Berbagi Cinta: Complicated Love

Berbagi Cinta: Complicated Love
BAB 80. Satu Persatu Rahasia Terbuka


__ADS_3

“Kakak Eve tidak ingin mendengar kakak berbicara seperti itu, sebaiknya kita membicarakan hal yang menyenangkan. Kakak tau sendiri bukan bahwa Ashi juga pergi meninggalkan Eve jadi kakak tidak boleh berbicara seperti itu. Dokter bukan Tuhan kakak harus percaya kepada Tuhan mengerti.” Ujar Eve menggenggam tangan Adya untuk memberi Adya kekuatan.


“Lihat bahkan rambut ku sudah botak Eve dan aku memakaikan rambut palsu.” Ujar Adya dengan tetap tersenyum melihat hal itu membuat Eve merasakan sakit.


“Kakak jangan berkata seperti itu.” Ujar Eve menggelengkan kepalanya sementara Tala mengalihkan pandangannya dari Adya karena jika dirinya melihat Adya yang sangat lemah seperti itu membuat Tala tidak berdaya. Hal ini sama seperti waktu dulu saat Adya begitu terpuruk dengan hidupnya.


“Di mana ibu dan ayah?” Tanya Eve mengalihkan pembicaraan agar Adya jangan membicarakan tentang kematian lagi.


“Ibu dan ayah sedang berada di kamar sebelah tadi aku habis berjemur di taman.” Ujar Adya membuat Eve tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


“Eve sangat sayang kakak jadi kakak jangan ikutan pergi meninggalkan Eve.” Ujar Eve dengan matanya yang berkaca-kaca.


Adya hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, Adya tidak bisa memaksa Eve agar Eve tidak bercerai dengan Tala karena dirinya tau bahwa Eve juga sama menderitanya.


“Kakak kenapa menangis nanti Eve ikutan menangis.” Ujar Eve dengan manja sembari menghapus air mata Adya yang jatuh ke pipinya.


“Aku hanya merasa terharu dan bersyukur mempunyai adik yang manis dan keluarga yang sangat menyayangiku.” Imbuh Adya.


“Tentu saja siapa yang bisa menolak untuk menyayangi kakak, kakak adalah malaikat dan sangat baik dan juga kakak sangat cantik.” Ujar Eve dengan manja.


Tala yang melihat keduanya hendak pergi namun langkah kakinya terhenti ketika mendengar perkataan Adya. “Biarkan Eve bekerja jangan mengekangnya hanya karena untuk merawatku.” Ujar Adya.


Eve yang mendengarnya menatap ke arah Adya dengan matanya berkaca-kaca karena merasa terharu bahwa Adya tau perasaannya dan keinginannya tanpa menyebutnya.


“Aku mohon.” Ucap Adya dengan lirih, “aku tidak bisa melihat wajah adikku sedih seperti ini.” Lanjut Adya kembali lagi.


“Jangan membuat aku tambah merasa bersalah lagi hanya karena dia harus merawatku.” Ujar Adya membuat Tala membalikkan badannya dan menatap ke arah Adya.


Pandangan Tala beralih ke arah Eve yang hanya diam menunduk lalu beralih ke arah wajah Adya yang sudah memelas.


Tala menghela nafasnya dengan panjang. “Baiklah.” Ucap Tala membuat Eve mendongakkan kepalanya dan menatap ke arah Adya dengan penuh kasih sayang tanpa melihat ke arahnya.


Adya tentu saja merasa lega dan sangat senang mendengarnya, “kamu harus melakukannya sebaik mungkin dan nikmati selagi bisa.” Ujar Adya tersirat ke arah Eve dengan berkaca-kaca.


Tala yang telah menyetujui permintaan Adya segera pergi dari sana untuk menenangkan pikirannya.


Sementara Eve yang mendengar perkataan dari Adya menatap ke dalam bola mata Adya terkejut. Sedangkan Adya hanya memberikan senyumannya.


Eve menjauhkan tubuhnya dari Adya untuk melihat Adya dengan leluasa, “maafkan aku karena aku lancang membacanya.” Ujar Adya kepada Eve.

__ADS_1


Eve rasanya lemas mendengar apa yang dikatakan oleh Adya. “Apa kakak membaca semuanya?” Tanya Eve kepada Adya.


Adya menganggukkan kepalanya, “aku hanya membaca jurnal yang paling atas.” Ujar Adya berkata jujur.


