
Tala melihat Eve kembali tertidur hanya tersenyum dia merasa senang karena sudah membantu Eve dalam mengurus anak walaupun hanya satu hari untuk cuti.
Sepertinya dia memang harus cepat mencari sekretaris tambahan dan juga asisten tambahan untuk membantu Kevin dan Juan saat dirinya tidak ada di kantor.
Jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi itu artinya Galaksi harus tidur. Tala memomong Galaksi tidak perlu waktu lama Galaksi pun pulas di samping Eve. Tidak lupa Tala memotret momen ini untuk diabadikan.
Tala harus bergegas cepat untuk membersihkan diri karena sebentar lagi dia akan menjemput Orion pulang sekolah.
Dengan kacamata hitam yang bertengger di hidungnya yang bangir serta celana berwarna krim dan kemeja berwarna army membuat Tala seperti manekin. Topi ia pasangkan untuk penampilannya hari ini.
"Kamu membuat para kaum ibu menjerit dalam hati dan mata mereka melotot." Celetuk Daisy yang berada di samping Tala.
Merasa malas sekali melihat Tala yang hanya diam sembari menikmati minuman di atas meja apalagi dengan kakinya disilangkan.
Terlalu pamer ketampanan tapi kan Tala memang tampan.
"Bilang saja bahwa kamu saat ini sedang kesal karena Jackson tidak ikut denganmu menjemput Lily."
Daisy mendengus mendengarnya perkataan Tala memang suka pedas tapi terkadang ada benarnya. Ingat hanya terkadang okai jangan berlebihan.
"Lalu kenapa Lizzy tidak ikut?" Tanya Daisy dengan sewot sembari melipatkan kedua tangannya di atas perutnya yang membuncit.
Selain kesal karena Tala terlalu tampan walaupun hanya diam saja yang berada di sampingnya Daisy tidak suka jika para ibu melihat intens ke arahnya.
'Jelalatan sekali padahal sudah punya suami juga. Kalian tidak selevel dengan Lizzy tau.'
"Aku sengaja ingin membuatnya berisitirahat hari ini dia pasti sangat lelah akhir-akhir ini."
Daisy memicingkan matanya mendengar jawaban Tala. "Bukan kamu yang membuatnya lelah setiap malam." Ucap Daisy dengan nada mengejek dan juga kedua alis yang diangkat.
Tala memutar bola matanya malas. Lama-lama Daisy mirip seperti Yasmin. "Huh, kamu terlalu banyak terkontaminasi sama Yasmin."
"Memangnya kamu pikir aku Jackson atau Kaivan. Ingat aku adalah Tala. Nabastala."
"Jika Yasmin mendengarnya kamu tidak akan selamat." Ucap Daisy membuat Tala meringis.
"Kamu tidak memasukkan obat tidur kan ke dalam minuman Lizzy." Tuding Daisy lagi.
Oh Tuhan kenapa istri dari Jackson Harrison ini sungguh menyebalkan.
"Kamu pikir aku siapa sampai tega hati melakukan itu kepada Lizzy ku. Kamu seperti ini sudah mirip Wendy selalu curigaan dan terkesan mengada-ada."
Daisy mengikuti apa yang dikatakan Tala membuat Tala tambah kesal karena Daisy membeo dirinya.
'Tidak salah dia jodoh Jackson karena sama menyebalkan'
__ADS_1
"Jangan terlalu cerewet dan suka nyinyir nanti kamu tidak mau kan anak dalam kandungan mu kayak Lamber Turah."
Daisy menyandarkan tubuhnya di bangku lalu mengusap perutnya yang membuncit. "Aku cerewet ya wajar karena aku perempuan suka nyinyir juga karena aku perempuan yang tidak wajar itu adalah kamu karena laki-laki."
