Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 126. Menghancurkan Suasana Romantis


__ADS_3

"Eve bisakah malam ini Orion tidur bersama dengan ibu dan ayah?" Tanya ibu Dhara membuat Tala menatap ke arah ibunya itu.


"Kenapa menatap ibu seperti itu tidak terima jika Orion tidur bersama dengan ibu!" Sinis ibu Dhara.


Apa lagi salahnya padahal dirinya hanya diam saja dan cuma memandang.


"Ibu bukannya aku tidak mengizinkan namun Orion jika tidak tidur bersama dengan ayahnya akan menangis." Ujar Eve apa adanya.


Joha yang mendengarnya menatap ke arah Eve dan Tala.


'Apakah Orion selengket itu bersama dengan ayahnya?'


Setelah selesai makan malam mereka sedang mengobrol di ruang keluarga untuk berbicara santai dengan para anggota keluarga.


Tadinya ibu Dhara dan ayah Davka akan menginap di hotel namun Joha melarang mereka dan menyuruh mereka untuk menganggap sebagai rumah mereka atau ke rumah anaknya sendiri.


Tentu saja hal itu membuat ibu Dhara dan ayah Davka merasa senang karena secara tidak langsung Joha sudah menganggap mereka sebagai orangtua walaupun ini baru pertama kali mereka bertemu.


"Tapi, ibu ingin tidur bersama dengan Orion." Pinta ibu Dhara dengan sedih hal itu membuat Eve menjadi tidak enak dan menatap ke arah Tala.


Tala pun berbicara. "Ibu boleh tidur bersama Orion namun ibu harus bertanggungjawab nanti jika Orion menangis."


Merasa tidak terima, "memangnya ibu mau ngapain dengan cucu ibu. Ibu ini adalah granny-nya."


Kenapa ibunya sensi sekali berbicara dengannya dari awal mereka bertemu tadi.


"Maksud Tala bukan seperti itu ibu. Jangan mudah emosi nanti ibu hipertensi dan senam jantung terus." Ujar Tala yang malah semakin membuat ibu Dhara dongkol.


Eve mencubit paha Tala dengan keras hingga membuat Tala meringis kesakitan menatap ke arah Eve.


"Jika Orion menangis nanti tengah malam ibu jangan ketuk pintu kamar kami ya itu yang Tala maksud ibu harus bertanggungjawab sampai akhir jika Orion menangis saat mencari kami nanti." Ujar Tala.


"Ibu jangan dengarkan dia. Orion boleh tidur bersama dengan ibu dan ayah tapi itu tadi Orion akan terbangun di malam hari dan akan menyediakan ASI eksklusif di botol nanti sehingga ibu bisa memanaskannya jika Orion terbangun."


Hal itu membuat ibu Dhara merasa senang mendengarnya dan memandang sinis ke arah Tala.


"Jika Orion terbangun dan mencari ayahnya nanti ibu dan ayah bisa memberikan ketenangan dengannya dengan cara skin to skin Orion sangat menyukainya dan itu mampuh."


Ibu Dhara mengangguk dengan semangat dan itu tidak menjadi masalah baginya karena suaminya juga pasti akan sangat mau.


Eve tidak mampu menolak permintaan kedua mertuanya itu. Eve merasa khawatir jika kedua mertuanya itu merasa lelah menjaga Orion sepanjang malam karena waktu istirahatnya berkurang.


Di dalam kamar Eve memberikan ASI kepada Orion sebelum diberikan kepada kedua mertuanya yang meminta tidur dengan cucu mereka tersebut.

__ADS_1


"Sayang nanti kamu tidur bersama granny dan grandpa. Mereka sangat menyayangi mu jadi jangan membuat granny dan grandpa merasa kerepotan ya kasihan mereka sangat merindukan mu tidak boleh membuat mereka kelelahan apa anak bunda mengerti." Tanya Eve dan Orion menganggukkan kepalanya sembari menyedot ASI-nya.


Tangan Orion bermain-main di mulut Eve dan Eve memakan jari-jari kecil yang menggemaskan itu dengan bibirnya tak jarang hal itu membuat Orion tersenyum.


Sementara itu Tala sedang berada di luar kamar karena sedang berbicara hal yang serius dengan ayah Davka dan Joha mengenai pekerjaan.