“Apa karena itu yang membuat kak Adya sampai kritis seperti kemarin?” Tanya Eve dengan pandangannya yang kosong dan Adya menganggukkan kepalanya.


Eve yang melihatnya merasa sangat lemas sekarang. “Maafkan aku telah melewati privasi mu.” Ujar Adya kepada Eve.


Eve menyadarkan pikirannya lalu menggelengkan kepalanya. “Aku seharusnya yang meminta maaf karena tangan dan pikiran ini seharusnya kuat menahan agar tidak menulis jurnal harian dan membuat kakak tanpa sengaja membacanya.” Ujar Eve meneteskan air matanya.


Eve tidak percaya bahwa jurnal hariannya membuat Adya sampai harus dilarikan ke rumah sakit dan koma selama berbulan-bulan.


Eve menyalahkan dirinya mengenai hal itu. Adya menggelengkan kepalanya, “jangan menyalahkan dirimu terus menerus.” Ujar Adya dengan sedih.


“Kamu harus bahagia Eve lepaskan semua keinginanmu di sini jangan menahannya terbukalah.” Ujar Adya. “Aku seharusnya lebih peka dengan apa yang kamu rasakan dan pikiranmu.”


Kedua istri dari Nabastala itu saling menyalahkan diri sendiri dengan apa yang telah terjadi di dalam kehidupannya. “Makanya aku tidak memaksa mu dan sekarang aku mengerti bahwa alasan kamu akan berhenti bekerja beberapa bulan lagi.”


“Ini semua salahku jika aku tidak memaksa dan membuat kalian berdua menikah maka kamu tidak akan mengalami seperti ini dan aku harusnya percaya saja sama Tuhan.” Ujar Adya dengan berlinang air mata.


Eve menghapus air mata Adya dan menggelengkan kepalanya. “Kakak jangan menyalahkan diri sendiri.” Ujar Eve membuat Adya tersenyum itu adalah kata-kata yang dikatakannya kepada Eve tadi.


“Bagaimana bisa kamu menahannya selama ini.” Ujar Adya dengan sedih dan mengelus wajah Eve.


“Apakah kamu tidak penasaran dengan orang tua kandung mu?” Tanya Adya yang ingin mengetahui perasaan Eve.


Eve menundukkan kepalanya dan tersenyum miris. “Apa ada seorang anak yang tidak merindukan kedua orangtuanya. Bahkan orang tua angkat aku saja sering aku rindukan begitu juga dengan ibu dan ayah. Namun, aku juga tidak tau bagaimana wajah kedua orang tua ku.”


Hati Adya terasa perih mendengar apa yang dikatakan oleh Eve kepadanya, “kalau begitu tetaplah di sini. Ibu dan ayah akan tetap memberikan mu perhatian bukankah mereka sudah menganggap mu sebagai seorang putri.” Ujar Adya hal itu membuat Eve menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari Adya.


“Lihat saja nanti.” Jawab Eve karena dirinya tidak mau membebani Adya dengan jawabannya nanti.


Melihat Eve yang menjawab seperti itu semakin membuat Adya sedih dan berpikir bagaimana bisa seseorang melukai hati dan perasaannya sehingga membuat Eve untuk percaya dan merasa dihargai sangat rendah seperti ini.


“Pasti kamu telah melewati banyak hal.” Ujar Adya dengan menatap Eve sedih.


“Kakak kenapa kita menjadi sedih seperti ini.” Keluh Eve yang tidak ingin berada di dalam situasi seperti ini.


“Tidak apa-apa lagian aku ingin mengerti dan memahami lebih dalam adikku yang manis seperti ini. Mungkin juga sudah waktunya kita berdua harus bercerita seperti hari ini dan mungkin sudah waktunya semua itu harus terjadi.”

__ADS_1


“Bagaimana nanti jika ibu dan ayah sedih jika kamu pergi dari mereka?” Tanya Adya yang ingin mengetahui apa di dalam pikiran dan hati Eve namun sungguh Adya tidak bisa membacanya.


“Mereka akan tentu baik-baik saja kak dan Eve akan mendoakan mereka selalu, kakak dan juga kak Tala.” Ujar Eve.


“Bagaimana jika Tala sudah jatuh cinta kepada mu dan tidak ingin melakukan sesuai dengan kesepakatan yang dilakukan.” Ucap Adya dengan hati-hati takut ada orang yang mendengarnya padahal di dalam ruangan itu hanya ada dirinya dan Eve.


