Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 50. Tala ke Apartemen


__ADS_3

Pengawal Bee yang melihat Tuan mudanya masuk ke dalam kamar segera kembali ke dapur untuk melihat bahan masakan yang ada di kulkas.


Melihat isi kulkas ada yang kurang pengawal Bee segera keluar dari apartemen untuk membeli bahan masakan.


Pengawal Bee merasa sangat bersemangat akhirnya setelah satu minggu Nona muda Eve berada di sini Tuan mudanya datang ke apartemen untuk membawa Nona mudanya itu ke mansion.


Bukan merasa senang dalam konotasi negatif yang mana dirinya akhirnya tidak lagi menemani Eve di apartemen atau memasakkan makanan untuk Eve namun pengawal Bee merasa senang karena merasa bahwa Tuan mudanya sudah tidak marah lagi kepada Nona muda Eve.


Selama hampir dua jam lamanya Eve tidur di pagi hari. Eve membukakan kedua matanya dan merasa ada orang yang sedang berbaring di sampingnya dan dirinya memeluk orang itu.


Eve yang menyadarinya segera membuka kedua matanya terkejut dan melihat ke arah orang yang sedang dipeluknya yang tidak lain adalah suaminya sendiri.


Eve terdiam untuk beberapa saat karena mengingat ini adalah pertama kalinya dirinya tidur dengan sangat berantakan sampai memeluk orang di sampingnya.


Biasanya Eve tidak pernah melakukannya tapi kenapa dia tidur pagi ini bisa sampai memeluk orang. Jika Eve tidur menyamping sebelah kanan sebelum tidur maka posisinya tidak akan pernah berubah kecuali kepalanya. Jika dirinya merubah posisi pun Eve tidak akan pernah sampai membatasi atau melewati ukuran bantal di bawah kepalanya.


Lalu mata Eve menoleh ke arah suaminya itu yang ternyata sudah membuka matanya hal itu lagi-lagi membuat Eve sangat terkejut namun tetap tidak melepaskan pelukan yang diberikannya kepada suaminya itu.


Mata kedua sepasang suami istri itu bertemu dan mereka terdiam dengan waktu yang cukup lama apalagi wajah Tala mendekat ke arah wajahnya hanya berjarak berapa centi itu.


Saat bibir keduanya hampir bertemu Tala berbisik dengan pelan di depan bibir Eve dan Eve yang masih menutup matanya saat Tala mendekatkan wajahnya kembali membuka matanya dan melepaskan tangan serta kakinya yang menjadikan Tala sebagai bantal gulingnya.


“Apakah kamu akan tetap memeluk ku.” Ucap Tala kepada Eve di depan bibir Eve.


Eve segera menjauhkan posisi tubuhnya dari Tala dan menunduk tidak berani menatap ke arah Tala yang seperti biasa tatapan tajam yang didapatkannya itu.


Tala segera bangkit dari posisi tidurnya dan berjalan ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Eve yang melihatnya merasa lega, “kenapa aku tiba-tiba memeluknya seperti itu?” Tanya Eve kepada dirinya yang merasakan keanehan karena tidak biasanya dirinya seperti itu.


“Apakah ini efek karena banyak pikiran?” Tanya Eve di dalam benaknya.


Sudah hampir lima belas menit lamanya Eve menunggu Tala keluar dari dalam kamar mandi namun Tala masih belum keluar.


“Kenapa dia lama sekali aku ingin mencuci wajah ku.” Ujar Eve yang masih mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi.


Akhirnya Eve segera bangkit dan hendak keluar kamar setelah memutuskan akan mencuci wajahnya di wastafel dapur saja.


Namun, langkah kaki Eve terhenti saat Eve hendak memegang pegangan pintu saat teringat bahwa Tala sepertinya sedang mandi karena terlihat lama sekali di kamar mandi.


Eve berjalan ke arah di mana ruang pakaian berada untuk menyiapkan pakaian Tala setelah seminggu lebih dirinya tidak menyiapkan pakaian untuk suaminya itu.

__ADS_1


Eve menyiapkan dua pakaian setelan pertama adalah pakaian ke kantor dengan jas berwarna abu-abu, kemeja dan celana bahan berwarna hitam sedangkan setelan kedua adalah pakaian informal seperti kaos putih lengan panjang dengan garis hitam panjang dan celana jeans hitam.


Setelah selesai menyiapkan pakaian buat suaminya beserta ****** ******** Eve segera keluar dari dalam kamar untuk memakan cemilan karena jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas.


