Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 187. Konferensi Pers


__ADS_3

Mobil yang dikendarai oleh Gulzar sudah memasuki parkiran dalam dari agensi Ayanna.


Ayanna segera membuka sabuk pengamannya begitu juga dengan Gulzar.


Saat Ayanna hendak keluar namun Gulzar belum membuka akses pintu untuk dibuka hal itu membuat Ayanna kebingungan.


"Ada apa?" Tanya Ayanna.


"Apa kamu yakin?" Tanya Gulzar balik.


Ayanna mengubah posisinya menjadi menghadap ke arah Gulzar. "Kenapa? Bukankah kamu yang selalu mengklaim kenapa menjadi ragu kembali? Seharusnya aku yang bertanya seperti itu apa kamu yakin? Kamu tau bahwa kehidupan kita sangat jelas berbeda."


"Bukan masalah konferensi persnya. Sepertinya aku terbiasa dengan sifat mu yang mudah sekali sensitif agar aku harus lebih berhati-hati lagi berbicara."


"Lalu?"


"Kamu yakin ingin serius seperti aku. Aku tidak pernah mendengar bahwa kamu menunjukkan ketertarikan padaku. Aku kamu tidak merasa terpaksa?"


"Bukankah kamu tidak menerima penolakan?" Keduanya saling memandang dalam diam.


"Aku mengatakan hal itu ingin menunjukkan padamu bahwa aku serius."


"Kenapa harus mempermasalahkan tentang aku? Bukankah kamu tadi bilang bahwa kita tidak mempunyai waktu."


"Ayanna Talia. Perlu kamu ketahui jika aku sudah mengklaim berarti aku tidak akan pernah melepaskanmu begitu saja."


"Kamu berniat ingin melepaskan ku. Bukankah kamu pandai bertindak daripada berbicara. Kenapa kamu terus berputar-putar." Keluh Ayanna sembari bersidekao dada.


"Kita tidak usah datang ke konferensi pers saja dan aku akan bilang ke manajer aku bahwa berita itu adalah benar."


"Kenapa?" Tanya Gulzar.


"Aku tau bahwa kamu tidak akan nyaman dengan duniaku. Wajahmu akan bertebaran di mana-mana dan itu pastinya akan sangat mengganggu mu jika kamu pergi ke mana-mana."


Gulzar mengulum senyumnya, "aku sudah memilihmu berarti aku siap dengan risiko yang terjadi ke depannya. Apa kamu khawatir banyak wanita di luar sana yang ingin merebutku darimu?" Goda Gulzar.

__ADS_1


"Jangan mengada-ada. Cepat keluar saja aku saat ini tidak mau bertemu dengan kamera. Aku akan bilang saja kepada manajer biarkan mereka saja yang konferensi pers."


"Baiklah. Dari pihakku akan ada sekretaris dan asisten aku yang akan mengatakannya. Mereka sudah tau."


Alhasil pasangan fenomenal itu tidak jadi ikut konferensi pers. Mereka menikmati waktu berdua untuk berkencan pertama kali.


Kenapa pasangan ini sangat plin plan sekali. Sudahlah tinggalkan mereka.


......***......


Para ibu muda yang sudah menunggu kabar dari awak media berteriak heboh dan menatap tidak percaya dengan berita yang mengabarkan kebenaran terkait berita kencan antara Ayanna Talia dan seorang pengusaha muda berinisial GA.


Ayanna meminta kepada manajer untuk merahasiakan hal yang berhubungan dengan Gulzar Adwitya agar orang-orang tidak tau siapa pria yang dikencaninya.


Ia tau tidak muda untuk beradaptasi di dunia seperti dirinya apalagi melihat bagaimana Gulzar Adwitya walaupun pria itu sudah mengatakan tidak apa-apa dan siap menanggung risikonya.


"Kami dari pihak agensi Moonlight membenarkan berita yang beredar mengenai artis di naungan kami Ayanna Talia dengan seorang pengusaha berinisial GA."


"Awalanya keduanya mau melakukan konferensi pers bersama-sama. Tuan GA sudah setuju untuk pertama kali dan siap untuk tampil di ruang publik namun artis kami tidak mau kehidupan Tuan GA terekspos jelas karena takut bahwa akan ada hal yang tidak enak terjadi pada Tuan GA. Kami harap para fans dan seluruh masyarakat yang menonton menghargai privasi mereka."


"Maafkan kami karena terus menunda berita bahagia ini karena dari pihak Nona Ayanna dan Tuan GA ingin membicarakannya lebih lanjut lagi apakah akan di ekspos di ruang publik atau tidak. Mereka berdua tentunya sangat hati-hati karena tidak ingin mengganggu aktivitas satu sama lain. Tuan GA tidak mau membuat karir dari Nona Ayanna meredup karena berita kencan ini sedangkan Nona Ayanna juga tidak mau kehidupan yang tenang dan damai dari Tuan GA terganggu karenanya."


