Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 182. Berbicara Layaknya Pria Dewasa


__ADS_3

Geya dan Axel yang sedang bersantai ria di dalam kamar mereka setelah tentunya keduanya berbaikan kembali dan harmonis lagi membaca berita yang menghebohkan itu.


Setelah menikmati waktu berdua dengan berkencan serta membicarakannya dari hati ke hati dan penuh kesabaran mereka pulang dengan wajah yang jauh lebih ceria dari beberapa hari yang lalu.


"Aku yakin ini pasti ada sangkut pautnya dengan para ibu muda itu." Ujar Axel menatap curiga.


"Tapi, melihat posisi mereka seperti yang ada di gambar dan diambil dari arah depan memang sangat meyakinkan namun mencurigakan." Terang Axel.


"Semalam kak Kaivan membicarakan bahwa kak Yasmin senyum-senyum sendiri begitu juga dengan kak Wendy dan kak Daisy. Semua perubahan para ibu muda dirasakan oleh pria manula itu."


"Pastinya kak Gulzar sudah tau akan hal ini dan aku yakin kak Gulzar juga berpikir hal yang sama denganku."


Geya menatap heran ke arah Axel yang suka sekali berbicara dan semangat membahas berita yang sedang heboh seperti itu.


"Ini sangat baik kak Gulzar tidak akan menjomblo lagi. Tapi, mereka tidak pernah terlihat dekat."


"Sayang apa kamu pernah melihat mereka sangat dekat?" Geya menggelengkan kepalanya.


"Jangankan dekat aku melihat mereka berbicara saja tidak pernah."


"Benar kan ini pasti ada sangkut pautnya dan misi rahasia dari para ibu muda." Tebak Axel.


Geya tidak memberitahukan bahwa misi yang terjadi sekarang ini adalah misi jangka panjang dan yang para ibu muda itu yang mengatur dan sangat semangat termasuk ibu Dhara dan mama Axel.


Kakak sepupunya Nabastala dan pamannya ayah Davka juga ikut dalam misi ini. Namun Geya tidak bisa memberitahukan suaminya itu. Ini adalah misi rahasia.


......***......


Gulzar sudah sampai di kantor selama perjalanan dia melihat karyawan begitu intens melihat ke arahnya walaupun ia terlihat cuek namun ia memperhatikan ini bukan seperti hari biasanya.


"Hilang sudah harapan kita. CEO kita sudah punya kekasih dan itu selebritis Ayanna Talia." Sebut aja karyawan A wajahnya nelangsa sekali. "Aku payah hati."


"Ck, lagian kalaupun Tuan Gulzar masih lajang dia tidak akan melirikmu. Kamu tau, karena kamu bukanlah tipenya Tuan Gulzar." Sebut karyawan B dengan realistis membuat karyawan A kesal.


"Kamu memang teman tapi bukan teman." Celetuk karyawan A kesal.

__ADS_1


"Aku berbicara fakta. Jangan bermimpi dan jangan ngehalu. Carilah yang sepadan saja."


"Teman mu sedang bersedih tapi kamu woah luar biasa menjatuhkan hati temannya yang gundah gulana."


"Selera Tuan Gulzar aja seperti Nona Ayanna Talia. Kamu lihat bagaimana Nona Ayanna yang sangat cantik paripurna dan menjadi selebritis kebanggan negara kita karena mendunia. Kamu hanyalah Upik abu hahahah."


Di dalam ruang kerjanya Gulzar langsung mengerjakan pekerjaannya. "Tuan saya sudah menyampaikan ke pihak agensi dari Nona Ayanna. Katanya mereka mau mengadakan konferensi pers hari ini. Saya bilang bahwa Tuan tidak bis---"


"---Kosongkan jadwal untuk konferensi pers itu." Sekretaris Gulzar terkejut dan mengiyakan. Ia dengan cepat keluar dari ruang kerja Gulzar.


Sekretaris Gulzar itu tidak bisa menyembunyikan rasa senang dan wajah bahagianya. "Melihat Tuan Gulzar seperti ini berarti berita ini adalah benar. Tuan kan orangnya tidak suka bertele-tele. Inginku berteriak rasanya. Aku akan sering bertemu selebritis dan itu adalah Ayanna Talia. Mimpi apa aku semalam." Sekretaris Gulzar langsung beritahu pihak agensi dari Ayanna bahwa Gulzar siap konferensi pers hari ini.


