Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 149. Pewarna Kuku


__ADS_3

Eve melihat ke arah lemari pakaian yang membentang di samping dinding kamar dari ujung ke ujung.


Masih merasa ragu jika harus memberikan Tala memakai pakaian miliknya apakah agak keterlaluan.


"Jika si Tala anak ayam menanyakan apa yang harus dia lakukan agar kamu memaafkannya maka ambillah kesempatan itu untuk mengerjainya."


Kata-kata Yasmin terngiang-ngiang di dalam pikiran Eve namun hal itu bertolak belakang dengan hati Eve.


Tapi Eve tidak mempunyai pakaian seperti ibu-ibu yang suka berdasteran. Sepertinya dirinya harus membelinya katanya pakaian itu sangat nyaman untuk digunakan dan sangat murah.


Tidak ada yang muat untuk dikenakan Tala saat ini karena ukuran pakaiannya ialah ukuran S nanti kalau dipaksakan dengan badan Tala yang besar dan tinggi akan menyakiti bajunya dan robek.


Eve sangat menyayangi baju-baju itu walaupun bukan ia yang membelinya walaupun tidak semuanya ia yang pakai karena dia sangat jarang berada di apartemen ini itupun selama di negara L baru dua kali.


Tala sudah tidak sabar menunggu Eve dan ingin melihat apa yang ingin dilakukan oleh Eve kenapa dirinya harus disuruh untuk menunggu. Badannya rasanya gatal sekali ingin menghampiri istrinya itu.


"Bunda kok lama! Ayah boleh menyusul tidak?" Eve mendengus kesal ketika mendengar teriakan dari suaminya itu apalagi rencana untuk mengerjai suaminya sepertinya akan gagal.


Eve keluar dari dalam ruang ganti dan Tala masih senantiasa memperhatikan gerak-gerik Eve yang sedang mencari sesuatu di meja riasnya.


"Bunda mencari apa?" Tanya Tala tidak berani mendekat karena Eve melarangnya dan tidak mau Eve mendiamkannya lagi.


Di meja rias juga Eve tidak menemukan ada pewarna kuku. Sepertinya Tuhan tidak merestui dirinya yang ingin mengerjai suaminya karena tidak mau hambanya berbuat kurang ajar dan berdosa pada suaminya.


"Jika si Tala anak ayam menanyakan apa yang harus dia lakukan agar kamu memaafkannya maka ambillah kesempatan itu untuk mengerjainya."


Lagi lagi kata-kata Yasmin terngiang-ngiang kalau tidak dilaksanakan pasti bakalan lebih terngiang-ngiang lagi.


Eve berjalan ke arah Tala yang sedang duduk di sofa.


Tala langsung menarik Eve yang sedang berdiri di hadapannya sehingga membuat Eve duduk di atas pangkuannya.


Menelusupkan wajahnya di ceruk leher Eve dan memegang pinggang ramping Eve. Tala sudah seperti bayi besar saja yang suka menempel dan mundesel-dusel padanya.


"Tolong beliin pewarna kuku yang seperti di film-film India dan juga kotek."


Tala menjauhkan wajahnya di ceruk leher Eve dan memandang Eve dengan bingung namun sejenak kemudian mengerti.


"Bunda mau pedicure? Atau bunda mau sekalian manicure?" Tanya Tala untuk memastikan.


"Aku tidak mau pedi-mani. Huh ayah tidak usah banyak bertanya cukup turuti saja."


Tala yang mendengarnya dipanggil ayah tentu saja merasa sangat senang lalu dengan cepat berdiri sembari mengganti posisi menggendong Eve seperti koala saking tidak mau melepaskannya.


"Bunda tolong ambilin ponsel ayah di atas meja." Ujar Tala saat mereka berada di samping tempat tidur.


Eve pun menurutinya tanpa banyak bertanya walaupun merasa sangat risih dengan posisi mereka sekarang


Tala mendudukkan kembali mereka di atas sofa kamar lalu Tala langsung menekan nomor telepon yang ingin dihubunginya.

__ADS_1


Tala tidak membiarkan Eve jauh darinya saat Eve menjauhkan badannya dengan cepat Tala merangkul punggung Eve sehingga membuat Eve bersandar di dadanya.


"Tolong belikan pewarna kuku yang seperti di film-film India dan kotek." Perintah Tala tanpa basa-basi.


"Semuanya." Jawab Tala lagi saat ditanya mau warna apa. "Aku tunggu dalam waktu 30 menit."


