Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 118. Kata-kata Manis


__ADS_3

Keesokan harinya Tala terbangun terlebih dahulu mata Tala memandang ke arah dua orang yang sangat dicintainya masih tertidur lelap.


Malam ini Orion tidak tidur di atas dadanya setelah menangis semalam karena terbangun. Tala memeriksa keadaan Orion dan badan Orion sudah tidak demam lagi.


Tala segera mandi untuk membersihkan dirinya dengan cepat karena Tala hari ini ingin membuat sarapan buat anggota di mansion ini. Sekalian ingin merebut hati kakak iparnya yang masih sanksi kepadanya.


Walaupun Joha tidak pernah melakukan hal buruk seperti menjauhkan dirinya dengan Eve dan Orion namun Tala mengetahui bahwa tatapan Joha kepadanya masih sangat tidak suka.


Tala mengerti itu dan dengan memasakkan sarapan adalah awal bagi Tala untuk membuat hubungan dirinya dengan Joha semakin membaik. Perlahan-lahan.


Tala keluar dari dalam kamar mandi dan melihat bahwa Eve sudah terbangun dari tidurnya dengan kepala yang disandarkan di belakang ranjang namun matanya masih terpejam.


Tala segera berjalan mendekat membuat Eve membuka kedua matanya yang masih sangat mengantuk saat mencium bau wangi yang segar mendekat ke arahnya. “Jika masih mengantuk tidurlah ayah akan buatkan sarapan buat bunda, Orion, Jean dan kakak ipar.” Ucap Tala mengelus pipi Eve.


Tangan Tala tampak basah sehingga membuat kesadaran Eve cepat, dapat dilihat bahwa Tala saat ini seperti biasanya hanya mengenakan selembar handuk yang melilit di pinggangnya dan bertelanjang dada.


Eve memegang tangan Tala yang mengelus pipi-nya, “aku akan menyiapkan pakaian mu.” Ucap Eve hendak bangkit Tala langsung menjatuhkan Eve kembali sehingga membuat Eve duduk di atas pangkuannya. Tanpa banyak kata Tala langsung menyerang bibir ranum yang membuatnya ingin sekali memakannya.


Eve hanya diam saja lalu setelah Tala melepaskan ciumannya Eve menutup mulutnya. Pagi-pagi Tala sudah mulai mesum dan menyosor dengannya.


Melihat reaksi Eve membuat Tala terkekeh dan memeluk Eve dengan erat, “selamat pagi bunda ayah mencintai bunda.” Perkataan Tala yang lembut saat mengatakan itu mampu menghantarkan pipi Eve menjadi merah merona.


Tala melepaskan pelukannya dan terkekeh melihat pipi Eve yang sudah memerah ia sangat menyukai jika Eve malu seperti ini walaupun Eve memasang wajahnya datar. “Bunda bau acemmmm.” Goda Tala.


Eve, “…”


‘Biarkan bau masam namun kau tetap saja menyosor’

__ADS_1


“Tapi ayah tetap sayang dan semakin cinta sama bunda.” Eve merasa geli sendiri mendengarnya rasanya sangat tidak cocok dengan Tala. “Ayah bercanda bunda, bunda itu selalu wangi dan ayah sangat menyukainya ingin sekali rasanya ayah memeluk bunda seperti ini terus namun ayah juga harus menarik dan mendapatkan perhatian kakak ipar.” Ujar Tala sembari mengedipkan sebelah matanya ke arah Eve.


Tala melepaskan pelukannya di tubuh Eve lalu mencium Orion yang sudah mulai terusik tersebut karena merasa gemas. “Selamat pagi anak ayah yang tampan sedunia.” Ucap Tala pagi hari ini Tala terlihat sangat bersemangat.


Eve tidak memedulikan apa yang dikatakan Tala dengan percaya diri dan tidak tau malu itu. Ia harus menyiapkan pakaian buat suaminya.


Selama memilih pakaian suaminya sudah hampir dua minggu lebih ini Tala tidak bekerja apa sekarang dia sedang pengangguran atau bagaimana. Tidak mungkin jika Tala sudah menjadi pengangguran.


Harta tahta kekayaan Werawan tidak akan habis dengan begitu mudah hanya karena pewaris tunggal dan direkturnya tidak bekerja lagipula pasti Tala membuat asisten Kaivan dan sekretaris Diego kesusahan untuk menghandel pekerjaan yang sebagai direktur yang tentunya pasti akan sangat menyebalkan.


Tentu saja menyebalkan melihat Tala seperti ini yang selama berhari-hari selalu mengikuti ke mana pun dia pergi dan menonaktifkan ponselnya pasti asisten Kaivan dan sekretaris Diego kewalahan dibuatnya.


“Kapan akan kembali ke negara K?” Tanya Eve sembari meletakkan baju Tala di atas sofa dengan kasur sementara yang ditanya sedang asyik bermain dengan Orion yang sudah mulai sadar dari tidurnya itu.


