Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 20. Kakek Werawan Masuk Rumah Sakit


__ADS_3

Tiga bulan kemudian Eve semakin hari semakin sibuk merawat pasien dan Eve mengambil banyak pasien untuk dirawatnya.


Eve meminta kepada ayah Davka agar dirinya diperlakukan sama seperti teman sejawatnya yang lain.


Awalnya ayah Davka tidak mau melakukannya karena tidak ingin menantunya kelelahannya tapi Eve bersikeras bahwa dirinya bisa menjaga kesehatannya dengan baik. Akhirnya ayah Davka mengizinkan hal itu.


Alasan ayah Davka mengizinkannya melihat bagaimana sikap putranya yang terlihat cuek dan dingin kepada Eve. Karena memikirkan perasaan Eve yang pasti sedih karena Tala tidak memperhatikannya seperti Tala memperhatikan Adya.


Eve tentu saja sangat senang bahkan malam ini Eve mendapatkan shift malamnya. Jika teman sejawatnya yang lain sering mengeluhkan bahwa tidak suka dengan shift malam tapi bagi Eve dirinya malah menyukainya.


Karena di malam harilah Eve bisa lebih tenang dari siang hari bukan karena pasien hanya saja jika malam hari akan melawan waktu. Malam biasanya orang gunakan untuk tidur sedangkan dirinya digunakan untuk bekerja.


Memandang langit malam sambil meminum milkshake yang dipesannya dengan ayam goreng untuk melepaskan stres yang ada dalam benaknya.


Hembusan nafas panjang dan embun yang keluar dari dalam mulutnya sangat panjang hal itu membuat Eve tersenyum senang.


Walaupun cuaca sangat dingin di luar karena angin yang berhembus tapi itu tidak membuat Eve merasa kedinginan dan malah Eve menyukainya.


“Apakah kamu tidak kedinginan?” Tanya dokter Raka yang sudah mencari Eve ke mana-mana ternyata orang yang dicarinya berada di atas rooftop.


Dokter Raka menyampirkan jaketnya di pundak Eve. Eve yang menerima perhatian dari dokter Raka tersenyum dan mengucapkan terimakasih.


“Jangan melakukan hal yang seperti ini lagi orang-orang akan salah paham.” Ujar Eve sambil memandang ke depan.


Dokter Raka menatap Eve yang terus mengembangkan senyumannya sambil menatap langit malam yang dipenuhi oleh bintang dan bulan yang bersinar cerah.


“Bukankah sangat cantik.” Ucap Eve yang melihat banyak bintang di atas. Karena tidak mendengar suara dari orang di sebelahnya Eve menoleh menatap dokter Raka.


Eve menunjukkan bintang di atas dengan senyumannya. “Bukankah mereka sangat cantik di gelapnya malam.” Ujar Eve lalu kembali melihat ke langit malam. “Di bawah juga terlihat sangat cantik karena kelap-kelip lampu bangunan gedung dan rumah orang.”


“Iya sangat cantik.” Ucap dokter Raka namun matanya tidak mengalihkan pandangannya dari wajah Eve yang sedari tadi tersenyum.


Eve semakin tersenyum lebar karena senang bahwa pernyataannya yang disetujui oleh dokter Raka.


“Kenapa kamu mengambil shift malam? Memangnya kamu tidak kencan dengan kekasihmu?” Tanya Eve menatap dokter Raka di sampingnya.


Dokter Raka menghela nafasnya dan menatap ke langit malam. “Aku tidak punya kekasih.” Ujar dokter Raka mengambil nafas dalam.


Eve terkekeh mendengarnya membuat dokter Raka menatap Eve yang terlihat sangat cantik berkali-kali lipat ketika tersenyum. “Tapi, aku mempunyai seseorang yang sangat aku sukai pada pandangan pertama.”


Eve kaget dan menatap ke arah dokter Raka. “Pandangan pertama woah bagaimana rasanya kata orang-orang cinta pada pandangan pertama itu nggak ada. Eh baru suka kan?” Tanya Eve lagi.


“Tidak kamu benar bahwa aku jatuh cinta pada pandangan pertama kepadanya saat aku melihat mata indahnya. Saat itu aku bagaikan terhipnotis di dalamnya, Tapi…” Dokter Raka menghentikan ucapannya.


Eve semakin penasaran dengan cerita dokter Raka. Dokter Raka yang melihat ekspresi wajah Eve yang penasaran sanggat menggemaskan ingin rasanya dokter Raka mencubit pipi Eve namun dirinya tau batasan bahwa wanita di depannya ini sudah bersuami.


