
Eve mengerjapkan kedua matanya lalu segera duduk dari rebahannya sembari melihat ke sana kemari.
Tubuhnya terasa dingin membuat Eve mempereratkan selimut yang menutupi tubuh polosnya. Pandangan mencari ke sana ke mari untuk melihat apakah ada orang di kamar ini selain dirinya.
Namun karena Eve baru bangun dan kamar tampak gelap membuat Eve kesulitan untuk melihat, “sudah jam berapa?’ Tanya Eve dengan suara serak tak lupa Eve membuka mulutnya lebar lalu menutupnya dengan tangannya.
Menurunkan kaki jenjang dan putih mulusnya ke lantai untuk berjalan ke kamar mandi membersihkan dirinya. Perutnya terasa sangat lapar dan meminta agar dirinya segera mengisi perutnya itu dengan makanan.
Eve turun dari kamar setelah selesai membersihkan dirinya dan membuatnya tampak stres. Saat perjalanan menuju ke lantai bawah para pelayan yang ditemuinya selalu memberikan hormat kepadanya sama seperti dulu namun sekarang Eve merasa tidak ada tatapan tidak suka seperti waktu dirinya datang pertama kali ke mansion ini sebagai menantu.
Tidak melihat putranya rasanya Eve sangat merindukan putranya itu, apakah putranya sudah melupakannya karena terlalu senang bersama dengan granny dan grandpanya.
“Bibi di mana Orion?” Tanya Eve kepada kepala pelayan yang menyiapkan sarapan menjelang siang untuk Eve. “Seharusnya bibi tidak perlu melakukan ini Eve bisa sendiri.” Kepala pelayan hanya tersenyum.
“Sudah tugas saya Nyonya muda. Tuan muda Orion sedang bersama dengan Tuan Tala.”
“Memangnya ke mana mereka pergi?” Tanya Eve kenapa Tala tidak membangunkannya dan memberitahukannya bahwa dia membawa Orion.
“Mereka sedang pergi ke kantor.” Eve membulatkan matanya mendengar jawaban kepala pelayan apakah Tala tidak kesusahan menjaga Orion apa Orion tidak mengganggu pekerjaannya.
Eve mengambil ponselnya dan menelpon sang suami nama yang tertera di sana adalah ‘Suami ku yang tampan’ sejak kapan ia membuat nama itu pasti ini adalah ulah Tala sendiri.
“Halo bunda sayang sudah bangun.” Sapa Tala dengan semangat saat menerima telepon dari istrinya. Sekretaris Diego yang sedang duduk jauh dari Tala karena dirinya masih merasa mual jika harus dekat dengan Tala merasa geli dan merinding.
“Kenapa membawa Orion ke kantor?” Tala tertawa mendengar pertanyaan dari istrinya itu.
“Sengaja, ayah ingin memperkenalkan Orion kepada para karyawan dan menunjukkan kepada sekretaris Diego bahwa ayah mempunyai anak yang sangat tampan.”
Sekretaris Diego memutar bola matanya malas dan menatap ke arah Wendy istrinya yang tampak sibuk bermain dengan Orion di sana.
“Apa Orion tidak mengganggu? Nanti aku akan ke sana sekalian membawa makan siang.” Eve lupa bahwa dia masih ragu jika harus bepergian sendirian apalagi itu harus di kantor suaminya saking merasa rindu dengan Orion dan takut bahwa akan mengganggu pekerjaan Tala.
“Apakah tidak apa-apa?” Tanya Tala membuat Eve tersadar. Keadaan menjadi hening saat pertanyaan itu dilontarkan oleh Tala.
“Baiklah kalau bunda mau ke sini nanti bunda tidak perlu masuk dan menunggu saja di dalam mobil ayah dan Orion akan datang menemui bunda lalu kita pergi ke rumah asisten Kaivan untuk menjenguk bayi mereka.”
__ADS_1
Setelah mengatakan itu sambungan terputus bukan Tala yang memutuskan melainkan Eve. Tala menatap ponselnya dan bertanya apa itu tanda dari istrinya.
