Bidadari Sang Gus

Bidadari Sang Gus
Anak lagi ?


__ADS_3

Kata romantis setiap kali berhasil mewakili perasaan yang sekian lama terpendam. Apalagi saat jatuh cinta, kata romantis ikut membangkitkan bahagia, terasa manis, hingga meluluhkan hati, pikir Farhan.


Meski terkesan sederhana, kata romantis yang Farhan ucapkan biasanya mampu membuat sang istri merasa sangat dicintai dan diperhatikan. Menyampaikan kata romantis, tidak hanya untuk pacar menurutnya, tapi juga pasangan suami istri, demi mempererat keharmonisan yang telah lama dibangun bersama.


Tatkala tak sanggup berucap secara langsung, Farhan menyampaikan melalui kata romantis dikirim melalui surat cinta. Terasa begitu spesial hingga membuat Bul² kembali jatuh hati.


Pagi yang amat mendung dan disertai rintikan hujan, Farhan terasa enggan bangun dari tidurnya. Badannya yang terasa lelah dan letih membuatnya kembali berbaring setelah shalat subuh.


Bul² sangat menjadi ibu yang extra, ketika kedua anaknya masih terlelap, ia buru-buru membereskan pekerjaan rumah yang menurutnya tidak ada habisnya itu. Sehabis shalat subuh, ia memasak, mencuci baju dan mengepel lantai. Hingga saat sikembar terbangun, pekerjaannya pun telah selesai.


Tidak jarang juga Farhan sebagai suami membantu pekerjaan rumah istrinya.


Namun kali ini badannya yang sedikit lelah, ia memutuskan untuk kembali tidur.


" Bi...bangun !" Bul² membangunkan suaminya seraya menepuk pelan pipi Farhan.


" Bu.....bu...bu....." Baby Akil ternyata lebih dulu bangun dari adiknya.


" Udududu.....anak Mibu sudah bangun, kita bangunin Adek ya kak !" Ucap Bul² menggendong Akil dan mendudukannya diranjang adiknya.


Tangan Akil yang tak mau diam pun akhirnya berhasil membangunkan adiknya itu.


Akila yang dibangunkan kakaknya, mengerjapkan mata seraya mendudukan dirinya disamping Akil.


" Bu...bu...bu......" Akila berceloteh seraya merentangkan tangannya meminta digendong.


" Aohhh sini sayang, Adek mau gendong mibu ya. Kita bangungin Yahbi, oke...!"


Bul² menggendong Akil dan Akila membawanya keranjang untuk membangunkan sang Ayah.


Tangan Akil yang sangat aktif itu, menepuk nepuk wajah Farhan seraya berceloteh. Sementara Akila, menarik narik baju Ayahnya.


" Anak-anak yahbi sudah bangun ?" Farhan mencium pipi gembul keduanya secara bergantian.


" Maafin Albi ya sayang, badan Albi capek banget jadi gak bantuin mibu beberes rumah.." Ucap Farhan merasa bersalah.


Cup.....


Beralih Farhan mencium ibu dari sikembar.


" Bi....gak didepan anak-anak juga !" Gerutu Bul².


Farhan hanya terkekeh melihat tingkah istrinya yang masih malu-malu saat ia goda. Padahalkan pernikahan mereka sudah memasuki tahun ketiga, dicium aja udah merah merona gitu hi hi hi.


" Dia masih kecil sayang, gak akan ngerti ." Jawab Farhan seraya mengedipkan sebelah matanya.


Bul² langsung mengambil bantal dan menimpuk suaminya yang sangat suka menjahilinya dengan perlakuan atau kata-kata romantis dari Farhan.


Tak dapat dipungkiri, sikap Farhan pada Bul² tidak berubah sama sekali. Ia masih Farhan yang sama, selalu mesum dan juga perhatian.

__ADS_1


Kadang sempat melintas dipikiran Bul², apakah suamiku sudah merasa bosan hidup bersama selama 3 tahun ini ?


Namun ia tak berani mengungkapkannya secara langsung. Ia hanya mengerti dari perlakuan suaminya yang selalu bersikap layaknya pengantin baru, membuat Bul² percaya bahwa suaminya adalah teladan hidup yang patut ia tiru.


Pepatah bilang, sikap dan prilaku istri tergantung pada suaminya. Benarkah begitu wahai para emak-emak ?


" Issss ya jangan didepan anak juga Bi..." Gerutunya.


" Iya iya....yang sayang ngalah." Jawab Farhan seraya tersenyum.


" Jadi menurut Albi Mibu gak sayang. Issss suami macam apa itu ?" Gerutu Bul² lagi.


" Suami macam-macam tapi hanya ingin satu macam !" Farhan menyeringai lalu beranjak dari ranjang menuju kamar mandi.


