
Satu Minggu setelahnya...tepatnya malam ini Eve akan diperkenalkan sebagai putri dari keluarga Abraham yang hilang karena diculik.
Semua orang sudah menunggu dan menanti kehadiran Eve. Di dalam kamar hotelnya Eve terlihat sangat cemas apalagi Eve mempunyai pengalaman yang selalu tidak mengenakan di acara seperti ini.
Saat ini mereka berada di negara L dan tiba di negara L tiga hari yang lalu.
Sangat mudah dan cepat bagi Joha untuk mempersiapkan acara perkenalan Eve sebagai bagian dari anggota keluarga Abraham.
Banyak dari rekan bisnis Abraham juga yang sepertinya sangat tertarik dengan Eve walaupun mereka belum pernah ketemu.
Apalagi saat melihat wajah tampan milik Johannes Abraham dan mereka juga berpikir adik dari Johannes Abraham alias Elizabeth Abraham itu pasti sangat lah cantik seperti kakaknya.
Apalagi rumor mengatakan bahwa adik Johannes Abraham yang diculik di adopsi oleh salah satu keluarga kaya di negara K.
Namun nama keluarga itu tidak ada yang tau dan mengenai bahwa Eve sudah menikah belum ada yang tau.
Para pria lajang tentunya berlomba-lomba untuk menarik perhatian Eve nantinya termasuk kolega bisnis Abraham yang akan memperkenalkan putra atau cucu mereka nanti kepada Elizabeth Abraham.
Di sudut lain seorang pria tentu saja sangat gelisah bagaimana nanti jika ada salah satu pria yang menarik perhatian Eve.
Sungguh memikirkannya sudah membuat pria itu ketar ketir siapa lagi kalau bukan Nabastala Affandra Werawan.
Ingin sekali Tala mengatakan bahwa Eve sebenarnya sudah menikah dan suaminya adalah dirinya. Namun, dirinya seperti tak kuasa apalagi sekretaris Diego dan asisten Kaivan tidak bisa membantunya dengan memberikan bukti seperti buku pernikahan Eve dan dirinya.
Padahal sebenarnya bisa saja mereka mengirimkannya atau Tala menyuruh orang untuk mengambilnya dan mengantarkan ke negara L.
Tala belum sama sekali balik ke negara K setelah pergi ke negara L untuk menghadiri pesta dari kolega bisnis dan meninjau proyek baru di negara L tersebut bersama sang sahabatnya Jackson Harrison..
"Sepertinya banyak yang penasaran dengan wajah istrimu dan para pria di sini sepertinya sudah mempersiapkan diri mereka sebaik mungkin." Ujar Jackson dengan berbisik di telinga Tala.
Tala, "..."
"Sayangnya mereka tau tidak bahwa Elizabeth Abraham adalah istri dari Nabastala Affandra Werawan ckckck..."
Jackson sama sekali tidak berniat menghibur Tala malah Jackson ingin membuat suasana hati Tala semakin buruk dan Jackson suka itu.
Terkadang Tala heran kenapa dengan para sahabatnya yang suka sekali membuatnya pusing kepala dengan tingkah mereka atau membuatnya sangat panas seperti sekarang ini.
Ingin sekali menenggelamkan Jackson namun nanti kasihan dengan keponakan cantiknya Lilyana Harrison sedih jika daddy-nya ini ditenggelamkan.
Akhirnya yang ditunggu pun datang Eve datang bersama kakaknya dan kakak iparnya tidak lupa mereka juga membawa Jean dan Orion.
Airen tau bahwa Eve sangat lah gugup dengan itu Eve saat ini berada di tengah di antara Joha dan dirinya.
Sedangkan Orion di gendong oleh Joha dan Jean di gendong oleh Airen.
Semua mata memandang ke arah wanita yang berada di tengah Joha dan Airen.
__ADS_1
Mereka tentu saja sangat kagum dengan kecantikan yang dimiliki oleh Eve.
Eve saat ini hanya mengenakan gaun sederhana berwarna biru laut sangat kontras dengan kulitnya yang putih. Gaun tersebut panjangnya di bawah lutut namun tidak sampai ke mata kaki.
Gaun itu bukanlah gaun dengan mereka terkenal karena gaun itu adalah buatan Eve sendiri.
"Selamat malam semuanya saya Johannes Abraham bersama istri saya akan memperkenalkan anggota baru di keluarga Abraham." Ujar Joha tanpa banyak basa basi.
Joha memang sebelumnya sudah memperkenalkan Airen sebagai istrinya namun belum pernah dengan anaknya.
"Seperti tujuan saya membuat pesta ini adalah ingin memperkenalkan adik saya yang sudah lama hilang karena diculik."
"Tepatnya di samping saya tentunya di sebelah kanan saya dia adalah adik saya yang telah lama saya dan orang tua saya cari namanya Elizabeth Abraham."
Semua para tamu undangan bertepuk dengan sangat meriah menyambut kedatangan Eve itu.
Eve sungguh tidak nyaman dengan acara ini. "Tentu saja semua itu belum usai saya juga akan memperkenalkan anak saya dan juga keponakan saya." Ujar Joha sembari mengecup pipi Orion dengan gemas.
Sementara Orion dengan reflek mengelap bekas ciuman dari pamannya yang ia panggil papi tersebut.
"Di dalam gendongan istri saya ini adalah putri kecil kami namanya Jean Aurora Abraham lebih muda dari keponakan saya Sky Orion Werawan."
Tala tentu saja terkejut bahwa Joha akan menambah nama belakang dari marganya di belakang nama anaknya.
