Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 97. Sky Orion


__ADS_3

Dua tahun kemudian


Eve kini sedang memakai celemek karena saat ini dirinya sedang memasak cookies buat cemilan sehat untuk kedua anaknya.


Ya dua tahun yang lalu Eve melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Sky Orion. Kata Sky diambil dari arti nama ayahnya Nabastala ‘langit’ sedangkan Orion adalah karena Eve sangat menyukai bintang tadinya ingin memberikan nama Galaxy.


Namun, Eve mengubahnya ketika melihat wajah Orion untuk pertama kalinya. Orion disebut the hunter rasi bintang paling terang dan paling terkenal di langit. Eve sengaja tidak menambahkan nama belakang ayahnya karena Eve merasa bahwa mereka sudah tidak ada hubungan lagi dan tidak pantas.


Biarkan saja dirinya dan Orion hidup berdua dan ayahnya hidup dengan kebahagiaannya mungkin sekarang Tala sudah menikah Eve tidak tau menahu karena Eve tinggal di sebuah desa dan agak susah akses internet memang Eve sengaja melakukannya.


Akses internet akan susah dalam waktu tertentu seperti hujan atau ada petir maka sinyal tidak ada sama sekali.


Joha yang Eve baru tau bahwa Joha adalah kakak kandungnya yang selama ini mencarinya ke mana-mana ingin menambahkan nama Abraham di belakang nama Orion namun Eve menolaknya karena seharusnya nama anaknya bukan berasal dari nama marganya melainkan nama marga ayahnya.


Eve juga sudah mendengar semua cerita dari Joha bahwa Eve bukanlah dibuang melainkan Eve diculik dan kedua orangtuanya sangat sedih dan berusaha mencari Eve ke mana-mana namun tidak ketemu sampai kedua orangtuanya meninggal.


Eve yang saat itu menangis histeris mendengar cerita sebenarnya bahwa apa yang dipikirannya bukanlah kebenaran. Namun Eve sangat sedih karena tidak bisa merasakan pelukan dan kasih sayang kedua orangtuanya lagi karena mereka sudah meninggal.


Eve juga sudah datang ke pemakaman mereka beberapa bulan yang lalu saat usia bayi perempuan Joha dan Airen boleh melakukan penerbangan. Nama bayi perempuan Joha dan Airen adalah Jean Aurora Abraham.


Eve membalikkan badannya dan betapa terkejutnya melihat wajah Orion yang sudah belepotan tepung sedang memandangnya dengan wajah polosnya.


Eve, “…”


‘Sejak kapan jadi begini!?’


Orion memang sudah bisa berjalan saat usianya 11 bulan itu karena berkat dari kakaknya Joha yang telaten dan senantiasa mengajari Orion. Sekarang usia Orion sudah 1 tahun 9 bulan.


Orion dengan Jean nama panggilan Jean Aurora Abraham berbeda 9 bulan terkadang apa yang dipegang oleh Jean akan direbut oleh Orion hal itu berakhir dengan tangisan Jean dan itu membuat Orion merasa sangat senang.


‘Dari siapa kejahilan ini muncul’


Terkadang kedua bayi yang menggemaskan dan berbeda jenis kelamin tersebut saling berebut kasih sayang dari Joha hal itu membuat Airen dan Eve menggelengkan kepalanya.


“Kucing berkepala hitam.” Ujar Eve menatap ke arah putranya itu.

__ADS_1


Saat ini di rumahnya tidak ada siapa-siapa kecuali dirinya dan Orion, Cici sedang menemani Airen ke klinik karena Jean sempat demam tadi pagi.


Sedangkan sang papi kedua bayi tersebut tidak ada di desa karena sedang ada pekerjaan yang penting dan tidak bisa melalui perantara.


Mungkin Jean sangat merindukan papinya itu karena sudah tiga hari tidak ketemu makanya sampai demam. Sedangkan Orion tidak punya teman untuk direcoki karena Airen membatasi keduanya bertemu takut demam Jean tertular ke Orion.


“Mungkin ini yang dirasakan anak gadis bunda yang sering kamu recoki.” Ujar Eve sembari menatap ke arah putranya yang masih sibuk dengan mainan tepungnya. Biarkan saja Orion bereksplorasi karena itu bagus untuk perkembangannya.


