Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 91. Bertemu Kak Airen


__ADS_3

Kini usia kandungan Eve sudah menginjak usia 6 bulan Eve sudah melewati trimester pertama kehamilan.


Perut Eve semakin buncit Eve merasa senang melihat perutnya yang sudah membesar ditambah lagi bahwa dirinya sudah bisa merasakan tendangan dari sang bayi.


Saat Eve merasakan tendangan itu Eve dengan semangat bercerita banyak hal kepada bayinya itu dan memotret perutnya yang terdapat cetakan kaki bayi. Bahkan Eve memvideokannya ketika sang bayi bergerak-gerak.


“Sayang hari ini kamu sungguh aktif, shhh.” Ucap Eve dengan bibir yang terus menunjukkan senyumannya namun sesekali meringis akibat tendangan sang bayi.


Eve saat ini sedang merajut pakaian bayi, selama hamil Eve mengambil kursus menjahit. Eve ingin membuatkan baju untuk bayi yang sudah diketahuinya jenis kelaminnya itu.


Penghasilan Eve selama hidup bersama dengan bayi di dalam kandungannya berasal dari toko roti dan juga profesinya yang baru ialah sebagai desainer.


Walaupun tidak mengenyam pendidikan desainer namun Eve dulu pernah mengambil kursus dan Eve memiliki bakat.


Uang tabungan dan hasil kerjanya sebagai dokter yang selalu Eve tabung dan Eve sama sekali tidak pernah menggunakannya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat atau berfoya-foya cukup menghidupi Eve dan bayi di dalam kandungannya itu.


Untu memutar uang itu agar terus mengalir Eve membuat usaha dengan membuka toko roti. Toko roti yang dimilikinya sudah memiliki dua cabang satu di pusat kota dan satunya di tempat tinggalnya.


Pekerjaan Eve mendesain baju yang menurut Eve terbilang sederhana namun sebenarnya sangat luar biasa serta harganya cukup terjangkau itu menjadi laris di daerah tempat tinggalnya.


Tentu saja hal itu tidak Eve lakukan sendiri Eve mempunyai satu pelayan di rumahnya untuk membantunya membersihkan rumah. Bukan karena Eve bersikap manja hanya saja Eve tidak ingin dirinya kelelahan sehingga membuat bayinya berada dalam bahaya.


Eve sudah mempunyai 10 pegawai untuk toko rotinya. Satunya koki dan duanya asisten koki sekaligus penjaga kasir untuk toko roti di tempat dirinya tinggal.


Sedangkan di pusat kota Eve memiliki 7 pegawai termasuk koki dan asistennya untuk membantunya mengelola usahanya itu.


Toko rotinya tidak cukup besar namun tidak juga kecil, sedang-sedang saja namun bisa mencukupi kehidupan Eve dan bayinya serta membayar karyawannya.


Jika Eve bepergian untuk membeli kain buat baju yang aka dibuatnya selalu ditemani oleh pelayannya yang di rumah atau biasanya Eve akan meminta tolong kepada pihak kain untuk mengirimkan kepadanya.


Semua terasa dimudahkan dan orang-orang yang bekerja dengannya juga sangat baik dan peduli. Sampai saat ini kehidupan Eve dan bayinya berjalan lancar tanpa Eve sadari bahwa itu ada campur tangan seseorang yang selama ini memperhatikan Eve dan mempunyai hubungan dekat.


“Bagaimana aku harus bertemu dengannya dan mengatakan yang sebenarnya. Aku tidak tau reaksinya seperti apa.” Ucap pria tersebut menatap sendu ke arah Eve yang sedang menyiram bunga. Aktivitas yang dilakukan Eve pagi dan sore hari.


“Hidup mu selama ini pasti berat. Maafkan aku.”


Seorang wanita di sebelahnya mengusap bahu sang pria yang menatap sedih ke arah Eve. “Haruskah aku ke sana?”


Sang pria menggelengkan kepalanya lalu mengecup kepala wanita yang baru beberapa hari menjadi istrinya itu. “Bagaimana kalau kita membuat skenario dengan berpura-pura bertemu dengan Eve.” Usul sang istri.


Sang pria menatap ke arah istrinya dengan ragu terkait usulannya. “Apakah dia akan nyaman, bagaimana kalau nantinya dia akan pergi lagi untuk menghindar.” Ujar sang pria merasa khawatir apalagi melihat Eve dengan begitu teliti mempersiapkan kepergiannya dari Tala.


“Bukankah kamu sangat merindukannya dia juga pasti sangat membutuhkan kita bukan tapi kamu saat ini apalagi dia sedang hamil. Tidak mudah bagi seorang wanita hamil seperti Eve.” Ujar sang istri.


“Aku rasa Eve tidak akan menghindar dari aku. Dia juga sudah mengetahui sedikit apa yang terjadi padaku lagipula dia sangat menyayangi anakku.” Ujar sang wanita yang tidak lain adalah Airen dan sang pria adalah Johannes Abraham atau biasa dipanggil Jo atau Joha oleh Airen.


