku?” Tanya Eve yang kebingungan kenapa harus dirinya yang ditanyakan.


Tala mengangguk mengerti, “dokter Raka bisa menafsirkan dengan sendirinya bukan melalui apa yang dikatakan oleh istri saya tadi itu artinya tanpa izin saya Elizabeth Abraham tidak bisa pergi. Jadi, jika Anda ingin mengajak istri saya dan anak saya maka saya harus ikut.”


“Tidak masalah.” Jawab dokter Raka dengan enteng dokter Raka sama sekali tidak memikirkan Tala yang memasang bendera perang di hadapannya lagipula dirinya sudah tau dan ingin melihat kesungguhan Tala apakah benar Tala memang sangat mencintai Eve.

__ADS_1


...***...


Di dalam mobil Tala memasang wajah kesalnya karena mereka berada di dalam satu mobil dengan dokter Raka tadinya Tala sudah menolak bahwa mereka akan pergi dengan mobil yang berbeda namun Orion putranya ingin menempel dengan dokter Raka.


Melihat kedekatan Orion dengan dokter Raka juga membuat ayah yang saat ini baru satu anak itu juga cemburu.


Eve tidak memedulikan Tala yang sedang memasang wajah kesalnya ke arah dokter Raka dan juga tidka peduli dengan Tala yang menggenggam tangannya posesif.


“Apakah kesehatan mami sudah membaik kak Raka?” Tanya Eve untuk memecah keheningan Eve. Dokter Raka menolehkan kepalanya dengan Orion yang berada di pangkuannya karena saat ini dokter Raka duduk di depan bersama dengan sopir.


“Iya mami sudah membaik hari ini mami baru pulang dari rumah sakit dan semakin bersemangat untuk sembuh apalagi akan bertemu dengan kalian.”


Tala yang melihat percakapan antara Eve dan dokter Raka sesekali mengecup tangan Eve dengan lembut seolah menunjukkan bahwa Eve adalah miliknya dan tidak akan Tala biarkan Eve lepas atau pergi darinya lagi.


Eve melepaskan genggaman tangan tersebut tidak bisa karena jika tidak Tala akan menciumnya langsung di hadapan dokter Raka, Orion dan sopir yang menyetir mobil ini.


“Jika bunda melepaskan genggaman tangan ini ayah tidak akan segan-segan mencium bunda dengan agresif seperti semalam.” Bisik Tala di telinga Eve.


Bukannya Eve takut dengan apa yang dilakukan Tala namun Eve tidak ingin malu melihat apa yang dilakukan Tala kepadanya karena suaminya itu tidak akan segan-segan jika sudah berucap apalagi ada Orion di dekat mereka Eve tidak mau mata polos anaknya ternodai melihat kelakukan dari ayah yang sudah sekali menyosor ke bundanya itu.


‘Dia memang sungguh menyebalkan’ --- Eve


‘Cih, dasar playboy’ --- Tala


 


*Bersambung*


 

__ADS_1


__ADS_2