
Keesokan harinya, Farhan semakin bingung dengan sikap aneh istrinya. Apa apa sebenernya dengan dirimu sayang, pikirnya.
Keinginan yang sangat sering bahkan akan selalu Farhan lakukan pada istrinya, kini Bul² meminta hal itu dengan sikap seolah olah ia tak dapat merasakan lagi diesok hari.
Farhan sangat cemas dengan hal itu, hingga akhirnya ia menceritakan kegundahanya pada sang Umi dan Abinya.
" Jangan cemas Han, Abi mintak turutin saja keinginan istrimu. Jangan sia siakan waktu yang ada !" Ucap Abah Zaki.
Ada apa ini, bahkan Abah pun bersikap sama dengan istrinya. Ia beralih bertanya pada Umi Imah, namun lagi dan lagi, ia menemukan jawaban yang sama. Jawaban yang sangat memuatnya makin cemas dan khawatir, jawaban yang sama sekali tidak Farhan harapkan, bahkan ucapan kedua orangtuanya tidak bisa memuaskan rasa penasarannya itu.
Dengan langkah yang cepat, ia menghampiri Rafi sahabatnya yang tengah menginap diasrama putera.
" Assalam mualaikum..." Ucap Farhan seraya mengetuk pintu.
" Waalaikumsalam....ada apa Han ?" Tanya Rafi bingung dengan raut wajah sahabatnya itu.
" Ikut ana ketaman Fi, ada hal yang ini ana ceritakan !" Ajak Farhan. Rafi pun hanya mengangguk dan mengikutinya langkah Farhan seraya bertanya tanya dalam hati.
' Aku tidak membuat kesalahkan, kenapa raut wajahnya begitu cemas ? ' Gumam Rafi dalam hati
Sesampainya ditaman ponpes, Farhan dan Rafi duduk berdampingan dibangku panjang.
Rafi melihat rasa kekhawatiran sahabatnya, tapi apa yang membuatnya secemas ini ? gumam Rafi penasaran.
" Han..ada apa ?" Tanya Rafi mengawali percakapan, ia melihat Farhan terus saja diam tak bergeming membuat dirinya makin penasaran.
" Fi......Istri ana dari kemaren sikapnya sangat aneh Fi. Dia meminta sesuatu hal yang sudah jelas dia akan mendapatkannya setiap hari, tapi ia memintanya seolah adalah hari terakhirnya untuk merasakan sesuatu yang ia minta ." Jelas Farhan.
Perkataan Farhan sontak membuat Rafi terkejut. Bagaimana mungkin Bul² akan bersikap seperti ini kalau bukan ada apa apa, pikir Rafi. Ia terus menatap Farhan dengan lekat, ia tau jelas kegelisahan sahabatnya itu.
" Han...tapi ana tidak yakin mengatakan ini padamu." Respon Rafi membuat Farhan melirik kearahnya dengan intens.
" Ayolah Fi katakan, apa ?" Tanya Farhan tidak sabar.
" Kita tidak tau umur manusia Han, biasanya dari hal yang sudah aku alami, kalau seseorang bersikap aneh mungkin ia merasakan sesuatu dan kejadiannya tidak pernah kita duga Han." Jelas Rafi.
" Ma-maksudmu ....?" Tanya Farhan gugup. Entah ketakutan ini muncul begitu saja dalam benaknya.
Ia tidak siap jika harus kehilangan istri yang ia cintai itu. Bagaimana nasibku dan anak-anak kalau kau pergi sayang, pikirnya.
' Ya Allah kumohon, jangan kau ambil seseorang yang kucintai ketika tugas hidupnya belum selesai. Ada dua malaikat mungil yang sangat membutuhkannya.
La illa hailla anta subhanaka inni kuntum minal zhalimin'
" Intinya, turutin saja apa maunya Han. Ana bukannya ingin menakutimu, tapi bersiap diri dan berlapang dada diawal tidak ada salahnya kan...." Jelas Rafi lagi.
" Jawabanmu sungguh sama dengan Abi dan Umi Fi, tidak memuaskan...."
" Kau mau bertanya dengan 1000 orangpun kalau pertanyaanmu seperti itu, orang pun akan menjawabnya sama Han."
" Ana takut Fi, ana tidak siap harus kehilangan orang yang paling ana cintai. Bagaimana jadinya anak-anakku jika kehidupannya tanpa seorang ibu. Bahkan membayangkannya saja, ana tidak kuattt Fi....." Ucap Farhan seraya menitikan air matanya.
Rafi sungguh iba melihat sahabatnya yang dilanda dengan kecemasan. Namun untuk masalah ini, Rafi tak bisa berbuat apa-apa selain menasehatinya.
Tiba-tiba saja, kedatangan seseorang dengan berteriak teriak membuatnya begitu panik.
" Gus.....Gus......Farhan Ukhty Bul² Gus....."