“Jangan bersedih nanti Ashi akan sedih di atas sana.” Hibur Joha kepada istrinya tidak lupa Joha memeluk istrinya itu.


Memiliki Airen seutuhnya tentu saja membuat kehidupan Johannes sangat bahagia apalagi dirinya sudah lama menaruh hati pada Airen.


Airen adalah cinta pertama Johannes. Keduanya bersahabat sudah lama namun Johannes saat itu tidak mau mengungkapkan perasaannya Joha takut bahwa Airen akan menjauhinya dan hubungan persahabatan mereka menjadi buruk.

__ADS_1


Dunia Joha hanya berputar tentang Airen, tidak ada wanita lain yang ada di hati Airen. Airen memang gadis sederhana begitu juga dengan keluarganya namun mommy dan daddynya yang sudah meninggal tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Malah mereka justru setuju jika Joha menikah dengan Airen.


Namun, nyatanya kisah cinta dan persahabatannya tidak pernah mulus. Airen dan Joha kehilangan kontak karena saat itu Airen harus kembali ke tanah airnya studinya sudah selesai. Sesampainya di tanah air ponsel Airen hilang karena dicuri, kehidupan Airen pun bertambah rumit dengan keluarganya ditipu hingga datanglah sebagai malaikat penolong mantan suami Airen hadir.


Sudahlah jika mengingat lagi maka akan menambah rasa sakit yang terpenting sekarang Joha sudah memiliki Airen.


Dua hari setelahnya Airen dan Johannes sudah membuat skenario untuk bertemu dengan Eve yang tidak disengaja dan dicurigai oleh Eve mengingat Eve adalah orang yang sangat cerdas.


Orang bawahan Johannes sudah memberitahukan bahwa hari ini Eve akan melihat festival yang ada di lembah Hunza Pakistan tersebut.


“Kamu siap kan?” Tanya Airen kepada suaminya itu, Airen masih malu jika harus memanggil Johannes dengan sebutan sayang tidak seperti Johannes yang dengan santainya. Bahkan Johannes secara terang-terangan menggoda Airen hingga membuat pipi Airen memerah merona karena Jonannes.


“Aku sangat gugup.” Ujar Johannes mengungkapkan perasaannya itu.


Airen tersenyum mendengarnya, “kamu harus bisa berakting sebisa mungkin okay.” Ujar Airen lalu setelah itu mereka bersiap-siap ketika melihat Eve berjalan di depan mobil mereka dengan pelayan di rumahnya yang tidak lain adalah orang bawahan Johannes.


Airen dan Johannes keluar berpegangan tangan mereka berusaha terlihat senatural mungkin sembari menikmati festival di lembah Hunza Pakistan.


“Dia sama seperti mommy sangat menyukai pemandangan yang hijau-hijau.” Celetuk Johannes tiba-tiba melihat Airen yang berjalan dua puluh meter dari mereka.


Airen mengusap bahu suaminya itu pasti sangat berat bagi suaminya apalagi kedua orangtuanya meninggal dan adik perempuan satu-satunya menghilang karena diculik.


Orang-orang berpikir mungkin Johannes Abraham adalah anak tunggal nyatanya Johannes mempunyai seorang adik perempuan yang hilang tersebut.


Airen menoleh ke arah Johannes sembar menganggukkan kepalanya kepada suaminya itu. Johannes mengerti dengan kode yang diberikan oleh Airen lalu pergi jauh untuk membeli sesuatu.


Airen berjalan mendekat ke arah Eve berpura-pura bahwa dia sudah tidak sabar ingin melihat festival.


“Cici terimakasih karena sudah memberitahu ku ada festival ini. Ini sangat menyenangkan dan bayi ku juga sangat menyukainya.” Ujar Eve sembari mengelus perutnya yang sudah membesar.


Eve memanggil pelayan rumahnya adalah Cici yang artinya kakak. Airen nggak mau memanggil pelayan rumahnya itu dengan sebutan pelayan atau pun sejenisnya. Dan wanita yang dipanggil Cici tersebut juga tidak keberatan.


“Sama-sama Nona, senang rasanya jika Nona dan bayi di dalam kandungan Nona ikutan senang.”


Cici itu menjelaskan kepada Eve bagaimana festival ini terbentuk dan kegiatan apa saja yang menjadi rutinitas warga di lembah Hunza Pakistan ini kepada Eve.


Eve duduk di kursi yang sudah disiapkan oleh Cici. Cici sudah mempersiapkan segalanya kepergian mereka tentang festival ini.


Melihat Cici yang cekatan dan sigap bekerja membuat Eve merasa senang dan sangat nyaman. Bahkan barang-barang dibawakan Cici di pundaknya itu peralatan ibu hamil itu.


Dari mulai kursi, makanan sehat, topi, payung, dan sebagainya.


“Cici kamu sangat cekatan seperti orang yang sudah berpengalaman bekerja.” Celetuk Eve dengan senyumannya.


