Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 196. Menjaga Jarak


__ADS_3

Eve pergi ke kamar tamu untuk merebahkan badannya yang mudah lelah hari ini.


Kehamilan pertamanya Orion tidak mengalami banyak masalah seperti ibu hamil lainnya. Selera makannya bagus dan tidak mual-mual atau pun pusing. Malah Eve merasa dia tidak hamil atau seperti hari-harinya yang biasa hanya perut yang besar kecuali saat mau hari-hari mau melahirkan Orion pinggangnya mudah pegal dan badannya mudah lelah. Tidur pun Eve merasa sangat nyaman dia bisa tidur dengan mudah.


Kehamilan keduanya Regulus Galaksi Werawan Tala yang mengalami gejala kehamilannya bedanya yang dirasakan Eve adalah dia ingin selalu mencari perhatian Tala dengan meminta suatu makanan yang diinginkannya waktu hamil Gala perasaannya memang sensitif namun entah kenapa tidak seperti yang dirasakannya ini.


Kehamilannya yang ini Eve merasa bahwa dia sangat sangat sensitif dan sangat sangat ingin dimanja oleh semua orang. Dan dia menjadi seperti waktu bersama dengan Tala.


Tertutup.


"Apa bunda sakit?" Tanya Orion menatap ke arah Eve yang sedang memakaikan pakaian untuk Gala yang tentunya sudah memakaikan celana yang dipasangkan oleh ayahnya.


Gala tadi meminta ingin Eve saja yang mengenakannya baju.


Tala hanya diam sembari menyisir rambut Orion. "Tidak sayang bunda tidak sakit."


"Mau endong bunaaa." Ucap Gala dengan manja membuat Orion mendengus.


Saat Eve hendak mau menggendong Gala dengan cepat Tala mengambil alih membuat Eve terdiam.


"Gendong ayah saja sayang. Ayah kan jarang gendong Gala." Ucap Tala dan mencium pipi gembul Gala.


Gala sama sekali tidak protes, Tala mengambil tangan Orion untuk di genggam. "Ayo bunda." Ucap Tala dengan lembut.


Baik Tala maupun Eve sudah sepakat apa pun permasalahannya mereka tidak boleh menunjukkan mereka bertengkar di hadapan Orion dan Gala apalagi mereka berdua sudah bisa berbicara.


Eve memandang punggung Tala yang berjalan di depannya hatinya entah kenapa sakit dan merasa bahwa Tala ingin menjauhkan Orion dan Gala darinya.


Eve melamun jadi tidak mendengarkan pembicaraan Tala dengan kedua buah hati mereka. Baru sadar saat tangannya di genggam oleh Orion.


"Bunda jangan melamun nanti disambet setan. Paman Kaivan yang bilang." Ucap Orion dengan cepat.

__ADS_1


Tala mendengus kesal mendengar ketika Orion mengatakan itu karena Kaivan mengajarkan yang tidak-tidak kepada kedua buah hatinya. Namun yang ditangkap oleh Eve adalah bahwa Tala mendengus kesal kepadanya karena Orion memberikan perhatian kepadanya.


Eve sepertinya memang sangat sensitif terlebih ada masalah di antara keduanya.


Selesai sarapan ibu Dhara mengajak Eve untuk ikut bersamanya pergi berbelanja namun Tala mencegah dan tidak mengizinkannya. Lagi lagi Eve menangkap bahwa Tala membuat semua orang menjaga jarak dengannya. Alhasil ibu Dhara pergi bersama dengan ayah Davka dan tentunya beberapa pelayan juga ikut karena belanjaan mereka akan banyak karena mereka kedatangan tamu yang banyak juga.


Eve naik ke kamarnya saat Tala juga hanya mengajak Orion dan Gala bermain dan tidak mengajaknya untuk bergabung seperti biasa.


Eve menangis tersedu-sedu di dalam kamar mandi sembari kran air dinyalakan. Eve merasa kesal kenapa dia sangat sensitif sekali.


Setelah puas menangis Eve melihat wajahnya yang nampak sembab dan akhirnya Eve memutuskan untuk mandi dengan air hangat sekaligus merilekskan tubuh dan pikirannya.