Kevin O'Leary datang ke perusahaan Gulzar untuk membicarakan masalah berita yang menghebohkan hari ini. Tadi dia sudah minta izin ke Tala bahwa dia akan sedikit telat untuk ke kantor karena ada urusan penting.


Sekretaris Gulzar terkejut melihat kedatangan dari sekretaris dari orang yang dikenalnya sebagai Tuan Nabastala.


"Tuan Kevin." Sapa sekretaris Gulzar.


"Apa Tuan Gulzar ada di dalam ruang kerjanya?" Sekretaris Gulzar menganggukkan kepalanya dan mengiyakan.


"Tidak ada. Ini adalah urusan pribadi. Aku boleh masuk bukan?" Sekretaris Gulzar mengiyakan dan memberitahukan kepada Gulzar bahwa ada sekretaris dari Nabastala.


"Tuan Gulzar, sekretaris Tuan Nabastala Kevin O'Leary datang untuk menemui Anda secara pribadi."


Gulzar mengangkat kan kepalanya dan menatap ke arah dua pria yang ada di depannya.


"Masuklah dan kamu keluar tutup pintunya rapat-rapat jangan ada yang masuk.." Ucap Gulzar dan diangguki oleh sekretaris Gulzar itu.


Rasa penasaran akan hal apa yang ingin dibicarakan oleh Kevin secara pribadi kepada Gulzar membuat sekretaris Gulzar sangat penasaran. Kenapa dia harus disuruh keluar.


"Silahkan duduk Tuan Kevin." Ucap Gulzar sembari mempersilahkan Kevin duduk di sofa ruang kerjanya.


"Anda pasti terkejut dengan berita yang beredar. Anda datang untuk itu bukan?" Tanya Gulzar tanpa basa-basi. Entah kenapa Kevin menjadi gugup saat berhadapan dengan Gulzar namun ia harus menjadi tameng untuk kakaknya.


"Apa yang ingin Anda ketahui?"

__ADS_1


"Kakak saya Ayanna menyangkal berita yang beredar sedangkan Anda mengiyakan berita yang beredar. Apa maksud dari ucapan Anda Tuan? Itu adalah yang pertanyaan saya yang pertama."


"Yang kedua Tuan pasti tau hanya saya yang dimilik kakak saya di dunia ini begitupun sebaliknya. Kakak saya adalah segalanya bagi saya. Walaupun saya jauh dari kata baik sebagai adik tapi saya akan menjadi tameng pertama untuk melindungi kakak saya. Yang kedua menekankan tentang ini."


"Saya tau bagaimana Tuan yang tidak pernah terlibat masalah dengan wanita mana pun dan Tuan sangat dingin terhadap wanita di luaran sana walaupun banyak yang mengejar dan mencari perhatian Tuan. Kehidupan Tuan dengan kehidupan kakak saya berbanding terbalik. Tuan tidak suka keramaian dan Tuan terlibat berkencan dengan seorang selebritis. Tuan mengerti itu bukan? Itu adalah perihal yang ketiga."


"Jika Tuan mengambil keuntungan dengan terlibatnya Tuan dengan kakak saya. Saya harap Tuan jangan lakukan saya tidak mau kakak saya tersakiti nantinya jika dia sudah mempunyai perasaan dengan Tuan. Hubungan yang selama ini akan terasa canggung dan mengurangi keharmonisan. Kakak saya selama perjalanan karirnya tidak pernah terlibat skandal apalagi berkencan dan ini adalah berita yang menggemparkan di dunia hiburan tentunya. Jika Tuan mengambil kesempatan dalam ini saya akan sangat marah dan membenci Tuan. kakak Saya lebih berharga dari apa pun. Saya tidak takut melawan Anda walaupun saya hanyalah seorang sekretaris."


"Apakah sudah selesai?" Tanya Gulzar dan Kevin menganggukkan kepalanya. "Jadi, sekarang saya boleh berbicara?" Kevin menganggukkan lagi.