Tala langsung mematikan teleponnya dan menatap ke arah Eve yang bersandar nyaman di dadanya.


"Apakah bunda sudah merasa puas dengan permintaan Bunda?" Tanya Tala kembali. "Atau ada lagi yang bunda inginkan?"


Jika semudah begini seharusnya dari awal saja dia menanyakannya agar tidak ada drama Eve mendiamkannya.


"Sudah cukup. Tunggu barang datang dulu." Ucap Eve.


"Jadi, bunda sudah memaafkan ayah?" Tanya Tala kembali dengan penuh harap.


"Apakah menurut mu semudah itu?" Tanya Eve dengan balik membuat bahu Tala terasa melemas sekarang apalagi yang harus ia lakukan dan Eve tidak memanggilnya dengan sebutan ayah


"Sekarang katakan pada ayah apa yang harus dilakukan lagi?"


"Tunggu barang datang dulu."


Tala memperlakukan Eve seperti memomong Orion jika anaknya itu sedang mode manja dan ingin ditidurkan olehnya.


Eve yang merasa nyaman apalagi bersandar di dada bidang dan bahu lebar milik Tala merasa mengantuk apalagi punggungnya yang ditepuk-tepuk pelan oleh Tala.


Dengan penuh kehati-hatian Tala mengambil ponsel di samping tempat di mana ia duduk dan mengetik sesuatu pada orang yang disuruhnya tadi untuk mengantarkan langsung ke kamar dan memperingati untuk jangan berisik agar istrinya tidak terganggu.


Sesuai pesan yang dikirimkan kepadanya bahwa ia harus meletakkan di atas meja sofa di mana Eve sedang duduk di atas pangkuan Tala.


Pengawal Bee tanpa berani melihat ke arah Tuan dan Nyonya muda tersebut namun sesaat di depan pintu pengawal Bee melihat ke belakang lalu dengan cepat segera keluar dari kamar tersebut.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah Nyonya muda tidak baik-baik saja sampai Tuan harus memangkunya atau mereka lagi dalam keadaan romantis?" Gumam pengawal Bee dalam benaknya.


Selama hampir dua jam lamanya Eve tertidur mengusap matanya perlahan lalu matanya turun ke bawah saat melihat tangan kekar melingkar di pinggang rampingnya.


Dengan pelan Eve melepaskan pelukan itu lalu berjalan perlahan ke arah dapur karena merasakan tenggorokannya sangatlah kering.


Kenapa dia merasa badannya sangat lemas sekali Eve kembali berbaring namun bukan di kamar melainkan di sofa ruang tamu apartemen sembari menonton TV.


Eve merasa bosan karena aktifitas yang dilakukannya terbatas tidak ada Orion Eve sangat merindukan anaknya itu, tidak ada taman yang bisa dia rawat dan sirami Eve rindu berkebun Eve merindukan Lembah Hunza.


Walaupun matanya menatap ke arah layar TV namun pikirannya ke mana-mana memikirkan akitivitas yang dilakukannya saat tinggal di Lembah Hunza sangat menenangkan.


Tidak ada polusi udara yang dihirup sangat sejuk tidak ada gedung tinggi tidak sepanas di negara K jika keluar rumah walaupun siang hari pemandangannya bukan hiruk pikuk kota yang sibuk dengan bunyi klakson dan padatnya kendaraan beroda empat.


Eve merindukan semua yang berada di Lembah Hunza sangat menenangkan dan menentramkan.


Orion bisa bermain dengan bebas di pekarangan rumah dan bermain dengan anak-anak lainnya karena tidak ada pagar yang tinggi dan tertutup semuanya sangatlah aman dan nyaman.

__ADS_1


Menikmati bekerja walaupun hanya sederhana yaitu mendesain dan menjahit sendiri baju buatnya dan juga Orion sangat jarang dirinya membeli baju walaupun ia sudah tau bahwa ia adalah putri dari keluarga kaya namun Eve sangat menyukai hidup sederhana seperti itu.


Bukan juga karena dia tidak sanggup untuk membeli baju buat dirinya dan Orion hanya saja Eve ingin hidup sederhana layaknya seperti orang desa tidak banyak hal yang dipikirkan dan tidak banyak beban yang harus dipikul.


