
” Apa maksudmu mengatakan itu pada Iqbal Bi, tidaklah kau melihat bahwa anak kita juga menaruh hati padanya ?" Ucap Bul² sedikit emosi pada suaminya setelah apa yang ia ucapkan tadi.
" Apa salahnya sih sayang, Albi hanya ingin hanya terbaik untuk anak perempuan kita."
" Apa yang terbaik menurutmu bukan berarti akan baik juga untuk Aqila Bi. Jika hal ini akan berdampak pada putriku, Mibu tidak akan memaafkan Yahbi, ingat itu !" Secara sadar atau tidak, Bul² telah berani mengancam suaminya jikalau terjadi sesuatu pada anak gadisnya itu.
Bul² pergi meninggalkan Farhan yang masih diam mematung didalam kamarnya. Ia pun berniat menghampiri Aqila dikamarnya untuk berbicara dari hati kehati sesama perempuan.
" Sayang, apa Mibu boleh masuk nak ?" Seru Bul² saat sudah berada didepan kamar anak gadisnya.
" Masuk saja Bu...!" Kila segera mengusap air matanya yang sedari tadi berjatuhan.
Ceklek...
Bul² menghampiri anaknya yang tengah duduk diatas ranjangnya seraya menunduk. Ia tau bertapa perih hatinya mendengar jawaban sang Ayah yang tidak memberinya restu untuk berhubungan dengan seseorang yang memang Kila khayalkan. Bul² bisa mengerti dan ia pun pernah mengalaminya dimasa muda dulu. Bagaimana patah hati dan harus menikah dengan orang yang tidak ia cintai, namun berkat kesabaran dan ketulusan dari sang suami, Bul² luluh seketika dan mulai perlahan mencintai suaminya sepenuh hati. Tidak tega rasanya, apa yang pernah ia alami dulu kini malah terjadi juga pada Aqila, anak gadis satu-satunya itu.
" Sayang...." Kila mendongak wajahnya untuk bisa menatap sang ibu.
" Hiks hiks hiks, kenapa Yahbi tega sama Kila Bu. Apa salah Kila ? Iqbal orang baik Bu, Kila tidak butuh apapun asal selalu bersama. Hiks hiks hiks..."
" Mibu tau sayang, Iqbal orang yang sangat baik. Bahkan Mibu kagum padanya, selama satu bulan disini sudah banyak hal tentang agama yang Iqbal pahami Kila, dia begitu cepat memahami beberapa kitab dan Al-quran. Mibu merasa bangga padanya."
" Tapi kenapa Yahbi tidak merestui kami Bu Hiks hiks hiks."
" Yahbi hanya ingin yang terbaik untuk anak gadisnya sayang. Yahbimu tidak mau melepaskanmu pada lelaki yang salah."
" Apa karna kemapanan yang Yahbi cari ? Jujur saja Kila tidak butuh itu Bu.." Bela Kila lagi.
" Kilaaaa, dengarkan Mibu nak. Jika kalian berjodoh, percayalah....sesulit apapun jalannya, sebagaimana beratnya ujian, Allah pasti akan menyatukan kalian dengan caranya sayang. Mibu hanya minta Kila bersabar dan tawaqal, teruslah berdoa dan beristiqaroh mememohon jalan yang terbaik pada yang maha kuasa." Nasehat Bul² seraya memeluk Aqila.
Kila terdiam, ia mencerna kembali apa yang Ibunya ucapkan. Memang benar, saat ini apa yang harus kutangisi ? Bahkan jika kami berjodoh, pertentangan apapun itu tidak akan bisa melawan takdir. Aku hanya tidak habis pikir, kenapa Ayahku begitu menentang hubungan yang belum sama sekali terjalin. Bahkan perasaan ini, rasa ini baru saja tumbuh setelah disemai beberapa lama.
Kila mulai tenang dan berusaha berdamai dengan suasana hatinya. Setelah terlelap dipangguan sang ibu, kini saatnya Bul² beranjak kekamarnya untuk beristirahat.
***
Keesokan harinya, entah hanya ingin sekedar melupakan atau memang sudah keputusan bagi seorang Iqbal dan juga Safira untuk pergi dari pesantren yang selama 1 bulan ini penuh kenangan.
" Apa Abang yakin ?"
" Abang yakin dek, ini yang terbaik. Sebelum Abang menjadi orang yang lebih baik dan lebih mapan lagi, kita tidak akan kembali kesini !" Ucap Iqbal memejamkan mata seraya menyakinkan diri sendiri, bahwa apa yang ia putuskan memanglah tepat dan benar.
__ADS_1
" Abang tidak memikirkan bagaimana kak Kila bang ? Dia pasti sedih." Ucap Fira lagi.
" Kila tidak akan kenapa-napa dek, meskipun sedih...pasti hanya sebentar." Ucap Iqbal yakin.
