
Tala dan Orion sedang berada di parkiran rumah sakit. Orion. masih ingin bertemu dengan Eve.
Tala tadi sudah menelpon Eve, ibu Dhara dan ayah Davka.
"Bunda sebentar lagi ke sini. Kalau Orion ketemu bunda, Orion mau apa?" Tanya Tala dengan lembut sembari mengelus rambut Orion.
Orion baru selesai bangun tadinya Tala merasa lega karena Orion tertidur akibat kelelahan menangis namun Orion kembali lagi menangis setelah bangun tidur dan merengek hingga akhirnya Tala menuruti keinginan putranya itu.
Tidak biasanya Orion bersikap seperti ini mungkinkah karena mereka tidak pamit kepada Orion waktu pergi ke rumah sakit. Biasanya mereka akan bilang atau tidak memberitahukan Orion walaupun Orion tidak mengerti.
Ayah Davka mengetuk pintu lalu membuka pintu mobil. Eve saat ini sedang berada di kursi roda. Tala segera bergeser mendekati ke arah Eve.
Orion yang melihat Eve langsung merentangkan kedua tangannya untuk minta dipeluk.
"Anak bunda anak baik." Ucap Eve dengan memeluk Orion untuk memberikan ketenangan pada Orion.
"Lututnya sakit? Jidat Orion memerah pasti sakit ya." Orion hanya diam saja menikmati kehangatan yang diberikan Eve kepadanya.
"Apa ibu yang menjaga Galaksi ayah?" Tanya Tala kepada ayahnya itu.
"Iya, ada Gulzar juga di sana." Tala yang mendengarnya menjadi sedikit cemas karena Geya akan datang ke rumah sakit.
"Geya akan ke rumah sakit untuk melihat Galaksi dan Lizzy." Ujar Tala.
"Tidak apa-apa, biarkan saja lagian Geya sudah menikah dan Gulzar tentunya sudah berbesar hati." Terang ayah Davka.
"Tapi semenjak Geya menikah Gulzar selalu menghindar dan menjauh dari Geya untuk menyembuhkan hatinya. Tidakkah itu apa-apa buat Gulzar?" Tala menunjukkan rasa khawatirnya kepada Gulzar.
"Tadi, ayah sudah berpesan untuk jangan meninggalkan Gulzar dan Geya berdua."
"Cucu kakek matanya sembab. Mau di gendong sama kakek tidak?" Tanya ayah Davka kepada Orion.
Orion menggelengkan kepalanya. "Suasana hatinya sedang tidak baik apa dia lagi puber?"
Tala mengernyit mendengar perkataan ayahnya yang mengatakan Orion sedang puber. "Ayah bagaimana bisa Orion puber dia kan masih kecil. Umurnya kurang 3 tahun.
"Anak kecil bisa juga puber Tala seperti kamu dulu juga seperti ini."
__ADS_1
"Apa menurut ayah Orion sedang cemburu dan posesif kepada Lizzy?"
Kedua anak dan ayah itu menatap ke arah Eve yang sedang memangku Orion dan bercanda dengan Orion.
"Itu bisa saja terjadi dia masih kecil kamu yang besar saja jadi bayi besar Lizzy." Ingat ayah Davka kepada anaknya itu. Bukan mengejek tapi itu adalah fakta. Maksudnya ayah Davka berkata seperti itu adalah jangan khawatir.
Tala mendengus mendengarnya tidak menyanggah ataupun menolak karena itu memang adalah fakta.
......***......
Geya berjalan masuk ke dalam rumah sakit sopir pribadinya tadi memberhentikan mobil di depan lobi sehingga ia tidak berada di parkiran rumah sakit karena memang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Galaksi.
Apalagi saat ini Eve sedang tidak ada di ruangannya jadi dia harus menjaga Galaksi untuk sesaat agar memberikan ruang untuk Orion yang ingin manja dengan Eve.
Sebenarnya dia juga merasa sangat khawatir dengan keponakannya itu yang katanya lututnya terluka dan jidatnya benjol.
Geya menggeser pintu ruang rawat Eve sehingga membuat ibu Dhara dan Gulzar menoleh untuk melihat siapa yang datang.
Geya sempat terdiam untuk beberapa saat dan tersenyum ke arah Gulzar. Setelah pernikahannya Geya sama sekali tidak pernah bertemu dengan Gulzar. Padahal Gulzar sering berkunjung ke mansion ayah Davka dan ibu Dhara untuk mengajak Orion bermain di luar.
"Kamu datang sendiri Geya?" Tanya ibu Dhara.
"Nara tidak ikut?" Tanya Ibu Dhara. Nara adalah nama mama Axel. Geya menggelengkan kepalanya.