Johannes memang sengaja memberitahukannya nama belakang keponakannya tersebut karena menurut Johannes memang seharusnya harus terbuka namun bukan berarti Johannes sudah menerima Tala untuk kembali dengan Eve hanya saja saat ini memang status keponakannya lebih penting dari segalanya dan Eve sama sekali tidak keberatan karena Tala juga berada di sini dan mengetahuinya.
Semua para tamu undangan tentu juga tau bahwa nama Werawan sudah tidak asing lagi bagi mereka apalagi dalam dunia bisnis seperti ini.
Kini acara perkenalan Eve sudah selesai saatnya Eve duduk di mana tempatnya berada dengan ditemani Airen dan Daisy serta anak-anak mereka.
"Kamu pasti sangat gugup." Ujar Daisy melihat Eve yang sama sekali tidak rileks di dalam acara ini namun Eve ingin menghargai kakaknya karena sudah membuat acara ini.
"Kenangan itu tetap masih ada mungkin saking banyaknya..." Eve mengucapkannya dengan santai namun di dalam hatinya tersenyum miris.
Eve tidak menyukai suasana di dalam pesta seperti ini baik yang dulu mau pun yang sekarang.
Banyak orang yang ingin berkenalan dengannya dan ingin bertemannya.
Rasa trauma berteman waktu Eve masih menjadi siswa sekolah masih ada di dalam dirinya yang mana teman-teman yang mendekatinya hanya menginginkan ketenaran, nama belakang keluarganya.
Sedangkan jika di pesta Eve biasanya akan dipermalukan oleh keluarga angkatnya sendiri dengan statusnya yang sebagai anak pungut.
Dada Eve terasa sesak saat memikirkannya. "Aku akan ke toilet sebentar." Ujar Eve dan menyerahkan Orion ke Cici.
Tala yang melihat Eve pergi dan meninggalkan Orion kepada Cici mengejar Eve.
Tala sengaja menjaga jarak agar tidak banyak kecanggungan dan membuat Eve semakin tidak nyaman.
__ADS_1
Karena jika mereka tau bahwa Nabastala Affandra Werawan ada di sini maka akan semakin banyak orang yang memasang wajah topengnya dengan berpura-pura baik.
Eve memegang dadanya yang terasa sesak kakinya terasa lemas.
Di dalam bilik toilet Eve mendengar suara percakapan para wanita di luar bilik toilet.
"Sepertinya aku pernah melihat adik dari Tuan Johannes Abraham." Ujar wanita A
"Kamu benar apalagi saat aku mendengar nama Werawan di belakang anak laki-laki siapa tadi namanya Sky Orion Werawan."
"Bukankah Tuan Nabastala Affandra Werawan sudah menikah dan pernikahannya yang kedua itu mungkin sekarang sudah berusia hampir 5 tahun mungkin kah itu anaknya Tuan Nabastala?"
"Entahlah namun aku dengar bahwa istri kedua dari Tuan Nabastala dulu merupakan anak pungut dari keluarga terpandang di negara K dan dia juga tidak dicintai oleh Tuan Nabastala menurut rumor."
"Mungkinkan Nona Elizabeth Abraham adalah istri kedua dari Tuan Nabastala?"
"Kalau memang benar itu maka kita harus bersikap baik dengan Nona Elizabeth Abraham. Sangat beruntung sekali Nona Elizabeth itu... terlahir dari keluarga terkaya dan menikah dengan keluarga terkaya..."
"Pasti orang yang menghujatnya dan memberikan kebencian kepadanya dulu akan merasa malu...kita tidak boleh bersikap buruk dan harus berbuat baik siapa tau kita bisa menjadi temannya dan suami kita mendapatkan keuntungan dengan itu serta status kita meningkat hahaha."
Eve yang mendengarnya mengepalkan kedua tangannya. Jika begini akan sudah mencari orang yang tulus.
Hidupnya mungkin akan berada dalam kesepian lagi.
Sudah berapa lama Eve duduk di atas closet itu karena sudah tidak mendengar suara lagi.
Eve keluar wajahnya terlihat sangat pucat. "Kamu pasti bisa Eve."
Kenangan-kenangan buruk itu melintas di dalam otaknya di mana saat dirinya yang berteman dengan tulus dimanfaatkan oleh orang lain lalu dipermalukan di depan umum.
Eve berusaha menguatkan hati dan pikirannya. Mencuci wajahnya lalu memperbaiki sedikit riasan dan rambutnya agar rapi kembali.
Eve keluar dari dalam toilet namun nyatanya Eve masih belum cukup kuat jika harus masuk kembali ke acara pesta itu.
Namun ada Orion pasti akan mencarinya. Langkah kaki Eve terlihat sangat lemah dan hendak jatuh.
Namun beruntung ada tangan seseorang yang menangkap tubuh Eve.
"Kamu tidak apa-apa...?" Tanya ornag itu yang tidak lain adalah Tala.
Eve melepaskan pegangan Tala dari badannya. "Aku tidak apa-ap---." Namun Eve terlihat sangat lemah
Tala segera menggendong Eve dengan raut wajahnya yang khawatir.
"Aku sangat takut." Ujar Eve pada akhirnya dan meneteskan air matanya. Eve semakin menempelkan wajahnya di Tala dan melingkarkan tangannya di leher Tala.
Tala semakin erat menggendong Eve ala bridal style tersebut. Sudah Tala duga bahwa Eve sedang tidak baik-baik saja dan Tala sudah tau bahwa Eve mempunyai trauma berada di dalam pesta dan lingkungan sosial atas.
__ADS_1
*Bersambung*