“Kenapa kamu berhenti ayo ceritakan tentang cinta pada pandangan pertamamu. Pasti dia sangat cantikkan sampai membuat seorang Caraka Arkatama yang digilai di rumah sakit ini karena ketampanan dan keahliannya bisa jatuh cinta.”


Dokter Raka tersenyum namun senyum yang diberikan adalah senyuman mirisnya. “tapi, dia sekarang sudah menikah.” Eve yang mendengarnya melemaskan bahunya mendengarnya.


Eve menatap prihatin kepada dokter Raka. “Masih banyak perempuan di luar sana.” Ucap Eve menepuk bahu dokter Raka untuk menghiburnya. “Aku turut prihatin.”

__ADS_1


Dokter Raka tersenyum, “apakah dia tau bahwa kamu mencintainya?” Tanya Eve kembali yang merasa sangat tertarik.


Dokter Raka menggelengkan kepalanya. “Dia tidak tau karena sebelum aku memulai untuk mengejarnya dia sudah menikah. Tapi aku melihat bahwa pernikahannya tidak sebahagia hal itu membuat aku sangat sedih karena dia begitu disia-siakan oleh suaminya.”


“Bahkan kami belum berkenal satu sama lain. Dia adalah wanita yang mampu meluluh hati seorang Caraka Arkatama yang digilai banyak wanita di rumah sakit ini. Jika hal ini bocor maka mereka akan melihat dokter Raka terlihat menyedihkan.” Ujar dokter Raka dengan candaannya.


Eve tertawa mendengarnya dan sedikit miris melihat kisah cinta dokter Raka. “Mungkin ini adalah karma buat aku.” Lanjut dokter Raka membuat Eve menoleh menatap dokter Raka dengan penuh tanda tanya.


“Kamu tau bahwa aku dulu adalah buaya hahahahha.” Ujar dokter Raka sambil tertawa. “Karena aku sangat tampan dari atas sampai bawah sangat sempurna hehhe aku memanfaatkan hal itu untuk mengencani banyak wanita.”


Eve yang mendengarnya menganga tak percaya mendengar cerita masa lalu dokter Raka. “Tutup mulutmu nanti lalat akan masuk.” Eve segera mengatupkan mulutnya.


“Woah kamu benar-benar. Pantas kisah cintamu tragis.” Timpal Eve sambil tertawa. “Bisa jadi itu adalah sumpah serapah wanita yang kamu sakiti hatinya.”


“Dari sekian banyaknya wanita yang aku temui dan aku kencani hanya dia yang bisa membuat aku terpikat bahkan sampai sekarang. Aku juga saat itu tidak menyangka bahwa pandangan pertama itu bisa bertahan lama sampai sekarang apalagi aku sering melihatnya.” Ujar dokter Raka


“Berapa banyak mantan yang kamu miliki?” Tanya Eve penasaran.


“Emmm mungkin sekitar seratus lebih.” Ujar dokter Raka yang lagi-lagi membuat Eve menganga tak percaya.


“Aku memberikan batasan kepada mereka satu minggu untuk membuat aku bisa luluh namun mereka tidak bisa. Kamu tau kamu sangat beruntung mempunyai teman yang digilai banyak wanita seperti aku.” Ujar dokter Raka sementara Eve yang mendengarnya memutar bola matanya malas. Sangat narsis itulah yang dipikirkan Eve kepada dokter Raka.


Keesokan harinya Eve yang baru selesai dengan shift malamnya dan hendak pulang paginya untuk beristirahat. Eve melihat bahwa kakek Werawan dibawa masuk rumah sakit.


“Ibu apa yang terjadi dengan kakek?” Tanya Eve yang melihat bahwa ibu Dhara terlihat sangat gelisah dan khawatir di bangku ruangan di mana kakek Werawan ditangani.


“Eve kamu di sini kenapa kamu nggak pulang kamu harus istirahat.” Ucap ayah Davka yang melihat Eve.


“Nanti saja ayah Eve ingin di sini dan melihat perkembangan kakek. Eve tidak bisa tenang melihat kakek masuk rumah sakit.” Ujar Eve.


“Sayang sebaiknya kamu balik untuk membersihkan diri terlebih dahulu dan beristirahat sebentar. Nanti kamu kembali lagi ke sini ya.” Ujar ayah Davka dengan lembut.