"Kami harap para pemirsa dan yang ada di depan kami ini bisa menjaga dan melindungi privasi Nona Ayanna dan juga Tuan GA. Tidak perlu khawatir mereka saat ini sedang menikmati waktu berdua. Keduanya sama-sama baik-baik saja. Sekian konfirmasi dari kami pihak agensi dan juga pihak dari Tuan GA." Ujar manajer Ayanna lalu membungkukkan badannya diikuti oleh asisten dan sekretaris Gulzar.


"Apakah ini mimpi? Apa berita ini benar? Apa kita ketinggalan informasi?" Tanya Yasmin dengan wajahnya yang memelas karena merasa bersalah.


Jika benar keduanya berkencan dari awal para ibu muda itu tidak akan mengambil langkah ini untuk mengekspos hubungan keduanya.


Wajah para ibu muda terlihat sangat khawatir dan merasa bersalah. Mereka khawatir bahwa Gulzar tidak tahan dengan kehidupan Ayanna yang merupakan seorang bintang besar. Kehidupan keduanya bertolak belakang.


"Apa ini langkah yang benar yang kita ambil kemarin?" Tanya Daisy lagi.


"Aku khawatir kak Zee tidak akan bertahan lama begitu juga dengan Ayanna. Kalian tau kan kehidupan keduanya bertolak belakang."


"Apa ini mereka sengaja berpura-pura?" Tanya Wendy dengan ragu-ragu.

__ADS_1


"Kakak-kakak semua kenapa kalian terlihat sangat khawatir dan merasa bersalah seperti ini seharusnya kita harus senang dengan berita bahagia ini dan merayakannya. Terlepas di antara keduanya benar atau tidak tapi di antara pihak keduanya membenarkan. Kita harus selalu berdoa untuk hubungan mereka agar awet selamanya." Ucap Geya dengan bijak.


"Ouw adik bungsu kita Geya Werawan terlihat sangat bijak sekarang." Goda Wendy sembari tertawa dan mencolek dagu Geya yang sedang memangku Ryder.


Semuanya tertawa kembali, "kita harus menuntut penjelasan dari keduanya. Dari kemarin mereka tidak membalas pesan dari kita." Ujar Yasmin dan para ibu muda itu menganggukkan kepalanya.


......***......


"Kenapa mematikan telepon aku?" Tanya Ayanna yang melihat Gulzar mematikan telepon miliknya yang tadi sudah diminta oleh Gulzar.


"Aku tidak mematikannya hanya menonaktifkan supaya kencan pertama kita haru ini tidak terganggu." Ujar Gulzar lalu menggenggam tangan Ayanna.


Ayanna melihat tangannya yang digenggam ia tidak pernah menyangka pada akhirnya di dunia nyata ada seorang laki-laki yang menggenggam tangannya seperti ini.


"Kenapa pelan sekali jalannya." Ujar Gulzar lalu menarik Ayanna untuk lebih dekat. "Berjalanlah di sampingku bukan di belakangku." Ujar Gulzar dengan tersenyum manis.


"Berhentilah tersenyum seperti itu kamu terlihat menyebalkan." Celetuk Ayanna. Ia kesal saat melihat Gulzar tersenyum kepadanya karena jantungnya terus berdetak sangat kencang sekali dan wajahnya memerah.


"Kenapa? Kamu tidak suka? Atau kamu suka, lihatlah pipimu memerah. Apakah aku semanis itu jika tersenyum." Goda Gulzar kepada Ayanna sehingga membuat Ayanna melepaskan genggaman tangan Gulzar darinya dan melipatkan kedua tangannya di depan dada serta mengalihkan pandangannya.


Gulzar yang menatap Ayanna wanita dewasa bertingkah seperti anak kecil yang sedang merajuk seperti ini tertawa kecil.


Gulzar berjalan ke arah belakang Ayanna. Ayanna melirik dari ujung ekornya dan bertanya kenapa di dalam benaknya dan bertambah kesal.


Tangan kekar Gulzar melingkar di pinggang Ayanna dan dagu Gulzar disandarkan di bahu Ayanna. "Aku sudah bilang jangan memasang wajah seperti itu aku sungguh tidak tahan. Apa kamu mau langsung hamil sebelum menikah tidak bukan." Ayanna merinding mendengarnya apalagi Gulzar berbisik di daun telinganya.


"Kamu memang pria mesum." Ucap Ayanna sembari menyandarkan kepalanya dengan nyaman di dada bidang Gulzar.


"Tapi pria mesum ini milikmu. Dan kamu juga menikmatinya bukan." Goda Gulzar lagi.


"Berhentilah berbicara seperti itu memangnya kamu tidak malu." Protes Ayanna kesal sungguh dia merasa malu kenapa begitu mudah sekali pria yang sedang memeluknya dari belakang ini berbicara seperti itu.


"Manisnya." Ucap Gulzar. Pipi Ayanna tidak berhenti memerah dibuatnya hari itu. Lama-lama Ayanna bisa meleleh karena Gulzar.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2