Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Sabarnya seorang ibu


__ADS_3

1 Tahun kemudian, tak terasa kehidupan rumah tangga Bul² dan Farhan telah memasuki tahun ketiga. 1 tahun sebelumnya mereka dihadiahkan dua malaikat kecil sebagai pelengkapnya kehidupan.


Kini Bul² dan Farhan telah memiliki rumah sendiri, namun masih di area pondok pesantren. Bul² pun selalu mengikuti apa kata suami selagi itu yang terbaik.


Hadirnya si kembar dalam hidup mereka, menjadi nikmat tersendiri bagi kedua orangtuanya, terkhususnya Bul² selaku sang ibu.


Ah ya....bagaimana kabar Zafran dan Rima ?


Kini merekapun akan menjadi orangtua sama seperti Bul² juga Farhan, di kurun waktu 6 bulan pernikahannya, Zafran dan juga Rima baru diberi amanah yang sangat mereka nantikan itu sebelumnya.


Lalu bagaimana babang Rafiku juga Safa ?


Oh...pasangan absurd itu, lagi bucin bucinnya menikmati masa pengantin barunya yang berumur 2 minggu.


Disebuah ruangan khusus, terlihat bocah yang tengah duduk memainkan boneka. Dan yang satu lagi tengah berusaha berdiri dijendela sambil berceloteh.


Dialah sikembar A, Akil dan Akila.


" Masya Allah kakak, kakak udah mau jalan ya. Sini sayang lihat Mibu nak....!" Bul² mengulurkan jari tangannya untuk Akil pegang. Dan...yapsssssss akhirnya jari sang ibu berhasil ia pegang.


Bul² memundurkan badannya perlahan supaya Akil ikut melangkah mengikutinya.


Namun beberapa kali jatuh, Akil pun terus bangkit kembali dengan meraih jari jemari sang ibu.


" Alhamdulilah, masya Allah...anak Mibu yang tampan ini udah bisa jalan selangkah dua langkah. Latihan terus ya nak...!" Ucap Bul² seraya mengecup pipi gembul Akil.


" Adek, kenapa bonekanya digigitin sayang. Gak boleh ya nak, ini kotor !" Ucap Bul² meraih boneka yang tengah Akila gigit.


" Huaaaaaaa bu....bu....bu huaaaa" Akila menangis melihat bonekanya diambil alih ibunya.


" Cup...cup....Kilaaa, kilaa gak boleh nangis ya. Maafin Mibu sayang, nanti kita tunggu Yahbi pulang ya...habis itu jalan-jalan..." Bul² menggendong Akila seraya menenangkan.


Saat tengah menggendong Adiknya, sang kakak malah menangis melihat itu.


Bul² dengan sabar menghadapi anak anaknya yang mulai aktif dan saling berebutan.


Ia pun menurunkan Akila untuk kembali bermain, dan menggendong Akil seraya bergantian.


' Masya Allah...sungguh nikmat menjadi seorang ibu ketika dihadapkan dengan hal-hal yang sangat menguji kesabaran ' Gumam Bul² menatap kedua anaknya bergantian.


Tak lama dari itu, suara ketukan pintu mulai terdengar.


Bul² buru-buru membuka kan pintu suaminya yang baru pulang mengajar.


" Assalam mualaikum...."

__ADS_1


" Waalaikumsalam...." Bul² mencium tangan suaminya. Dan Farhan pun mencium kening sang istri.


" Anak-anak kemana sayang ?" Tanya Farhan seraya berjalan masuk.


" Dikamar bermain Bi....Albi mau makan ?" Tanya Bul² dan Farhan pun langsung mengangguk.


Saat tengah menuangkan nasi kepiring suaminya, salah satu dari si kembar menangis dengan kencangnya.


Membuat Farhan dan Bul² terkejut seraya berlari menghampiri Akil dan Akila.


" Kenapa sayang, kakak gak boleh nakal ya sama Adek !"


Bul² meraih tubuh kecil Akila dan menggendongnya.


Farhan pun menggengdong Akil dan membawanya kemeja makan.


" Bi...makanlah dulu, biar Mibu yang jaga mereka !"


" Iya sayang...."


Entah mengapa Farhan sangat kasihan pada istrinya. Badannya terlihat mulai kurusan semenjak sikembar mulai aktif, tidak ada waktu lagi buatnya untuk bersantai santai seperti dulu.