Eve menganggukkan kepalanya, “tapi biarkan Eve yang merawat kakek Werawan ya ayah ibu.” Ujar Eve dan ibu Dhara ayah Davka menganggukkan kepalanya menyetujui.


Eve akhirnya berjalan keluar namun bukan pulang ke mansion melainkan dirinya pergi ke ruang kerjanya untuk membersihkan diri setelah sebelumnya meminta tolong kepada pengawalnya dan sopirnya untuk mengambil baju dan membelikannya sarapan di kantin.


Dua jam kepergian Eve bertepatan dengan dokter keluar dari ruangan yang di mana kakek Werawan berada Eve kembali lagi. “Bagaimana keadaan kakek saya dok?” Tanya Eve yang membuat ayah Davka dan ibu Dhara terkejut melihat Eve yang begitu cepat kembali.


“Keadaan Tuan Werawan sudah baik-baik saja sekarang. Tuan Werawan hanya kelelahan saja tolong dijaga baik kesehatan Tuan Werawan dan makanannya ya.” Ujar dokter tersebut menjelaskan.


Setelah dokter pergi dan kakek Werawan dipindahkan ke ruangannya. “Ibu, ayah sebaiknya ibu ayah pulang saja jangan sampai ibu ayah kelelahan. Kakek biarkan Eve yang merawatnya.” Ujar Eve.


Ibu Dhara dan ayah Davka menatap satu sama lain. “Sayang yang harus istirahat adalah kamu karena kamu baru pulang dari shift malammu.” Ujar ayah Davka.


“Tapi, Eve ingin menjaga dan merawat kakek ayah. Ayah dan ibu juga pasti kelelahan.” Ujar Eve.


“Begini saja sayang jika kamu ingin merawat kakek gimana kalau kamu istirahat dulu di ruanganmu untuk saat ini biarkan ayah dan ibu yang menjaganya.” Ibu Dhara


“Baiklah, Eve akan menjaga kakek Werawan di malam hari. Selama kakek Werawan di rumah sakit bolehkah Eve menjaganya di rumah sakit sambil bekerja di siang harinya.” Pinta Eve. “Kak Adya pasti kesepian jika ibu yang menjaga kakek Werawan apalagi kak Adya sedang tidak stabil. Eve janji bahwa Eve akan menjaga kesehatan dan beristirahat dengan baik. Ayah dan ibu jangan khawatir hmmm.”


Ayah Davka dan ibu Dhara tidak bisa menolak permintaan Eve menantu mereka yang ingin menjaga kakek Werawan. Lagipula benar apa yang dikatakan oleh Eve bahwa Adya juga pasti akan kesepian dan kesehatan Adya tidak stabil.

__ADS_1


Di dalam mansion Adya menunggu kedatangan Eve yang belum pulang sejak kemarin pamit untuk bekerja shift malamnya. “Kenapa dia belum pulang.” Ujar Adya cemas. “Ibu dan ayah ke mana kenapa belum turun.”


Tala turun dari tangga dengan tergesa-gesa lalu berjalan di dapur mencari keberadaan Adya. “Kakek masuk rumah sakit.” Ucap Tala membuat Adya terkejut. “Ibu dan ayah berada di rumah sakit menjaga kakek. Sebaiknya kita sarapan dulu nanti siang kita akan ke rumah sakit.” Ucap Tala.


“Apakah Eve juga masih di rumah sakit?” Tanya Adya Tala hanya diam saja karena dirinya fokus kepada makanannya. “Eve pasti akan sangat kelelahan jika dirinya masih merawat kakek. Tala bisakah kamu menyuruh Eve untuk pulang nanti dia kelelahan.” Ucap Adya merasa khawatir.


“Dia sudah besar dan bisa menjaga dirinya dengan baik. Yang harus kamu fokuskan adalah kesehatanmu dan pengobatanmu. Dia bisa mengurusnya dirinya dengan baik.” Ucap Tala lalu pamit pergi tanpa mendengar kata Adya yang akan membuat mereka kembali bertengkar.


Adya meminta kepada kepala pelayan untuk membawanya ke kamar sekarang di mansion yang luas ini dirinya hanya sendiri. “Kenapa dia tidak mengangkatnya.” Ujar Adya. “Sebaiknya aku menelpon ayah.”


Selama beberapa detik Adya menunggu agar sambungan teleponnya di angkat oleh, “Halo Adya.” Suara pria paruh baya mengalun di seberang sana.


“Halo ayah bagaimana keadaan kakek?” Tanya Adya langsung.