Namun bukan berarti tidak ada masalah tentu saja namun di Lembah Hunza menjadi tempat untuk healing tersendiri tanpa pergi jauh-jauh mengeluarkan uang akan lebih baik uang itu digunakan untuk orang yang lebih membutuhkan.


Apalagi Eve adalah bukan tipe orang yang suka pergi jauh-jauh atau jalan-jalan karena menurut Eve jika itu bukanlah suatu yang mendesak maka dirinya tidak akan pergi.


Di Lembah Hunza kalau mau pergi ke taman bisa langsung ke Padang rumput di sana tentu banyak anak dan para orang tua juga yang jika senggang menikmati waktu di sana dengan semilir angin yang sejuk di bawah rimbunnya pohon.


Sangat alami


Eve sangat menyukai hal yang alami dan sangat menyukai hal yang sederhana.


Hidup dengan banyak bergelimang harta tak membuat Eve merasa bahwa itu adalah kebahagiaan karena menurut Eve yang terpenting adalah kenyamanan, ketenangan, kedamaian, dan ketentraman agar mendapatkan kesejahteraaan psikologis.


Tentunya ada plus minusnya seperti hal yang berbau tentang kesehatan jika sedang sakit maka harus pergi ke kota terlebih dahulu itupun bukanlah kota besar namun Eve masih sangat menyukainya daripada kota yang berada di sini.


Sarana pendidikannya juga masih jauh namun ditempatkan di mana pun kamu untuk belajar mengejar pendidikan tidak menjadi masalah yang menjadi masalahnya diri sendiri apakah mau atau tidak. Apakah mau belajar lebih keras dari anak kota yang mendapatkan fasilitas baik sarana dan prasarana mendukung.


Eve sama sekali tidak masalah jika nantinya Orion hanya sekolah di tempat yang biasa dan jauh dari kata mewah Eve ingin mengajarkan Orion agar tetap hidup sederhana dan rendah hati walaupun harta dan tahta tidak akan habis sampai tujuh turunan.


Lagian masa-masa perkembangan Orion lebih penting daripada harus memaksakan anak-anak untuk belajar keras di saat masih SD atau pun TK sudah diberikan les privat.


Bukan berarti tidak penting hanya saja masa-masa seperti itu memang memerlukannya namun Eve hanya tidak mau memaksa biarkanlah Orion punya pilihannya sendiri dan bebas melakukan apa pun yang dia mau asal itu hal-hal yang ke arah positif atau pun baik.


Eve tidak mau mengekang Orion dan Eve tidak mau membuat Orion merasakan apa yang dirasakannya dulu.


Terbebani karena merasa harus berbalas budi pada orangtua angkat yang sudah tulus dan memberikan banyak fasilitas kepadanya hingga tidak perlu susah-susah untuk memikirkan bagaimana harus membayar uang sekolah, buku, sekolah sambil bekerja.


Kesehatan Orion, kenyamanan Orion, kesenangan Orion Eve tidak ingin membatasinya dan akan mendukung apa pun yang diinginkan putranya itu kelak.


Eve ingin Orion merasa bebas dan tidak merasa terkekang olehnya. Kebahagiaan Orion adalah hal yang utama yang harus dipikirkannya.


Jika Orion nanti sudah beranjak dewasa pun Eve tidak mempermasalahkannya jika Orion memilih untuk pergi jauh demi pendidikan yang diinginkan dari hatinya walaupun terasa berat mungkin bagi Eve yang merupakan seorang ibu.


"Apa yang sedang bunda pikirkan?" Tanya Tala dengan hanya memakai celana traning saja tanpa atasan yang menutupi dada bidang dan perut kotaknya.


"Orion." Jawab Eve dengan lirih dan spontan namun masih bisa Tala dengarkan.


"Ayah merasa cemburu dan ingin menjadi Orion agar ayah selalu masuk ke dalam pikiran bunda." Ujar Tala ia sengaja mengatakannya untuk menghibur istrinya agar tidak merasa sedih.


"Pesanan bunda sudah mau ayah bawakan ke sini?" Tanya Tala mengalihkan pembicaraan setelah berusaha untuk menghibur Eve.


Eve menganggukkan kepalanya tak lama.kemudian Tala kembali dengan membawa kresek berupa pesanan yang dimintanya tadi.


Eve bangkit dari posisi rebahan-nya dan melihat isi kresek tersebut.


Melihatnya membuat suasana hati Eve mulai membaik dan Tala yang melihat raut wajah Eve yang terlihat sudah tidak sedih lagi merasa lega.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2