
" Astagfirullahaladzhim...." Seseorang terbangun dari tidurnya dengan keringat yang sudah membasahi dahinya.
' Siapa yang mengucapkan kata itu dan cincin dari siapa yang kupakai ' Gumamnya dalam hati seraya mengusap keringat yang sudah membanjiri dahinya.
Flasback On
Dimasjid besar bernuansa hijau lumut, Qila duduk berdampingan dengan seseorang yang begitu tidak jelas raut wajahnya.
" Aku datang mengobati luka hatimu Aqila Audya. Anna Uhibuuka fillah ya zaujati." Ucapnya seraya memasangkan cincin dijari manis istrinya itu.
Cincin yang sama persis dengan cincin yang pernah ia sentuh. Dengan kilauan berlian yang ada di dicincin itu begitu membuat Aqila terkagum-kagum.
Flasback Off
Qila segera beranjak dari ranjangnya untuk shalat tahajud.
' Ya Allah ya Rabb....
Apalah arti dari mimpiku itu, kenapa seseorang itu memakaikan cincin yang sama persis dengan cincin yang pernah kusentuh.
Tunjukanlah jalan kebenaranmu ya Rabb, dimana pun dia berada, namanya selalu kuucapkan dalam setiap sujudku. Anna antazrik ya Akhi '
Selesai mengadukan apa yang tengah menimpanya, Qila melanjutkan kembali tidur mengingat jam masih berada diangka setengah 2 malam.
***
Keesokan harinya, tepat dikontrakan Iqbal, ia tiba-tiba mendapatkan telfon dari Zafran yang tak lain adalah bosnya.
" Aasalammualaikum pak."
".......(.....).....
" Baik pak, saya kesana sekarang."
" (........)....
" Waalaikumsalam."
" Siapa bang....?" Tanya Safira.
" Pak Zafran dek, meminta Abang kerumahnya."
" Kira-kira ada apa ya bang, kok perasaan Fira mendadak gak enak."
" Insya Allah tidak ada apa-apa. Doain Abang ya !" Safira pun mengangguk.
' Semoga bener gak ada apa-apa ' Gumam Fira dalam hati seraya menatap punggung kakaknya yang hendak keluar rumah.
Iqbal menuju kekediaman Zafran menggunakan motor yang difasilitaskan dari bosnya itu. 30 menit, ia pun telah sampai dikediaman Zafran.
" Aasalammualaikum..."
" Waalaikumsalam, eh nak Iqbal. Mari masuk !" Pinta Rima.
" Terima kasih Buk...."
Iqbal pun masuk kedalam rumah dan mendudukan dirinya disofa ruang tamu. Tak berapa lama ia duduk, munculah Zafran dari turunan tangga.
" Sudah lama ?" Tanya Zafran seraya mendudukan dirinya dihadapan Iqbal.
" Baru saja pak."
__ADS_1
" Ada yang ingin saya bicarakan sama kamu Iqbal. Ini mengenai putriku, Jihan."
Deg......
Semakin tidak mengerti Iqbal bagaimana menganggapi ucapannya nanti. Mengapa harus Jihan, dan ada apa dengannya ? Pertanyaan itu bergelut dalam hati seorang Iqbal.
" M-mbak Jihan kenapa pak ?" Tanyanya dengan gugup.
" Jihan ingin menikah muda, Iqbal. Dan sudah ada orang yang ia kagumi, bahkan ia sangat harapkan orang itu bisa menjadi suaminya."
" La-lalu...?" Tanya Iqbal lagi.
Zafran sedikit bingung untuk mengutarakan niatnya mewakili sang anak. Ada keraguan dalam hatinya, bukan karna kelatarbelakangannya tapi karna ia takut putrinya akan ditolak.
Zafran menghembuskan nafas panjangnya seraya menatap Iqbal dengan seksama.
Sementara Iqbal sendiri, pikirannya sudah entah kemana. Ketakutan yang pernah terlintas dilikirannya semakin nyata ia rasakan. Apa kah benar, ketakutan itu akan kualami ? pikirnya.
" Orang itu adalah kamu Iqbal. Jihan mengagumimu, dan ia siap menikah muda jika kau yang menjadi suaminya."
Duarrrrrrrrrrr
Bagai disambar petir disiang bolong. Benar saja, ketakutan itu menjadi nyata. Jantung Iqbal mendadak oleng, hatinya berdenyut sakit mendengar apa yang Zafran ucapkan. Ia teringat kembali dengan Akhwat yang berhasil mencuri perhatiannya, merebut hatinya juga hidupnya. Bahkan kepergian yang sebenarnya adalah untuk memantaskan diri demi bisa bersanding dengan Akhwat itu. Namun impiannya adalah salah, kepergiannya membawa ia pada rasa belenggu, membawa ia pada rasa balas budi dan rasa tidak enak hati pada keluarga Zafran.