__ADS_1
Hos hos hos......salah satu santri itu nampak bernafas terengah engah akibat berlarian mencari Farhan.
" Kenapa denganya ?" Tanya Farhan panik.
" Gus Farhan cepat kesana, Ukhty Bul__
Farhan langsung berlari pulang dengan ketakutan yang ia bawa.
Air matanya terus mengalir membahasi pipinya, pikirannya kalut kemana mana.
Ia berteriak memanggil nama istrinya terus menerus.
Hingga akhirnya....
Brakkkk....
Farhan mendobrak pintu dengan kerasnya. Disana terlihat semua orang tengah menangis sesenggukan.
Farhan menjadi sangat cemas, dengan isak dan tangis mereka.
" Umi ...Abi dimana istri Farhan Mi ?" Tanya Fathan yang ikut menangis. Namun kedua orangtuanya itu tak kuasa menjawab pertanyaan Farhan, Abah dan Umi terdiam tak bergeming.
" Ayah...Bunda...Abang...Bul² dimana, dia baik baik saja kan ?" Farhan beralih kepada kedua mertua serta kakak iparnya itu.
" Han..........Bul²_____
" Gak mungkin, Bul² pasti masih hidup kan, kalian kenapa ? Bul² masih ada disini kan. Sayang.....kamu dimana Dek....?" Farhan berteriak kesana kemari mencari istrinya dengan keadaan yang sudah sangat acak-acakan itu.
Ia berlari kekamarnya, namun tak mendapati istrinya disana.
Farhan melihat lipatan kertas yang ada diatas meja. Dengan gemetar, Farhan mengambil kertas itu dan mulai membacanya.
Maafkan Adek yang tidak bisa menjadi istri yang baik selama ini.
Albi tau gak, Adek selalu memimpikan pernikahan yang indah dan romantis hingga umur Adek tak lagi muda.
Adek sangat sangat mencintaimu sayang....
Adek punya kejutan untukmu Bi, tapi setelah ini Adek mohon...jangan lagi Albi mengelurkan air mata yang sangat berharga itu....
Adek sangat bahagia dengan hadirnya twins ditengah-tengah kita.
Maafkan Adek yang bersikap aneh menurut Albi.....tapi inilah kenyataannya sayang....
Maaf kan Adek Bi.....
Maafkan......
Anna Uhibbuka Fillah Zauji.....
Semoga berbahagia selalu ya sayang.....
Wasalammualaikum wr wb.....
Istrimu*.
" Adek....hiks hiks...ini gak mungkinkan sayang, bagaimana hidupku dan twins anak kita jika tanpa dirimu dek hiks hiks. Albi mohon jangan tinggalkan Albi sayang........"
__ADS_1
" Tidak akan.........." Jawab seseorang tersenyum dibalik pintu.
" Barakallah fiumrik suamiku sayang....."
" A-adek....hiks hiks, Adek tidak akan meninggalkan Albi kan. Ini beneran Bul² istriku, Adek masih hidup...masya Allah terima kasih ya Allah...." Farhan berhambur memeluk tubuh istrinya itu.
" Issss Albiiiiii, Adek masih hiduplah. Albi pikir Adek meninggal ?"
" Albi bener-bener takut sayang, melihat sikap aneh kemarin cukup membuat Albi khawatir dan cemas, bahkan rasa ketakutan tiba tiba saja menghantui....."
" Uluh uluh....anak manja, sini mama cium nak !" Goda Bul²
Cup....
Bul² mengecup singkat bibir suaminya.
Kemudian ia pun menggenggam kedua tangan suaminya dengan erat.
" Maafkan Adek sudah buat Albi cemas. Adek sengaja, mengingat hari ini adalah hari lahir suamiku tercinta jadi ya Adek pengen buat kejutan he he he......barakallah fi umrik suamiku...."
" Nakal ya........tegaaaaaa buat Albi cemas kayak gini ."
" Maafin Adek dong sayang, "
" Ada syaratnya ...." Farhan tersenyum licik mendapat ide dan keuntungan yang brilian menurutnya.
" Buka cadar Adek !" Titahnya. Bul² pun menurutinya, ia membuka cadarnya.
" Cium Albi, sampe Albi bilang sudah...!"
" Issss hukuman macam apa itu, itu sih enak di Albi gak enak di aku....." Gerutu Bul².
" Terserah, kalau gak Albi tetep marah karna beraninya Adek sudah buat Albi merasa takut kehilangan ..."
" Iya iya...." Bul² pasrah menuruti keinginan gila suaminya itu.
Biasanya hanya kecupan saja yang selalu ia berikan untuk suaminya. Namun kali ini, ia harus bener-bener bekerja. Untung sudah lihai, he he he.....
Saat tengah ber- ehemmmmmmm,
Tiba tiba saja......
" Kalian lam____
" Astagfirulllah...........
**Hehhehhee Ngeprank ya....
Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya !!!
Happy Reading guys**..
__ADS_1
Bersambung