
Eve kembali lagi ke ruangannya karena Orion sudah tenang dan mau diajak Geya untuk pulang akan tetapi Orion mau Tala ikut mengantarnya.
Walaupun Orion semata menolak ingin bersama dengan Eve tapi Eve dan Tala bisa memberikan pengertian untuk Orion.
"Bagaimana tadi? Apa Orion sudah untuk dibujuk?" Tanya ibu Dhara karena Eve dan ayah Davka sangat lama kembali sedangkan Geya sudah pergi ke parkiran tiga puluh menit yang lalu untuk menjemput Orion pulang bersamanya.
"Iya ibu Orion merengek tidak mau tapi pada akhirnya dia mau."
Gulzar masih betah menunggu Eve kembali bersama ibu Dhara sembari bercerita.
"Tala ke mana? Apa Tala ikut mengantar Orion?" Eve menganggukkan kepalanya.
"Iya kak."
"Sepertinya Orion merasa cemburu." Ibu Dhara dan ayah Davka mengangguk setuju.
"Gulzar kamu masih lama di sini?" Tanya ayah Davka membuat ibu Dhara dan Eve mengernyit bingung. Apa maksudnya ayah Davka bertanya seperti itu.
"Iya paman kenapa? Apa paman mau berisitirahat kalau paman berisitirahat istirahat saja biar Lizzy sama Galaksi aku yang jaga sampai Tala kembali."
Ayah Davka menggelengkan kepalanya sembari berkata, "tidak, tidak aku hanya ingin memastikan saja karena aku ingin mengajak istriku untuk pergi ke Mall membeli hadiah."
"Hadiah?" Seru ibu Dhara yang tidak tau apa-apa dan merasa was-was bahwa ayah Davka akan memberitahukan bahwa ada kejutan untuk Eve besok.
"Iya hadiah untuk Orion. Melihat Orion hari ini ayah jadi kepikiran ingin memberikan hadiah buat Orion yang banyak supaya Orion tidak merasa terabaikan." Ibu Dhara mengangguk mengerti dan merasa lega.
"Kalau begitu biarkan aku saja yang pergi untuk membelinya paman. Bibi dan paman kirimkan pesan saja apa yang harus dibeli. Lagian aku juga mau memberikan hadiah buat Orion."
Eve tersenyum menatap ke arah ayah mertua dan ibu mertua serta kakak angkatnya yang begitu penuh kasih sayang dan perhatian memikirkan Orion.
"Apa kamu tidak keberatan?" Tanya ayah Davka. Gulzar menggelengkan kepalanya.
"Tidak paman. Lebih baik paman dan bibi tunggu saja di sini mencari hadiah pasti sangat melelahkan paman dan bibi perlu banyak beristirahat."
Ayah Davka dan ibu Dhara tertawa mendengarnya. "Mungkin hanya kamu yang merasa lelah karena mencari hadiah. Kami sudah biasa membeli hadiah buat para cucu hahahah." Gelak ayah Davka mendengar perkataan Gulzar.
Ia tau Gulzar bukanlah tipe orang yang akan pergi ke mana untuk membeli atau mencari hadiah melihat bagaimana Gulzar yang selama ini dia kenal sangat kaku dan dingin.
"Bukankah aku juga harus terbiasa karena keponakanku bertambah dan akan dengan senang hati menuruti mereka." Senyum Gulzar.
__ADS_1
"Jangan terlalu memanjakan anakku cukup ayahnya saja yang terlalu berlebihan." Celetuk Eve ikut nimbrung percakapan Gulzar dan ayah Davka.
"Ya bayi besar mu memang suka berlebihan." Terang Gulzar sembari tertawa kecil.
Ibu Dhara hanya ikut tersenyum dan alur percakapan mereka saja melihat Gulzar sudah berkurang kakunya hatinya merasa senang dan hangat. Mungkin selama ini di dalam keluarga kurang ada kehangatan karena sikap ambisius dan keserakahan keluarganya hingga membuat Gulzar menjadi sosok pendiam dan kurnag pandai mengekspresikan diri. Yang dilakukannya hanya bekerja bekerja dan bekerja agar kedua orangtuanya tidak berniat membuat orang-orang terluka karena keserakahan dan ketamakan.
......***......
Di Mall
Gulzar berjalan dengan langkah kakinya lebar benar apa yang dikatakan ayah Davka tadi bahwa dia merasa risih dan terganggu dengan suasana ramai di Mall.
