Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 130. Tidak Percaya!!!


__ADS_3

Eve beranjak dari tempatnya karena mau pergi ke toilet setelah mereka selesai dengan acara makan malam.


"Mau ke mana bunda?" Tanya Tala dengan lembut melihat istrinya beranjak dari tempat duduknya.


"Mau ke toilet!" Ucap Eve mendengar nada suaminya yang lembut membuat hatinya sangat lemah dan masuk ke dalam pesona suaminya dengan tak berdaya.


"Ayok." Ajak Tala membuat Eve mengernyitkan dahinya.


"Mau ke mana?" Tanya Eve tidak mengerti kenapa Tala bilang ayok kepadanya padahal dirinya ingin ke toilet.


"Ke toilet." Jawab Tala.


Mendengarnya membuat Eve menghela nafas, "Ekhm bu-bunda bi-bisa sendiri." Setelah mengatakan itu Eve langsung berjalan cepat karena malu.


Wajah Eve sudah sangat merah kenapa dia berkata seperti itu tadi. Oh, tidak jangan sampai Tala melihat wajah merahnya Semerah tomat.


Tala mengerjapkan kedua matanya dan mengulum senyumnya melihat istrinya yang malu setelah berbicara dengan nama panggilan mereka.


"Kenapa dia menggemaskan sekali." Tala tersenyum dengan sendirinya mengingat istrinya itu.


Eve bercermin sembari memegang kedua pipinya sesekali Eve menepuknya dengan pelan untuk menyadarkannya.


Apa yang dilakukannya tadi sudah membuatnya merasa malu.


"Apa kamu lihat tadi ada seorang pria yang sedang duduk sendiri di tempat yang aku tunjukkan tadi?" Tanya wanita di sebelahnya yang sedang berbicara dengan teman wanitanya.


Eve tidak peduli dan masuk ke dalam bilik toilet. "Dia adalah Tuan Nabastala Affandra Werawan."


"Benarkah woah dia sangat tampan sekali kulitnya sangat bagus dan sangat maskulin."


"Aku dengar rumor bahwa dia sudah menduda selama kurang lebih tiga tahun. Padahal sebelumnya dia memiliki dua istri."


"Jika begitu berarti aku harus mendekatinya."


"Jika kamu bisa, menurut rumor dia masih sangat mencintai istrinya yang telah meninggal karena sakit-sakitan itu."


Eve mendengar dengan seksama apa yang dibicarakan dua orang wanita itu.


Tisu yang dipegangnya sudah hancur dan lusuh karena Eve menggenggamnya dengan erat.


"Dan istri keduanya diceraikan oleh Tuan Nabastala menurut rumor bahwa istri keduanya lah yang menyebabkan istri pertama Tuan Nabastala meninggal."


"Dia wanita yang sangat jahat."


"Lebih parah lagi istri keduanya hanyalah anak angkat dan ibunya adalah wanita malam."


"Benarkah!"


"Iya bahkan keluarga angkatnya dipenjara sekarang karena Tuan Nabastala merasa tertipu dan yang membantu istri kedua Tuan Nabastala melenyapkan istri pertama adalah keluarga angkat dari istri kedua."


Eve keluar dari bilik toilet tangannya bergetar mendengar fakta yang baru saja didengarkannya kakinya terasa lemas.


Dada Eve bergemuruh, "di penjara!" Ucap Eve dengan lirih.


Kenapa Tala tidak menceritakan perihal ini kepadanya apa Tala sengaja melakukannya dan hendak memenjarakan dirinya dengan bermain manis.


Tidak.


Jika begitu kenapa kedua mertuanya juga tidak menceritakannya kepada dirinya juga bukankah kedua mertuanya sangat menyayanginya.


Tidak.

__ADS_1


Apa suami dan kedua mertuanya sudah membuat rencana untuk merebut Orion darinya dan membuatnya hancur karena keluarga angkatnya menipu mereka.


Tidak.


"Tidak, tidak mereka tidak mungkin melakukan itu kepadaku." Ucap Eve sembari memegang dadanya yang sesak.


Eve harus segera kembali dan menanyakan perihal ini langsung kepada Tala.


Tapi, sebelum itu Eve mengusap kedua air matanya dan merapikan penampilannya.


