
Tala bersenandung di pagi hari sembari memasakkan sarapan buat dirinya dan Eve.
Suasana hati pria dengan satu istri dan satu anak itu terlihat lebih segar mungkin karena mendapatkan semangat batinnya semalam setelah kurang lebih tiga tahun tidak melakukannya.
Tangan Tala dengan cekatan menyiapkan sarapan buat mereka sementara Eve masih tertidur pulas di atas tempat tidur karena kelelahan.
Saat Tala mengingat permainan yang mereka lakukan membuat Tala tersenyum tidak jelas seperti orang gila.
Mungkin giginya akan kering karena kebanyakan tersenyum.
Suara bel kamar hotel berbunyi membuat Tala menghentikan kegiatan memasaknya pasti itu adalah seseorang yang sangat ditunggunya.
“Pangeran ayah.” Ujar Tala dengan semangat menyambut anaknya itu yang dibawa oleh ibu Dhara.
“Kenapa ibu yang mengantarnya?” Tanya Tala yang berada di depan pintu.
Ibu Dhara memandang sinis ke arah putranya itu sementara ayah Davka yang di belakang hanya diam melihat interaksi istri dan anaknya yang terkadang seperti Tom dan Jerry.
“Tentu saja ibu memangnya siapa lagi tidak akan ibu biarkan orang lain memegang cucu ibu.” Ujarnya dengan sinis.
“Terimakasih ya ibuku sayang dan ayah sudah mengantar putraku yang tampan ini.” Ucap Tala. “Sekarang ibu dan ayah boleh pergi.”
Ayah Davka menghela nafasnya dengan berat anaknya itu memang suka sekali membuat istrinya kesal. Sebelum ibu Dhara mengoceh, “kalau begitu nikmatilah waktu bersama keluarga kecil kalian.”
“Ayah apaan sih ibukan pengen masuk dan lihat putri ibu.” Protes ibu Dhara.
“Tidak ada ibu tidak boleh masuk putri ibu masih tidur karena lelah. Sebaiknya ibu pergi kencan bersama ayah untuk hari ini Orion bersama dengan kedua orangtuanya.” Tegas Tala.
Orion dan Eve menjadi rebutan ibu dan Tala.
“Apa yang kamu lakukan kepada Eve?” Tanya ibu Dhara sembari memicingkan matanya.
“Membuat adik untuk Orion, bye bye ibu ku yang cerewet dan ayah I love you…bakk.” Tala menutup pintu dengan keras membuat ibu Dhara menatap syok dengan apa yang dilakukannya.
“Anak itu benar-benar ayah lihatkan dia anak siapa sih?” Ayah Davka menggaruk telinga sebelah kanannya yang gatal mendengar istrinya yang mengomel.
__ADS_1
“Ibu sudahlah mendingan kita kembali ke mansion dan bermain dengan cucu perempuan kita.” Ujar ayah Davka.
‘Tapi, tunggu…membuat adik!” Ibu Dhara berucap dengan matanya yang berbinar ibu Dhara menampar lengan ayah Davka saking senangnya, “itu artinya cucu kita akan bertambah ayah ayo sekarang kita pulang ayah biarkan mereka menikmati waktu sebagai keluarga kecil itu.”
Tadi mengomel tidak terima dan kesal sekarang lihatlah betapa cepat berubah suasana hati istrinya itu ketika mendengar bahwa Tala akan menambah cucu buat mereka.
“Anak ayah duduk di sini dulu ya ayah mau melanjutkan sarapan buat bunda mengerti.” Orion mengangguk dengan gemas.
Tala sudah menyiapkan kursi bayi tentunya tidak sendiri Tala menyuruh pengawalnya untuk membeli kursi bayi yang terbaik berlebihan memang dan menyiapkan cemilan buah buat Orion.
Beruntung tadi Tala sempat mematikan kompor sehingga makanannya tidak gosong, Tala yang bersenandung dengan Orion yang berceloteh membuat Eve yang berada di kamar mengerjapkan kedua matanya.
Bahkan kepala Orion digerakkan ke kanan dan ke kiri mengikuti alunan yang dibuatkan oleh ayahnya itu.
Eve keluar dari kamar setelah selesai membersihkan diri, berjalan dengan pelan sembari memegang pinggangnya yang terasa pegal.
“Bu-bu-buna…” Teriak Orion dengan semangat sembari menggoyangkan kaki dan tangannya membuat Tala menoleh menatap ke arah Eve yang berjalan mendekat ke arah putra mereka.
“Ayah tidak dicium?” Tanya Tala saat melihat Eve mencium Orion di seluruh wajahnya.