' Maafkan Albi sayang, kamu pasti capek seharian harus mengurus di kembar.


Apa ini yang dinamakan kesabaran seorang ibu ? sabar menghadapi kelakuan anak-anaknya yang mulai Aktif, jangankan untuk bersantai sayang, sepertinya untuk makan pun bisa dilakukan dengan mencuri waktu, lihatlah....ya Allah...tubuh istriku mulai kurus...' Gumam Farhan dalam hati seraya menatap anak dan istrinya yang tengah bermain.


Disebuah rumah yang bernuansa biru, masih diarea pesantren, terlihat dua sejoli tengah bermanja dengan alat dapurnya.


" Kak...sudah dong, geli tau...." Safa berusaha menghindar dari gelitikan suaminya.


" Lanjut aja sih masaknya, aku pengen gini..." Jawab Rafi seraya menyelusuri leher istrinya.


' Ya Allah...suamiku ini seperti apa, kenapa dia tak mau berhenti juga. Apa masih kurang jatahnya....padahal udah bermacam gaya sudah ia lakukan. Ck memang tidak waras, kayaknya perlu berobat...' Gumam Safa bergidik ngeri membayangkannya.


Setelah masakan selesai, dan tertata rapi dimeja makan, ia pun memanggil suaminya untuk segera makan siang.


Seperti biasa, pasangan ini selalu ada adegan uwowohnya saat dimeja makan he he he.


Bagaikan kucing yang dikasih ikan asin langsung diembat, begitulah Rafi yang melihat istrinya.


" Sayang......" Bisik Rafi ketelinga Safa, hingga membuat sang empunya bergidik ngeri.


" Lagi..........?" Bisiknya kembali.


" Kak, kapan kita mau makan siang kalau kau saja selalu mengajak untuk ehemmmmm...."

__ADS_1


" Ayolahhhh, mau surga apa neraka ?" Selalu jurus andalan para pria yang ingin mengajak istrinya untuk uwowoh.


Mau tak mau, Safa menuruti keinginan suaminya yang tiap hari tidak pernah ada bosannya meminta ehemmm. Padahal dia sendiri sudah sangat lelah dan letih melayaninya, tapi karna tak mau berdosa, Safa pun mengikuti keinginan suaminya.


Karna tinggal diem dan merem....tapi gak mungkin kalau gak gantian 🤣🤣🤣.


Biasalah para lelaki cari sensasi yang berbeda.


Hingga jam setengah 3 mereka baru menyudahi permainan ehemnya. Safa jangan ditanya lagi, dia sudah seperti orang mabuk yang jalannya sedikit terhuyung kemana mana.


Perut kosong, letih, lesu dan lunglai seperti itulah rasanya.


' Minum jamu apa sih dia, kenapa badanku selalu remuk begini.....


atau jangan jangan, ya Allah....suamiku memang bener sakit' Gumam Safa.


" Sayang mandi gih, habis itu kita makan. Pasti laper kan ?" Rafi mengelus rambut istrinya yang masih terbaring lemah akibat ulahnya.


" Yakin nanti makan, aku rasa kakak perlu kerumah sakit !" Ucap Safa dengan suara yang masih serak .


" Kenapa kerumah sakit ?"


" Habisnya setiap kita...ehemmmm...pasti butuh waktu berjam jam untuk menyudahinya. Kakak sakit kayaknya deh, periksa kedokter ya !"


" Tapi suka kan ?" Goda Rafi.


Blussss


Rona merah terlihat dipipi Safa, tak dapat dipungkiri ia pun menyukai sikap romantis dari suaminya namun juga membuatnya lelah he he he.


" Apaan sih....."


" Cieee malu mali meong....suka kan sayang ?" godanya lagi.


Seketika Safa menimpuk wajah suaminya dengan bantal. Rafi segera menagkisnya dan menangkap bantal itu seraya terkekeh melihat rona merah diwajah istrinya.


' Imuttttt bangetttt sih sayang....uhhhhhhh anak siapa sih ?' Gumam Rafi melihat gemas tingkah istrinya yang malu-malu saat ia goda.


**💞💞💞Tinggalkan


Vote


Like


Komen kalian ya !!!!

__ADS_1


Happy reading guys**....


Bersambung💞💞💞


__ADS_2