
Tala keluar dari walk in closet dengan tangan yang masih memegang dasi.
Di dalam kamar Tala tidak melihat Eve dan juga Tala memasang telinga tapi Tala tidak mendengar suara gemericik air.
Lalu Tala yang sedang sibuk dengan dasinya menatap ke arah pintu yang dibuka dengan tergesa-gesa lalu suara pintu kamar mandi tertutup.
Sedangkan Eve yang berada di dalam kamar mandi segera menyikat giginya dengan sikat gigi baru yang sudah disediakan di sana.
Lalu mata Eve melihat ke ke sekeliling kamar mandi dan kini mata Eve tertuju dengan sabun cuci muka dan produk kecantikan yang biasa digunakannya sudah tertera rapi di sana.
Eve mengedikkan bahunya melihat hal itu dan berpikir itu adalah hal yang biasa melihat begitu banyak pengawal yang dimiliki Tala. Jadi, dengan begitu mudahnya Tala akan menyuruh para pengawal untuk membelinya.
Eve ingin mandi namun sepertinya itu tidak akan sempat mengingat sebentar lagi Tala akan pergi ke kantor. Jadi, Eve hanya membersihkan wajahnya saja.
Eve keluar dari dalam kamar mandi dan melihat sudah tidak ada Tala lagi di dalam kamar.
Eve dengan segera membuka pintu kamar dan berjalan ke arah dapur yang ternyata Tala sudah duduk di meja makan sambil memeriksa iPad yang berada di tangannya.
Tala yang melihat Eve sudah duduk di meja makan segera meletakkan iPad miliknya di atas meja dan memakan sarapan yang ada di depannya dan sudah disiapkan oleh Eve intinya tadi.
Eve mengikuti dan merasa canggung karena hanya sarapan berdua dengan Tala.
Tidak ada pembicaraan yang hangat saat berada di mansion. Sarapan ini sangat hening hanya ada suara dentingan sendok dan garpu.
Tala sudah selesai dengan sarapannya dan Eve masih sisa setengah.
Tala langsung berdiri dari tempat duduknya dan Eve juga mengikutinya. "Maafkan aku karena aku belum mandi dan kamu sudah siap dan rapi di pagi hari." Ujar Eve karena penampilannya masih sama dengan dirinya waktu bangun tidur.
Tala tidak menggubrisnya. "Nanti malam kita akan kembali ke mansion." Ucap Tala.
Eve hanya bisa mengangguk dengan pasrah dan mencium tangan Tala sesuai dengan rutinitas yang dilakukannya.
Eve juga mencium pipi Tala sepertinya rutinitas yang dilakukan satu bulan yang lalu. Dan Tala juga sudah terbiasa dengan itu.
Eve melihat Tala yang sudah pergi tapi sebelum pergi Tala mengatakan ada seorang pengawal wanita yang akan masuk dan menemani Eve nanti di apartemen.
Eve yang mendengarnya hanya mengangguk saja. Ingin rasanya tadi ketika sarapan Eve bertanya siapa yang mengganti pakaiannya namun sepertinya jawaban yang dimintai Eve sudah terjawab sudah ketika Tala mengatakan akan ada seorang pengawal wanita.
Eve duduk di sofa dan memencet tombol dan mencari chanel yang ingin ditontonnya yaitu film kartun.
Di Eve seperti ini Eve masih saja menonton film kartun. Eve mencari-cari sumber referensi apa yang ingin di tontonnya melalui YouTube tersebut.
Suara bunyi pintu apartemen terdengar membuat Eve penasaran siapa yang masuk ke dalam apartemen.
Eve melihat ada seorang wanita dengan pakaian formalnya menggunakan sepatu kets sedang berjalan mendekat ke arahnya lalu memberinya hormat.
"Selamat pagi Nona muda apakah tidur Nona muda nyenyak tadi malam?" Tanya pengawal wanita yang baru ditemui oleh Eve tersebut.
__ADS_1
Eve sedikit menundukkan kepalanya membalas sapaan dari pengawal wanita tersebut. Lalu Eve menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari pengawal tersebut.
Eve kembali pada acara tontonan-nya namun Eve merasa terganggu dengan pengawal wanita yang sejak tadi berdiam diri sambil.berdiri di samping sofa.