" Macam-macam tapi cuma mau satu macam. Ihhh maksudnya apa sih, gak jelas...." Gerutunya lagi seraya memindahkan sikembar keranjangnya masing-masing.


Bul² segera membereskan ranjang tempat mereka tidur. Farhan yang tengah mandi pun selalu berteriak memanggil istrinya.


" Pasti handuk, selalu deh ketinggalan. Gak sekalian itunya aja yang ketinggalan..." Omel Bul² namun masih terdenger ditelinga Farhan.


" Albi denger loh sayang. Itunya apa ?" Tanya Farhan sengaja, padahal ia paham apa maksud istrinya itu.


" Haissss tu kuping tajem banget pendengarannya. Bukan apa-apa, nih !" Ucapnya seraya mengulurkan handuk dibalik pintu.


" Kyaaaaaaaaaaa Albi...apa itu ?" Teriak Bul² yang tiba-tiba tangannya ditarik Farhan hingga ia pun ikut masuk kekamar mandi.


" Itunya kan kata mibu tadi..." Jawab Farhan terkekeh melihat rona merah dipipi sang istri.


" Lihat sayang !"


" Sungguh, gelarmu sebagai ustadz mending dimutasikan untuk orang lain !" Gerutu Bul².


" Kenapa ?"


" Albi cuma pantes diberi gelar sebagai si mesum he he he ..." Jawab Bul² terkekeh.


" Istri nakal....." Farhan mencubit pelan hidung istrinya dan mengecup bibirnya sekilas.


" Ihhh sudah cepetan Bi, mau sarapan gak ?" Tanya Bul².


" Mau, tapi__


" Apa, jangan bilang____


" Yapsss Mibu betul...."


" Kyaaaa Albi turunin, dong !" Bul² terkejut saat suaminya tiba-tiba saja menggendongnya dan membawanya keranjang.


" Bi..jangan sekarang ada anak-anak !"

__ADS_1


" Pelanin suaranya sayang.....!" Bisik Farhan ditelinga istrinya.


Suara parau Farhan mulai terdengar, hembusan nafasnya yang tak beraturan membuatnya sangat sesak menahan sesuatu.


Mau tak mau, Bul² harus melayani suaminya. Apalagi jika dihadapkan dengan 2 pilihan surga atau neraka, bagai kalah telak ia tak dapat menolak keinginan suaminya itu.


Saat akan memulai, tiba-tiba saja baby Akila menangis. Bul² buru-buru memakai kembali bajunya dan menghampiri ranjang anaknya.


' Alhamdulilah terimakasih sayang telah menyelamatkan Mibu dari serangan ganas yahbimu hi hi hi '


" Haissss anak ini, sayang ungsikan dulu si kembar tempat neneknya !" Kesal Farhan.


" Jangan dong Bi, lagian mereka juga belum mandi. Nanti aja lanjut lagi ya....." Bul² tersenyum penuh kemenangan bisa lepas dari serangan maut suaminya.


" Solooooo solooooooo......" Gerutu Farhan seraya beranjak dari ranjangnya dan kembali kekamar mandi.


Bul² yang melihat itu hanya terkekeh geli. Antara kasihan dan juga lucu melihat raut wajah suaminya.


Beberapa menit kemudian, Farhan keluar dengan wajah masamnya. Apa semua suami begitu kalau gak dikasih terasi, pikir Bul². Hahahha kok terasi sih nyasarnya...😂😂😂 ya ampun...tutup mata kalian agedan penuh 21+ ya kayak gini.


" Sayang......." Farhan menghampiri istrinya yang tengah memandikan sikembar.


" Kenapa Bi......?" Tanya Bul² tanpa menoleh.


" Albi pengen deh, punya anak lagi..." Celetuknya.


" Hah, anak lagi ?" Bul² langsung menatap tajam kearah suaminya.


" Iya, kita buat tim sepak bola. Atau tim hadrohlah paling gak ." Jawab Farhan asal.


" Albi aja sana yang lahirin, Mibu mah gak sanggup !" Gerutunya kesal.


" Emangnya aku kucing sekali hamil anaknya banyak. Haisss suamiku ni macam apa, kenapa suka sekali ber ea ea...." Omelnya seraya memandikan sikembar.


Farhan terkikik geli mendengar ocehan istrinya itu. Ia sengaja menggodanya, dengan alasan ingin punya anak lagi, ehhh tapi kalau udah rezeki kan gak nolak he he, pikir Farhan.


Bengek bengek gara-gara Farhan


😂😂😂


**💞💞💞Tinggalkan


Vote


like


Komen kalian ya !!!


Happy Reading**

__ADS_1


Bersambung,💞💞💞


__ADS_2