Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 146. Memaafkan Bukan Berarti Melupakan dan Mengabaikan


__ADS_3

"Bagaimana dengan keadaan kak Lizzy paman sekarang? Apakah dia baik-baik saja?" Tanya Geya dengan raut khawatir.


Ayah Davka memberikan senyumannya kepada Geya, "paman kenapa tersenyum?"


"Iya ayah kenapa tersenyum?" Tanya ibu Dhara yang melihat ayah Davka malah tersenyum saat Geya bertanya kepadanya.


"Tidak perlu dikhawatirkan Lizzy akan baik-baik saja. Kalian berdua ini memang tidak sabaran sekali, tenanglah jangan mencemaskan."


"Bagaimana ibu tidak cemas bagaimana nanti jiwa Lizzy terguncang?"


Ayah Davka memegang tangan istrinya dengan lembut. "Ibu Eve atau Lizzy kita dia adalah wanita yang kuat dan sekarang kita serahkan saja kepada Tala jadi ibu jangan khawatir lagi. Semuanya sudah diurus dan lagi diproses."


Geya berjalan pergi meninggalkan paman dan bibinya setelah sebelumnya pamit untuk ke kamar.


Menghela nafasnya dengan panjang, "apa karena keluarga aku membunuh saudaranya sendiri kamu memutuskan pertunangan kita?"


Kata-kata Gulzar terngiang jelas di dalam benak Geya saat Gulzar tau bahwa ia menerima ajakan Axel untuk bertunangan. Axel memang mengajaknya untuk langsung menikah namun Geya masih belum siap bahkan sampai saat ini.


"Ya mana mungkin ada perempuan yang mau menjadi bagian dari keluargaku. Mereka serakah, jahat bahkan sampai membunuh saudara mereka sendiri."


Ingin sekali kala itu Geya menyanggah apa yang dikatakan oleh Gulzar namun akan terasa percuma karena pria itu saat itu sedang merasa rendah diri dan sibuk dengan pemikirannya masing-masing.


.........***.........


Gulzar yang mendengar kabar bahwa Eve sedang tidak baik-baik saja dan baru mengetahui bahwa Eve selama ini didiagnosa PTSD mendatangi kantor polisi untuk bertemu dengan kedua orangtuanya serta adiknya yang berada di dalam penjara.


"Apa wanita perusak itu memberitahumu?" Tanya paman Tibra ayah Gulzar.


"Apa yang ayah bicarakan kepada Eve?" Tidak ada ekspresi di wajah Gulzar hanya datar saja.

__ADS_1


"Tidak banyak hanya basa basi saja."


Gulzar mengepalkan kedua tangannya dengan erat saat mendengar nada enteng dari ayahnya.


"Ternyata membuat ayah dipenjara tidak merubah ayah sama sekali."


"Memangnya kalau ayah berubah ayah akan dikeluarkan tidak bukan. Bahkan ayah sudah meminta kepada kamu untuk mengeluarkan ibu dan adik mu namun kamu menolak dengan tegas dan malah mau menjadi budak dari keluarga itu. Cih, mereka menyedihkan dan munafik."


"Salah berarti salah. Peraturan dibuat untuk dipatuhi. Hukuman tetap berlaku bagi siapa yang telah berbuat buruk kepada orang lain."


"Jangan menceramahkan ayah mu ini kamu hidup hanya separuh dari umurku."


"Padahal Eve sudah memaafkan ayah, ibu dan Harsha dengan lapang dada Eve selalu menuruti apa yang dikatakan oleh kalian namun kalian masih sama saja memanfaatkannya demi keserakahan kalian."


"Jadi, anak itu meminta kami untuk dibebaskan?! Ternyata tidak sia-sia memintanya wanita perusak itu lebih bisa diandalkan." Tanpa merasa bersalah sama sekali.


"Apa ayah pikir Nabastala akan menuruti perkataan Eve? Jika iya kakak kandung Eve tidak akan membiarkan ayah, ibu dan Harsha bebas begitu saja."


"Apakah kalian berpikir bahwa kalian akan bebas begitu saja walaupun Eve bukan tapi Lizzy memintanya kakaknya tidak akan menurutinya jika Tala tidak berdaya karena permintaan Eve! Tala juga tidak akan semudah itu, apa setelah ayah keluar ayah akan hidup dengan nyaman seperti dulu. Kalian pasti akan meminta hidup di penjara selamanya saja daripada hidup yang sudah dibebaskan."


......***......