" Kalau pada akhirnya Ustadz Farhan menikahkan kak Kila pada rejal lain, apa Abang ikhlas ?"
" Mungkin itu juga yang terbaik Fira, orang tua mana yang tidak ingin melihat anaknya bahagia ."
" Fira rasa kak Kila tidak akan bahagia bersama rejal manapun selain Abang."
" Sok tau kamu, udah yuk berangkat !"
Iqbal dan Fira sudah keluar dari pesantren saat jam 6 pagi. Tak lupa ia juga berpamitan dengan para ustadz dikantor serta beberapa temannya diasrama. Namun, Iqbal tidak memberitahu Kila dan keluarganya bahwa hari ini ia akan menjauh dari pesantren saat waktu yang ditentukan telah menanti.
" Kita mau kemana bang ?" Tanya Fira yang penasaran dengan langkah kakaknya.
" Abang akan cari kerja dijakarta dek."
Setengah hari, Safira dan juga Iqbal telah sampai dijakarta setelah ia berkeliling mencari kontrakan yang pas sesuai dengan sisa tabungannya.
Tabunganku tinggal 2 juta, cukup gak ya untuk bayar kontrakan dan makan selama belum dapet kerja ? Gumam Iqbal dalam hati.
Awal yang ia niatkan, akan membeli cincin untuk melamar Aqila. Namun harapan tidak sesuai dengan nyatanya, sebelum mengatakan kata khitbah, bahkan Ayah Aqila sendiri sudah terang-terangan melontarkan kata tidak merestui, yang membuat Iqbal semakin bertekad mencari pekerjaan yang layak untuk bisa menghidupi Adik, anak dan istrinya kelak.
" Eh, tidak Fira...Abang hanya tengah membagi sisa tabungan Abang selama belum dapet kerja."
Andai Fira tidak sakit, Abang tidak mungkin sesusah ini Ya Allah....
" Shalat dzuhur dulu yuk, udah adzan !" Ajak Iqbal pada adiknya itu. Fira pun mengangguk setuju.
***
Sementara dipesantren, Kila selama berjam-jam tidak melihat adanya Safira dan juga Iqbal. Hatinya bertanya-tanya, mereka kemana ?
" Kenapa Kila....?" Tanya Bila yang melihat sahabatnya seperti sedang bingung.
" Udah tengah hari tapi aku belum melihat Mas Iqbal sama Safira Bil, mereka kemana ya ?" Tanya Kila penasaran bercampur khawatir.
" Mungkin diasrama kali Kila," Ucap Bila.
" Gak biasanya Bila.... entah hanya 2 menit aku pasti melihat Safira kalau gak mas Aqil lewat sini." Bantahnya lagi.
__ADS_1
" Assalammualaikum Ning Kila..." Sapa salah satu santri putera yang tengah lewat.
" Waalaikumsalam..."
" Ada titipan Ning, buat Ning Aqila !" Santri itu memberikan buku kecil serta dengan pulpennya.
" Dari siapa ?" Tanya Kila penasaran.
" Dari kak Iqbal ning. Kalau begitu saya permisi ning, Asalammualaikum."
" Waalaikumsalam..."
Dengan rasa yang sudah bercampur aduk, Aqila membuka perlahan buku itu dan dengan jelas tertulis huruf Arab yang pertama kali Aqila baca.
~السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ~
*Mas minta maaf sebanyak-banyaknya padamu Dek. Dengan ini Mas menyatakan selamat tinggal untuk sementara waktu, do'a kan Mas juga Safira semoga selalu dalam lindungan Allah. Mas harap jangan pernah menyalahkan Ustadz Farhan, karna pergian mas ini adalah keputusan Mas sendiri. Ikuti saja permintaan orangtuamu Dek, karna itulah yang terbaik untuk dirimu.
Mas hanya butuh waktu untuk bisa bersanding denganmu Aqila, Mas sadar diri...bukanlah salah siapa-siapa. Hanya karna memang takdir saat ini mengharuskan Mas untuk melangkah jauh darimu untuk lebih memantaskan diri baik Agama maupun kemapanan yang lain.
Jangan pernah mencari kami Dek, karna jika waktu yang kita nanti telah tiba, maka Mas sendiri yang akan datang kepadamu.
Namun jika saat itu kau atau mas sudah bersanding dengan yang lain, maka mas hanya bisa berharap untuk saling mengikhlaskan dan menerima. Bukan mas yang tidak mau berjuang untuk disisimu, tapi karna mas merasa tidak pantas untuk dicintai wanita sebaik dan seshalehah dirimu Aqila.
Jaga kesehatanmu....
salati takun maeak ya qalb alsinam ( Do'aku menyertaimu, pujaan hati )
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
M. Iqbal
💕💕💕*Tinggalkan
Vote
Like
Komen kalian ya !!!
Happy Reading guys
__ADS_1
Bersambung💕💕💕