"Aduh aku merasa lapar. Baby hari ini kamu beruntung karena bertemu dengan ayah Tala dia akan mentraktir kita makan sepuasnya. Ouw kamu mau makan spaghetti ya baiklah kita pesan ouw apalagi kamu mau makan chicken baiklah. Apa pun keinginan mu ayah Tala akan menurutinya."
Tala yang mendengarnya memutar bola mata malas bilang saja kalau minta traktir.
"Apakah perutmu tidak sakit jika makan terlalu banyak." Tala merasa khawatir dengan ibu hamil di depannya yang banyak sekali makan. Daisy yang sibuk dengan makanannya menggelengkan kepalanya.
"Seharusnya aku mengajak Yasmin dan Wendy pasti seru." Tala merasa ngeri jika ketiga ibu hamil itu berkumpul mungkin tiga meja tidak akan cukup untuk membuat mereka kenyang.
"Kenapa wajah mu seperti itu? Kamu mau bilang aku gendut karena banyak makan!" Seru Daisy yang melihat tatapan mata Tala yang memandangnya ngeri.
"Tidak aku hanya khawatir nanti dimarahi Jackson karena terlalu banyak mentraktir mu makan padahal aku tidak bilang sama sekali untuk mentraktir mu."
"Jadi, kamu tidak ikhlas. Pelit sekali." Cibir Daisy, "sayang sepertinya ayah Tala tidak ikhlas mentraktir kita makan baiklah kita akan telepon kakek saja dia pasti akan memarahi ayah Tala."
"Makan saja. Kenapa kamu rempong sekali."
"Kamu memang tidak berperasaan. Apa kamu tau hormon ibu hamil itu sangat sensitif. Beruntung suasana hatiku saat ini baik jadi aku tidak tersinggung dengan kata-kata pedasmu itu."
Percuma saja jika berdebat dengan seorang wanita apalagi modelan Daisy Yasmin dan Wendy.
"Aduh mereka sangat so sweet sekali." Pekik Daisy lalu segera memotret Orion dan Lily yang sedang bergandengan tangan.
"Mommy." Panggil Lily dengan senyuman, "Orion ada ayah juga." Pekik Lily dengan sangat senang.
Orion dan Lily berhambur memeluk Tala. Jika orang tidak tau mereka akan menanggap bahwa Daisy adalah istri dari Tala dan Lily serta Orion adalah anak Tala.
"Baiklah aku diabaikan. Itu sudah biasa." Ujar Daisy melihat anaknya yang antusias bertemu dengan Tala.
"Ayah, Lily mau main bersama dengan Orion di mansion sama didi Galaksi juga."
"Baiklah ayo kita masuk ke dalam mobil." Seru Tala membuat keduanya bersemangat.
Tala menggendong Orion dan Lily membawa mereka masuk ke dalam mobil.
Di belakang Daisy hanya mengikuti dan ikut masuk. "Anak-anak kalian sudah siap?" Ucap Tala setelah memastikan semuanya aman terutama ibu hamil yang sedang duduk di sampingnya yang sudah memakai seatbelt begitu juga dengan Lily dan Orion.
"Beritahu Jackson sana bahwa kamu dan Lily ada di mansion jangan sampai kamu tidak mengabarinya." Ujar Tala.
"Nanti saja aku malas dan mengantuk." Tala hanya diam saja bagaimana tidak mengantuk jika Daisy banyak sekali makan.
Tala memutar lagu anak-anak, Lily dan Orion bernyanyi dengan semangat Daisy tidak terganggu sama sekali dengan suara berisik di sekitarnya karena dia sudah mengantuk dan ingin mengisi energinya nanti untuk bercerita dan menikmati waktu bersama dengan Eve. Anak-anak serahkan saja pada Tala, biarkan dia yang mengurus tiga anak.
__ADS_1
Di dalam mansion Tala melihat Eve sedang duduk di depan pintu bersama dengan Galaksi. Sepertinya Eve sengaja menunggu Orion dan dirinya.