"Kenapa kamu berdiri dan diam di situ kemari lah. Kita menonton film ini sangat bagus." Ujar Eve namun pengawal wanita hanya diam dan menganggukkan kepalanya saja.
"Apakah kamu tidak nyaman bersama denganku?" Tanya Eve dan tangannya menghentikan tombol off sementara dulu untuk film yang sedang ditontonnya.
"Apakah Nona muda tidak nyaman dengan keberadaan saya?" Tanya balik pengawal wanita itu.
Eve mengernyitkan dahinya melihat kekakuan pengawal wanita. "Apa aku mengganggu mu?" Tanya Eve kembali.
Pengawal wanita melihat ke arah Eve lalu menundukkan kepalanya. "Maafkan saya Nona yang telah lancang bertanya kepada Nona muda." Ujar pengawal wanita itu.
Eve semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi orang yang dihadapinya saat ini. "Aku terganggu jika kamu hanya berdiam diri berdiri sendiri di situ. Makanya aku mengajak kamu untuk menonton bersama atau berbincang dengan aku. Aku sungguh merasa tidak nyaman jika kamu merasa sungkan dengan aku." Ujar Eve.
Pengawal wanita itu menatap ke arah Eve sebentar dan Eve memberikan senyumannya. "Tidak perlu sungkan ayo kemari lah duduk di sampingku kita menonton film bersama atau kamu tidak suka dengan film yang aku tonton?" Tanya Eve.
"Tidak Nona." Jawab pengawal wanita itu dengan cepat.
"Kalau begitu duduklah." Ujar Eve membuat pengawal wanita hanya bisa pasrah. "Santai saja aku tidak akan membedah perutmu." Canda Eve sambil tertawa dan melihat ke layar televisi.
Pengawal wanita melihat ke arah Eve yang tertawa dengan candaannya. "Jangan melihat aku nanti aku bisa tersipu lihatlah ke depan." Ujar Eve lalu melihat sekilas ke arah pengawal wanita dengan tersenyum.
Pengawal wanita menjadi salah tingkah karena ketahuan melihat Eve lalu pengawal wanita melihat layar televisi yang menampilkan film animasi itu.
Pengawal wanita hanya mengangguk kepalanya. "Menonton film animasi lebih menarik dan seru karena penuh dengan keceriaan dan menegangkan daripada menonton drama yang penuh dengan intrik dan ekstrik manusia itu sendiri bukan." Ujar Eve sambil menyandarkan kepalanya.
"Sudah jam berapa ya ouw sudah jam sepuluh. Waktunya ngemil. Kamu duduk di sini dulu ya aku akan menyiapkan cemilan sehat buat kita berdua." Ujar Eve langsung berlalu pergi.
Pengawal wanita hanya diam melihat kepergiaan Eve yang sangat cepat gerakannya dan memandang layar televisi yang menampilkan rekomendasi film animasi di bawahnya.
Tiga puluh menit kemudian Eve datang dengan membawa banyak cemilan buah berupa buah naga, anggur, semangka dan mangga yang sudah dikupasnya dan diletakkan di atas nampan buah yang sudah dipotong nya dan diletakkan di atas piring tadi berserta dengan dua garpu.
"Makanlah ini adalah cemilan sehat di jam seperti ini." Ujar Eve. "Kamu tunggu di sini aku mau mengambil smoothies dulu."
Pengawal wanita hanya mampu mengerjakan matanya melihat kegesitan Eve. "Tarararaa." Ujar Eve dengan semangat sambil menyajikan smoothies di hadapan pengawal wanita tersebut.
"Minumlah ini sangat sehat karena aku menambahkan banyak buahan dan juga sayuran dan aku minum air putih ini."
"Emm kira-kira kita mau menonton apa ya. Apa kamu suka menonton film horor?" Tanya Eve yang terus berbicara.
Pengawal wanita hanya diam dan menatap ke arah Eve. "Sepertinya aku ketularan bawelnya kak Adya." Ujar Eve tertawa.
"Aku belum mandi dan ini sudah jam setengah sebelah lewat. Oh tidak, aku belum membuatkan bekal makan siang buat suami ku. Kamu di sini saja ya aku mau memasak dulu." Ujar Eve. "Atau kamu mau ikut aku juga boleh tapi tolong cemilannya diletakkan di atas meja dapur dan kamu duduk sambil memakan cemilan sehat itu."
