Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 132. Bolehkah?


__ADS_3

"Tidak ada yang salah." Ucap Tala dengan lirih kepada Eve yang sudah tertidur. "Manusia tamak seperti mereka yang terlalu serakah."


Tala mengecup kening Eve berapa kali dan memeluknya dengan erat. "Lihat bahkan kamu sampai tertidur karena lelah menangis."


"Mata ini bahkan sembab." Tala mencium kelopak mata Eve.


Lama-lama Tala mulai merasakan kantuknya dan tertidur pulas.


Di tengah malam Eve terbangun pelan-pelan Eve melepaskan pelukan dari suaminya itu.


Berjalan ke dalam kamar mandi karena dirinya merasa tidak nyaman tidur jika dirinya belum membersihkan diri.


Eve melihat penampilan dirinya di cermin sungguh berantakan dengan mata yang sembab dan rambut acak-acakan seperti singa saja.


Tala terbangun ketika merasakan bahwa sudah tidak ada orang yang tidur di sampingnya.


Dengan segera Tala membuka kedua matanya dan bangkit dari tidurnya.


Tubuhnya terasa linglung karena bangun secara tiba-tiba. Tala meringis sembari memegang kepalanya.


Tala berusaha menguatkannya agar cepat sadar untuk segera mencari istrinya itu.


Tala merasa sangat khawatir bagaimana jika Eve melakukan hal yang tidak atau pergi dari hotel tanpa dia sadari.


Eve membuka pintu kamar mandi dan melihat Tala yang terbangun sembari memegang kepalanya.


"Kenapa terbangun?" Tanya Eve, suara Eve bagaikan angin segar di telinga dan pikiran Tala.


Tala langsung berjalan dan memeluk tubuh ramping istrinya itu.


"Ayah sangat khawatir bunda ke mana aja?" Terkadang Tala memang sangat berlebihan.


Eve melepaskan pelukannya dari Tala dan memandang Tala dengan mata sembabnya.


"Dari kamar mandi." Jawab Eve sembari tangannya merapikan rambut Tala yang juga berantakan.


"Seharusnya bunda memberitahu ayah kalau mau ke kamar mandi ayah sangat khawatir." Ungkap Tala sungguh bukan karena dia terlalu lebai hanya saja Tala takut bahwa sedikit saja dia tidak melihat Eve dia takut bahwa Eve sudah pergi jauh darinya.


"Bagaimana mau membangunkan jika sedang tertidur." Ujar Eve. "Lagipula aku hanya pergi ke kamar mandi."


"Ohho ayah harus benar-benar menjaga bunda agar ayah tidak kehilangan bunda lagi."


Eve berjalan ke atas ranjang untuk kembali mengistirahatkan tubuhnya dengan diikuti Tala


"Kenapa sih suka meluk gerah." Keluh Eve kepada Tala yang sudah memeluknya kembali.


"Nyaman." Ucap Tala dengan tersenyum sembari memejamkan matanya kembali.


Eve hanya menggelengkan kepalanya entah kenapa matanya tidak mau lagi dipejamkan.

__ADS_1


Eve terus bergerak gelisah sehingga membuat Tala membuka matanya dengan enggan karena orang yang dipeluknya bergerak gelisah.


"Bunda kenapa tidak melanjutkan tidur lagi?" Tanya Tala memaksakan diri membuka matanya walaupun matanya sangat mengantuk berat sekali rasanya.


Tala bangkit dari tempat tidurnya dan memandang wajah istrinya itu, "apa sudah tidak mengantuk lagi?" Tanya Tala.


Tala mengelus wajah Eve dengan lembut, "apa bunda ingin tidur?" Eve hanya menganggukkan kepalanya.


"Sepertinya bunda harus dibuat lelah terlebih dahulu agar bisa tertidur dengan nyenyak bunda sudah lelah pikiran hari ini."


Setelah mengatakan itu Tala berada di atas Eve sehingga membuat Eve kaget dengan gerakan Tala secepat kilat.


Eve berusaha untuk bangkit namun sayang dirinya sudah dikepung oleh badan kekar Tala.


"Menyingkirlah isshhh." Gerutu Eve namun Tala malah mengukung Eve dan membuat wajah keduanya semakin dekat.


"Berhubung hanya kita berdua bagaimana kalau kita membuat adik untuk Orion?


Tala langsung mencium Eve dengan lembut membuat Eve mengerjapkan kedua matanya.


Yang ada di dalam benak Eve tadi Tala bertanya kepadanya untuk mendengar jawabannya atau mengatakan keinginan dalam jiwa kelakiannya.


"Balas bunda." Ucap Tala dengan lirih di depan bibir Eve dan menatap mata dalam Eve.


Tala kembali menyerang bibir Eve kini Tala mendapatkan balasan dari Eve sehingga membuat Tala semakin bersemangat dan berkobar.


Benda pusaka miliknya ingin segera dituntaskan segera setelah beberapa tahun tidak dikeluarkan dan tidak merasakan sangkarnya. Apalagi umurnya yang sudah kepala tiga hormon kejantanannya lagi berada di puncak-puncaknya.


Bibir Tala berpindah di leher jenjang dan kulit putih Eve meninggalkan jejak di sana.


