
Tala juga mengerti bahwa kakak iparnya ini sangat berat berada jauh dari adik kandung yang selama ini dicarinya dan Tala tidak ingin membatasi kasih sayang antara kakak iparnya dengan istrinya.
Eve istrinya juga pasti ingin berada dekat dengan kakak iparnya itu apalagi keluarga yang dimiliki oleh Eve hanyalah kakak iparnya Joha begitu juga sebaliknya.
Merasa kehilangan memberikan Tala pengalaman yang banyak. Banyak hal yang dipelajarinya pasti sangat sakit jika berjauhan dengan orang yang kita sayang.
Kini Eve sedang berada di dalam ruang kerja kakaknya karena tadi Joha memanggil Eve untuk membicarakan sesuatu.
Eve tentu saja tau apa yang ingin dibicarakan kakaknya, “kakak ini Lizzy.” Ucap Eve setelah mengetuk pintu ruang kerja kakaknya.
Sementara Airen dan Tala memberikan ruang untuk kedua bersaudara kandung itu untuk berbicara dari hati ke hati mengungkapkan kegelisahan mereka.
“Terimakasih karena sudah mengerti suami ku.” Ucap Airen kepada Tala yang saat ini sedang belajar mengikat rambut Jean.
Tala memang benar-benar berniat bahwa dirinya ingin mempunyai anak perempuan nantinya bersama dengan Eve oleh karena itu mulai dari sekarang Tala harus belajar bagaimana cara memanjakan putrinya nanti atau memperlakukan putrinya layaknya seorang putri.
Memiliki seorang anak perempuan adalah keinginan terbesar dalam diri Tala dari dulu sebelum dirinya menikah.
“Tidak perlu berterimakasih kakak ipar sudah seharusnya aku sebagai ipar dan suami mengerti keinginan dari istri ku dan keluarganya. Aku tau bahwa mereka akan mungkin berat untuk berpisah satu sama lain setelah bertahun-tahun pisah dan bertemu kembali. Jika aku seperti kak Joha mungkin tidak akan memberikan kepercayaan kepada laki-laki seperti aku yang telah menyakiti adikku untuk kembali.”
“Maka dari itu selama ini kamu tidak berbicara tentang kembali ke nagara K? “ Tanya Airen dan Tala menganggukkan kepalanya dengan semangat.
“Mau Eve di sini dan berada dekat dengan kak Joha akan aku turuti selagi aku tidak berpisah atau berjauh dengan Eve dan Orion itu bukanlah masalah besar bagiku. Mau Eve tinggal di tempat yang diinginkan jauh dari pusat kota, kepadatan penduduk dan populasi di udara maka akan aku turuti. Apa pun keinginan Eve selain bercerai dan berpisah maka aku akan menurutinya. Kebahagiaan Eve adalah kebahagiaan aku juga.”
Airen tersenyum mendengarnya kata hatinya benar bahwa tidak ada laki-laki lain yang cocok selain Tala untuk Eve. “Termasuk jika Eve menginginkan bahwa kamu harus stay di sampingnya dan membuat mu harus susah payah bekerja atau membuat mu meninggalkan posisi mu sebagai direktur?”
Tala menganggukkan kepalanya sembari fokus mengepang rambut Jean yang bergerak gelisah kepalanya ke sana kemari. Sementara Orion sedang sibuk dengan mainan sususannnya. Untuk saat ini kedua bayi itu terlihat sangat akur tapi tidak tau beberapa menit kemudian.
“Aku akan terus membuat Eve merasa bahagia hidup bersama ku tidak akan aku ulangi kesalahan untuk kedua kalinya. Aku akan membuat Eve lupa dengan kesedihannya saking bahagianya hidup bersama dengan ku.”
__ADS_1
“Ternyata kamu pandai berkata-kata.” Celetuk Airen membuat Tala tertawa dengan pipinya yang memerah.
“Apa kamu sering berkata manis jika hanya berduaan dengan Eve?” Tanya Airen penasaran.
“Tentu saja.” Jawab Tala dengan semangat sama sekali tidak merasa malu. “Tapi, sekarang ekspresinya hanya lempeng saja namun reaksi tubuhnya sungguh lucu jika malu pipinya akan memerah.” Ucap Tala dengan berbinar.
Tatapan mata Tala yang berbinar dan memuja setiap kali membicarakan tentang Eve dapat Airen rasakan dan merasa semakin tidak khawatir jika nantinya Eve hidup bersama dengan Tala. Sementara Airen yang mendengar perkataan Tala tertawa memang benar Eve eskpresinya sangat minim apalagi Eve saat ini didagnosa menderita PTSD.
...***...
Eve melihat bahwa kakaknya sedang berdiri dekat dengan jendela berjalan melangkah. Joha merentangkan kedua tangannya memeluk Eve begitu juga dengan sebaliknya.
Pelukan yang dilakukan keduanya sebagai bentuk dari rasa kegelisahan dan sekaligus ketenangan. “Jika kamu menginginkan ikut pulang ke negara K bersama Tala pergilah.” Ujar Joha.
Eve hanya diam saja, “aku masih ingin di sini berada dekat dengan kakak.” Jawab Eve, bohong jika Joha merasa tidak senang namun benar perkataan istrinya bahwa Eve sudah bersuami dan dirinya tidak punya hak.
