
" Kenalin semuanya, ini calon suaminya Jihan." Ucap Zafran memperkenalkan seseorang itu.
Mas Iqbal...
" Iqbal....."
" Ustadz Farhan..." Iqbal pun begitu terkejut setelah melihat semua orang yang sangat ia kenal.
" Kalian saling mengenal ?" Tanya Rima yang juga penasaran.
Tak ada jawaban, namun Rima bisa melihat Aqila yang sudah berkaca-kaca seraya menatap Iqbal. Tatapan teduh nan penuh cinta itu jelas terlihat dimata keduanya.
Kila berlari naik kelantai dua dan masuk kedalam kamar yang biasa ia tempati saat dijakarta.
Didalam sana, ia menangis tersedu sedu mendengar apa yang diucapkan pamannya itu.
Mas....hiks hiks, begitu cepatkah kau mencari penggantiku. Apa kah ini yang kalau bilang janji Mas. Hiks hiks, kenapa takdir begitu mempermainkan perasaanku...kenapa semuanya harus dihadapkan dengan sepupuku sendiri. Mas Iqbal....aku masih mencintaimu, bahkan sangat mencintaimu, meski setelah sekian lama aku tak melihatmu. Namun kedatanganmu bukanlah untuk meminangku, tapi meminang sepupuku kenapa Mas...tidak bisakah kau memaafkan kesalahkan Ayahku hiks hiks. Sakitttttt ya Allah dada ini terasa sesak..... Mas Iqballllllllllllllllllllll hiks hiks ' Jerittt Aqila menumpahkan semua ini hatinya.
Sementara diruang keluarga semuanya terlihat diam seribu bahasa.
" Jawab Abang dek, sebenernya ada apa ? Iqbal jawab saya, apa kalian saling mengenal. Farhan, Aqil, Bila....kenapa tidak ada yang menjawab pertanyaanku. Ada apa sebenernya ?" Zafran menghampiri satu- persatu keluarganya termasuk juga Iqbal untuk menanyakan apa yang telah terjadi.
__ADS_1
" Bang.....
" Biar Mibu saja yang jelaskan Bi...!" Ucap Bul² menghentikan kalimat suaminya.
Bul² sendiri merasa bingung, harus mulai dari mana ia menjawab pertanyaan kakaknya itu. Menghela nafas sedalam-dalamnya, ia mencoba menceritakan semuanya pada sang kakak.
" Begini Bang, Iqbal inilah....rejal yang Adek maksud mengenai Aqila."
" Apaaaaaaaa ?" Ucap Rima dan Zafran serta Ilham terkejut.
" Benar, bukankah aku pernah cerita kekamu Rim. Mengenai rejal yang meminta Aqila pada kami. Namun karna keegoisan suamiku, Iqbal pergi dan sikap Aqila berubah menjadi dingin dan tak perduli."
" Iya benar, waktu itu kamu telfon saat aku dirumah sakit. Dan Safiralah yang tengah dirumah sakit itu." Sambung Rima.
" Iqbal apa itu benar ?" Tanya Zafran memastikan kembal.
" Be-benar pak, Aqila adalah wanita yang saya kagumi."
" Lalu kenapa kau menerima Jihan, hah. Apa kamu tau bagaimana perasaan puteriku setelah tau ini." Zafran sangat emosi dengan keadaan yang begitu rumit antara Puteri juga keponakaannya yang memiliki cinta pada orang yang sama.
" Mas....istigfar mas." Rima mengelus pundak suaminya berusaha menenangkan.
__ADS_1
" Ma-maafkan saya pak, jujur saja saya tidak enak hati menolak permintaan pak Zafran. Karna berkat bapak, Adik saya bisa sembuh dari penyakitnya. Saya rasa dengan cara inilah saya bisa membalas budi kebaikan bapak dan keluarga." Jelas Iqbal yang juga merasa bersalah.
" Hati tidak bisa diperjual belikan Iqbal, hanya karna balas budi yang katamu itu, kamu telah menyakiti 2 hati sekaligus. Yang pertama puteriku dan kedua keponakanku. Lalu apa yang akan kau jelaskan pada Jihan saat ia pulang besok ?"
" Saya akan memikirkan keputusan saya untuk memilih sebelum semuanya terjadi pak. Namun sebelum itu, izinkan saya untuk berbicara hanya 4 mata dengan Aqila !"
" Sebelumnya saya ingin meminta maaf padamu Iqbal. Sekarang keputusan ada ditanganmu, jikalau kau mau kembali bersama dengan Aqila, saya siap memberikan restu penuh pada kalian." Sahut Farhan yang sedari tadi merasa gatal ingin meminta maaf.
***Inilah kira-kira yang akan terjadi nanti...
Next part, adalah Flasback sebelum cerita ini ya !!!
Siapa yang akan Iqbal nikahi...Aqila Atau Jihan*** ???????
💕💕💕Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya !!!
__ADS_1
Happy reading guys
Bersambung💕💕💕