Orion sudah selesai dengan meminum ASI hal itu membuat Eve tersenyum senang lalu menggendong Orion keluar kamar dan berjalan masuk ke dalam kamar mertuanya itu.


Saat memasuki kamar Orion nampak sangat senang karena melihat granny-nya itu. "Cucu granny sungguh menggemaskan." Colek ibu Dhara.


"Apa ibu benar-benar serius dengan permintaan ibu?" Tanya Eve lagi ibu Dhara menganggukkan kepalanya dengan semangat.


"Jangan khawatir ibu dan ayah akan baik-baik saja dan tidak akan kelelahan karena merasa sangat senang dengan cucu ibu ini begitu juga dengan ayah."


"Terimakasih." Ucapan terimakasih itu membuat Eve menatap ke arah ibu dengan tersenyum.


Pasti ucapan terimakasih itu karena dirinya sudah menerima dengan lapang dada atas apa yang terjadi di masa lalu dan bertahan dengan Tala


Tapi, walaupun ibu Dhara merasa senang melihat dirinya yang bertahan ibu Dhara juga menyuruhnya untuk jangan memberikan hatinya dengan mudah kepada Tala untuk memberikan hukuman kepada Tala.


Mungkin ibu mertuanya itu adalah mertua yang sangat unik daripada ibu mertua normal biasanya.


Eve berjalan ke kamar dan membukakan pintu kamarnya di dalam kamar sudah ada Tala di sana.


"Apakah bunda sudah mengantar Orion ke kamar ibu?" Tanya Tala dan Eve menjawab dengan anggukan kepala.


"Kenapa menatapku?" Tanya Eve yang sibuk mencuci wajahnya dengan sabun wajah.


"Tidak hanya saja sepertinya ayah harus membuat peraturan baru lagi." Ujar Tala dengan tangan yang melingkar di pinggang ramping Eve dari belakang.


Eve merasa malas mendengarnya apalagi melihat suaminya yang menempel seperti ini.


"Kenapa bunda diam saja." Protes Tala saat melihat Eve sama sekali tidak merespon perkataannya.


Tala memicingkan matanya ke arah Eve. "Apa ibu mempengaruhi bunda untuk jangan dekat dengan ayah?" Tebak Tala dengan bibir yang mengerucut saat memikirkan betapa tidak normalnya pikiran ibunya itu terkadang.


Seharusnya dia sebagai anak harus lebih dibela dan didukung namun ini dia dianak tirikan padahal anaknya sedang berjuang untuk mendapatkan hati sang menantu lagi dan mempertahankan pernikahannya.


Tapi apa ini pemirsa ibunya malah mendukung dan membela menantunya itu.


"Kenapa berbicara seperti itu. Itu tidaklah baik." Ujar Eve menasehati.


Tala tersenyum mendengar nasihat dari Eve istrinya itu memang yang terbaik dan tak tergantikan.

__ADS_1


Eve membalikkan badannya karena sudah selesai dengan acara cuci wajahnya tapi sebelum itu Eve melepaskan pelukan Tala dari pinggangnya itu.


'Aku seperti punya bayi besar.'


"Berhubung Orion tidak ada di sini lebih baik kita membuta adik untuk Orion yuk bunda." Ujar Tala dengan semangat dan langsung membopong Eve.


Namun Tala bukan membawa Eve ke atas ranjang melainkan ke depan meja rias.


Walaupun Eve merasa aneh dan heran dengan perkataan suaminya akan tetapi Eve seolah tuli mendengar perkataan dari suaminya yang tidak sinkron dengan apa yang dilakukannya.


"Bunda tetap selalu cantik tanpa memakai apa pun. Jika bunda tidak mau melakukan perawatan rutin setiap pagi dan malam bunda boleh menggunakan uang ayah untuk pergi ke tempat perawatan setiap hari."


Karena Tala tau istrinya ini memang sangat menjaga penampilan dan merawat tubuhnya. Sebagai suami yang baik dan ingin menjadi suami yang sempurna agar Eve tidak berpaling ke lain hati atau memandang laki-laki lain Tala harus membuat Eve benar-benar merasa nyaman dengan dirinya.