Dari jauh Eve melihat bahwa Tala sedang memeluk seseorang melihat hal itu membuat Eve merasa bergemuruh.


Dan wanita yang berada di dalam pelukan suaminya itu adalah wanita tadi yang berbicara perihal suaminya itu karena sebelum masuk ke bilik toilet Eve melihat kedua wanita itu dan dia mengingat dengan jelas.


Eve berjalan dengan cepat lalu menarik rambut dan tangan wanita yang sedang berada di dalam pelukan suaminya dengan kasar sehingga membuat wanita itu meringis kesakitan.


Belum sempat wanita itu protes Eve mendaratkan tamparan di pipi mulus wanita itu dengan keras.


Keributan yang diciptakan Eve membuat semua pelanggan menatap ke arahnya begitu juga dengan Tala menatap tidak percaya dengan apa yang dilakukan istrinya.


Istrinya adalah istri yang lemah lembut dan anggun bersikap bar-bar selama dia mengenalinya ini baru pertama kali Tala melihat istrinya seperti itu.


"Jangan sentuh suami saya dasar wanita gatal." Tala menganga mendengar perkataan kasar istrinya dan ini juga pertama kalinya Tala mendengar berkata kasar seperti itu


Eve mencekik leher wanita itu dan mencengkram leher wanita lalu menatapnya dengan tajam.


"Jika kamu berani menampakkan wajah mu di hadapan saya dan suami saya maka kamu tidak akan selamat ingat baik-baik jangan mencari gara-gara dengan saya."


Tala hanya menonton pertunjukan yang dilakukan istrinya itu.


'Dia semakin se*si jika seperti ini.' Ucap di dalam benak Tala memandang takjub ke arah istrinya itu.


Wanita itu melepaskan cengrakaman tangan Eve dari lehernya. "Ingat nama saya baik-baik saya adalah Elizabeth Abraham jika kamu bermain-main dengan saya maka saya akan membuat hidupmu hancur."


"Jika mulut mu berbicara buruk mengenai kak Adya dan ibu ku lagi maka aku akan membunuh mu saat itu juga camkan itu."


Eve melepaskan tangannya dari leher wanita itu lalu mengambil tissue basah di dalam tasnya dan mengelap tangannya seolah merasa jijik karena sudah memegang wanita itu.


Setelah itu Eve pergi meninggalkan orang-orang yang melihat ke arahnya.


Tala yang melihat istrinya pergi segera menyusul.


"Sayang tunggu ayah." Teriak Tala sembari mengejar langkah kaki istrinya itu.


Namun, Eve tidak menghentikan langkah kakinya perasaan marah memuncak di dalam dirinya


Di dalam perjalanan Tala mengingat perkataan istrinya kepada wanita yang membuat drama menjijikkan tadi kepadanya.


Sebenarnya sebelum Eve datang Tala sudah ingin membentak wanita itu tadi karena sudah berani menyentuhnya.


Tala menggenggam tangan istrinya namun Eve memberontak untuk minta dilepaskan.


Melihat banyak kemarahan di mata istrinya Tala segera memeluk istrinya itu tanpa tau tempat lagi.


Banyak pasang mata yang melihat aksi keduanya.


Eve berusaha untuk lepas dari pelukan suaminya itu namun apalah daya tenaganya tidak sekuat tenaga dari suaminya itu.


Tenaga Eve sudah melemah dan energinya terkuras habis.


Ada banyak kejutan yang didapatkannya malam ini.

__ADS_1


Eve menangis karena merasa kesal, marah dan tak berdaya serta malu dengan apa yang dilakukannya tadi kenapa dia tidak mengontrol emosinya.


Bagaimana nanti jika ada orang yang memvideo dirinya dan membuat nama keluarganya dan nama suaminya menjadi buruk karenanya.


Disaat seperti ini Eve masih memikirkan nama suaminya itu.


Tala menepuk punggung istrinya yang kini sudah menangis.


Melihat mereka menjadi pusat perhatian Tala menggendong Eve untuk masuk ke dalam mobil agar Eve bisa lebih tenang.


Tala mendudukkan Eve di kursi belakang setelah Tala membuka mobil dan duduk di samping Eve lalu memeluknya lagi agar istrinya tenang.