“Bibi di mana ibu dan ayah?” Eve sama sekali belum melihat kedua mertuanya itu di ruang keluarga tadi mereka tidak ada. Biasanya dulu di jam segini mereka sedang bersantai di ruang keluarga.
“Tuan dan Nyonya besar sedang pergi ke rumah kakak Nyonya muda.” Ibu Dhara dan ayah Davka juga memberitahukan kepada kepala pelayan tadi sebelum mereka berangkat jika Eve menanyakan keberadaan mereka.
“Sepertinya aku harus memasak karena akan ke rumah asisten Kaivan.” Ujar Eve.
“Apa Nyonya muda perlu bantuan?”
Eve memajukan bibirnya ke depan sembari berpikir, “apa bibi tau istri dari asisten Kaivan?”
“Nona Yasmin?”
Eve menganggukkan kepalanya, “tau Nyonya muda. Memangnya kenapa Nyonya muda bertanya mengenai Nona Yasmin?”
“Apa asisten Kaivan sering membawa Nona Yasmin ke mansion?” Kepala pelayan mengangguk dengan semangat.
“Iya Nyonya muda Nona Yasmin sering datang ke mansion. Nyonya besar selalu meminta asisten Kaivan untuk membawa Nona Yasmin datang ke mansion atau Nyonya besar meminta langsung kepada Nona Yasmin.”
Eve menganggukkan kepalanya mengerti ibu mertuanya baik kepada siapa pun, “bagaimana dengan istri dari sekretaris Diego?”
“Nona Wendy sering diajak pergi berbelanja dan memasak bareng sama Nyonya besar. Biasanya mereka bertiga dengan Nona Yasmin akan pergi bersama-sama seperti ke spa atau ke mall.”
“Selama Nyonya muda tidak ada Nyonya besar merasa kesepian, Tuan muda Tala sering berada di kantor atau sibuk dengan kursusnya.” Ujar kepala pelayan yang sebenarnya merasa ragu.
“Nyonya besar bahkan sampai pingsan saat Nyonya muda pergi dari mansion ini, Nyonya muda sering melamun dan menyendiri selama satu tahun terakhir ini Nyonya besar baru berkurang kesepian Nyonya besar. Tuan besar selalu memberikan tatapan sedihnya saat melihat Nyonya besar merasa sedih dan tidak seceria dulu namun sekarang tidak lagi karena ada Nyonya muda dan Tuan muda Orion.”
“Nyonya muda tolong jangan pergi lagi kami sangat merindukan Nyonya muda di mansion ini. Mansion ini sangatlah hampa dan sepi tanpa Nyonya muda.”
Eve meresapi apa yang dikatakan kepala pelayan kepadanya, “bibi biasanya ibu memasak apa untuk Nona Yasmin?” Eve mengalihkan pembicaraan agar suasana hatinya kembali membaik setelah mendengar cerita sedih dari kepala pelayan.
Kepala pelayan menjawab pertanyaan Eve dan mereka memasak bersama sembari bercerita. “Jadi, kak Tala kursus memasak?” Ujar Eve memastikan.
“Benar Nyonya muda bahkan tidak hanya kursus memasak Tuan muda juga kursus bagaimana cara merawat bayi dari bayi berumur nol bahkan Tuan muda mengikuti kelas parenting agar nanti saat Tuan muda bertemu dengan Tuan muda Orion Tuan muda tidak kaget lagi dan bisa menjadi ayah yang sempurna untuk Tuan muda Orion.”
__ADS_1
Pantas saja Tala tampak cekatan, “tak jarang Tuan muda akan menyuruh Tuan Jackson dan Nona Daisy untuk membawa putri mereka Lily atau Tuan muda datang ke rumah mereka walaupun harus lintas negara untuk mengaplikasikan ilmu yang Tuan muda dapat.”
“Bahkan Tuan Jackson terkadang merasa cemburu dan mereka berebutan perhatian dari Nona muda Lily karena Nona muda Lily selalu merindukan Tuan muda dan selalu menempel dengan Tuan muda Tuan Jackson merasa kalah saing dengan Tuan muda.”