Eve menuju ke dapur lalu mencuci wajahnya dengan air yang ada di westafel dapur kemudian setelah selesai Eve membuka kulkas untuk melihat cemilan sehat apa yang hendak ingin dimakannya kali ini.


Mata Eve melihat masih ada buah pir dan Eve segera mencuci buah tersebut dan mengirisnya menjadi beberapa bagian untuk dirinya makan.


Tidak lupa juga Eve mengupas buah naga untuk membuat jus namun Eve tiba-tiba terpikirkan ingin membuat smootish mengingat bahwa suaminya juga suka dengan minuman itu.


Mata Eve melihat ke arah belanjaan yang ada di atas meja yang belum dibereskan. Di dalam benak Eve sambil memakan cemilan sehatnya Eve bertanya-tanya siapa yang membelikan barang yang di atas meja itu apakah Tala atau pengawal Bee.


Tapi, jika itu pengawal Bee di mana pengawal Bee apakah pengawal Bee segera pergi ketika melihat Tala ada di sini.


Tapi, jika itu adalah suaminya Nabastala Eve merasa bahwa itu sangat tidak mungkin mengingat betapa sibuknya suaminya itu dan Eve merasa sanksi jika Tala membelikannya karena pasti tidak akan mungkin dan pasti pria itu akan dengan mudah menyuruh pengawalnya yang lain untuk membelikannya.


Saat Eve hendak menyentuh plastik yang berisi bahan masakan tersebut terdengar suara pengawal Bee. “Nona sudah bangun.” Seru pengawal Bee yang ternyata baru keluar dari dalam kamar mandi dekat dapur.


“Maafkan saya Nona karena saya belum sempat memberikannya tadi saya ke belakang sebentar.” Ujar pengawal Bee tidak enak hati karena di atas meja dapur berantakan.


“Kenapa tidak mengajak aku untuk pergi berbelanja padahal aku sudah bilang kan.” Ujar Eve tersenyum.


“Saya merasa tidak enak untuk mengetuk kamar Nona muda lagipula di kamar Nona muda ada Tuan muda. Saya tidak mau mengganggu Tuan dan Nona.” Jawab pengawal Bee tidak enak hati.


“Tidak, terimakasih atas tawarannya. Tapi, aku ingin membuat smootish buat suami ku jadi kamu lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan jika aku sudah selesai maka aku akan membantu mu.” Ujar Eve dengan tersenyum.


Pengawal Bee merasa bahwa Nona muda yang ada di hadapannya saat ini terlihat sedikit hidup karena ada senyuman yang tidak dibuat terpaksa agar orang khawatir dengannya.


“Tidak usah, terimakasih tawarannya Nona saya bisa sendiri.”


Eve menganggukkan kepalanya dan fokus ingin membuat smootish yang sudah menjadi tujuannya tadi.


Selama menunggu bahan yang ada di blender hancur Eve ingin bertanya. “Pengawal Bee.” Panggil Eve membuat pengawal Bee yang baru saja selesai membereskan bahan masakan yang dibelinya tadi menatap ke arah Nona mudanya itu.


“Iya Nona muda.”


“Apakah kak Tala sangat lama jika mandi.” Tanya Eve membuat pengawal Bee menjadi terdiam mendengar pertanyaan dari Eve.


Menurut pengawal Bee ini adalah pertanyaan yang sangat aneh untuk dijawabnya jika dirinya menjawab bukankah akan terasa aneh karena dirinya perempuan namun melihat pertanyaan dari Nona mudanya berarti ini bukanlah pertama kali dilakukannya oleh Tuan mudanya itu.


Pengawal Bee menggarukkan rambutnya karena bingung. “Bukankah terasa aneh jika saya menjawabnya Nona.” Ujar pengawal Bee.

__ADS_1


Eve mengerjapkan kedua matanya dan menganggukkan kepalanya mengerti. “Maafkan aku.” Ujar Eve cengengesan merasa tidak enak hati.


“Tapi, yang saya tau Tuan muda memang sangat pembersih Nona muda.” Ujar pengawal Bee walaupun di dalam pikirannya ada yang mengganjal dan ingin memberitahukan kepada Nona mudanya itu namun pengawal Bee menutup mulutnya dan memutuskan untuk tidak memberitahukannya.


“Kenapa Nona muda bertanya seperti itu bukankah Nona muda adalah seorang dokter dan pastinya akan mempelajari ilmu biologi dengan sangat baik. Apa di ilmu kedokteran yang diambilin Nona muda tidak diajarkan ya.” Tanya pengawal Bee dalam benaknya yang sesekali melihat ke arah Eve yang sedang menuangkan smootish yang dibuatkannya ke dalam gelas.