Baik Airen dan Eve tidak pernah membedakan keduanya menurut mereka keduanya adalah anak mereka. Hal itu membuat Joha merasa sangat senang melihat keakraban mereka.


Awalnya Joha mengira bahwa Eve akan menjauhi mereka ketika mereka mengatakan siapa identitas Eve sebenarnya.


“Papi pulaaannggg.” Teriak Joha dari luar rumah membuat Orion yang sedang asyik bermain terhenti. Joha masih belum tau bahwa putri kecilnya masih demam.


Orion mengangkat kedua tangannya ke arah Eve itu artinya Orion minta di gendong untuk melihat papinya.


“Kalian di sini!” Ucap Joha membuat Eve tidak jadi menggendong Orion. Mata Joha membulat melihat wajah Orion yang penuh dengan tepung tersebut.


Joha meringis melihatnya, “kenapa wajah pangeran papi seperti ini.” Tanya Joha ke Orion tentu saja Orion belum bisa menjawab pertanyaan Joha. Orion memang sudah pandai bicara namun itu bahasa bayi jadi siapa yang akan mengerti mungkin hanya Jean jika keduanya sedang bersama.


“Tidak ada yang menjaganya kak makanya tadi aku membawanya ke dapur dan mendudukinya di kuris bayinya.” Celetku Eve.


“Jean demam pagi tadi jadi dibawa ke klinik oleh kak Airen dan Cici.”


Joha mengerutkan dahinya, “kak Airen khawatir nanti kak Joha tidak tenang dan malah mengganggu pekerjaan kakak. Kakak juga nggak bilang kapan pulang selalu saja buat kejutan.” Kalimat terakhir adalah bentuk protes Eve ke kakaknya itu.


Joha akan bilang “surprise.” Atau nggak “rahasia.”


“Jangan memarahi kak Airen, lagipula kak Joha terlalu sering tidak bekerja aku rasanya kasihan dengan asisten dan sekretaris kak Joha.” Eve memicingkan matanya sepertinya wanita itu sedang datang bulan terlihat sangat sensitif dan cerewet.


Joha, “…”


‘Jika aku salah bicara sedikit saja maka akan berbuntut panjang’


Joha meringis sembari melihat ke arah Orion yang sedang di gendongannya. 

__ADS_1


"Aku akan membersihkan Orion dulu." Eve menggelengkan kepalanya melihat kepergian Joha.


"Kata orang suruhan papi bunda mu dulu sangat pendiam. Tapi, kenapa sekarang dia mulai cerewet apa semua ibu akan seperti ini." Joha berbicara dengan Orion yang hanya tertawa melihat ke arah Joha.


"Aku tidak yakin ada perempuan pendiam di Du ia ini." Celotehan Orion menjawab pertanyaan Joha membuat Joha sangat gemas.


"Sekarang pangeran papi sudah wangi dan bersih cemerlang." Emang ini lagi iklan sabun cuci piring.


Readers, "..."


'Sunlight'


"Sekarang kita bermain di depan sembari menunggu adik mu Jean. Ulu...ulu anak papi pasti sangat merindukan adiknya nih."


"Eve sudah berapa lama mereka pergi?" Tanya Joha kepada Eve yang berada di dapur itu.


"Mereka siapa!?"


Entah kenapa hari ini sepertinya suasana hatinya sedang tidak baik-baik saja. "Emmm apa kamu sedang datang bulan?"


"Memangnya kenapa!?"


"Kamu terlihat sangat sensitif...hehehe..."


Eve, "..."


"Aku ke depan dulu bawa Orion." Ujar Joha cepat-cepat pergi dari dapur.


Sebenarnya Joha ingin mereka tinggal bersama dan pindah ke negara L karena di mansion peninggalan Daddy dan mommy-nya tidak ada siapa-siapa kecuali para pelayan dan pengawal.


Namun sepertinya memerlukan waktu yang cukup lama bagi Eve apalagi...sudahlah.


Dari depan rumah Joha melihat mobil yang selalu membawa istrinya, adiknya berhenti di pelataran rumah.


"Orion adikmu sudah pulang begitu juga dengan mami mu." Tunjuk Joha tentu saja hal itu membuat Orion merasa sangat bersemangat ingin segera bertemu dan bermain dengan Jean.

__ADS_1


Joha tertawa melihat Orion yang sangat tidak sabar itu.


*Bersambung*


__ADS_2