Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Extra part 21


__ADS_3

"Cinta hadir karna perkenalan ! Bersemi karna perhatian, bertahan karna kesetiaan.


Dan cinta bisa gugur karna kebohongan"


" Apa yang sudah kumiliki, tidak akan mungkin kulepas. Jika terlepas, sekalipun memohon, tidak akan mungkin ku genggam lagi "


Keesokan harinya, dipagi yang sudah sedikit panas, terlihat Bila tengah membantu Ibu mertuanya menyiapkan sarapan dimeja makan.


Bila begitu lihainya mengiris bawang dan sayuran. Srtttt srttttt srttttt ck ck ck ck beressss.


Tak membutuhkan waktu yang lama, sarapan sudah siap tersaji dimeja makan. Bila beranjak dari dapur memanggil suaminya yang masih bersiap dalam kamarnya.


" Kak....."


" Kenapa sayang?"


" Sarapan yuk !"


" Udah beress ?" Bila menangguk seraya medudukan dirinya ditepi ranjang menatap suaminya yang tengah menyisir rambut.


" Kenapa melihatku seperti itu ?"


" Kakak gas'ah ya kalau ditatap diam-diam." Jawab Bila seraya terkekeh.


" Jadi sebelumnya gak tampan ?"


" Gas'ah kok, buktinya Bila sampe tergila-gila sama kak Aqil."


" Paling bisa istriku ini ya...." Aqil mencubit pelan hidung mancung istrinya.


" Awwwww, ihhh kdrt nih."


*Ya Allah geumeeeessss


Cup*....


Aqil sangat tidak tahan melihat istrinya itu cemberut seraya memonyongkan bibir tipisnya.


Istrinya itu paling bisa membuat dirinya melunak bagai kerupuk yang kesiram aer hi hi hi. Cinta yang bagi Aqil mustahil, kini sangat berkebalikan dengan kenyataannya. Justru ialah yang paling bucin dengan istri kecil dan manjanya itu.


" Kak...."


" Gendong !!!"


" Gak malu ?"


" Kenapa ? Apa kak Aqil malu gendong Bila ?"


" Gak sayang, yuk...!" Aqil segera membopong istrinya ala bridal style menuju meja makan.


Kedua orangtuanya serta Kila menatap pengantin baru itu hanya dengan senyuman.


Bila yang menyadari itu, hanya menutup wajahnya dibalik dada bidang sang suami.


" Huaaaaaaaaaaaa, ya Allah Kila juga pengen gendong kak !"


" Dih, udah gede juga." Jawab Aqil seraya menurunkan Bila dari gendongannya.


" Bila udah gede juga digendong." Gerutu Kila.


" Dia beda dong..."


" Sudah, sudah kok malah berdebat. Adek kalau mau gendong tunggu nak Iqbal halalin ya.." Goda Bul² pada anak gadisnya.


Kila merasa malu terus digoda dan dihubungkan dengan Iqbal.

__ADS_1


Dan entah kenapa, 4 hari tak bertemu dengannya, tiba-tiba hatiku terasa aneh. Tak dapat dipungkiri, Kila terlihat menyunggingkan senyum dibibirnya seraya menunduk.


Setelah selesai sarapan, Kila dan Bila menuju asrama untuk setoran sab'ahnya pada ustadzah kondang dipesantren, siapa lagi kalau bukan ustadzah Rohmah.


Tanpa sengaja, Kila bertemu dengan Iqbal yang hendak menuju rumahnya mengantarkan rantang.


" Asalammualaikum.."


" Waalaikumsalam."


" Dek, ini Mas mau mulangin rantang semalam. Terimakasih ya oleh-olehnya."


" Sama-sama Mas..." Ucap Kila dengan pandangan yang sedikit menunduk.


Bila tercengang mendengar mereka berbicara. Sejak kapan panggilan Mas, Dek itu terjalin ? Pikirnya.


" Tunggu-tunggu, Mas...Dek. Wah apa aku ketinggalan berita kalian ?" Goda Bila pada sahabat sekaligus adik iparnya itu.