"Uang ayah tidak akan habis jika bunda melakukan perawatan setiap hari bahkan ke tempat mahal sekali pun." Lanjut Tala sembari menyisir rambut istrinya yang sedang menggunakan bandana yang melingkar di kepalanya itu.


Mungkin jika para wanita di luar sana yang mendengar perkataan Tala akan menjerit karena kegirangan dan akan mengejar Tala secara brutal agar dinikahi oleh Tala.


Tinggi, kaya, pewaris, tampan mempunyai latar belakang yang bukan main-main tentunya banyak wanita yang mau dengannya. Namun Tala adalah orang yang setia buktinya dari dulu cintanya tidak pernah berubah hanya menetap pada sebuah nama yang sudah mengisi segala rasa di dalam jiwanya itu siapa lagi kalau bukan Eve alias Lizzy sekarang.


"Jangan terlalu banyak bergaya saat ini tidak ada yang bekerja." Tala mengerucutkan bibirnya mendengar perkataan istrinya itu. Padahal kemarin dia sudah mengatakan tidak bekerja pun uang akan terus mengalir ke dalam rekening pribadi miliknya.


"Uang akan tetap mengalir ke dalam rekening ayah bahkan rekening yang bunda tinggalkan dulu bertambah banyak jumlah nolnya. Semua rekening terisi dan beberapa kartu tidak terbatas. Belum lagi aset-aset yang lain."


"Bahkan uang itu tidak akan habis sampai tujuh turunan." Eve mendengarnya menghela nafas panjang Eve tidak suka dengan Tala yang berkata seperti itu bagaimana nanti jika Tuhan mengambil semuanya karena kesombongannya.


"Hiduplah dengan hidup yang sederhana itu jauh lebih baik."


"Bunda memang yang terbaik tidak salah bahwa hati ayah terus menerus ke arah bunda. Jika dicari akan ada nama bunda yang mengisi penuh hati ayah."


Kenapa pandai sekali membual. "Ayah tidak bohong atau pun membual ini memang apa yang terjadi dalam hati dan jiwa ayah."


"Jadi, bundanya Orion dan calon anak-anak kita kelak Elizabeth Abraham maukah kamu memulai kembali hidup bersama dengan ayah Nabastala Affandra Werawan." Ujar Tala dengan berlutut di hadapan Eve.


"Jadi, yang dilakukan selama kurang lebih satu bulan ini apa?" Lihat bahwa Eve sudah menghancur suasana romantis yang sudah dibuatnya dengan susah payah.


Bahkan Tala harus belajar dengan melihat sekretaris Diego yang menampakkan romantisnya ke Wendy atau asisten Kaivan ke Yasmine. Bahkan dirinya menonton banyak drama telenovela untuk mendapatkan referensi. Tala mengakui bahwa dirinya lebih suka bertindak daripada mengeluarkan banyak kata-kata namun demi memperjuangkan Eve ketika dirinya telah menemukan Eve maka Tala berjuang dengan keras seperti apa yang dilakukannya seperti ini.


"Bunda sudah merusak suasana romantis yang sudah ayah ciptakan dengan susah payah." Keluh Tala kepada Eve.


"Jadilah diri sendiri." Ujar Eve lalu pergi ke atas tempat tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya. Karena Orion tidak ada sepertinya dia harus membaca buku sebelum tidur.


Tala tersenyum mendengar perkataan istrinya itu. "Ayah semakin cinta sama bunda. Namun ayah sudah introspeksi diri dan ayah ingin berubah agar bunda tidak berpindah ke lain hati atau memikirkan laki-laki lain atau melirik pria lain di luar sana." Ada ketakutan di dalam nada bicaranya walaupun Eve terkesan datar dan tidak mempermasalahkan kehadirannya setelah bertemu dengannya namun hal itu malah membuat Tala sangat takut jika sewaktu-waktu Eve pergi lagi darinya.

__ADS_1


Tala merebahkan kepalanya di paha Eve yang sedang membaca buku. Malam ini Tala ingin mengobrol banyak dengan Eve untuk lebih mendekatkan diri mereka. Masalah hukuman yang diinginkannya nanti saja Tala saat ini ingin menikmati berdua dengan istrinya itu.


*Bersambung


__ADS_2