Eve mengistirahatkan tubuhnya dengan menyamping sembari melihat pemandangan yang menampilkan langit malam.


Tala merebahkan tubuhnya di samping Eve dan memeluk Eve dari belakang.


"Apa yang sedang dipikirkan, jangan memikirkan berlebihan beristirahatlah." Ucap Tala dengan lirih dan mencium aroma Eve yang menenangkan dan terasa nyaman.


"Ayah tetap tidak akan membebaskan mereka walaupun bunda sudah memaafkan perbuatan mereka dan lapang namun mereka harus dihukum sesuai dengan undang-undang yang sudah mereka langgar. Peraturan ada untuk ditaati bukan untuk dilanggar."

__ADS_1


"Jadi, tolong jangan meminta mereka untuk dibebaskan. Walaupun ayah membebaskan mereka tapi ayah tidak akan membiarkan mereka keluar begitu saja ayah akan mengurung dan menyiksa mereka di markas." Ucapan Tala semakin dingin saat mengingat kejahatan yang dilakukan oleh keluarga Adwitya.


Eve membalikkan badannya mendengar perkataan Tala. "Ayah akan lebih kejam dari aparat negara. Bunda harus memilih lebih baik mereka mendekam di penjara atau keluar dan masuk ke markas ayah?"


Tala menyelipkan rambut Eve di belakang telinganya dan menatap Eve dengan lembut. "Bahkan mereka sama sekali tidak merasa bersalah dan membuat bunda seperti ini."


"Ayah tau bahwa bunda sangat baik hati dan mudah bagi mereka untuk memanfaatkan kebaikan bunda. Akan tetapi mereka belum benar-benar berubah dan tidak merasa bersalah sama sekali dengan perbuatan mereka."


"Lagipula kak Joha pasti akan mencincang ayah jika ayah membebaskan mereka dan kak Joha juga tidak akan membiarkan mereka bebas begitu saja."


"Kak Joha memang lembut kepada bunda karena bunda adalah adik kandungnya. Namun, kak Joha tidak akan segan-segan membuat perhitungan kepada siapa pun jika itu menyakiti orang terdekatnya termasuk ayah."


"Bunda di dalam dunia bisnis itu memang terlihat glamour namun kita tidak tau ada musuh yang kapan saja bisa menusuk dari belakang. Bukan ayah atau pun kak Joha yang kejam kami dipaksakan harus bersikap seperti itu bagi siapa yang merasa, menganggap atau pun mengibarkan bendera perang. Jika bersikap lemah maka akan mudah diinjak-injak oleh musuh."


Tala menyatukan keningnya dengan kening Eve, "jadi, tolong jangan meminta ayah untuk membebaskan mereka ayah tidak akan bisa menurutinya."


"Walaupun aku dan Orion pergi jauh dan berpisah!" Tala membuka kedua matanya dan memandang Eve dengan sendu.


"Bunda dan Orion tidak akan bisa pergi kemana pun sekarang karena ayah akan terus memantau bunda dan menambahkan banyak pengawal untuk bunda dan Orion."


"Jangan memikirkan mereka ayah merasa cemburu jika bunda memikirkan mereka. Mereka tidak pantas untuk dipikirkan. Mereka sudah cukup nyaman karena diberi kebebasan untuk menjadi tahanan itu adalah pelajaran karakter dan pikiran yang baik buat mereka."


"Jika bunda merasa sayang sama mereka maka bukan berarti bunda membenarkan perbuatan mereka dan mengabaikan perbuatan jahat mereka."


"Dengan mereka dibina di dalam penjara atas kesalahan mereka itu sudah menunjukkan bahwa bunda menyayangi mereka. Bunda pasti ingin mereka berubah dan menjadi lebih baik walaupun bunda merasa sedih melihat keadaan mereka yang mendekam di penjara."


"Memberi hukuman dan sanksi adalah salah satu untuk membuat mereka menjadi manusia sebenarnya dengan memanusiakan manusia."


"Sudah cukup bunda menderita karena mereka, sudah cukup bunda menjadi boneka mereka, sudah cukup bunda diabaikan oleh mereka, sudah cukup bunda dimanfaatkan oleh mereka untuk kepentingan mereka sendiri. Sekarang waktunya ayah melindungi bunda agar tidak muda termakan bujuk rayuan atau sandiwara mereka."

__ADS_1


"Percayalah bahwa mereka masih belum berubah dan mereka lebih baik berada di dalam penjara."


*Bersambung*


__ADS_2