" Ehhhh, apaan sih Bil."


" Halalain aja kak Iqbal, nanti disrobot orang loh !"


" Pengennya sih gitu, tapi takut orangnya gak mau."


*Blus.....


Ya Allah apa ini, kenapa Mas Iqbal bilang seperti itu ? A-aku mau pingsan aja deh...


Adekkk baperrr bang*.....


" Yeeee kak Iqbal mah, masa udah nyerah sebelum mencoba sih."


" Emang Dek Kila mau, kalau nikah sama Mas ?" Tanya Iqbal serius kali ini.


" Temui orang tua Kila dulu mas, baru Kila akan jawab."


" Nanti malem Mas kerumahmu !" Ucapnya penuh keyakinan.


Kila mendongak menatap lelaki yang selama 4 hari tak ia temui. Matanya itu, masyaAllah kenapa begitu teduh saat ditatap.


Ulasan senyumnya sangat riang meski beban berat tengah dipikulnya.


" Iya Mas...." Jawab Kila lirih.


Tidak perlu kau memberikan semua hatimu untukku Aqila, tapi biarkanlah aku yang mengambil hatimu secara perlahan dengan caraku sendiri. Jangan terlalu memaksa untukmu menerimaku, biarlan aku yang berjuang untuk bisa pantas kamu terima


Alaintizar li ya ukhty


Setelah berpapasan dengan Iqbal, Kila dan Bila melanjutkan kembali langkahnya. Tak bisa dibohongi kalau saat ini aku tidak bahagia, aku bahagia.....sangat sangat bahagia.


Apa ini yang artinya Anna Uhibbuka fillah, selalu membuat seseorang tersenyum sendiri bak hayalan yang nyata didepan mata.


Astagfirullah, apa aku sudah gila...


" Ehemmmm, kayaknya ada yang lagi jatuh cinta nih.." Ledek Bila.


" Apaan sih."


Tak terasa waktu pun terus berputar, hingga malam yang sangat Kila harapkan kini terpampang jelas dihadapannya.


Apa mungkin Ayah kila menyetujui pilihan anaknya ?


" Asalammualaikum wr wb."


" Waalaikumsalam wr wb."

__ADS_1


" Sebelumnya saya mau meminta maaf pada Ustadz dan juga ustadzah atas kedatangan saya yang secara tiba-tiba ini. Tapi inilah yang harus saya sampaikan pada kalian semua. Ustadz Farhan, saya memang tidak punya apa-apa, saya hidup hanya dengan adik saya yang sudah belasan tahun lamanya. Jika saya mengatakan menaruh hati pada Ning Kila apa Ustadz dan ustadzah merestui saya ?"


" Saya terserah dengan Aqila sendiri nak Iqbal, kalau memang kalian saling mencintai, kami sebagai orangtua hanya bisa memberikan doa dan restu." Ucap Bul² pada Iqbal.


Berbeda dengan Farhan yang masih terdiam, ia tampak memikirkan sesuatu seraya menatap penuh arti pada Iqbal.


Kila yang sudah merasa was-was dengan jawaban Ayahnya terlihat sangat gelisah. Bila dan Aqil pun tidak mengerti dengan diamnya sang Ayah, jawaban yang sangat Iqbal tunggu tentunya membuat semua orang disana tak bergeming.


" Saya tidak mengerti kenapa kamu bisa menaruh hati kepada anak saya. Kalau saya tidak memberikan restu apa yang akan kamu lakukan ?" Tanya Farhan terlihat begitu tegasnya bertanya pada Iqbal.


Deg.......


Mata Kila sudah berembun, ingin ia tumpahkan namun tak berani. Kila menahan diri untuk tidak mengeluarkan air matanya didepan semua orang.


Apa yang Yahbi lakukan pada Iqbal, apa Yahbi tidak melihat bahwa anaknya juga menaruh hati pada orang yang sama ? Pikirnya.


Bila yang mengerti dengan sahabat sekaligus adik iparnya itu segera beranjak duduk disamping Kila.