"Berita ini dibuat tentunya disengaja." Ujar Gulzar membuat Kevin tercengang, "bukan aku yang membuatnya menjadi seperti ini. Ini adalah ulah dari para ibu muda. Aku menjelaskan sebelum terjadi kesalahpahaman. Mereka mengira bahwa aku tidak akan tau karena di grup para pria semalam suami dari istri para ibu muda itu meributkan keanehan dengan sikap para istri mereka. Kamu tau kan bagaimana mereka." Kevin menganggukkan kepalanya.


"Aku baru menyadarinya sekarang dan mengaitkannya dengan kejadian-kejadian yang saling berkesinambungan terkait kunjungan kami ke mansion. Semuanya seolah diatur seapik mungkin."


"Anda tau saya bukan bahwa saya adalah orang yang tidak pernah basa-basi terhadap sesuatu. Kalau iya maka saya bilang iya kalau tidak maka saya bilang tidak."


"Kakak Anda Nona Ayanna memang menyangkal namun saya mengiyakannya menjadi tanda tanya bagi Anda. Karena informasi bertolak belakang."


"Saya serius dengan ucapan saya walaupun Nona Ayanna menyangkal. Saya serius ingin lebih dekat dengan Nona Ayanna. Bersama dengan Nona Ayanna saya melakukan sesuatu tindakan dan sikap yang berbeda itu yang saya rasakan. Jadi, apa kamu merestui jika saya ingin dekat dengan kakak Anda?" Kevin yang ditanyakan begitu menjadi bingung. Melihat wajah serius dari Gulzar dan kata-katanya yang meyakinkan membuatnya terusik untuk menyetujui.


"Anda tau Tuan kakak saya selalu mengatakan bahwa dia sama sekali malas hanya sekedar melihat wajah Tuan yang dingin dan tak berekspresi apalagi harus berkencan dengan Anda. Jika ia dia merasa sebagai orang yang tidak waras pikirannya. Itulah yang kakak saya katakan tentang Anda?Tentunya setelah mendengar ini Anda tidak marahkan Tuan? Saya memberitahukan ini karena ingin membuat Anda tau bagaimana tidak mudahnya jika hubungan kalian berlanjut. Tuan akan merasa sengsara dengan kehidupan kakak saya yang penuh keramaian dan kebisingan sedangkan Anda menyukai keheningan dan suka suasana yang damai dan sepi tanpa banyak orang."


"Dan mengenai pertanyaan Tuan saya tidak bisa mengatakan bahwa saya merestui Tuan dengan kakak saya. Karena yang paling penting saya bilang adalah kebahagiaan kakak saya. Saya tidak mau Tuan bermain-main dengan kakak saya."


"Saya suka dengan ketegasan dan kedewasaan mu Kevin. Tapi, di sini aku sangat serius lagipula umurku sudah seharusnya untuk memikirkan pernikahan begitu juga dengan Ayanna. Jika kamu merestui aku untuk dekat dengan kakak mu. Aku tidak akan menyia-nyiakan itu. Aku sangat serius dan memegang teguh apa yang aku katakan. Aku sangat memahami bahwa hubungan kami sangat jauh bertolak belakangnya."


"Buatlah kakak saya bahagia saat bersama dengan Anda tuan. Saya akan mendukung Tuan tapi saya juga akan melawan Tuan jika menyakiti kakak saya."


Gulzar memberikan senyuman kecilnya dia juga tidak tau kenapa dia bersikap seperti ini. Ini di luar dari tingkah laku kesehariannya. "Jadi, Anda setuju bahwa saya mengiyakan di konferensi pers nanti?" Kevin menganggukkan kepalanya.


"Namun tidak sekarang Tuan saya meminta tadi ke pihak agensi bahwa menunda terlebih dahulu untuk menenangkan kakak saya. Saat ini dia masih menolak dengan keras. Satu lagi Tuan nyatakanlah perasaan Anda kepada kakak saya jika Anda adalah pria sejati dan serius dengan kakak saya sebelum konferensi pers itu. Semua harus jelas di antara satu sama lain. Siapa tau dengan ini dia bisa luluh dan hubungan kalian bisa serius. Walaupun berjodoh atau tidak."


Gulzar menganggukkan kepalanya, "saya perlu bantuan mu kalau begitu." Kevin menganggukkan kepalanya.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2