Cici terdiam dan sedikit merasa gugup mendengar perkataan Eve. “Saya berusaha untuk bekerja lebih baik Nona jadi saya harus sigap dan mencari tau supaya Nona betah bekerja dengan saya.” Ujar Cici dengan senyuman canggungnya.


Eve ketawa melihat wajah Cici, “kamu ini lucu sekali aku sedang memuji mu kenapa kamu terlihat gugup seperti itu.” Ujar Eve masih dengan senyumannya.


Wajah Cici kembali lega mendengar perkataan Eve, “aku sudah bilang jangan panggil aku Nona, Cici harus memanggil ku Eve jika tidak aku akan pecat Cici.” Ancam Eve dengan bercanda.


Cici mengangguk dengan cepat dan wajah Cici kelihatan khawatir hal itu membuat Eve tertawa. “Aku bercanda Cici.” Ternyata selama kehamilan Eve memang terlihat usil. Cici berpikir akankah Tuan muda di dalam perut Eve juga usil nantinya.

__ADS_1


“Eve.” Panggil seorang wanita dengan berpura-pura terkejut melihat ke arah Eve padahal dari tadi Airen berdiri di belakang Eve dan mendengar pembicaraan Cici dan Eve.


“Kamu di sini?” Tanya Airen melihat ke arah Eve.


Eve menolehkan kepalanya ke samping ketika mendengar suara seorang wanita yang sedang memanggil namanya itu.


Sedangkan di belakang Eve, Johannes sangat cemas takut Eve akan menghindar dan pergi jauh demi menghindari orang yang mengenalnya atau dikenalnya.


“Kai Airen.” Ujar Eve dengan berdiri menatap ke arah Airen. Airen saking terkejutnya dengan reaksi Eve kaget dan sedikit menoleh ke arah Johannes.


“Kak Airen sedang berlibur, aku senang bertemu dengan kak Airen.” Ujar Eve dengan semangat dan wajahnya yang bertambah berseri-seri.


Airen yang mendengar perkataan Eve segera membalas pelukan Eve dan mengangguk cepat sekaligus merasa lega. Tidak hanya Airen, Johannes dan Cici juga merasa lega.


Mereka mengira bahwa Eve akan pergi demi menghindar dari Airen.


***


Brak


Pintu ruang kerja Gulzar dibuka keras oleh Tala membuat Gulzar menatap dingin ke arah Tala.


Wendy yang berada di belakang Tala yang sudah berusaha untuk menghentikan Tala tidak bisa akhirnya terjadilah ini. “Maafkan saya Tuan saya sudah memberitahu bahwa Tuan tidak bisa diganggu dan saya sudah menghadang Tuan Nabastala.” Ujar Wendy menunduk.


Sekretaris Diego menatap ke arah sang pujaan hati yang masih terlihat dingin dan cuek kepadanya. Sekretaris Diego mengumpat atas sikap keras kepala Tala.


“Apa yang Anda lakukan Tuan Nabastala, Anda sungguh tidak sopan.” Ucap Gulzar dengan dingin kepada Tala.


Tala menolehkan kepalanya ke samping membuat sekretaris Diego menyerahkan dokumen kepada Gulzar.


“Seret adikmu di hadapan ku berani-beraninya dia bermain dengan seorang Nabastala.” Ucap Tala mengepalkan kedua tangannya.


Ingin sekali rasanya Tala menghajar wajah Gulzar yang merupakan kakak dari Harsha namun mengingat bahwa sepupunya Geya adalah tunangan dari Gulzar dan Geya sangat mencintai Gulzar.


Tala tidak ingin memperumit hubungan keduanya apalagi Tala sudah melihat perubahan Geya.


Gulzar yang melihat isi dokumen tersebut menatap tidak percaya dengan tindakan adiknya Harsha yang sangat berani itu.


Ternyata dalang dibalik semua ini adalah Harsha. Nafas Tala ikut memburu ketika mengingat apa yang sudah diketahuinya dari asisten Kaivan.


Selama tiga bulan ini Tala menjadi semakin dingin dan sangat sensitif hal itu membuat para karyawan sangat takut kepada direktur mereka itu.


Bahkan Tala setiap pulang dari kantor dirinya akan pergi ke bar untuk sedikit melupakan masalah hidup yang terjadi kepadanya. Hidup Tala tentu saja kacau apalagi mendapat fakta dari asisten Kaivan.


Ada satu lagi yang tidak diketahui oleh Tala bahwa jurnal harian Eve yang berada di laci kamar tempat di mana Eve tertidur kuncinya hilang dan itu berada di Geya.


Geya sudah membaca satu jurnal harian milik Eve dan Geya yang membacanya merasakan sangat sakit dan sedih. Ternyata Eve melewati banyak hal. Hal itulah yang membuat Geya bertekat untuk mencari Eve dan menghindar dari Harsha yang selalu mengajaknya untuk pergi keluar.


 


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2