Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 171. Tidur Berempat


__ADS_3

Ayanna masih menatap punggung Gulzar sampai Gulzar kembali membawa nampan yang berisi minuman yang telah dibuatkan kepala pelayan.


Gulzar yang melihat Ayanna masih di tempat tadi dia memberikan KTP milik Ayanna tidak menghiraukan dan malah melewati Ayanna dengan mukanya yang datar.


Ayanna melengos tak percaya kepada Gulzar biasanya lelaki akan selalu mencari perhatiannya setiap kali bertemu dengannya tidak terkecuali mereka yang sudah punya istri. Tapi tidak untuk para pria ibu muda itu dan hal itulah yang membuat Ayanna senang mereka menjaga pandangan.


Ayanna, "..."


'Apa dia sudah punya istri? Heol dia pikir dia yang paling tampan saja'


"Apa kita pernah bertemu?" Tanya Ayanna memberhentikan langkah Gulzar.


Jarak antara Gulzar dan Ayanna hanya berjarak lima meter. Gulzar tidak menjawab sama sekali dia hanya berhenti sesaat.


"Cih dia pikir dia siapa." Gerutu Ayanna melihat sikap Gulzar kepadanya.


"Syukurlah kamu membawakan minuman Gulzar aku sangat haus sekali." Ucap asisten Kaivan dengan santai kini mereka sudah bisa memanggil dengan nama karena sekarang mereka adalah teman.


Tala memandang Gulzar sedari tadi sehingga membuat Gulzar bingung dan menatap balik ke arah Tala.


"Ada apa dengan wajahku sehingga kamu melihatnya seperti itu?" Tanya Gulzar yang langsung to the point.


Tala memajukan tubuhnya dengan kedua tangan yang dipangku di atas kedua pahanya. "Tidak ada heheh." Jawab Tala dengan senyuman yang jenaka.


Gulzar tidak memperdulikan lagi dia kembali sibuk dengan pekerjaannya menata makanan.


"Ayanna kenapa kamu lama sekali apa ada masalah?" Tanya Daisy membuat Tala menoleh ke arah selebritis yang mengadakan fanmeeting dadakan tersebut karena para ibu muda termasuk ibu Dhara dan mama Axel meminta tanda tangan Ayanna dan mengajak berswafoto.


"Tidak ada tadi aku hanya sedikit kesasar saja." Ucap Ayanna sembari tersenyum. Ayanna sangat mudah bergaul walaupun dia seorang selebritis.


"Tuan kenapa melihat kakakku seperti itu? Tuan tidak berniat untuk berpaling bukan?" Tanya Kevin dengan was-was.


Tala, "..."


Tala menoleh ke arah Kevin dan memandangnya datar membuat Kevin cengengesan. "Lizzyku lebih dari segalanya."


Kevin melipat bibirnya mendengar jawaban Tala, Juan hanya menggelengkan kepalanya sembari membalik daging yang dipanggang.

__ADS_1


Acara makan-makanan pun dimulai setelah para pria berjuang untuk memasak daging buat makan malam mereka.


Eve kembali membawa Orion saat makan malam. Ini adalah kedatangan pertama Eve di acara barbeque mendadak itu setelah beristirahat di dalam kamar.


Eve dan Ayanna saling memperkenalkan diri dan menyapa. "Apakah ini Tuan muda Galaksi? Dia sangat tampan." Puji Ayanna membuat Eve tersenyum.


"Terimakasih."


"Kakaknya juga sangat tampan." Puji Ayanna melihat wajah Orion yang sedang duduk di kursi bayinya di sampingnya ada Tala. "Sepertinya mereka lebih mirip ke ayahnya."


"Kamu benar Ayanna mereka lebih mirip Tala. Cih dia memang menjengkelkan memang." Cibir Yasmin kepada Tala.


Ayanna hanya tersenyum menanggapi ucapan Yasmin yang mencibir ayah dari bayi Galaksi yang ada dalam gendongannya setelah meminta izin tentunya kepada kedua orangtuanya dan juga kakaknya.


Ibu Dhara tersenyum melihat ke arah Ayanna yang sangat sopan. Meminta gendong cucunya saja Ayanna harus meminta izin juga kepada Orion sebagai kakaknya.


"Ayah bagaimana kalau kita dekatkan Ayanna dengan Gulzar." Bisik ibu Dhara kepada ayah Davka yang sedang duduk di sampingnya.


Ayah Davka menatap ke arah Gulzar yang sibuk memakan makanannya tanpa peduli dengan yang lain kecuali kepada anak kecil.


"Apa menurut ibu mereka cocok?" Tanya ayah Davka yang merasa ragu dengan ide istrinya itu.


"Bagaimana caranya?" Tanya ayah Davka lebih lanjut.