"Bangunlah kita sudah sampai." Ujar Tala sembari mengguncang sedikit bahu Daisy.
Daisy menatap ke sekitarnya ternyata mereka sudah sampai. Di belakang Tala sibuk melepaskan sabuk pengaman dan menurunkan Orion dan Lily di kursi bayi yang memang selalu disediakan.
Eve dan Galaksi sudah bersiap menyambut Orion dan Lily yang sudah berlari kencang menuju ke arahnya bahkan melewati Daisy yang sudah jalan duluan. Tala hanya berjalan di belakang untuk menjaga-jaga ibu hamil di depannya itu.
"Lizzy aku sangat merindukan mu rasanya satu hari bagaikan setahun." Ungkap Daisy berlebihan membuat Tala memutar bola matanya malas.
"Hai Galaksi. Kamus semakin menggemaskan. Hari ini jeje Lily akan bermain di mansion bersama dengan mu dan kakak Orion. Kamu senang." Galaksi mengangguk dengan semangat sembari bertepuk tangan.
"Baiklah kalau begitu Galaksi serahkan saja pada Tala kita akan bersenang-senang. Aku akan mengajak Yasmin dan Wendy dan Geya juga astaga aku hampir lupa sama Geya akhir-akhir ini Geya jarang nimbrung di grup."
Daisy mengganti pakaian Lily dengan pakaian santai sementara Tala mengganti pakaian Orion.
"Kamu tidak keberatan kan Lizzy? Atau kita berkumpul saja di mansion. Aku sangat merindukan kalian."
"Yasmin dan Wendy katanya akan ke sini tinggal menelpon Geya."
Daisy terlihat sangat bersemangat, "halo Geya." Sapa Daisy dengan ceria.
"Halo kak kenapa?" Tanya Geya di seberang sana.
"Kami akan berkumpul di mansion bersama para ibu muda juga. Kamu ke sini ya." Pinta Daisy. Geya adalah kumpulan para ibu muda yang paling termuda.
Geya terdiam untuk beberapa saat, "maafkan aku kak aku nggak bisa karena ada urusan hari ini. Mungkin lain kali saja." Tolak Geya membuat Daisy mendesah kecewa.
"Ya udah tidak apa-apa. Kalau begitu semoga urusanmu cepat selesai dan jaga kesehatanmu."
"Hmmm." Setelah itu sambungan terputus.
"Geya tidak bisa ikut katanya karena ada urusan." Ucap Daisy memberitahu, "pasti urusannya tidak jauh dari Axel. Axel kan suka mengajak Geya pergi ke mana-mana menikmati berdua." Eve mengangguk saja.
"Bagaimana kalau kita telepon Ayanna saja dan kamu telepon Gulzar. Bukan kah kita harus bekerjasama mendekatkan keduanya. Lagipula Tala pasti kerepotan jika hanya sendiri menjaga tiga balita."
Eve menelpon Gulzar dan Gulzar menjawab bahwa ia akan datang begitu juga dengan Ayanna.
"Kata Ayanna hari ini dia memang tidak ada kegiatan dan lagi suntuk di apartemen. Dan dia akan kesini." Ucap Daisy dengan semangat.
"Kita juga harus menyuruh pengawal Ai dan pengawal Bee untuk membeli bahan-bahan masakan. Selain daging panggang, kita perlu olahan seafood dan juga sepertinya puding serta cake enak." Ujar Daisy sembari memelet lidahnya karena merasa tergiur. Eve tertawa melihat Daisy, wajar saja nanti ada tiga ibu hamil yang akan makan. Dia yakin bahwa makanan akan habis oleh ketiga ibu hamil itu.
"Maafkan aku kak. Aku tidak bisa ikut." Ucap Geya dengan sedih sembari menatap keluar dari balkon kamar. Geya merasa akan berkecil hati jika melihat ketiga ibu hamil itu.
*Bersambung*
__ADS_1