Tala menatap ke arah Eve dengan tersenyum, “apa bunda ingin kembali ke negara K? Jika bunda ingin kembali maka sekarang pun bisa.” Ujar Tala dengan semangat.


Eve, “…”


“Tidak, tapi kan ada orang yang harus bekerja dan bertanggungjawab terhadap pekerjaan jangan hanya melimpahkan pekerjaannya ke orang lain dan bertindak sesukanya.” Pedas sekali Eve kali ini berbicara dengan sangat hati-hati dengan tidak memanggil Tala sebutan kamu atau dirinya aku atau lebih parahnya ayah bunda.


Sungguh rasanya belum keluar dari mulutnya saja Eve rasanya sangat malu dan merasa ngeri dengan dirinya sendiri.


Tala berjalan mendekat ke arah Eve dengan tersenyum sembari menggendong Orion yang bersandar dengan nyaman di pundaknya yang tanpa alas baju tersebut.


“Ayah akan kembali ke negara K jika bunda ingin kembali. Ke mana pun bunda ingin pergi maka akan ada ayah yang selalu menuruti bahkan jika bunda ingin menetap di Lembah Hunza atau bahkan bunda ingin kita hidup sederhana di sana.”


“Tanggungjawab ayah dan fokus ayah adalah bunda, Orion dan keluarga kecil kita. Mengenai perusahaan ayah bisa mempekerjakan orang yang bisa ayah percaya untuk menjadi direktur tentunya bunda sudah tau dengan siapa orang-orangnya.”

__ADS_1


“Lagipula kalau pun ayah tidak bekerja bunda jangan khawatir uang akan tetap mengalir dan kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.”


Kata-kata Tala sungguh manis bagaikan gulali, sehingga membuat Eve tidak mau terbuai apalagi sampai pipinya memerah karena sudah pasti saat ini pipinya akan memerah. Eve langsung mengambil alih Orion dari Tala.


“Apakah kesayangan bunda ingin minum susu?” Tanya Eve dengan lembut sembari mengusap rambut Orion dengan pelan dan sesekali menciumnya. Orion memberikan anggukan kepalanya.


Tala tersenyum melihat jiwa keibuan Eve yang sangat lembut hal itu menambah rasa cinta dan kagum Tala kepada Eve. Walaupun kata-kata manisnya diabaikan begitu saja oleh Eve tidak masalah Eve pasti memerlukan waktu untuk terbiasa dengan kata-kata manisnya itu.


“Ayah akan turun ke bawah terlebih dahulu ayah sudah menyiapkan air hangat untuk bunda dan pangeran. Jika bunda dan pangeran mau tiduran lagi silahkan ini juga masih terlalu pagi.”


Setelah mengatakan itu Tala hilang dibalik pintu kamar yang ditutup dari luar, “bunda rasanya tidak akan sanggup jika seperti ini.” Ujar Eve kepada Orion yang menatapnya dengan tersenyum sembari menyusu tersebut.


“Sebentar lagi putra bunda akan dua tahun itu artinya putra bunda tidak boleh lagi menyusui dengan bunda mengerti.” Dan perkataan Eve mendapat balasan dari Orion yang hanya tertawa saja.


“Kamu memang mirip ayah mu bagaimana bisa bunda yang mengandung mu dengan susah ayah dan melahirkan mu serta membesarkan mu hingga sebesar ini hanya mata saja yang pada mu.” Ucap Eve melihat anaknya itu sembari menepuk bokongnya dengan pelan.


Sikap manis Tala kepadanya dan perlakuannya yang lembut membuat Eve merasa nyaman dan aman. Apalagi saat melihat Tala yang begitu memberikan perhatian yang sangat besar dan kasih sayang yang tulus ke Orion walaupun sebenarnya itu sudah seharusnya karena Orion adalah anak Tala dengan dirinya.


Namun sebagai wanita dan ibu melihat Tala yang begitu baik dalam menjaga, mendidik, dan menenangkan Orion membuat Eve luluh.


“Kira-kira ayah akan memasak apa untuk mu?” Tanya Eve kepada Orion. Jika tidak ada Tala baru Eve berani memanggil Tala dengan sebutan ayah. Jika Tala mendengarnya pasti Tala berjingkrak-jingkrak karena kegirangan.


Perkembangan dan kemampuan memasak Tala semakin meningkat tentu saja karena dirinya kursus memasak dengan chef yang terkenal di negara K untuk mengisi waktu kosongnya agar tidak mengalihkannya ke minuman alkohol saat Eve belum dia temukan. Tala berjanji kepada dirinya akan berusaha untuk menjadi lebih baik dan menjadi pria yang sempurna untuk Eve agar saat dirinya bertemu dengan Eve nantinya Eve tidak akan mudah berpaling darinya atau jika Eve sedang mempunyai perasaan dengan seseorang laki-laki maka Tala akan membuat Eve goyah dengan rasanya itu.


Karena Eve hanya lah milik Tala seorang bukan milik siapa-siapa kecuali anak-anaknya nanti.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2