“Kakek sedang dirawat oleh dokter dan dokternya belum keluar sayang.” Ayah Davka, “Apakah Eve sudah sampai di mansion?”


“Belum ayah, Adya sedari tadi menunggu Eve pulang.” Ujar Adya cemas.


“Mungkin Eve di dalam perjalanan tadi ayah dan ibu sudah menyuruhnya pulang dan singgah di beberapa tempat.” Ayah Davka


“Bisa jadi ayah, apakah tadi Eve melihat bahwa kakek masuk rumah sakit?” Adya


“Iya sayang bahkan adikmu itu bersikeras ingin menjaga kakek dan tidak ingin pulang. Kamu tau sendiri dia bagaimana bukan. Tapi, beruntungnya dia menuruti keinginan ayah dan ibu untuk menyuruhnya beristirahat.”


“Baiklah ayah terimakasih. Ayah dan ibu jangan lupa sarapan di sana ada pengawal bukan ayah dan ibu bisa meminta tolong kepada pengawal untuk membeli makanan. Jika ayah dan ibu juga nanti sakit Adya tidak bisa tenang dan sangat khawatir apalagi menantu dokter ayah dan ibu akan sangat cerewet nanti.” Ujar Adya membuat ayah Davka tertawa mendengarnya.


Memang benar kedua menantunya sangat cerewet kepada dirinya dan istrinya jika Adya akan mengomel dan sedih berbeda dengan Eve yang akan dengan protektif mengatur gizi makanan kepada dirinya dan istrinya. Setiap jam Eve akan menelpon mereka hal yang sama yang dilakukan Eve kepada Adya saat ini.


“Iya sayang terimakasih. Sebaiknya tutup dulu ya teleponnya atau kamu mau berbicara dengan ibu?” Ucap ayah Davka yang sangat senang. Baginya Adya dan Eve adalah vitamin karena mereka hanya memiliki seorang anak laki-laki dan beruntung mendapatkan perhatian dari kedua menantunya itu.


“Tidak ayah, biarkan ibu beristirahat pasti ibu sangat lelah karena setiap hari menjaga Adya dan kali ini menjaga kakek. Titip salam kepada ibu love you ayah ibu.” Sambungan pun terputus.


Di dalam kamar setelah Adya selesai menelpon Adya ingin keluar dari kamar tanpa menggunakan kursi rodanya. Di dalam mansion dan di hadapan semua orang Adya memang memakai kursi rodanya karena tidak mau berdebat. Adya tau bahwa mereka sangat mengkhawatirkannya tapi sesekali Adya akan meninggalkan kursi rodanya.


Adya membukakan pintu kamarnya bertepatan dengan sopir Adya dan kepala pelayan yang hendak membukakan pintu. “Bapak bibi ada apa?” Tanya Adya.


“Nona kenapa tidak menggunakan kursi roda.” Ucap kepala pelayan yang khawatir Adya hanya memberikan senyumannya.


“Adya baik-baik saja bibi.”


“Begini Nona muda saya disuruh Nona muda Eve untuk mengambil beberapa pakaian ganti dan pakaian santai serta tidurnya ke rumah sakit.” Ucap sopir Eve tersebut.


Adya hanya bisa menghela nafasnya saja seharusnya dirinya tau apa yang dilakukan oleh Eve. “Iya bapak dan bibi lakukanlah. Dia akan melakukannya sendiri jika kalian tidak melakukannya bukan.”


“Biarkan saya saja bapak tunggulah di luar.” Ujar kepala pelayan dan diangguki oleh sopir tersebut.


Adya duduk di ranjang kamar Adya dan Tala matanya memandang ke seluruh ruangan sangat hambar menurut Adya tidak ada sentuhan perempuan. Melihat hal itu membuat Adya menggelengkan kepalanya lalu meraih ponselnya sambil menunggu bibi yang memasukkan pakaian Eve ke dalam koper.


Kepala pelayan melarang Adya untuk membantunya karena takut kelelahan jadi alhasil Adya tidak punya kerjaan. Adya membuka sebuah aplikasi untuk menjadi bahan referensi ketika dirinya ingin mendekor atau mendesain sesuatu.


Adya tersenyum menatap layar ponselnya ketika menemukan yang pas untuk kamar ini. Nanti dirinya akan menggambar dan membuat desain.

__ADS_1


*Bersambung*


Halo teman-teman dalam tiga atau dua hari ke depan maaf ya kalau Lunar nggak update. Nanti Lunar akan update dua bab setiap harinya lagi.


__ADS_2