Jika Eve sadar dan melihat jejak perbuatannya pasti Eve akan memandangnya dengan tatapan kesal.


Tangan Tala sudah ke mana-mana dan kancing baju Eve sudah terlepas.


Nafas keduanya sudah terngah-engah apalagi ketika Tala mendengar suara indah Eve membuatnya semakin menggelora.


"Apakah boleh?" Izin Tala menatap ke arah Eve yang sudah berantakan karena ulahnya.


Mata Eve yang sembab dan bibir Eve yang bengkak serta baju tidur Eve sudah terlepas kancingnya dan leher Eve sudah ada bekas yang dibuatnya. Penampilan Eve saat ini sangat menggoda.


Eve mengatur nafasnya saat Tala menghentikan apa yang dilakukannya ada rasa tidak rela di dalam dirinya untuk disudahi.


Tala mendekat ke arah Eve dan berbisik di telinga Eve serta tidak lupa menjilatnya membuat Eve merinding oleh sentuhan suaminya.


"Ayah sudah tidak tahan lagi." Ucap Tala lalu merendahkan tubuh bagian bawahnya sehingga mengenai Eve.


Eve bisa merasakan benda pusaka itu mengeras.


Tala menatap Eve dengan tersenyum saat Eve yang terkejut dengan benda pusaka miliknya itu.

__ADS_1


Tangan Tala dengan lembut mengelus kepala Eve dengan sayang pancaran kasih sayang dan hasrat di matanya membuat Eve terhipnotis.


"Kenapa diam bunda? Apa ayah boleh melakukannya?" Walaupun sebenarnya Tala mempunyai hak untuk meminta agar batinnya dipenuhi akan tetapi Tala ingin melakukannya dengan Eve dengan mereka sama-sama mau dan membuat Eve merasa nyaman.


Melakukan hubungan suami istri akan semakin mendekatkan hubungan mereka.


Kenapa Tala harus bertanya kepadanya bukankah sudah menjadi haknya untuk meminta dan menjadi kewajibannya untuk melayani suaminya.


"Apakah diamnya bunda berarti iya!" Ujar Tala dengan nafas yang memburu.


Eve merasa gemas dengan Tala kenapa di saat seperti ini Tala masih bertanya kepadanya sehingga membuat Eve mengecup bibir Tala.


Tala yang mendapatkan kecupan di bibirnya tersenyum wajahnya sangat sumringah.


"Seharusnya bukan seperti itu tapi seperti ini."


Tala semakin bergerak liar ketika mendapatkan izin dari Eve untuk dijamah tubuhnya. Akhirnya setelah sekian lama benda pusaka miliknya bertemu dengan sangkarnya.


Sudah beberapa kali pelepasan namun Tala masih belum puas.


Tala semakin menggila hingga membuat Eve merasa tidak berdaya berada di bawahnya.


Berbagai macam posisi sudah mereka lakukan namun Tala selalu bertanya kepadanya setiap kali mengganti posisi apakah dirinya merasa nyaman atau tidak.


Eve merasa sangat nyaman dan aman dengan apa yang dilakukan oleh mereka. Ini pengalaman yang jauh berbeda dengan apa yang dilakukan mereka dulu.


Pelepasan terakhir Tala keluarkan semua pelepasan Tala keluarkan di dalam agar tumbuh nyawa lagi di dalam perut wanita dicintainya itu.


Eve sudah sangat lemas Tala mengusap keringat yang membasahi kening Eve dan memandang Eve dengan perasaan puas.


"Terimakasih, ayah sangat mencintai bunda selalu." Tala selalu mengucapkan rasa cintanya kepada Eve.


Tala menggendong Eve dan memakaikan Eve dengan jubah mandi lalu meletakkan Eve di sofa.


Tala kembali mengganti sprei agar Eve merasa nyaman dengan tidurnya.


Eve sudah tidak sanggup lagi membuka matanya matanya sangat berat dan badannya terasa lemas. Semua tenaganya rasanya terkira habis atas apa yang dilakukan mereka tadi.


Eve sudah tidak tau apa yang dilakukan oleh Tala dan jatuh terlelap dalam tidurnya.


Bahkan saat Eve menggantikan jubah mandi Eve dan mengelap Eve dengan kain basah saja Eve sudah tidak merasakan lagi saking pulasnya dia tertidur.


Pakaian yang diganti oleh Tala berupa lingerie Tala tidak berhentinya tersenyum saat melihat Eve yang pulas tertidur tanpa tau apa yang dilakukannya apalagi melihat hasil karyanya di tubuh Eve.


"Kamu masih sama saja seperti dulu tidak akan sadar dengan apa yang dilakukan oleh orang lain jika sudah tertidur."


"Semoga kamu segera tumbuh di rahim bunda sayang. Ayah menantikan kehadiran mu. Apapun keinginan mu di dalam sana maka akan ayah kabulkan jika kamu berada di sana."


Tala merasa geli sendiri dengan dirinya yang berbicara sendiri pada perut Eve yang masih rata dan tangannya yang mengelus perut Eve dengan lembut.

__ADS_1


Dia sangat yakin apa yang dilakukannya tadi akan membuahkan hasil secepatnya seperti yang sudah-sudah. Ikan berudu miliknya memang sangat terbaik.


*Bersambung*


__ADS_2