Pengawal wanita hanya mengangguk dan mengiyakan saja apa yang disuruh oleh Eve. "Jangan sungkan sama aku. Kita belum memperkenalkan diri atau tidak diperbolehkan ya aku tau nama kamu. Tidak apa-apa." Ujar Eve dengan tetap tersenyum.
__ADS_1
Pengawal wanita kebingungan melihat Eve yang banyak sekali berbicara.
Pengawal wanita hanya memperhatikan dan mendengar Eve yang asik berbicara sambil memasak. Gerakan Eve sangat cepat dan gesit.
"Kamu mau makan apa biar aku buatin tenang saja aku tidak akan meracuni kamu dengan masakan aku. Buktinya suami aku tetap baik-baik saja dengan makan siang yang aku bawa." Ujar Eve yang terus berbicara.
"Tidak, terimakasih Nona." Tolak pengawal wanita tersebut.
Eve mengerucutkan bibirnya kesal. "Kamu ini jangan terlalu sungkan kamu cukup panggil aku Eve aja jangan Nona muda." Ujar Eve namun ditolak mentah oleh pengawal wanita tersebut.
"Jangan terlalu kaku." Ujar Eve yang kini duduk berhadapan dengan dagu yang ditopang kan di antara kedua tangannya. "Apakah kamu akan tetap menjadi pengawal kak Tala?" Tanya Eve penasaran.
Lagi-lagi pengawal wanita itu hanya diam. "Susah sekali mengajak kamu berbicara. Apakah kak Tala melarang kamu untuk berbicara banyak denganku? Iya pasti kak Tala melarang kamu." Ujar Eve dengan sedih di kalimat terakhirnya.
Pengawal wanita yang melihat ekspresi Eve sedih dan nada bicaranya menggelengkan kepalanya. "Tidak Nona muda jangan salah paham dengan Tuan muda." Ucap pengawal wanita itu dengan cepat.
"Lihat saat aku melibatkan kak Tala kamu begitu cepat merespon apakah aku membosankan?" Tanya Eve kembali.
Pengawal wanita itu bingung harus menjawab apa. "Jangan salah paham Nona saya tidak bermaksud untuk menyinggung Nona muda." Ujar pengawal tersebut menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Lalu?" Tanya Eve penasaran.
"Hanya saja saya tidak tau dan bingung harus menjawab apa dan bagaimana Nona." Cicit pengawal wanita tersebut.
Eve yang melihatnya sudah tidak tahan lagi ingin tertawa akhirnya Eve melepaskan tawanya yang semenjak tadi ditahan olehnya. "Kamu sangat lucu sekali. Berapa umurmu?" Tanya Eve.
Kepala pengawal yang semulanya terkejut dengan Eve yang tertawa karena menurut pengawal wanita tersebut tidak ada yang lucu lalu tiba-tiba dikejutkan dengan pertanyaan mengenai umurnya.
"Umur saya dua puluh lima tahun Nona." Jawab pengawal wanita.
Eve menganggukkan kepalanya mendengarnya. "Berarti kamu lebih muda dari aku satu tahun." Ujar Eve.
Pengawal hanya diam mendengarkan. "Apa yang kamu lakukan sehari-hari jika kak Tala tidak menyuruhmu untuk melakukan sesuatu seperti salah satunya menemani aku?" Tanya Eve.
"Saya akan berlatih Nona muda." Jawab pengawal wanita tersebut.
"Berlatih apa beladiri?" Tanya Eve penasaran dan semakin tertarik.
"Kurang lebih seperti itu Nona muda." Jawab singkat pengawal wanita tersebut membuat Eve berdecak kesal mendengarnya.
"Sudahlah. Nanti dilanjutkan lagi pembicaraannya nanti masakan aku hangus lagi." Ujar Eve lalu membalikkan badannya dan melihat bahwa masakannya sudah mendidih.
Lima belas menit Eve berkutat dengan bekal makanannya tanpa bersuara. "Selesai." Ujar Eve lalu tersenyum melihat bekal makanan yang dibuatkannya untuk Tala.
"Kamu tunggu di sini dulu ya aku mau mandi dan kita akan bersiap-siap ke kantor kak Tala untuk memberikan bekal makan siang untuknya." Ujar Eve lalu berlalu pergi meninggalkan pengawal wanita yang terdiam di tempatnya.
*Bersambung*
__ADS_1