" Tenanglah, semua baik-baik saja." Bisik Bila pada Kila. Tanpa menjawab, Kila hanya mengangguki apa yang Bila katakan.


" Bi......kenapa berkata seperti itu ?" Tegur Bul² pada suaminya yang membuat Iqbal skakmat tak dapat menjawab pertanyaannya.


" Saya tanya sekali lagi Iqbal, apa yang akan kamu lakukan kalau saya tidak memberimu restu meminang anak gadis saya ?"


Farhan tidak menjawab petanyaan dari istrinya. Ia malah kembali memberi pertanyaan yang terdengar sangat mengerikan disetiap telinga masing-masing, terutama Iqbal dan Kila.


Dengan nafas yang panjang ia hela, gemetar juga gugup, Iqbal berusaha menjawab pertanyaan dari Ayah wanita yang ia cintai.


" Selagi Ning Aqila sendiri mengizinkan, saya akan memperjuangkan Ning Aqila Ustadz. Semaksimal mungkin saya akan berusaha untuk bisa mendapatkan restu dari kedua oragtuanya. Dan mewujudkan keinginan Adik saya, Safira."


" Keinginan ?"


" Selain saya memang menaruh hati pada Ning Kila, Adik saya juga meminta saya untuk menikahinya. Karna menurutnya, Ning Aqila adalah akhwat yang pantas diperjuangkan." Jelas Iqbal.


" Langsung saja pada intinya, sejujurnya ada beberapa teman saya yang mengajak Kila untuk Berta'aruf, bahkan siap mengkhitbahnya langsung. Dia adalah, anak kedua dari Adik angkat saya. Apa yang bisa kamu berikan pada anak saya ?"


" Tidak ada hal yang lebih baik dari pada cinta, kasih sayang dan perhatian ustadz. Mungkin semua itu terdengar lucu, tapi sejujurnya hanya itu yang mampu saya berikan pada Aqila." Ucap Iqbal dengan pasrahnya.


" Baiklah, karna itu jawabanmu....


Maaf, saya tidak bisa memberikan kalian restu."


Deg......


Jawaban ustadz Farhan begitu mencubit hati Iqbal dan juga Kila. Iqbal hanya tertunduk merenungkan apa yang diucapkannya, sementara Kila sudah tidak lagi bisa menahan bendungan air yang sedari tadi menggenangi pelupuk matanya


... Iqbal sangat menyadari, jika ia tak bisa mendapatkan restu dari seorang ustadz dengan mudahnya, mengingat siapa dirinya dan dari mana ia berasal. ...


Ada rasa tidak tega dalam hatinya melihat Aqila menitikan air mata, namun ia bisa apa ? Keputusan tetapkan keputusan, iqbal hanya bisa memahami arti sebuah keputusan dengan lapang dada dan juga ikhlas.


Dan hanya kata maaflah yang bisa ia ucapkan untuk wanita yang tengah menangis dalam diamnya itu.


*Aqila, jika perjuanganku tak membuahkan hasil untuk bisa mendapatkan hatimu, maka lupakan apa yang sudah kau khayalkan. Ayahmu memang benar, hidup didunia ini tak hanya membutuhkan kata Cinta semata, namun juga iman agama dan kemapanan itu penting. Maafkan aku Aqila, jika perjuanganku hanya mampu sampai disini......Maafkan aku.....


Tidak mas, kumohon kau berjuanglah mendapatkan restu Ayahku. Aku mencintaimu Mas, raihlah khayalanku untuk menjadi nyata... kumohon Mas, jangan menyerah memperjuangkan aku....Mas Iqbal, Kila mohonnnn*....


Entah kebetulan atau sudah jalan takdir, ungkapan hati masing-masing seraya menyatu dan saling membalas. Iqbal menyerah, namun Kila memintanya untuk berjuang kembali. Apa untuk mendapatkanmu harus sesakit ini Aqila Audya ?


💕💕💕**Tinggalkan


vote


Like


Komen kalian ya

__ADS_1


Happy Reading guys**


Bersambung💕💕💕


__ADS_2