“Nona apakah saya boleh masuk ke kamar Nona dan Tuan ketika Nona dan Tuan makan siang nanti untuk menyiapkan barang-barang Nona muda untuk dibawa pulang.” Izin pengawal Bee.


Eve yang baru saja selesai menuangkan smootish untuk di isi ke dalam gelas menolehkan kepalanya kepada pengawal Bee. “Apakah aku akan pulang hari ini?” Tanya Eve.


Pengawal Bee kembali bingung dengan pertanyaan dari Eve melihat hal itu membuat Eve mengerti. “Tadi aku tidur pagi dan membuat kak Tala tidak punya waktu untuk berbicara dengan ku.” Ujar Eve meluruskan agar pengawal Bee tidak salah paham dengan pertanyaannya itu.


Lagipula Eve tidak ingin membuat orang lain berpikiran buruk bahwa rumah tangganya sedang tidak baik-baik saja walaupun kenyataannya memang iya. Tapi, sebagai seorang istri sudah seharusnya Eve menjaga kehormatan suaminya itu.


Pengawal Bee menganggukkan kepalanya mengerti. “Tadi, Tuan muda bilang begitu dan menyuruh saya untuk membereskan barang-barang Nona.” Ujar pengawal Bee.


“Kalau begitu tidak perlu biarkan aku saja yang membereskannya lagipula itu hanya sedikit.” Ujar Eve. Pengawal Bee hendak protes namun Eve kembali menegaskan agar biarkan dirinya. “Terimakasih atas niat dan bantuannya tapi tolong biarkan aku saja melakukan hal itu tidak akan membuatku lelah.” Ujar Eve dengan tersenyum.


Pengawal Bee hanya bisa pasrah jika Eve sudah berbicara seperti itu. “Lagipula aku sudah terbiasa mengoperasi pasien dan berdiri selama beberapa jam jadi melakukan hal itu tidak akan mudah membuat aku lelah.”


“Tetap saja Nona harus banyak beristirahat.” Ujar pengawal Bee. “Nona apakah saya boleh bertanya?” Tanya pengawal Bee.


“Bukankah kamu sudah bertanya. Lagipula kamu tidak perlu sungkan kepadaku.” Ujar Eve sedikit bercanda.


Pengawal Bee menggarukkan kepalanya lagi yang sebenarnya tidak gatal hal itu membuat Eve tersenyum lucu melihatnya. Pengawal Bee jika malu atau merasa kurang nyaman maka pengawal Bee akan menggarukkan kepalanya itulah yang diperhatikan oleh Eve selama di sini.


Pengawal Bee tersenyum namun berusaha mengurangi rasa canggung di dalam dirinya apalagi saat ini Nona mudanya itu sedang menatap ke arahnya dengan tersenyum. “Nona kalau melakukan operasi paling cepat berapa lama dan paling lama berapa lama?” Tanya pengawal Bee merasa penasaran.


Eve yang mendengarnya memikirkan dan mengingat-ngingat operasi yang pernah dilakukannya selama ini. “Emmm mungkin paling lama 8 jam dan paling cepat dua jam.” Ujar Eve.


Mendengar jawaban dari Nona mudanya itu membuat pengawal Bee melongo dan tidak percaya.


Eve tersenyum melihat ekspresi terkejut dari wajah pengawal Bee yang biasanya berekspresi datar dan bisa mengontrolnya namun kali ini tidak bisa. “Nona berdiri dan melakukan operasi selama itu?’ Pekik pengawal Bee tidak percaya.


Eve menganggukkan kepalanya dan tersenyum senang ternyata jika dirinya berekspresi terlihat sangat lucu. “Ada juga yang bisa sampai 13 jam lamanya.” Ujar Eve kembali dan lagi-lagi membuat pengawal Bee tidak percaya.


“Tapi tidak selalu berdiri juga kadang ada kursi jika memang diperlukan untuk dokter bedah. Tapi, terkadang hal itu membuat tidak leluasa. Lagipula kan ada dokter yang lainnya seperti dokter residen, dokter umum, dan perawat.” Ujar Eve.


“Jadi, banyak yang membantu.” Lanjut Eve kembali. Tanpa mereka berdua sadari ternyata Tala mendengar percakapan keduanya dan berdiri di balik tembok.


Tala yang mandi tadi memerlukan waktu hampir satu jam dan menggunakan pakaian informal yang disiapkan Eve untuknya namun tidak lupa juga Tala mengembalikan pakaian formal yang telah disiapkan Eve untuknya untuk diletakkan di dalam ruang pakaian.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2