Ibu Dhara tersenyum misterius, "kita perlu anak-anak terutama Orion." Ayah Davka mengangguk saja. Biarkan saja istrinya yang bekerja untuk mendekatkan Gulzar dan Ayanna kalau istrinya membutuhkan bantuan baru dia lakukan. Ayah Davka sayang istri.


......***......


Tala baru saja membuat Orion tertidur dengan menggendongnya dan Orion yang bersandar nyaman di dadanya.


Malam ini mereka tidur berempat karena Orion meminta untuk tidur bersama mereka dan dengan senang hati Tala dan Eve mengangguki kepalanya walaupun mendapatkan tatapan khawatir ibu Dhara karena akan membuat Eve kesusahan dan kelelahan nantinya. Tapi, Orion tetap mau tidur bersama dengan Tala dan Eve hingga akhirnya ibu Dhara pasrah saja. Mungkin Orion sangat merindukan bunda dan ayahnya. Orion juga perlu penyesuaian diri menjadi kakak.


"Apa dia sudah tidur?" Tanya Eve dengan suara seraknya saat Tala kembali dari ruang kerjanya untuk mendirikan Orion.


Tala sengaja berpisah ruang dengan Eve karena tadi Tala menyuruh Eve untuk segera beristirahat dan tidur saja. Eve hanya menurut, Eve jika tidur lampu harus dimatikan dan ruangan tentunya akan gelap. Tala tidak mau mengganggu Eve dan juga bayi Galaksi yang sedang tertidur.


"Maafkan aku membuatmu terbangun." Bisik Tala dan mencium kening Orion tentunya tak lupa kening Eve juga.

__ADS_1


"Apa bunda perlu sesuatu atau bunda mau sesuatu?" Tanya Tala kepada Eve yang kini sedang mencium pipi gembul milik Orion.


Eve menggelengkan kepalanya, "tidak. Terimakasih."


"Bunda bagaimana pendapat bunda tentang selebritis wanita itu?" Tanya Tala yang enggan menyebut nama Ayanna karena sebenarnya dia juga lupa dan tak perlu mengingat nama wanita lain selain istrinya. Tidak penting.


"Jangan salah paham." Ucap Tala kembali Eve sama sekali tidak salah paham dia hanya heran saja kenapa Tala menanyakan Ayanna. Eve percaya bahwa cintanya Tala hanya untuknya.


"Memangnya kenapa?" Tanya Eve balik.


"Bagaimana kalau kita mendekatkan Gulzar dengan aktris itu."


"Dia punya nama. Namanya Ayanna Talia kenapa kamu memanggilnya dengan itu."


"Itu bukanlah hal penting untuk diingat. Jadi, bagaimana?"


"Entahlah aku tidak yakin. Apa kamu mulai berubah profesi menjadi Mak comblang?"


Tala menggelengkan kepalanya dari mana Eve belajar kata-kata itu. Eve tidak pernah berbicara yang aneh-aneh menurut Tala kata 'Mak comblang' sangat aneh untuk Eve yang bertutur kata sopan dan lembut.


"Ayah tadi melihat mereka berdua berbicara dan Gulzar memberikan kartu kepada Ayanna. Walaupun ayah tidak yakin apakah itu kartu pengenal atau bukan. Tapi, interaksi keduanya membuat ayah penasaran. Apakah mereka pernah bertemu satu sama lain?" Ucap Tala sembari memegang dagunya berpikir.


"Lagipula ayah tadi juga sebelum itu melihat Gulzar memandang lama ke arah Ayanna."


Eve jadi berpikir, "Ayanna wanita yang baik. Kalau mereka berjodoh kenapa nggak tapi biarkan saja takdir dari Tuhan yang berjalan."


"Bunda benar tapi melihat Gulzar yang dingin dan cuek ayah tidak yakin jika mereka dekat begitu cepat. Apalagi dengan kesibukan mereka masing-masing."


Ternyata bukan cuman hanya ibu Dhara dan ayah Davka yang ingin mendekatkan Gulzar dengan Ayanna.


"Tapi, apakah seorang selebritis terkenal seperti Ayanna tidak punya kekasih? Ayanna kan sangat cantik dan masuk ke dalam majalah terkenal karena kecantikannya."


"Itu gampang kita tanyakan saja kepada Kevin."


"Kenapa kamu ingin sekali mendekatkan Ayanna dengan kak Zee?"


"Memangnya kenapa bukan kah itu baik. Lagipula umurnya Gulzar sudah benar-benar matang untuk menikah. Mau sampai kapan dia seperti ini terus. Setelah patah hati sama bunda kini dia harus patah hati lagi karena Geya. Ayah hanya ingin membantu saja, kasihan dia tidak ada yang mengurus."

__ADS_1


"Tapi, dengan cara apa untuk membuat mereka dekat...?" Tanya Eve. Tanpa disadari keduanya berbicara dengan nyaman setelah pembahasan perihal anak kemarin di rumah sakit.


*Bersambung*


__ADS_2