"Ayah, apa bunda baik-baik saja. Ayah tidak membuat bunda lelah kan semalam main gigit-gigitan sehingga membuat bunda menjerit." Tuding Orion.


Orion pernah melihat Tala dan Eve sedang melakukan kemesraan mereka sebenarnya bukan salah Orion juga tapi salah mereka karena saat itu mereka berada di ruang keluarga dan semenjak itu Orion posesif kepada Eve.


"Ayah pasti gelitikin bunda sampai bunda lelah iyakan." Tuding Orion kembali.


"Kakak tidak boleh lho berpikir seperti itu. Mana mungkin ayah buat bunda lelah. Kakak kan tau ayah sangat sayang sama bunda."


Tala menelan salivanya mendengar perkataan putranya itu. "Kalau ayah gigit bunda, Gala akan gigit ayah juga mau HWARR." Ucap Gala membuat Tala tertawa.


"Ayah boleh bertanya tidak kenapa kakak dan didi tidak mau ada adik lagi?"


"Siapa bilang kakak dan didi tidak mau punya adik. Kakak dan didi mau malah kakak dan didi senang nanti akan bertemu dengan bibi Geya. Perut bibi Geya kan lucu." Ujar Orion.


"Iya kalau bunda hamil seperti bibi Geya gimana?"


"Maksudnya kalau ada adik bayi di dalam pelut bunda gituu."


Tala menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Gala.

__ADS_1


"Tidak mau." Dengan serempak keduanya menjawab Tala sampai menahan nafasnya.


"Kenapa?"


"Ayah didi tidak mau mempunyai adik lagi. Cukup didi saja okay. Cukup didi saja yang terakhir didi tidak mau ada yang lebih kecil di lumah ini selain didi." Lihat Gala bahkan sudah merajuk.


"Kakak juga tidak mau. Sudah cukup kakak bersaing dengan ayah dan didi buat rebutin perhatian bunda. Kakak tidak mau lagi."


Tala meringis mendengarnya. "Beneran tidak mau. Tapi kenapa suka lihat perut bibi Geya?"


"Bibi Geya kan belum punya anak kakak sama didi kasihan dan senang karena doa kakak dan didi terkabulkan oleh Tuhan."


Ucapan Orion memang benar adanya mereka setiap malam sering berdoa agar Geya mempunyai anak segera.


"Iya, sekalang doanya diganti semoga bayi di dalam pelut bibi Geya laki-laki semua." Ujar Gala.


"Tidak didi. Bayi di dalam perut bibi Geya harus perempuan semua. Kakak tidak mau mempunyai seperti didi lagi."


"Tidak boleh kakak. Kita halus sama doanya kita halus minta bayinya laki-laki semua."


"Memangnya didi mau nanti anak bibi Geya nempel pada bibi Geya terus kalau laki-laki?"


Ucapan Orion membuat Gala menggelengkan kepalanya cepat. "Nah, kalau didi tidak mau berarti doanya harus minta ke Tuhan bayinya perempuan. Kalau perempuan kan nanti bisa dekat sama paman Axel."


Menurut Orion dan Gala kalau perempuan lebih dekatnya ke ayah mereka kalau laki-laki lebih dekatnya ke ibu mereka. Mereka melihat diri mereka sendiri dan sepupu mereka Jean dan Lily.


"Iya kakak benal. Kakak memang pintal dan pantas menjadi kakak."


Tala menggelengkan kepalanya dan menatap ke arah sosok wanita yang berdiri di depan mereka entah sejak kapan. Langkah kakinya tidak didengar sama sekali atau mereka terlalu asyik bercakap.


Eve yang mendengar pembicaraan ketiga laki-laki dalam hidupnya yang mengisi hari-harinya melangkah pergi apalagi melihat tatapan Tala yang tajam sedari dulu dan wajah datarnya tidak ada senyuman ketika melihatnya.

__ADS_1


Lagi lagi Eve salah paham dan merasa bahwa secara diam-diam Tala ingin memberi jarak antara dirinya dengan Orion dan Gala.


*Bersambung*


__ADS_2