Bagaimana aku menghadapi ini ya Allah, tidak bisakah kau memberiku pilihan lain selain 2 pilihan yang kuhadapi ini ? Pikir Iqbal.
Badannya mendadak bergetar hebat, duduknya semakin gelisah. Jawaban apa yang harus diberikan untuk orang yang ada dihadapannya itu. Disatu sisi Aqila disisi lain ada Jihan.
" Bagaimana menurutmu Iqbal ?" Tanya Zafran sekali lagi.
" Beri saya waktu untuk memikirkannya pak."
" Beristiqarohlah, saya percaya padamu. Saya juga siap dengan jawaban yang akan kau berikan untuk puteriku nanti." Ucap Zafran tersenyum.
' Apa sudah ada Akhwat yang Iqbal harapkan ?' Gumam Rima bertanya-tanya dalam hatinya.
" Kalau begitu saya permisi pak, Assalammualaikum..."
" Waalaikumsalam..."
Iqbal beranjak meninggalkan rumah Zafran dan kembali kekontrakannya. Pikirannya mendadak kalut dengan permintaan dari bosnya itu.
Apa ini jalan takdir yang harus kuterima ? Apa aku harus benar-benar meninggalkan Aqila ? Ya Allah, berilah jalan terbaik untukku dalam memilih dua pilihan yang sangat sulit ini.
Sesampainya dirumah, Iqbal langsung mendudukan dirinya dikursi dengan lamunan.
" Udah pulang bang ?" Tanya Safira yang menghampiri kakaknya.
" Iya dek." Jawabnya singkat.
" Abang kenapa ?"
" Abang bingung Fira, ada dua pilihan yang harus Abang pilih salah satunya. Namun 2 pilihan itu sangat sulit buat Abang pilih."
" Dua pilihan apa Bang, Fira gak ngerti."
" Pak Zafran meminta Abang menikahi anak gadisnya Fira."
Deg....
" Ma-maksud Abang kak Jihan ?" Tanya Safira memastikan.
__ADS_1
" Iya."
...... " Lalu bagaimana dengan Kak Kila bang, dia pasti kecewa banget kalau Abang menikahi wanita lain." ......
" Bukan hanya Kila dek, tapi Abang juga gak sanggup menerima kenyataannya." Ucapnya dengan tatapan yang sendu.
" Ya udah bilang aja mintak maaf sama keluarga kak Jihan bang. Abang gak bisa menikahinya."
" Gak segampang itu Safira. Karna___
" Karna Apa bang?"
Safira tidak mengetahui dengan detail, bahwa biaya pengobatannya adalah berkat dari Zafran.
" Jangan Bilang____
" Iya Safira, semua biaya pengobatanmu Pak Zafranlah yang membayar."
" Astagfirullahaladzhim Abang. Memangnya berapa ?"
" Total keseluruhan hampir 700 juta Safira, Abang harus membayar dengan apa untuk menggantinya. Bahkan Abang pun gak yakin gaji Abang mampu menutupinya."
" Maafkan Safira bang, karna Safira Abang harus kayak gini. Maafkan Safira hiks hiks."
" Sttttt, jangan menyalahkan dirimu dek, sudah tugas Abang untuk merawatmu sampai sembuh. Jangan pikirkan masalah itu ya !"
" Tapi bang ___
" Safira, biar Abang yang akan memikirkan bagaimana caranya. Fira cukup doakan yang terbaik untuk Abang." Fira pun mengangguk pasrah.
Ya tuhan, kenapa kau memberiku cobaan yang begitu banyak.....
Harus bagaimana diriku memilih jalan yang harus kulalui ?
Aqila......mungkinkah kita akan berjodoh ? Setelah semua apa yang kujalani begitu sulit dan semakin sulit untuk menggapaimu.
Jika diriku tak lagi mampu mengejarmu, maka maafkanlah aku yang terpaksa harus mengingkari janjiku padamu.
' ***Berakhir sudah impian cinta...tinggallah puing-puingnya...
Mimpi yang indah tak jadi nyata terkikis ombak menerpa '
...' Aku yang dulu engkau sayangi..mengapa kau tinggal pergi....
Oh dimana kah janji yang suci, yang katamu tak terbagi....'
' Kuingin kau mengerti, apa yang ku alami...
Takdir diriku harus melangkah jauh darimu*** '
💕💕💕
Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya
Happy Reading guys...
__ADS_1
Bersambung💕💕💕