“Sepertinya dia marah karena banyak jejak peninggalan aku di sana.” Emang prasasti ya harus ada jejak peninggalan.
“Bunda sangat merindukan mu.” Ucap Eve sembari menyusui Orion.
Tangan Orion tampak lengket lalu mata Eve melihat ada sebuah kantong di atas meja dan Eve segera mengambilnya untuk membersihkan tangan putranya itu.
“Kamu sangat lengket sayang. Lihat baju mu terkena noda buah.” Ujar Eve kepada Orion sembari menepuk bokong Orion.
Orion memainkan baju Eve dan sesekali tangannya menyentuh wajah Eve sedangkan Eve menghibur Orion sehingga membuat Orion tersenyum senang.
“Apakah tidur kamu nyenyak?” Yang dibalas oleh Orion dengan senyuman. “Apa putra bunda ini sangat senang tidur bersama granny dan grandpa?” Kini kaki Orion yang menendang-nendang.
Dari arah dapur Tala melihat interaksi anak dan istrinya tersenyum dengan senang, “tadi ibu dan ayah yang membawa mereka.” Ujar Tala di dapur karena ruang TV dan dapur tersebut sangat lah dekat.
“Ayah sudah mengusir mereka dan menyuruh mereka untuk berkencan.” Eve mencebikkan bibirnya mendengar perkataan Tala dia tau tipu muslihat Tala sekarang.
__ADS_1
“Sayang hari ini kita pergi jalan-jalan menikmati kota L ayah mencari tau bahwa musim semi di sini sangat indah terutama bunga sakuranya. Ayah ingin mengajak bunda dan Orion ke sana.”
Memang benar sekarang sudah musim semi di negara L, Eve tiba-tiba teringat. “Kapan kita akan kembali ke negara K?”
Tala menghentikan pergerakan tangannya, “kapan kamu mau.” Jawab Tala singkat dan merasa heran dengan pertanyaan Eve yang menanyakan kapan pulang itu secara tiba-tiba.
“Bukankah sebentar lagi ada pernikahan dokter Raka dan Nona Emilia apa bunda tidak mau datang?” Ingin sekali rasanya bahwa mereka tidak datang saja karena dirinya masih cemburu dengan dokter Raka apalagi dokter Raka juga dekat dengan Orion.
“Itukan kurang dari sebulan lagi.” Celetuk Eve.
“Memangnya apa yang ingin bunda lakukan di negara K?”
“Aku tidak mau mempunyai suami yang pengangguran kalau tetap menjadi pengangguran maka pergilah menjauh.” Ujar Eve membuat Tala membelalak kan matanya tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
“Sayang ayahkan sudah bilang bekerja atau tidak uang akan tetap mengalir ke rekening.”
“Orion memerlukan seseorang yang bisa bertanggungjawab dan laki-laki sejati untuk menjadi panutannya agar saat dia dewasa kelak menjadi laki-laki yang sejati yang bertanggungjawab.”
“Baiklah kita akan kembali minggu depan dan di sana hanya seminggu. Ayah masih ingin menikmati waktu bersama bunda dan Orion lagipula kita sedang berproses membuat adik Orion agar segera launching.”
Eve mendengus kesal kenapa ujung di setiap pembicaraan selalu berujung seperti itu.
‘Dasar mesum’
Melihat Eve yang menatapnya dengan kesal Tala hanya menyengir saja, “nanti sampai di sana ayah akan mengenalkan bunda dengan istri asisten Kaivan dan sekretaris Diego atau bunda juga ingin berkumpul bersama dengan Daisy maka ayah akan menyuruh Jackson untuk membawa anak dan istrinya ke negara K.”
“Bunda bisa berteman dengan mereka, mereka orang yang sangat menyenangkan apalagi pasti Orion bakalan senang karena ada anak asisten Kaivan yang baru lahir sekaligus kita membuat Orion terbiasa untuk menjadi seorang kakak sebelum adiknya launching.”
Ada sesuatu yang ingin dilakukan Eve ketika sampai di negara K nanti Eve ingin mengetahui kenapa keluarga angkatnya itu sangat membenci dirinya sehingga sampai menghilangkan nyawa untuk membuatnya menderita.
Sementara Tala menatap ke arah istrinya itu dengan dalam kenapa dan apa yang membuat istrinya itu ingin kembali ke negara K apakah ada hubungan dengan keluarga angkatnya.
Sepertinya dirinya harus mencari tau dan memberitahu Gulzar bahwa mereka akan kembali dan berjaga-jaga.
*Bersambung*
__ADS_1