
Tala memeluk Eve dari belakang sembari menyandarkan dagunya ke bahu Eve yang sedang mengambil pakaian tidur untuknya.
Hari sudah larut malam Orion sudah tidur di kamarnya begitu juga dengan Galaksi.
"Maafkan ayah yang membuat bunda lelah karena menjaga dan merawat Orion dan Galaksi. Bunda tau kan ayah tidak mau melihat bunda kelelahan. Dengarkan ayah dulu." Ucap Tala saat Eve hendak meronta dalam pelukannya dan hendak berucap.
"Ayah tidak akan memaksa bunda lagi jika bunda tidak mau ada baby sitter. Tapi, jika bunda merasa lelah tidak apa-apa meminta bantuan para pelayan. Pelayan di mansion ayah tambahkan untuk membantu bunda. Jadi, bunda tidak marah lagi bukan."
"Ayah tau bahwa ayah akhir-akhir ini sangat sibuk maafkan atas kesibukan ayah ya."
Eve hanya diam saja menerima perlakuan dari Tala apalagi kini Tala sudah berlutut di hadapannya dan mencium tangannya seperti seorang pangeran yang sedang mengajak seorang putri berdansa.
Eve hanya menganggukkan kepalanya saja karena hari ini dia merasa lelah. "Kenapa bunda hanya diam saja apa bunda masih marah sama ayah?"
Eve menggelengkan kepalanya, "aku lelah." Ucap Eve dengan seger Tala bangkit lalu memeluk Eve dan Eve bersandar nyaman di bahu bidang milik Tala.
Tala mengangkat badan Eve dan menggendongnya ke kamar saat ini Tala hanya memakai selembar handuk saja.
Eve merasa nyaman apalagi kulit Tala yang dingin karena habis mandi dan Eve suka dingin.
Tidak ada apa pun yang terjadi Tala hanya mengelus rambut Eve dan sesekali mencium rambut Eve untuk memberikan kenyamanan di dalam pelukannya itu.
Selama hampir beberapa menit Tala merasakan bahwa Eve sudah tertidur pulas terbukti dengan nafasnya yang teratur.
Tala tersenyum hanya dengan begini saja membuatnya merasa senang. Dia tau bahwa akhir-akhir ini istrinya sangat mudah lelah karena Orion yang posesif dan Galaksi yang sedang masa aktif-aktifnya.
Di rumah mama Axel tepatnya di dalam kamar ini sudah tiga malam Axel selalu pulang larut malam.
Geya tidak memedulikannya walaupun ingin namun ini lebih baik agar Axel lama-lama jenuh dengannya dan menceraikannya. Ia merasa menjadi beban dan istri yang tidak berguna bagi Axel.
Dirinya yang tidak kunjung hamil karena kesehatannya ditambah lagi kedua orangtuanya yang mendesaknya untuk menceraikan Axel karena mengira bahwa Axel yang tidak subur.
__ADS_1
Geya merasa malu dan rendah diri untuk bersanding dengan Axel karena dirinya dan kedua orangtuanya sedangkan Axel dan mama Axel menerimanya apa adanya tanpa pernah memaksa atau mendesaknya bahkan mama Axel tidak pernah menanyakan apakah dirinya sudah hamil atau belum. Mama Axel selalu bersikap baik kepadanya dan menunjukkan kasih sayangnya kepada Geya.
Walaupun ia tau bahwa mama Axel pasti sudah menanti calon cucunya namun dia hanya bisa bersabar sama seperti Axel yang berpasrah kepada Tuhan mama Axel juga begitu. Mungkin sikap Axel yang seperti itu karena mencontoh mama Axel.
Sungguh beruntung bagi Geya mendapatkan suami dan ibu mertua yang pengertian walaupun tidak ada ayah mertua. Geya tidak pernah menanyakan kenapa ayah mertuanya tidak ada karena Axel tidak pernah menceritakannya begitu juga dengan mama Axel. Mungkin ada luka hati yang mereka tutupi berdua dan dengan hanya mereka berdua itu sudah membuat mereka bahagia.
Geya termenung di dalam balkon sembari menatap langit malam. Malam ini adalah bulan purnama. Bukan itu tidak dikelilingi oleh bintang walaupun ada itu hanya satu dua yang terlihat. Indah namun kesepian seperti yang Geya rasakan dalam pernikahannya.
Geya ingin mendengar suara tangisan jeritan dan semuanya dari bayi yang dikandungnya.
Axel yang baru pulang kerja dan sudah membersihkan diri tentunya sebelum pulang menatap ke arah tempat tidur yang kosong tidak ada tanda-tanda kehidupan di atasnya seperti tiap malam yang ia lihat.
Lalu mata Axel menatap ke arah pintu balkon yang terbuka lebar dan dia bisa melihat siluet seorang wanita dengan gaun tidurnya yang ditutupi dengan kardigan.
Ingin mendekat namun merasa ragu apalagi selama tiga hari ini mereka saling diam satu sama lain.
Axel bukan karena gengsi ingin meminta maaf kepada Geya namun karena dia ingin tau bahwa Geya bisa menyadari kesalahannya yang berulang kali Axel katakan bahwa dia tidak apa-apa selagi dia tidak memiliki keturunan namun sepertinya Geya betah dengan diamnya.
Mungkinkah Geya tidak merasakan kehadirannya yang pulang apa karena Geya berpikir bahwa dia pulang sampai larut malam lewat jam 12 malam.