“Apakah kamu mengatakan ini karena merasa khawatir dengan kakak?” Tanya Joha dengan lembut.
Eve mendongakkan kepalanya menatap ke arah kakaknya itu, “jika kakak ingin Lizzy bercerai dengannya maka Lizzy akan menceraikannya.
Joha tentu saja tidak setuju dengan perkataan adiknya itu Joha melepaskan pelukannya dari Eve dan menatap ke arah Eve dengan dalam. “Kakak tidak menginginkan kamu dan dia bercerai yang kakak inginkan adalah kebahagiaanmu.”
“Apa kamu merasa bahagia hidup bersama dengannya?” Tanya Joha hal yang ingin Joha tau di dalam diri Eve. “Jika kamu merasa bahagia dengannya maka pertahankanlah atau jika kamu merasa nyaman dan aman setiap ada dirinya jangan biarkan dia pergi karena itu adalah rumah.”
Eve diam mendengar perkataan dari kakaknya itu memang benar apa yang dikatakan oleh kakaknya itu bahwa Eve merasa sangat aman dan nyaman bersama dengan Tala terlepas kesalahan yang dilakukan baik pada dirinya dan juga Tala pada masa lalunya.
“Apa kakak merasa yakin kepadanya terlepas dari apa yang dilakukannya kepada Eve dulu?” Tanya Eve ekspresi wajah Eve tidak bisa Joha baca dan deskripsikan.
“Kakak tau bahwa kamu mempunyai hati bak malaikat seperti mommy dan hati yang lapang seperti daddy. Dan kakak juga berusaha untuk menjadi seperti mommy dan daddy mudah memaafkan dan ikhlas dengan apa yang telah terjadi. Karena tanpa masa lalu kita tidak akan menjadi seperti ini.”
__ADS_1
“Jean pasti bangga mempunyai papi seperti kakak.” Celetuk Eve membuat Joha tersenyum mendengarnya.
“Tentu saja menjadi ayah sempurna adalah cita-cita kakak. Tapi, kakak beruntung karena mempunyai istri seperti kakak ipar mu.” Ujar Joha membuat Eve mendengus dan ikut tertawa di waktu bersamaan.
“Pergilah ikut suami mu ke mana pun dia pergi karena kamu adalah tanggungjawabnya sekarang dia yang paling berhak untukmu.” Ucap Joha.
Mata Eve berkaca-kaca karena dia tau pasti sangat berat bagi kakaknya untuk melepaskan dirinya begitu juga dengan dirinya.
“Kita bisa dengan mudah bertemu jika kakak, kakak ipar dan Jean merindukan kalian maka kami akan pergi mengunjungi kalian begitu juga sebaliknya.”
“Bagaimana jika Lizzy dan Orion merindukan kalian setiap hari?” Ujar Eve dengan bibir yang dimajukan. Eve tidak suka jika Joha mengatakan mereka akan datang hanya karena merasa rindu.
“Maka kita akan sering melakukan video call setiap hari atau bahkan setiap kapan pun kita merasa rindu. Atau bahkan jika adik kakak ini menginginkan untuk tinggal dekat dengannya maka akan kakak lakukan.”
Eve menggelengkan kepalanya menurutnya jika dirinya melakukan itu akan merasa egois dengan kakak iparnya. “Jangan kakak tidak boleh berkata seperti itu kakak harus membicarakannya dengan kak Airen jangan suak bertindak dan berpikir seenak hatinya. Apalagi bagi kak Airen negara K meninggalkan kenangan yang tentunya ada menyakitkan dan ada menyenangkannya.”
Joha tersenyum mendengarnya, “jika kakak ipar mu menginginkannya tentu saja atau jika Jean merindukan kakak sepupunya yang jahil maka sebagai suami yang baik dan ayah yang sempurna kakak akan dengan senang hati menurutinya atau bahkan kita menetap di Lembah Hunza kembali.”
“Apa semua laki-laki akan berkata manis.” Ujar Eve membuat Joha mengangkat kedua aslinya.
“Apa Tala juga sering berkata manis kepada mu?” Tanya Joha terhadap pernyataan Eve membuat Eve memasang wajah datarnya, “melihat dari ekspresi mu sepertinya ia.” Ucap Joha.
“Apa kakak benar-benar tidak apa-apa jika Lizzy pergi ikut dengan Tala?” Tanya Eve meyakinkannya lagi karena bagi Eve sekarang kebahagiaannya tidak penting yang Eve fokuskan adalah kebahagiaan Orion.
Joha menganggukkan kepalanya dengan tegas pertanda bahwa dirinya benar-benar menginginkannya dan yakin akan keputusannya. “Lagipula Orion sudah sangat nyaman dan lengket dengan ayahnya.”
“Berbahagialah kakak akan merasa senang jika kamu merasa bahagia tapi ingat jika Tala berani menyakiti mu atau melukai mu maka kakak tidak akan membiarkan dia untuk menemui mu dan Orion lagi walaupun dia menangis darah.”
“Tentu saja aku bukanlah Eve tapi aku adalah Lizzy sekarang.” Ujar Eve.
__ADS_1
*Bersambung*