Lama Eve menangis hingga akhirnya Eve tertidur di dalam pelukan Tala.


Tala mengusap air mata Eve dan merapikan rambut istrinya itu.


Lalu tangan Tala mengambil ponsel di sakunya untuk menelpon pengawalnya yang selalu senantiasa mengikutinya ke mana pun dirinya pergi.


Setelah menunggu beberapa menit pengawalnya datang dan masuk di posisi sopir.


"Ke Hotel Planet." Hanya satu kalimat membuat pengawal itu mengerti.


Melihat penampilan dari Tuan mudanya sepertinya acara makan malam sedikit kacau.


"Jangan melirik istriku peraturan itu berlaku selamanya jangan sampai aku mencolok mata mu itu." Ujar Tala dengan dingin membuat pengawal itu menjadi ketakutan melihat perkataan Tuan mudanya.


Padahal pengawal itu sedang membaca situasi dan hendak melaporkan ini kepada Tuan besar dan Nyonya besar.


Tala menggendong Eve dan membawa Eve ke kamar yang sudah disediakan untuknya yaitu berada di lantai atas hotel dan di lantai itu hanya terdapat satu kamar saja.


Tangan Tala dengan cekatan membuka pakaian Eve dan menggantinya dengan pakaian tidur agar Eve merasa nyaman.


Semua memang sudah dipersiapkan jadi Tala tidak perlu repot memberikan perintah dua kali kepada pengawalnya.


Telepon Tala berdering dan yang menelpon adalah kakak iparnya Joha.


Melihat siapa yang menelponnya membuat Tala menghela nafas panjang sebelum mengangkatnya.


Sepertinya kakak iparnya sudah tau mengenai keributan yang sudah diperbuat oleh adiknya itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi kenapa Lizzy bersikap sangat brutal?" Bukan kata sapaan melainkan pertanyaan yang dingin dari iparnya itu.


Tala tau maksud dari pertanyaan iparnya bukan jawaban dari pertanyaan yang dimintai oleh iparnya itu melainkan klarifikasi darinya atas apa yang terjadi.


"Tadi ada seorang wanita membuat drama menjijikkan dengan ku yang sangat apik sehingga Lizzy melihat posisi kami yang seperti sedang berpelukan setelah kembali dari toilet setelah itu kejadian brutal yang dilakukan Lizzy."


"Jika kamu berani membuat adikku kembali terluka dan mengkhianati adikku dan bermain di belakangnya maka aku tidak akan segan-segan membuat perhitungan dengan mu dan aku tidak akan membuat mu bertemu dengan Orion dan adikku selamanya."


Setelah mengatakan itu Joha langsung mematikan teleponnya.


Joha dan Airen yang melihat video rekaman dari pengawal untuk menjaga Eve juga sama halnya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya bahwa Eve bisa bersikap brutal seperti itu.


"Kamu beruntung karena membiarkan Eve menghajar wanita itu Nabastala jika kamu menghentikannya maka aku akan membuat mu mendapatkannya."


Airen mengelus lengan suaminya agar tenang dan tidak habis pikir bagaimana bisa suaminya itu malah mendukung adiknya bersikap brutal kepada seorang wanita.


Bukankah seharusnya Tala menghentikan aksi Eve bukan malah menonton dan memandang takjub ke arah Eve yang bersikap seperti itu.


"Seharusnya Tala menghentikan Lizzy bagaimana nanti jika Lizzy dipandang buruk oleh orang dan orang-orang mengatakan bahwa Lizzy tidak cukup baik untuk bersanding dengan Tala."


Airen hanya mengungkapkan rasa khawatirnya karena jika orang-orang berkata yang tidak baik dan didengar oleh Eve itu semakin tidak baik untuk kesehatan mental Eve apalagi saat ini Eve sedang menjalani perawatan.

__ADS_1


"Adikku Lizzy tidak ada tandingannya dan sangat cukup baik seharusnya Tala yang harus menjaga sikapnya dan beruntung mendapatkan Lizzy." Sudahlah jangan berbicara lagi tentang apa yang dilakukan oleh Lizzy suaminya ini memang terkadang tidak beres dan tidak normal.


*Bersambung*


__ADS_2