Eve tersenyum ke arah Adya, “itu tidak akan mungkin lagian tidak ada tempat aku di sini. Jika aku di sini keluarga angkat aku akan terus membuat dia menderita dengan permintaan mereka.” Ucap Eve.


“Apa kamu masih ingat dengan apa yang aku ceritakan waktu di mana bahwa Tala mencintai seseorang wanita di masa lalunya?” Tanya Adya berusaha untuk segala cara menghentikan niatan Eve dan berusaha agar membuat Eve terbuka kepadanya.


Eve menganggukkan kepalanya, “aku bohong mengatakan bahwa aku kurang tau. Nyatanya aku sangat tau dia.” Ujar Adya sambil menatap ke dalam mata Eve.


“Kakak Eve tidak mau mendengarnya biarlah itu menjadi urusan kak Tala. Kakak harus percaya bahwa kak Tala sangat menyayangi dan mencintai kakak.” Ujar Eve dan Adya menganggukkan kepalanya.


Namun rasa cinta dan sayang antara dirinya dengan Tala bukan sebagai seorang laki-laki dan perempuan melainkan seorang kakak dan adik.


“Adhikari Ekata Werawan atau Eddy Ekata yang kamu kenal adalah mantan kekasih yang menyuruh ku untuk melakukan aborsi.” Ucap Adya dan menatap reaksi dari Eve yang mendengarnya membeku.


“Aku menceritakan ini bukan bermaksud apa-apa aku hanya ingin kamu berpikir lebih jernih dan tetap berada di sini walaupun nanti berpisah dengan Tala.” Ujar Adya menggenggam tangan Eve.


Eve menatap ke arah Adya dengan matanya berkaca-kaca, kenapa dunia ini begitu sempit. “Wanita yang masih sangat dicintai oleh Tala namun tertutup dengan keegoisan dan rasa bencinya adalah kamu Eve.” Ucap Adya.


“Adhikari Ekata Werawan adalah sepupu dari Nabastala Affandra Werawan.” Ucap Adya dengan rasa sakit yang mendalam ketika menyebut nama Adhikari Ekata Werawan yang sekarang terasa tabu baginya.


“Alasan kenapa Geya sangat tidak suka dengan ku salah satunya adalah karena Adhikari Ekata Werawan dan juga karena dia merasa bahwa aku merebut kasih sayang Nabastala kakak sepupu yang menyayanginya.”


Eve yang mendengar fakta yang ada merasa kosong dan hampa karena tidak percaya dan banyak misteri yang tidak diketahuinya.


“Sebuah cinta yang rumit bukan. Aku yang dulu terlalu bodoh karena mencintai Adhikari Ekata Werawan namun dia sangat mencintai seorang gadis yang menjadi kekasih sepupunya sendiri Nabastala Affandra Werawan.”


“Aku menceritakan ini bukan untuk berniat buruk maupun jahat tapi aku ingin kamu mengetahui bahwa jangan menyesali atas semua yang terjadi. Semuanya sudah menjadi takdir dari yang di atas. Berhentilah untuk menyalahkan dirimu sendiri Eve.” Ucap Adya dengan berlinang air mata.


“Sekarang aku tidak tau ke mana Add pergi semuanya menghilang tapi itu semua ada hubungannya dengan Tala. Percayalah kepadaku bahwa Tala masih sangat mencintaimu Eve.”


“Tidak, tidak tidak.” Ujar Eve menggelengkan kepalanya, “itu tidak mungkin kak melihat apa yang telah dilakukannya yang ada di hati dan pikirannya hanya kakak. Kakak jangan memikirkan apa pun kakak harus yakin bahwa dia hanya mencintai kakak.” Ujar Eve menolak dengan apa yang didengarnya.


Walaupun sebenarnya di dalam hatinya sangat hancur mendengar fakta yang ada ternyata dia selama ini memberikan penderitaan terhadap kehidupan orang lain yang sangat pedih dan luka yang sangat dalam seperti Adya dan Tala.


Pantas saja bahwa semua orang membenci dirinya karena apa yang diperbuatnya di masa lalu karena keegoisannya dan rasa ketidakpuasannya terhadap perhatian dan kasih sayang membuat semua orang yang tidak bersalah sangat menderita.

__ADS_1


 


*Bersambung*


__ADS_2