"Tidak mama katanya mau melihat Galaksi besok saja. Mama sedang sibuk mengurus kejutan untuk kak Lizzy."
"Kak Gulzar." Panggil Geya yang awalnya ragu namun akan lebih baik dia memberitahu Gulzar juga bagian dari keluarga Werawan.
Gulzar mengangkat kepalanya yang tadi hanya terdiam dan berpura-pura memainkan ponselnya agar tidak selalu menatap ke arah Geya.
"Besok kami memberikan acara kejutan untuk kak Eve. Jika kakak tidak sibuk datanglah." Ibu Dhara tersenyum melihat keduanya.
Gulzar menganggukkan kepalanya. "Dia sangat tampan. Kenapa wajahnya cenderung mirip kak Tala." Ungkap Geya.
"Apa anak akan selalu mirip ayahnya ketika mereka lahir?" Tanya Geya lagi.
"Tidak juga Geya. Dia kan masih bayi wajahnya bisa berubah-ubah seiring berjalannya waktu. Matana Galaksi mata Lizzy." Terang ibu Dhara.
__ADS_1
"Sayangnya aku tidak bisa melihatnya karena dia tertidur." Ucap Geya sembari menatap ke arah Galaksi.
"Apa semalam Orion rewel?" Tanya ibu Dhara.
"Tidak." Geya menggelengkan kepalanya. "Bahkan dia semalam sangat aktif dan sama sekali tidak menanyakan ke mana kak Tala dan kak Lizzy."
"Tapi pagi tadi aku bertanya apakah Orion suka punya adik bayi." Lanjut Geya.
"Lalu." Tanya ibu Dhara penasaran begitu juga dengan Gulzar.
"Dia tidak memberikan keterangan yang jelas. Tapi dia bilang suka melihat perut kak Lizzy yang besar dan mengatakan apakah perut kak Lizzy akan meletus seperti perut kak Airen. Apa bibi tau itu sangat lucu saat dia menceritakannya." Terang Geya dengan semangat.
"Aku juga bertanya apa dia suka adik seperti Jean atau seperti Kala, Kafin, dan Ryder. Orion menjawab dia suka semuanya."
"Mungkin Orion menangis karena dia terjatuh dan lututnya terluka. Biasanya kan ada kak Lizzy yang akan mengobatinya dan pertama kali melihatnya jatuh atau terluka seperti itu. Mungkin karena itu Orion menangis ingin bertemu dengan kak Lizzy." Asumsi Geya.
"Orion terluka?" Seru Gulzar.
"Iya, Orion terjatuh saat berlari hendak mendekati kak Tala karena sangat senang melihat kak Tala yang menjemputnya."
Gulzar memang sering melihat Orion berlari apalagi jika ia menjemputnya dan mengajaknya bermain. Orion memang suka berlari.
"Tidak apa, wajar bagi anak kecil jika berlari ia sering terjatuh karena motorik kasarnya belum cukup kuat." Ujar ibu Dhara.
"Tapi bibi Orion menangis kencang." Lanjut Geya.
"Tidak seperti biasanya."
"Aku dengar dari kak Airen juga bahwa Orion yang menangis kencang malu dilihat oleh Jean dan Lily hahaha." Entah kenapa Geya merasa lucu dengan itu.
"Jean salah paham melihat Orion yang malu karena menangis, Jean berpikir bahwa Orion mengabaikannya hal itu membuat Jean kesal dan menempel dengan kak Tala. Kalau Lily seperti biasa dia dewasa bahkan memberikan kata-kata layaknya orang dewasa dan berakhir dengan aib kak Jackson yang sering menangis."
"Jackson sering menangis." Geya menganggukkan kepalanya dengan semangat rasanya sangat puas mendapatkan sebuah fakta itu tentang Jackson yang sebelas dua belas menyebalkan ya dengan Tala.
"Lily bilang 'Orion tidak apa menangis kan Orion sedang terluka Jeje juga akan menangis jika terluka seperti Orion bahkan daddy sering merengek dan menangis padahal daddy sudah besar' hahahah" Tawa Geya pecah hingga membuat Galaksi yang tidur tersentak dan membuka matanya.
"Pelankan suaramu lihat dia terbangun." Bisik ibu Dhara menahan geram sebenarnya ibu Dhara ingin tertawa namun melihat Galaksi yang seperti akan menangis dengan sigap menggendong Galaksi.
__ADS_1
Geya menutup mulutnya, Gulzar menggelengkan kepalanya walaupun Geya sudah menikah namun Geya tetap saja masih tidak bisa menyembunyikan jiwa kebar-barannya.
*Bersambung*