Namun dia harus terbiasa demi menyenangkan dan membuat hati keponakannya bahagia.
Hanya satu yang ingin dilakukan oleh Gulzar ingin dekat dengan keponakannya dan menjadi paman yang baik selain bekerja.
Menikah?
Entahlah Gulzar tidak lagi memikirkannya setelah dua kali merasa patah hati. Bukan karena trauma tidak hanya saja sepertinya dia memang tidak beruntung mengenai hal itu atau karena memang dia tidak berusaha.
BRAK
Barang-barang wanita itu berserakan di lantai dengan segera wanita itu memungutnya.
Gulzar mengambil nafasnya pelan dengan wajah dinginnya ikut turut membantu.
Keduanya tidak ada sepatah kata pun yang terucap sampai akhirnya barang-barang yang dibawa oleh wanita itu terkumpul semua.
"Lain kali berhati-hatilah Tuan." Ucap wanita itu yang langsung melenggang pergi meninggalkan Gulzar menatap ke arah wanita itu dengan heran.
Bukan dia yang salah kenapa dia yang harus disuruh hati-hati. Bukannya meminta maaf malah dia merasa menjadi korban berkat wanita itu.
Wanita itu masih saja terburu-buru dengan sepatu tingginya.
"Wanita memang tidak jauh dari kata ribet." Gumam Gulzar.
Penampilan wanita yang menabraknya juga sangat aneh rambutnya dicat berwarna pink namun anehnya sangat pas untuknya.
Gulzar menggelengkan kepalanya sebentar lalu melanjutkan langkahnya agar ia bisa cepat-cepat menyelesaikan urusannya.
__ADS_1
Baru satu langkah Gulzar berjalan ia merasakan menginjak sesuatu di bawah sepatunya karena lantai yang injaknya agak berbeda.
Gulzar menggeser kakinya tersebut untuk melihat apa yang diinjaknya ternyata itu adalah KTP sepertinya itu milik wanita yang menabraknya tadi.
"Merepotkan sekali." Namun Gulzar memasukkannya di dalam dompet nanti dia akan menyuruh sekretarisnya untuk mencari dan menemukan pemiliknya sangat mudah karena itu merupakan KTP.
......***......
Tala saat ini sedang mengganti pakaian Galaksi karena Galaksi buang air besar hingga membuat Galaksi menangis.
"Sekarang anak ayah sudah merasa nyaman?" Tanya Tala dengan lembut kepada Galaksi yang ada di dalam gendongannya.
Eve sedang mandi tentunya sebelum mandi Tala sudah menyiapkan segalanya dan mengantar Eve masuk ke dalam kamar mandi.
"Sama ayah dulu ya bunda lagi mandi. Besok Galaksi akan pulang. Galaksi akan bertemu dengan kakak Orion. Kakak Orion akan sangat senang bertemu dengan Galaksi."
Tala mengajak Galaksi berbicara walaupun ia tau bahwa ia tidak akan pernah bisa mendapatkan balasan.
Ibu Dhara dan ayah Davka sedang pergi ke restoran until mencari makan malam buat mereka dan juga Eve.
"Galaksi akan mempunyai banyak kakak dan juga teman. Jangan takut bahwa Galaksi akan kesepian. Galaksi akan mempunyai teman seumuran yaitu Kalandra. Nanti Galaksi harus manggil Kalandra dengan sebutan apa ya. Kalau kakak kan sudah ada kak Orion."
Galaksi sampai tertidur mendengar cerita ayahnya itu. Tapi kan bayi seumur Galaksi memang suka tidur.
Tala memotret dirinya dan Galaksi. Tala mempunyai ide dalam benaknya bagaimana nantinya mereka melakukan foto bersama karena sudah ada Galaksi jadi foto keluarga harus diubah.
CEKLEK
Suara gagang pintu terbuka membuat Tala menghentikan aktivitasnya.
"Sayang kenapa nggak bilang." Ucap Tala yang langsung berdiri dan mengarah ke box bayi untuk meletakkan Galaksi di sana.
"Aku sudah bisa."
Tala berjalan menghampiri Eve dan membimbing Eve benar bukan bahwa Tala memang terkadang suka berlebihan.
Namun, Eve sangat berterimakasih kepada Tala yang sudah banyak memperhatikan dan memberikan kasih sayangnya walaupun di awal pernikahan mereka sangat kurang baik.
Tala membuktikan bahwa dia benar-benar serius ingin memberikan kebahagiaan kepada Eve.
__ADS_1
*Bersambung*