“Setiap hari Tuan muda selalu disibukkan dengan kegiatan kantor dan kursus yang Tuan muda ambil. Bahkan kursus memasak Tuan muda diajari langsung oleh Chef terkenal di negara ini dan mendapatkan sertifikat yang memuaskan. Tuan muda juga sering belajar bersama dengan bibi.”
Fakta yang tentu saja membuat kejutan tersendiri bagi Eve bagaimana Tala menjalani kehidupannya selama dirinya tidak ada. “Bibi pernah bertanya kenapa Tuan muda belajar sekeras ini.”
Eve menatap ke arah kepala pelayan dengan rasa penasaran, “itu semua karena Nyonya muda. Tuan muda ingin menunjukkan kepada Nyonya muda bahwa dia adalah laki-laki yang sempurna agar nanti saat bertemu dengan Nyonya muda Tuan muda mempunyai bekal yang sudah disiapkannya jauh hari untuk merebut hati Nyonya muda kembali.”
Itu artinya Tala mengisi waktunya dengan positif bukan dengan melampiaskan ke hal yang negatif. “Tapi, sebelum itu tentu saja Tuan muda selalu pergi ke klub dan pulang dalam keadaan mabuk hingga membuat sekretaris Diego dan asisten Kaivan dibuat repot karena Tuan muda.”
“Semua itu berubah saat Tuan muda melihat Nona muda Lily lahir itulah kenapa Tuan muda begitu menyayangi Nona muda Lily dan Nona muda Lily sangat dekat dengan Tuan muda.”
“Bibi melihat langsung bagaimana Tuan muda yang menangis terharu saat melihat Nona muda Lily lahir bahkan Tuan Jackson saja tidak menangis seperti Tuan muda sampai terisak-isak saat Nona muda Lily dilahirkan.”
“Bahkan saat itu ada kejadian lucu para dokter salah mengira bahwa ayah kandung dari Nona muda Lily adalah Tuan muda dan lebih parahnya lagi Tuan muda benar-benar mengakui bahwa dia memang ayah kandung dari Nona muda Lily. Hal itu tentu saja membuat Tuan Jackson tidak terima dan merasa kesal dengan Tuan muda karena yang memegang pertama kali Nona muda Lily adalah Tuan muda.”
“Bagaimana bibi tau semuanya?” Tanya Eve yang merasa heran.
“Sekretaris Diego dan asisten Kaivan serta para pengawal Nyonya muda dulu yang memberikan rekaman video dan memberi tahu segalanya apa yang dilakukan oleh Tuan muda kepada Tuan dan Nyonya besar. Tentu saja bibi juga ada di sana.” Ucap kepala pelayan cengengesan.
Kepala pelayan di mansion ini memang sudah dianggap sebagai keluarga sendiri dan ibu Dhara selalu bertukar cerita dengan kepala pelayan. Bukan hanya kepala pelayan saja semua pelayan dan pengawal di sini sudah dianggap sebagai keluarga.
Pengawal Ai dan Bee menatap ke arah Eve dan kepala pelayan yang sibuk bercerita sembari memasak dengan pandangan haru dan merasa senang. Tadi, mereka dikabari oleh Tuan muda untuk melihat apa dan kondisi dari Nyonya muda mereka.
Sekarang mereka memanggil Eve bukan lagi Nona muda melainkan Nyonya muda karena Eve sudah melahirkan seorang anak dan tentunya akan menjadi Nyonya besar nantinya.
“Nyonya muda sedang memasak untuk istri asisten Kaivan bersama dengan kepala pelayan. Suasana hati Nyonya muda terlihat baik-baik saja Tuan muda.” Pesan terkirim dari ponsel pengawal Bee. Lalu kedua pengawal itu pergi dengan perasaan senang.
Tala yang membaca pesan dari pengawalnya yang akan ditugaskan oleh Tala untuk menjadi asisten dan pengawal pribadi istrinya lagi tersenyum. Sepertinya dia tidak perlu mencemaskan apa-apa dan harus mengontrol pikirannya agar tidak terlalu khawatir.
*Bersambung*
__ADS_1