Atau Geya sedang menghindar darinya, jika itu adalah yang kedua Axel akhirnya mengalah saja dia akan mengikuti alur yang dibuat oleh Geya.
Axel merebahkan badannya yang lelah lalu membelakangi balkon untuk memejamkan matanya walaupun ia tidak tidur agar Geya merasa nyaman dan tenang untuk sementara waktu.
Jika nanti Geya melihatnya ia akan berpura-pura tidur.
Geya merasakan udara malam semakin dingin mengakhiri menikmati langit bulan purnama itu dan masuk ke dalam kamar.
Geya menutup pintu balkon yang bergeser dan gorden kamar.
SREK
__ADS_1
SREK
Axel yang mendengar gesekan suara pintu dan suara gorden cepat-cepat menutup kedua matanya.
Geya membalikan badannya dan melihat Axel sudah berbaring nyaman di atas tempat tidur membelakanginya.
Entah kenapa Geya sama sekali tidak menyadari kehadiran Axel yang sudah berada di dalam kamar saking sibuknya dengan pemikirannya sendiri.
Hati Geya tentunya sedih melihat Axel yang mengabaikan dan mendiamkannya selama tiga hari ini namun dia harus kuat demi tujuannya agar Axel menceraikannya. Toh, lagipula nanti setelah bercerai Geya akan memilih untuk sendiri saja hidup seorang diri selama sisa hidupnya karena kekurangannya sebagai seorang wanita dan kedua orangtuanya yang sangat jahat menyakiti hati Axel dan juga mama Axel. Geya tidak mau melihat Axel dan mama Axel terluka karenanya akan lebih baik dia bersikap seperti ini saja sampai Axel muak dengannya dan menceraikannya walaupun pasti sangat salut dan tidak mudah untuk dilewati tapi Geya harus belajar dari sekarang untuk membiasakan dirinya.
Tapi, bagaimana nanti jika Axel tidak menceraikannya dan malah mencari kesenangan bersama wanita lain di luar sana. Tidak, Axel tidak mungkin seperti itu lagipula itu adalah hak Axel karena pasti laki-laki seperti Axel tersiksa menahan hasratnya. Geya akan berbesar hati melepaskan Axel jika Axel bertemu dengan wanita yang bisa memberikan keturunan untuknya dan mama Axel.
Geya berharap bahwa Axel dengan cepat menemukan wanita itu. Geya sudah merasa bahwa sebagai wanita tidak ada gunanya.
Tanpa sadar Geya meneteskan air matanya dan menahan isakan tangisnya agar tidak terdengar oleh Axel. Padahal dia hanya membayangkan saja namun kenapa sesakit ini. Axel mendengarkan suara tangis Geya yang ditahan dan mengepalkan kedua tangannya dengan erat untuk menahan ketidakberdayaan dalam dirinya.
Kenapa Geya harus memikirkan anak bahwa dia dan ibunya tidak apa-apa jika tidak memiliki anak dan cucu. Bukan berarti Axel dan mamanya tidak ingin hanya saja mereka tidak mau membuat Geya merasa tertekan mamanya dan Axel hanya pasrah saja sama Tuhan. Apalagi ada desakan dari kedua orangtua Geya yang meminta Geya menceraikannya hati Axel tentu saja terluka namun pasti luka di dalam dirinya tidak seberapa dengan luka di hati Geya istrinya.
Mamanya Axel meminta Axel bersabar menghadapi Geya yang sedang tertekan karena mamanya Axel tau bagaimana rasanya dulu. Axel memahami dengan baik perkataan mamanya itu. Melihat Geya sedih dan menahan tangisnya seperti ini pasti sangat sakit dan Axel memikirkan bagaimana mamanya dulu yang tidak ada orang berada di sampingnya dan membelanya suami yang seharusnya berada di sisinya malah memberikan tekanan kepada mamanya.
Mama Axel menceritakan perihal dirinya yang juga sama dengan Geya makanya itu mama Axel tidak pernah menuntut apa-apa. Ini adalah hal yang baru yang diceritakan mama Axel kepada Axel waktu Axel kepergok meninggalkan kamar dimalam hari oleh mama Axel untuk menghindari Geya. Wajar saja seorang ibu akan tau bahwa anaknya sedang tidak baik-baik saja apalagi itu di malam hari dan mendapatkan wajah Axel datar, mengeras dan tatapannya yang dingin. Mama Axel hanya menjadi penengah dan penasihat saja kepada Axel dan Geya.
Axel membalikkan badannya dan menatap ke arah Geya yang sedang tertidur meringkuk membelakanginya. Hati Axel terenyuh melihatnya pasti tidak mudah bagi istrinya melewati ujian ini namun dia juga sama sedihnya tapi dirinya harus kuat terlebih lagi dia adalah seorang laki-laki. Ada dua wanita yang harus dilindungi ya yaitu mamanya dan juga Geya istrinya.
"Maafkan aku. Pasti ini berat bagimu. Aku hanya ingin kamu sadar dan menikmati saja hidup hanya berdua denganku. Aku bahkan tidak menuntut apa-apa padamu. Aku akan mencintaimu dan selalu mencintaimu Geya istriku cinta pertama dan cinta terakhirku."
Cup
Axel mencium bahu Geya yang ia peluk ia tau kebiasaan Geya yang tidak akan terusik oleh suara dan juga sentuhan makanya itu Axel berani memeluk dan mencium Geya di saat Geya sudah tertidur.
*Bersambung*
__ADS_1